{"id":31740,"date":"2026-04-16T18:15:47","date_gmt":"2026-04-16T11:15:47","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/orpa-mencium-mertuanya-itu-minta-diri-tetapi-rut-tetap-berpaut-padanya-rut-114\/"},"modified":"2026-04-16T18:15:48","modified_gmt":"2026-04-16T11:15:48","slug":"orpa-mencium-mertuanya-itu-minta-diri-tetapi-rut-tetap-berpaut-padanya-rut-114","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/orpa-mencium-mertuanya-itu-minta-diri-tetapi-rut-tetap-berpaut-padanya-rut-114\/","title":{"rendered":"Darah yang mahal, yaitu darah Kristus [1 Petrus 1:19]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Berdiri di kaki salib, kita melihat tangan, dan kaki, dan rusuk, semua mengalirkan darah merah tua yang mahal. Darah itu &quot;mahal&quot; karena khasiatnya yang menebus dan memperdamaikan. Oleh darah-Nya dosa orang-orang milik Kristus ditebus; mereka dibebaskan dari hukum; mereka diperdamaikan dengan Allah, dipersatukan dengan Dia. Darah Kristus juga &quot;mahal&quot; oleh sebab kekuatan membersihkannya; darah itu &quot;menyucikan kita dari pada segala dosa.\u201d [1 Yohanes 1:7] &quot;Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju.&quot; [Yesaya 1:18] Melalui darah Yesus tidak ada satu noda pun tersisa pada setiap orang percaya, tak ada kerutan ataupun hal-hal semacamnya yang tertinggal. Oh darah yang mahal, yang membuat kita bersih, menghilangkan noda dari limpahnya kelaliman, dan yang mengizinkan kita diterima dalam Sang Kekasih, tanpa memperhitungkan betapa dengan berbagai cara kita telah memberontak melawan Allah kita. Darah Kristus juga &quot;mahal&quot; dalam kekuatan pemeliharaannya. Kita aman dari malaikat pemusnah karena percikan darah itu. Ingatlah bahwa karena Allah melihat darah, itulah alasan sebenarnya mengapa kita diselamatkan [Keluaran 12:22-23]. Inilah penghiburan bagi kita ketika mata iman kita kabur, karena mata Allah selalu sama. Darah Kristus itu juga &quot;mahal&quot; di dalam pengaruh pengudusannya. Darah yang sama yang telah membenarkan dengan membuang dosa, juga melakukan tindak lanjutnya, yaitu menghidupkan kodrat baru serta memimpinnya maju untuk menaklukkan dosa dan mengikuti perintah-perintah Allah. Tak ada motivasi untuk hidup suci sebesar yang mengalir dari pembuluh darah Yesus. Dan darah ini &quot;mahal,&quot; tak terkatakan mahalnya, karena darah ini memiliki kekuatan yang mengalahkan. Tertulis, &quot;mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba.&quot; [Wahyu 12:11] Mana mungkin bisa kalau tidak? Dia yang bertarung menggunakan darah Yesus yang mahal, bertarung menggunakan senjata yang tak kenal kalah. Darah Yesus! dosa mati dalam kehadirannya, kematian bukan lagi kematian: gerbang-gerbang surga terbuka. Darah Yesus! kita &#039;kan berbaris maju, mengalahkan dan menaklukkan, selama kita dapat percaya akan kekuatannya! RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Berdiri di kaki salib, kita melihat tangan, dan kaki, dan rusuk, semua mengalirkan darah merah tua yang mahal. Darah itu &#8220;mahal&#8221; karena <i>khasiatnya yang menebus<\/i> dan <i>memperdamaikan<\/i>. Oleh darah-Nya dosa orang-orang milik Kristus ditebus; mereka dibebaskan dari hukum; mereka diperdamaikan dengan Allah, dipersatukan dengan Dia. Darah Kristus juga &#8220;mahal&#8221; oleh sebab <i>kekuatan membersihkannya<\/i>; darah itu &#8220;menyucikan kita dari pada segala dosa.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?1%20Yohanes%201:7\">1 Yohanes 1:7<\/a>]  &#8220;Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yesaya%201:18\">Yesaya 1:18<\/a>] Melalui darah Yesus tidak ada satu noda pun tersisa pada setiap orang percaya, tak ada kerutan ataupun hal-hal semacamnya yang tertinggal. Oh darah yang mahal, yang membuat kita bersih, menghilangkan noda dari limpahnya kelaliman, dan yang mengizinkan kita diterima dalam Sang Kekasih, tanpa memperhitungkan betapa dengan berbagai cara kita telah memberontak melawan Allah kita. Darah Kristus juga &#8220;mahal&#8221; dalam <i>kekuatan pemeliharaannya<\/i>. Kita aman dari malaikat pemusnah karena percikan darah itu. Ingatlah bahwa karena <i>Allah melihat<\/i> darah, itulah alasan sebenarnya mengapa kita diselamatkan [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Keluaran%2012:22-23\">Keluaran 12:22-23<\/a>]. Inilah penghiburan bagi kita ketika mata iman kita kabur, karena mata Allah selalu sama. Darah Kristus itu juga &#8220;mahal&#8221; di dalam <i>pengaruh pengudusannya<\/i>. Darah yang sama yang telah membenarkan dengan membuang dosa, juga melakukan tindak lanjutnya, yaitu menghidupkan kodrat baru serta memimpinnya maju untuk menaklukkan dosa dan mengikuti perintah-perintah Allah. Tak ada motivasi untuk hidup suci sebesar yang mengalir dari pembuluh darah Yesus. Dan darah ini &#8220;mahal,&#8221; tak terkatakan mahalnya, karena darah ini memiliki <i>kekuatan yang mengalahkan<\/i>. Tertulis, &#8220;mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Wahyu%2012:11\">Wahyu 12:11<\/a>] Mana mungkin bisa kalau tidak? Dia yang bertarung menggunakan darah Yesus yang mahal, bertarung menggunakan senjata yang tak kenal kalah. Darah Yesus! dosa mati dalam kehadirannya, kematian bukan lagi kematian: gerbang-gerbang surga terbuka. Darah Yesus! kita &#8216;kan berbaris maju, mengalahkan dan menaklukkan, selama kita dapat percaya akan kekuatannya!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Berdiri di kaki salib, kita melihat tangan, dan kaki, dan rusuk, semua mengalirkan darah merah tua yang mahal. Darah itu &#8220;mahal&#8221; karena khasiatnya yang menebus dan memperdamaikan. Oleh darah-Nya dosa orang-orang milik Kristus ditebus; mereka dibebaskan dari hukum; mereka diperdamaikan dengan Allah, dipersatukan dengan Dia. Darah Kristus juga &#8220;mahal&#8221; oleh sebab kekuatan membersihkannya; [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-31740","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"51","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31740","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31740"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31740\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68927,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31740\/revisions\/68927"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31740"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31740"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31740"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}