{"id":31735,"date":"2023-02-25T07:29:18","date_gmt":"2023-02-25T00:29:18","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/garam-tidak-terbatas-ezra-722\/"},"modified":"2023-02-25T07:29:21","modified_gmt":"2023-02-25T00:29:21","slug":"garam-tidak-terbatas-ezra-722","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/garam-tidak-terbatas-ezra-722\/","title":{"rendered":"Murka yang akan datang. [Matius 3:7]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Senang rasanya melewati sebuah desa setelah badai berlalu; menghirup segarnya rumput basah setelah hujan berhenti, dan memperhatikan tetesan-tetesan embun yang berkilau bagai permata di bawah sinar matahari. Itulah posisi orang Kristen. Ia sedang melalui sebuah tempat di mana badai telah berlalu di atas kepala Sang Juruselamatnya, dan jika ada beberapa tetes penderitaan yang jatuh, itu berasal dari awan belas kasihan, dan Yesus menghibur dia dengan jaminan bahwa penderitaan itu bukan untuk membinasakan dirinya. Akan tetapi, alangkah ngeri menyaksikan angin ribut mendekat: memperhatikan tanda-tanda badai; menyaksikan sayap burung-burung di langit yang terkulai; melihat ternak yang menundukkan kepalanya karena takut; mencamkan rupa langit yang semakin menghitam, dan memandang matahari yang tak bersinar, dan langit yang murka dan memberengut! Alangkah ngeri menantikan topan yang seram menghampiri\u2014yang terkadang muncul di daerah tropis\u2014menunggu dengan ngeri dan takut hingga angin itu menderu dengan ganas, mengoyak pepohonan dari akar-akarnya, menggoyangkan batu-batu dari dasarnya, dan menerbangkan segala rumah tempat tinggal manusia! Namun hai orang berdosa, beginilah keadaanmu sekarang. Belum ada rintik-rintik panas jatuh, tapi hujan api akan datang. Tak ada angin ribut menderu di sekelilingmu, tapi topan Allah sedang mengumpulkan pasukan meriam-Nya yang menyeramkan. Air bah masih dibendung oleh belas kasihan, tapi pintu bendungan akan segera dibuka: halilintar Allah masih disimpan di dalam gudang-Nya, tapi lihatlah! topan itu bergegas, dan alangkah menakutkannya saat ketika Allah, berjubahkan pembalasan, bergerak maju dalam kemarahan! Di mana, di mana, di mana, wahai orang berdosa, engkau dapat menyembunyikan wajahmu, dan ke mana engkau lari? O semoga tangan belas kasihan memimpinmu sekarang juga kepada Kristus! Kristus dengan siap sedia berada di hadapanmu dalam injil; bilur-bilur-Nya adalah goa perlindungan. Engkau tahu betapa engkau membutuhkan Kristus; percayalah kepada-Nya, bawalah dirimu kepada-Nya, dan murka Allah akan berlalu untuk selamanya. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Senang rasanya melewati sebuah desa setelah badai berlalu; menghirup segarnya rumput basah setelah hujan berhenti, dan memperhatikan tetesan-tetesan embun yang berkilau bagai permata di bawah sinar matahari. Itulah posisi orang Kristen. Ia sedang melalui sebuah tempat di mana badai telah berlalu di atas kepala Sang Juruselamatnya, dan jika ada beberapa tetes penderitaan yang jatuh, itu berasal dari awan belas kasihan, dan Yesus menghibur dia dengan jaminan bahwa penderitaan itu bukan untuk membinasakan dirinya. Akan tetapi, alangkah ngeri menyaksikan angin ribut mendekat: memperhatikan tanda-tanda badai; menyaksikan sayap burung-burung di langit yang terkulai; melihat ternak yang menundukkan kepalanya karena takut; mencamkan rupa langit yang semakin menghitam, dan memandang matahari yang tak bersinar, dan langit yang murka dan memberengut! Alangkah ngeri menantikan topan yang seram menghampiri\u2014yang terkadang muncul di daerah tropis\u2014menunggu dengan ngeri dan takut hingga angin itu menderu dengan ganas, mengoyak pepohonan dari akar-akarnya, menggoyangkan batu-batu dari dasarnya, dan menerbangkan segala rumah tempat tinggal manusia! Namun hai orang berdosa, beginilah keadaanmu sekarang. Belum ada rintik-rintik panas jatuh, tapi hujan api akan datang. Tak ada angin ribut menderu di sekelilingmu, tapi topan Allah sedang mengumpulkan pasukan meriam-Nya yang menyeramkan. Air bah masih dibendung oleh belas kasihan, tapi pintu bendungan akan segera dibuka: halilintar Allah masih disimpan di dalam gudang-Nya, tapi lihatlah! topan itu bergegas, dan alangkah menakutkannya saat ketika Allah, berjubahkan pembalasan, bergerak maju dalam kemarahan! Di mana, di mana, di mana, wahai orang berdosa, engkau dapat menyembunyikan wajahmu, dan ke mana engkau lari? O semoga tangan belas kasihan memimpinmu sekarang juga kepada Kristus! Kristus dengan siap sedia berada di hadapanmu dalam injil; bilur-bilur-Nya adalah goa perlindungan. Engkau tahu betapa engkau membutuhkan Kristus; percayalah kepada-Nya, bawalah dirimu kepada-Nya, dan murka Allah akan berlalu untuk selamanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Senang rasanya melewati sebuah desa setelah badai berlalu; menghirup segarnya rumput basah setelah hujan berhenti, dan memperhatikan tetesan-tetesan embun yang berkilau bagai permata di bawah sinar matahari. Itulah posisi orang Kristen. Ia sedang melalui sebuah tempat di mana badai telah berlalu di atas kepala Sang Juruselamatnya, dan jika ada beberapa tetes penderitaan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-31735","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":null,"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"412","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31735","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31735"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31735\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31735"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31735"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31735"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}