{"id":31978,"date":"2020-06-26T08:05:08","date_gmt":"2020-06-26T01:05:08","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=31978"},"modified":"2020-06-24T15:43:16","modified_gmt":"2020-06-24T08:43:16","slug":"hiduplah-di-atas-keadaan-anda-bukan-di-bawahnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/hiduplah-di-atas-keadaan-anda-bukan-di-bawahnya\/","title":{"rendered":"HIDUPLAH DI ATAS KEADAAN ANDA, BUKAN DI BAWAHNYA"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id -Sahabat, seperti apakah kepenuhan Allah terlihat bagi Anda? Bagi saya, hidup dalam kepenuhan Allah berarti tidak menjalani kehidupan yang medioker atau yang biasa-biasa saja di bawah kondisi terbaik. Karena kehidupan yang demikian adalah kebalikan dari hidup di dalam Kristus, hidup yang sesuai dengan maksud hati Allah. Kehidupan yang medioker atau biasa-biasa saja dan hidup dalam kepenuhan Allah tidak mungkin berdampingan. Syukurnya, kita telah diberi hidup kepenuhan Allah di dalam Kristus. Agar mengalami gaya hidup kepenuhan, kita harus belajar terbuka terhadap peningkatan (upgrade): aspek hidup kita yang Allah isi dengan janji-janji dan penyediaan-Nya. Di dalam Kristus, kita hidup berdasarkan janji-janji Allah bagi kita, bukan berdasarkan keadaan atau kondisi atau situasi kita. Kita menemukan ketenangan di dalam DIRI-NYA, siapa Dia yang sesungguhnya. Hal ini yang membawa kita kepada kepenuhan, kemenangan, dan kemitraan dengan Dia. Kita menjadi lebih daripada orang yang menang. Dia memandang kita semakin serupa dengan Kristus. Sungguh sebuah hubungan yang luar biasa! Jika Anda tertarik mempelajari lebih dalam tentang maksud hati-Nya yakni membawa Anda ke dalam kepenuhan, sediakanlah waktu khusus untuk renungan singkat berikut ini, yang ditulis dari sudut pandang Allah. Anda mungkin akan terkejut dengan upgrade yang tersedia bagi Anda saat Anda masuk ke dalam kemitraan dengan-Nya. \u201cHidup dalam kepenuhan membawa engkau kepada kehidupan yang berada jauh di atas situasimu, bukan di bawahnya. Berada di dalam Kristus memampukanmu berkemenangan di masa sekarang, juga untuk belajar berjalan bersama Kami dan siap sedia untuk masa depan yang sudah hadir di sini saat ini atau yang sudah dekat. Dalam Roh engkau belajar bagaimana melihat ke depan dan membuat rencana jangka panjang. Engkau juga menyadari bahwa ada situasi-situasi tertentu yang tidak dapat diselesaikan dalam beberapa hari atau beberapa minggu. Dalam situasi seperti itu, pembaharuanmu adalah bagian dari program jangka panjang meningkatkan identitasmu dan menanamkan rasa percaya, kebijaksanaan dan pertumbuhan yang diperlukan untuk menjadi lebih daripada orang yang menang. Kerinduan hati Kami, adalah pada akhirnya menggabungkan kemenangan demi kemenangan sebagai kemenangan yang berkelanjutan, dan menghasilkan di dalam dirimu identitas \u201clebih daripada orang yang menang.\u201d Sayang-Ku, ada peperangan yang harus dimenangkan secara mutlak. Artinya bukan hanya Kami yang berperang bagimu, tetapi engkau harus bekerjasama dengan Kami dalam cara yang dinamis yang menyebabkan musuh tidak akan mengambil resiko berkonflik denganmu. Semua ini terdengar sangat penting dan luar biasa, bukan? Memang demikianlah adanya! Bagaimanapun juga, tidak mungkin engkau berada di dalam Kristus dan tetap menjadi biasa-biasa saja, bukan? Tidak mungkin engkau dipenuhi Roh Kudus dan tetap menjadi medioker. Kami membuatmu seperti Kami! Dan Kami luar biasa, mengagumkan, menakjubkan.\u201d Ingatlah, tidak ada batasan pengalaman Anda mengalami kepenuhan-Nya. Saya sungguh gembira memikirkan semua upgrade yang akan Anda jumpai!(dailygracia)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Sahabat, seperti apakah kepenuhan Allah terlihat bagi Anda?<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Bagi saya, hidup dalam kepenuhan Allah berarti tidak menjalani kehidupan yang medioker atau yang biasa-biasa saja di bawah kondisi terbaik. Karena kehidupan yang demikian adalah kebalikan dari hidup di dalam Kristus, hidup yang sesuai dengan maksud hati Allah.<\/p>\n<p><strong>Kehidupan yang medioker atau biasa-biasa saja dan hidup dalam kepenuhan Allah tidak mungkin berdampingan.<\/strong><\/p>\n<p>Syukurnya, kita telah diberi hidup kepenuhan Allah di dalam Kristus. Agar mengalami gaya hidup kepenuhan, kita harus belajar terbuka terhadap peningkatan (<em>upgrade<\/em>): aspek hidup kita yang Allah isi dengan janji-janji dan penyediaan-Nya.<\/p>\n<p><strong>Di dalam Kristus, kita hidup berdasarkan janji-janji Allah bagi kita, bukan berdasarkan keadaan atau kondisi atau situasi kita.<\/strong><\/p>\n<p>Kita menemukan ketenangan di dalam DIRI-NYA, siapa Dia yang sesungguhnya. Hal ini yang membawa kita kepada kepenuhan, kemenangan, dan kemitraan dengan Dia.<\/p>\n<p>Kita menjadi lebih daripada orang yang menang. Dia memandang kita semakin serupa dengan Kristus. Sungguh sebuah hubungan yang luar biasa!<\/p>\n<p>Jika Anda tertarik mempelajari lebih dalam tentang maksud hati-Nya yakni membawa Anda ke dalam kepenuhan, sediakanlah waktu khusus untuk renungan singkat berikut ini, yang ditulis dari sudut pandang Allah. Anda mungkin akan terkejut dengan <em>upgrade<\/em> yang tersedia bagi Anda saat Anda masuk ke dalam kemitraan dengan-Nya.<\/p>\n<p><em>\u201cHidup dalam kepenuhan membawa engkau kepada kehidupan yang berada jauh di atas situasimu, bukan di bawahnya.<\/em><\/p>\n<p><em>Berada di dalam Kristus memampukanmu berkemenangan di masa sekarang, juga untuk belajar berjalan bersama Kami dan siap sedia untuk masa depan yang sudah hadir di sini saat ini atau yang sudah dekat. Dalam Roh engkau belajar bagaimana melihat ke depan dan membuat rencana jangka panjang. Engkau juga menyadari bahwa ada situasi-situasi tertentu yang tidak dapat diselesaikan dalam beberapa hari atau beberapa minggu. Dalam situasi seperti itu, pembaharuanmu adalah bagian dari program jangka panjang meningkatkan identitasmu dan menanamkan rasa percaya, kebijaksanaan dan pertumbuhan yang diperlukan untuk menjadi lebih daripada orang yang menang.<\/em><\/p>\n<p><em>Kerinduan hati Kami, adalah pada akhirnya menggabungkan kemenangan demi kemenangan sebagai kemenangan yang berkelanjutan, dan menghasilkan di dalam dirimu identitas \u201clebih daripada orang yang menang.\u201d <\/em><\/p>\n<p><em>Sayang-Ku, ada peperangan yang harus dimenangkan secara mutlak. Artinya bukan hanya Kami yang berperang bagimu, tetapi engkau harus bekerjasama dengan Kami dalam cara yang dinamis yang menyebabkan musuh tidak akan mengambil resiko berkonflik denganmu.<\/em><\/p>\n<p><em>Semua ini terdengar sangat penting dan luar biasa, bukan? Memang demikianlah adanya! Bagaimanapun juga, tidak mungkin engkau berada di dalam Kristus dan tetap menjadi biasa-biasa saja, bukan? Tidak mungkin engkau dipenuhi Roh Kudus dan tetap menjadi medioker. Kami membuatmu seperti Kami! Dan Kami luar biasa, mengagumkan, menakjubkan.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Ingatlah, tidak ada batasan pengalaman Anda mengalami kepenuhan-Nya. Saya sungguh gembira memikirkan semua <em>upgrade<\/em> yang akan Anda jumpai!(dailygracia)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Sahabat, seperti apakah kepenuhan Allah terlihat bagi Anda? Bagi saya, hidup dalam kepenuhan Allah berarti tidak menjalani kehidupan yang medioker atau yang biasa-biasa saja di bawah kondisi terbaik. Karena kehidupan yang demikian adalah kebalikan dari hidup di dalam Kristus, hidup yang sesuai dengan maksud hati Allah. Kehidupan yang medioker atau biasa-biasa saja dan hidup [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31979,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-31978","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"better_featured_image":{"id":31979,"alt_text":"","caption":"","description":"1a0318bc860c23bff406be93cc3ab59f","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/hiduplah-di-atas-keadaan-anda-bukan-di-bawahnya_5df70a1184c70.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/hiduplah-di-atas-keadaan-anda-bukan-di-bawahnya_5df70a1184c70.jpeg?fit=511%2C288&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/hiduplah-di-atas-keadaan-anda-bukan-di-bawahnya_5df70a1184c70.jpeg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/hiduplah-di-atas-keadaan-anda-bukan-di-bawahnya_5df70a1184c70.jpeg?fit=511%2C288&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1118","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31978","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31978"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31978\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31979"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31978"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31978"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31978"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}