{"id":31685,"date":"2025-03-14T08:46:17","date_gmt":"2025-03-14T01:46:17","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/di-sardis-ada-beberapa-orang-yang-tidak-mencemarkan-pakaiannya-mereka-akan-berjalan-dengan-aku-dalam-pakaian-putih-karena-mereka-adalah-layak-untuk-itu-wahyu-34\/"},"modified":"2025-03-14T08:46:20","modified_gmt":"2025-03-14T01:46:20","slug":"di-sardis-ada-beberapa-orang-yang-tidak-mencemarkan-pakaiannya-mereka-akan-berjalan-dengan-aku-dalam-pakaian-putih-karena-mereka-adalah-layak-untuk-itu-wahyu-34","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/di-sardis-ada-beberapa-orang-yang-tidak-mencemarkan-pakaiannya-mereka-akan-berjalan-dengan-aku-dalam-pakaian-putih-karena-mereka-adalah-layak-untuk-itu-wahyu-34\/","title":{"rendered":"Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh. [1 Korintus 10:12]"},"content":{"rendered":"<button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id - Adalah sebuah kenyataan yang mengherankan bahwa ada yang disebut sombong karena anugerah. Seseorang berkata, \u201cAku punya iman yang besar, aku tidak akan jatuh; iman yang kecil mungkin jatuh, tetapi aku tidak.\u201d \u201cAku punya kasih yang sungguh-sungguh besar,\u201d kata seorang lain, \u201cAku bisa bertahan, aku bebas dari bahaya mengambil jalan yang salah.\u201d Dia yang menyombongkan anugerah sebenarnya hanya punya sedikit anugrah untuk disombongkan. Sebagian orang ini membayangkan bahwa anugerah mereka dapat menjaga mereka, tanpa tahu bahwa arus anugerah harus mengalir terus-menerus dari sumbernya, kalau tidak sungai itu segera menjadi kering. Jika aliran minyak yang berkelanjutan tidak mengalir ke lampu minyak, meskipun ia menyala cerah hari ini, besok ia akan berasap dan habis, dan berbahayalah baunya. Waspadalah supaya engkau tidak memuliakan diri dalam anugerahmu, tapi biarkan semua kemuliaan dan keyakinanmu ada di dalam Kristus dan kekuatan-Nya, sebab hanya dengan itu saja engkau terhindar dari kejatuhan. Berdoalah lebih banyak. Luangkanlah waktu lebih lama untuk mengagumi-Nya dalam kesucian. Bacalah Kitab Suci lebih sungguh-sungguh dan terus-menerus. Lihat hidupmu dengan lebih hati-hati. Hiduplah lebih dekat kepada Allah. Ambillah teladan terbaik sebagai panutanmu. Jadikanlah percakapanmu keharuman surgawi. Biarlah hatimu wangi dengan kasih sayang bagi jiwa manusia. Jadi hiduplah supaya orang lain mengetahui bahwa engkau telah bersama Yesus, dan telah belajar dari-Nya; dan ketika hari yang bahagia itu datang, ketika Dia yang kaucintai berkata, \\\"Silakan duduk di depan,\\\" [Lukas 14:10] kiranya merupakan sebuah kebahagiaan bagimu ketika engkau mendengar-Nya berkata, \\\"Engkau telah mengakhiri pertandingan yang baik, engkau telah mencapai garis akhir, [2 Timotius 4:7] dan selanjutnya telah tersedia bagimu mahkota kebenaran [2 Timotius 4:8] yang tidak dapat layu [1 Petrus 5:4].\\\" Berjalanlah, hai orang Kristen, dengan waspada dan hati-hati! Berjalanlah, dengan ketakutan dan gemetar yang kudus! Berjalanlah, dengan iman dan keyakinan pada Yesus saja, dan jadikanlah ini permohonanmu terus menerus, \\\"Topanglah aku sesuai dengan janji-Mu.\\\" [Mazmur 119:116] Dia mampu, dan Dia sendiri \\\"menjaga supaya jangan kamu tersandung dan membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya.\\\" [Yudas 1:24] RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    \n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Adalah sebuah kenyataan yang mengherankan bahwa ada yang disebut sombong karena anugerah. Seseorang berkata, \u201cAku punya iman yang besar, aku tidak akan jatuh; iman yang kecil mungkin jatuh, tetapi aku tidak.\u201d \u201cAku punya kasih yang sungguh-sungguh besar,\u201d kata seorang lain, \u201cAku bisa bertahan, aku bebas dari bahaya mengambil jalan yang salah.\u201d Dia yang menyombongkan anugerah sebenarnya hanya punya sedikit anugrah untuk disombongkan. Sebagian orang ini membayangkan bahwa anugerah mereka dapat menjaga mereka, tanpa tahu bahwa arus anugerah harus mengalir terus-menerus dari sumbernya, kalau tidak sungai itu segera menjadi kering. Jika aliran minyak yang berkelanjutan tidak mengalir ke lampu minyak, meskipun ia menyala cerah hari ini, besok ia akan berasap dan habis, dan berbahayalah baunya. Waspadalah supaya engkau tidak memuliakan diri dalam anugerahmu, tapi biarkan semua kemuliaan dan keyakinanmu ada di dalam Kristus dan kekuatan-Nya, sebab hanya dengan itu saja engkau terhindar dari kejatuhan. Berdoalah lebih banyak. Luangkanlah waktu lebih lama untuk mengagumi-Nya dalam kesucian. Bacalah Kitab Suci lebih sungguh-sungguh dan terus-menerus. Lihat hidupmu dengan lebih hati-hati. Hiduplah lebih dekat kepada Allah. Ambillah teladan terbaik sebagai panutanmu. Jadikanlah percakapanmu keharuman surgawi. Biarlah hatimu wangi dengan kasih sayang bagi jiwa manusia. Jadi hiduplah supaya orang lain mengetahui bahwa engkau telah bersama Yesus, dan telah belajar dari-Nya; dan ketika hari yang bahagia itu datang, ketika Dia yang kaucintai berkata, &#8220;Silakan duduk di depan,&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Lukas%2014:10\">Lukas 14:10<\/a>] kiranya merupakan sebuah kebahagiaan bagimu ketika engkau mendengar-Nya berkata, &#8220;Engkau telah mengakhiri pertandingan yang baik, engkau telah mencapai garis akhir, [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?2%20Timotius%204:7\">2 Timotius 4:7<\/a>] dan selanjutnya telah tersedia bagimu mahkota kebenaran [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?2%20Timotius%204:8\">2 Timotius 4:8<\/a>] yang tidak dapat layu [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?1%20Petrus%205:4\">1 Petrus 5:4<\/a>].&#8221; Berjalanlah, hai orang Kristen, dengan waspada dan hati-hati! Berjalanlah, dengan ketakutan dan gemetar yang kudus! Berjalanlah, dengan iman dan keyakinan pada Yesus saja, dan jadikanlah ini permohonanmu terus menerus, &#8220;Topanglah aku sesuai dengan janji-Mu.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%20119:116\">Mazmur 119:116<\/a>] Dia mampu, dan Dia sendiri &#8220;menjaga supaya jangan kamu tersandung dan membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yudas%201:24\">Yudas 1:24<\/a>]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Adalah sebuah kenyataan yang mengherankan bahwa ada yang disebut sombong karena anugerah. Seseorang berkata, \u201cAku punya iman yang besar, aku tidak akan jatuh; iman yang kecil mungkin jatuh, tetapi aku tidak.\u201d \u201cAku punya kasih yang sungguh-sungguh besar,\u201d kata seorang lain, \u201cAku bisa bertahan, aku bebas dari bahaya mengambil jalan yang salah.\u201d Dia yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-31685","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"173","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31685","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31685"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31685\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":67736,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31685\/revisions\/67736"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31685"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31685"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31685"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}