{"id":31750,"date":"2026-04-17T18:15:31","date_gmt":"2026-04-17T11:15:31","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/marilah-kepada-ku-matius-1128\/"},"modified":"2026-04-17T18:15:32","modified_gmt":"2026-04-17T11:15:32","slug":"marilah-kepada-ku-matius-1128","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/marilah-kepada-ku-matius-1128\/","title":{"rendered":"Kamu sudah datang kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel. [Ibrani 12:24]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Pembaca, sudahkah engkau datang kepada darah pemercikan? Pertanyaannya bukan apakah engkau sudah datang kepada pengetahuan akan doktrin, atau kepada ketaatan dalam upacara ibadah, atau kepada bentuk pengalaman tertentu, tetapi sudahkah engkau datang kepada darah Yesus? Darah Yesus adalah kehidupan dari segala kesalehan yang terpenting. Apabila engkau telah sungguh datang pada Yesus, kami tahu bagaimana engkau datang\u2014Roh Kudus dengan manis membawamu ke sana. Engkau datang pada darah pemercikan bukan karena jasamu sendiri. Bersalah, terhilang, dan tak berdaya, engkau datang untuk mengambil darah itu, dan hanya darah itu, sebagai pengharapan kekalmu. Engkau datang kepada salib Kristus, dengan hati yang gemetar dan terluka; dan oh! betapa suara yang berharga bagimu ketika engkau mendengar suara dari darah Yesus! Tetesan darah-Nya bagaikan musik surgawi bagi anak-anak bumi yang menyesali kesalahannya. Kita penuh dosa, tetapi Sang Juruselamat menyuruh kita mengarahkan mata ke arah-Nya, dan saat kita menatap luka-luka-Nya yang mengalir, setiap tetes darah, selagi jatuh, berseru, &quot;Sudah selesai; Aku telah mengakhiri dosa; Aku telah membawa masuk pembenaran kekal.&quot; Oh! bahasa yang manis dari darah Yesus yang mahal! Jika engkau pernah datang kepada darah itu, engkau akan terus datang kembali kepadanya. Hidupmu akan mempunyai &quot;mata yang tertuju kepada Yesus.&quot; [Ibrani 12:2] Seluruh tingkah lakumu akan menjadi seperti ini \u2014 &quot;Datanglah kepada-Nya.&quot; [1 Petrus 2:4] Bukan kepada Dia yang pernah kudatangi, tapi kepada Dia yang selalu kudatangi. Jika engkau pernah datang kepada darah pemercikan, engkau akan merasakan kebutuhan untuk datang ke sana setiap hari. Dia yang tidak ingin dibasuh di dalamnya setiap hari, tidak pernah dibasuh di dalamnya sama sekali. Orang percaya selalu merasa darah pemercikan itu sukacitanya dan hak istimewa, bahwa ternyata ada pancuran yang masih terbuka. Pengalaman masa lalu adalah makanan yang menimbulkan keraguan bagi umat Kristen; hanyalah datang kepada Kristus yang dapat memberi kita sukacita dan penghiburan. Pagi ini, marilah kita percikkan lagi ambang pintu kita dengan darah, dan setelah itu merayakan dengan Sang Anak Domba, yakin bahwa malaikat pemusnah pasti melewati kita. [Keluaran 12:23] RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Pembaca, sudahkah <i>engkau<\/i> datang kepada darah pemercikan? Pertanyaannya bukan apakah engkau sudah datang kepada pengetahuan akan doktrin, atau kepada ketaatan dalam upacara ibadah, atau kepada bentuk pengalaman tertentu, tetapi <i>sudahkah engkau datang kepada darah Yesus<\/i>? Darah Yesus adalah kehidupan dari segala kesalehan yang terpenting. Apabila engkau telah sungguh datang pada Yesus, kami tahu bagaimana engkau datang\u2014Roh Kudus dengan manis membawamu ke sana. Engkau datang pada darah pemercikan bukan karena jasamu sendiri. Bersalah, terhilang, dan tak berdaya, engkau datang untuk mengambil darah itu, dan hanya darah itu, sebagai pengharapan kekalmu. Engkau datang kepada salib Kristus, dengan hati yang gemetar dan terluka; dan oh! betapa suara yang berharga bagimu ketika engkau mendengar suara dari darah Yesus! Tetesan darah-Nya bagaikan musik surgawi bagi anak-anak bumi yang menyesali kesalahannya. Kita penuh dosa, tetapi Sang Juruselamat menyuruh kita mengarahkan mata ke arah-Nya, dan saat kita menatap luka-luka-Nya yang mengalir, setiap tetes darah, selagi jatuh, berseru, &#8220;Sudah selesai; Aku telah mengakhiri dosa; Aku telah membawa masuk pembenaran kekal.&#8221; Oh! bahasa yang manis dari darah Yesus yang mahal! Jika engkau pernah datang kepada darah itu, engkau akan terus datang kembali kepadanya. Hidupmu akan mempunyai &#8220;mata yang tertuju kepada Yesus.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Ibrani%2012:2\">Ibrani 12:2<\/a>] Seluruh tingkah lakumu akan menjadi seperti ini \u2014 &#8220;Datanglah kepada-Nya.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?1%20Petrus%202:4\">1 Petrus 2:4<\/a>] Bukan kepada Dia yang pernah kudatangi, tapi kepada Dia yang <i>selalu kudatangi<\/i>. Jika engkau pernah datang kepada darah pemercikan, engkau akan merasakan kebutuhan untuk datang ke sana setiap hari. Dia yang tidak ingin dibasuh di dalamnya <i>setiap hari<\/i>, tidak pernah dibasuh di dalamnya sama sekali. Orang percaya selalu merasa darah pemercikan itu sukacitanya dan hak istimewa, bahwa ternyata ada pancuran yang masih terbuka. Pengalaman masa lalu adalah makanan yang menimbulkan keraguan bagi umat Kristen; hanyalah datang kepada Kristus yang dapat memberi kita sukacita dan penghiburan. Pagi ini, marilah kita percikkan lagi ambang pintu kita dengan darah, dan setelah itu merayakan dengan Sang Anak Domba, yakin bahwa malaikat pemusnah pasti melewati kita. [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Keluaran%2012:23\">Keluaran 12:23<\/a>]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Pembaca, sudahkah engkau datang kepada darah pemercikan? Pertanyaannya bukan apakah engkau sudah datang kepada pengetahuan akan doktrin, atau kepada ketaatan dalam upacara ibadah, atau kepada bentuk pengalaman tertentu, tetapi sudahkah engkau datang kepada darah Yesus? Darah Yesus adalah kehidupan dari segala kesalehan yang terpenting. Apabila engkau telah sungguh datang pada Yesus, kami tahu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-31750","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"61","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31750","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31750"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31750\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68939,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31750\/revisions\/68939"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31750"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31750"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31750"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}