{"id":31701,"date":"2026-04-12T18:15:33","date_gmt":"2026-04-12T11:15:33","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/demikianlah-kita-akan-selama-lamanya-bersama-sama-dengan-tuhan-1-tesalonika-417\/"},"modified":"2026-04-12T18:15:34","modified_gmt":"2026-04-12T11:15:34","slug":"demikianlah-kita-akan-selama-lamanya-bersama-sama-dengan-tuhan-1-tesalonika-417","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/demikianlah-kita-akan-selama-lamanya-bersama-sama-dengan-tuhan-1-tesalonika-417\/","title":{"rendered":"Hatiku menjadi seperti lilin, hancur luluh di dalam dadaku. [Mazmur 22:14]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Tuhan kita pernah mengalami hati yang luluh dan hancur. \u201cOrang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?\u201d [Amsal 18:14] Depresi roh yang mendalam merupakan ujian yang paling menyedihkan, sehingga ujian lain seperti tidak ada apa-apanya. Pantas saja Sang Juruselamat berseru kepada Allah-Nya, \u201cJanganlah jauh dari padaku,\u201d [Mazmur 22:11] karena manusia merasa paling membutuhkan Allah saat hatinya berat dan hancur. Hai orang percaya, arahkan hati kita pada salib-Nya pagi ini, dan dengan rendah hati kagumi Raja mulia yang pernah begitu direndahkan jauh melebihi siapa pun di antara kita dalam tekanan dan penderitaan batin; dan akuilah bahwa Dia layak menjadi Imam Besar yang setia, yang dapat tersentuh saat kita merasakan kelemahan. Terutama hendaklah mereka yang sedih karena tidak merasakan kasih Bapa kita, masuk mendekat ke dalam persekutuan yang intim dengan Yesus. Janganlah kita putus asa, karena Juruselamat kita sudah pernah melewati ruangan gelap itu. Jiwa kita mungkin terkadang terlalu rindu dan ingin, dan dahaga bahkan hatinya sangat menderita, untuk melihat terangnya wajah Tuhan: pada masa-masa seperti itu marilah kita tinggal di dalam kebenaran manis ini, mengenai simpati dari Imam Besar kita. Pasti tetesan kesusahan kita akan hanyut di dalam lautan penderitaan-Nya, dan betapa cinta kasih kita akan menjulang tinggi! Datanglah, o kasih Yesus yang kuat dan dalam, seperti luapan laut dalam gelombang pasang musim semi, selubungi seluruh kekuatanku, tenggelamkan seluruh dosaku, basuhlah segala kekhawatiranku, angkatlah jiwaku yang terikat oleh dunia fana, dan layangkanlah jiwaku sampai kepada kaki Tuhanku, dan di situ biarkanlah aku terbaring, seperti sebuah tempurung malang yang hancur, dibasuh oleh kasih-Nya, tanpa memiliki kebaikan maupun nilai; dan hanya mencoba untuk berbisik kepada-Nya agar jikalau Dia menyendengkan telinga-Nya kepadaku, Dia akan mendengar di dalam hatiku ada gema yang lemah dari suara gelombang kasih-Nya sendiri yang terbentang luas, yang telah membawaku ke tempat aku terbaring dengan sukacita, bahkan di kaki-Nya, selama-lamanya. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Tuhan kita pernah mengalami hati yang luluh dan hancur. \u201cOrang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Amsal%2018:14\">Amsal 18:14<\/a>] Depresi roh yang mendalam merupakan ujian yang paling menyedihkan, sehingga ujian lain seperti tidak ada apa-apanya. Pantas saja Sang Juruselamat berseru kepada Allah-Nya, \u201cJanganlah jauh dari padaku,\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%2022:11\">Mazmur 22:11<\/a>] karena manusia merasa paling membutuhkan Allah saat hatinya berat dan hancur. Hai orang percaya, arahkan hati kita pada salib-Nya pagi ini, dan dengan rendah hati kagumi Raja mulia yang pernah begitu direndahkan jauh melebihi siapa pun di antara kita dalam tekanan dan penderitaan batin; dan akuilah bahwa Dia layak menjadi Imam Besar yang setia, yang dapat tersentuh saat kita merasakan kelemahan. Terutama hendaklah mereka yang sedih karena tidak merasakan kasih Bapa kita, masuk mendekat ke dalam persekutuan yang intim dengan Yesus. Janganlah kita putus asa, karena Juruselamat kita sudah pernah melewati ruangan gelap itu. Jiwa kita mungkin terkadang terlalu rindu dan ingin, dan dahaga bahkan hatinya sangat menderita, untuk melihat terangnya wajah Tuhan: pada masa-masa seperti itu marilah kita tinggal di dalam kebenaran manis ini, mengenai simpati dari Imam Besar kita. Pasti tetesan kesusahan kita akan hanyut di dalam lautan penderitaan-Nya, dan betapa cinta kasih kita akan menjulang tinggi! Datanglah, o kasih Yesus yang kuat dan dalam, seperti luapan laut dalam gelombang pasang musim semi, selubungi seluruh kekuatanku, tenggelamkan seluruh dosaku, basuhlah segala kekhawatiranku, angkatlah jiwaku yang terikat oleh dunia fana, dan layangkanlah jiwaku sampai kepada kaki Tuhanku, dan di situ biarkanlah aku terbaring, seperti sebuah tempurung malang yang hancur, dibasuh oleh kasih-Nya, tanpa memiliki kebaikan maupun nilai; dan hanya mencoba untuk berbisik kepada-Nya agar jikalau Dia menyendengkan telinga-Nya kepadaku, Dia akan mendengar di dalam hatiku ada gema yang lemah dari suara gelombang kasih-Nya sendiri yang terbentang luas, yang telah membawaku ke tempat aku terbaring dengan sukacita, bahkan di kaki-Nya, selama-lamanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Tuhan kita pernah mengalami hati yang luluh dan hancur. \u201cOrang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?\u201d [Amsal 18:14] Depresi roh yang mendalam merupakan ujian yang paling menyedihkan, sehingga ujian lain seperti tidak ada apa-apanya. Pantas saja Sang Juruselamat berseru kepada Allah-Nya, \u201cJanganlah jauh dari padaku,\u201d [Mazmur 22:11] [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-31701","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"59","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31701","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31701"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31701\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68917,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31701\/revisions\/68917"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31701"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31701"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31701"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}