{"id":33881,"date":"2020-06-25T11:34:58","date_gmt":"2020-06-25T04:34:58","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=33881"},"modified":"2020-06-24T15:41:17","modified_gmt":"2020-06-24T08:41:17","slug":"renungan-dari-injil-yohanes-terang-menjadi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/renungan-dari-injil-yohanes-terang-menjadi\/","title":{"rendered":"RENUNGAN DARI INJIL YOHANES : TERANG MENJADI"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id -Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. ~Yohanes 1:1 New International Version: In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God. Yesus adalah Allah pada mulanya. Yohanes tidak menyebut \u2018He is God in the beginning\u2019, tapi \u2018He was God in the beginning\u2019. Yesus adalah Allah bahkan sebelum pada mulanya. Yesus adalah Firman yang abadi. Dalam bahasa Ibrani kata yang digunakan adalah \u2018dabar\u2018. Yang juga berarti perbuatan\/deed. Yesus selalu melakukan apa yang Dia katakan. Dia adalah Firman Allah sekaligus perbuatan Allah. Keselamatan kita terletak pada fakta bahwa Dia melakukan yang Dia katakan dan fakta bahwa Firman-Nya adalah Perbuatan-Nya. Kita selamat tergantung pada apa yang Dia katakan dan Dia lakukan. Seringnya \u2026 kita berpikir keselamatan kita adalah apa yang Dia katakan dan apa yang KITA lakukan. Itu, harus diubah, sahabat! Yesus adalah Kata Terakhir (The Final Word). Kitab Ibrani menyatakannya. Yesus Sang Firman lebih tinggi daripada perkataan yang disampaikan dengan perantaraan para malaikat (Ibrani 2:2). Perkataan yang disampaikan lewat perantaraan malaikat adalah Taurat. Yesus jauh lebih tinggi dari para malaikat. Taurat diberikan kepada Musa dengan perantaraan malaikat, tapi kasih karunia dan kebenaran datang secara pribadi dari Bapa melalui \u2018The Final Word\u2018 Anak-Nya Yesus (lihat Yohanes 1:17). Kata Yunani untuk Firman adalah \u2018logos\u2018. Filosofi. Logika. Pengetahuan di balik segala sesuatu. Perhatikan kata-kata ini : BioLOGI , TeoLOGI, PsikoLOGI, MusikoLOGI dan lainnya. Semua berasal dari kata \u2018logos\u2018. Yesus-lah logos di belakang semua ilmu itu. Yesus-lah sistem yang membuat semuanya berjalan. Yang luarbiasanya, di dalam Sang LOGOS kita menemukan HIDUP. HIDUP bagi SEMUA ORANG. Kita mencari kehidupan dalam semua ilmu\/logi yang kita pelajari, tapi HIDUP yang sejati adalah DIA yang berada di belakang semua logi. Paulus menyebut-Nya Hikmat kita (1 Korintus 2:7). Yohanes menyebut-Nya HIDUP yang menopang semesta. Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita. Suatu pernyataan yang luar biasa! TERANG menjadi KEHIDUPAN. Manna menjadi manusia. Kekekalan masuk ke dalam waktu. Firman ada di tengah-tengah kita. Kasih karunia dan Kebenaran ada di tengah-tengah kita. Kasih karunia dan Kebenaran ada di tengah-tengah kita, \u2026 dan sekarang DI DALAM kita. Kasih yang menjadi Firman Allah telah diberikan bagi kita dan Perbuatan-Nya telah dilakukan untuk kita. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. ~Yohanes 1:14 Dalam teks aslinya Yohanes menulis \u2018kemuliaan yang diberikan pada-Nya sebagai anak dari seorang bapa\u2019 (\u2018begotten of a father\u2019, bukan \u2018the Father\u2019). Kemuliaan itu yang kita saksikan. Kemuliaan Yesus sebagai anak dari seorang bapa. Kita mendapat bagian dalam kemuliaan itu saat kita dijadikan anak dari bapa yang sama. Kita memasuki hubungan yang sama dengan yang dimiliki Yesus dengan Bapa. DIAM di antara kita, artinya \u2018mendirikan kemah-Nya\u2019 di tengah kita. Saya suka ini. Kemah sejati bukanlah tempat dimana para imam mempersembahkan darah korban binatang. Kemah sejati kita adalah Tuhan Yesus. Dialah Jalan (pelataran), Kebenaran (Ruang Kudus) dan Hidup (Ruang Mahakudus). Dan Kemah Sejati itu berdiam di tengah KITA. Dia senang berada di tengah KITA. Berbeda dengan kemah perjanjian lama yang di dalamnya ada kematian, Kemah Sejati yang hidup berada di tengah kita. Tak heran penulis kitab Ibrani menyebut-Nya \u2018Jalan yang Baru dan yang Hidup\u2019 Karena Ia telah membuka JALAN YANG BARU dan yang HIDUP bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri. ~Ibrani 10:20(dailygracia)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.<br \/>\n~Yohanes 1:1<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>New International Version:<br \/>\nIn the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God.<\/p>\n<p>Yesus adalah Allah pada mulanya. Yohanes tidak menyebut \u2018He is God in the beginning\u2019, tapi \u2018He was God in the beginning\u2019. Yesus adalah Allah bahkan sebelum pada mulanya.<\/p>\n<p>Yesus adalah Firman yang abadi. Dalam bahasa Ibrani kata yang digunakan adalah \u2018<em>dabar<\/em>\u2018. Yang juga berarti perbuatan\/<em>deed<\/em>. Yesus selalu melakukan apa yang Dia katakan. Dia adalah Firman Allah sekaligus perbuatan Allah. Keselamatan kita terletak pada fakta bahwa Dia melakukan yang Dia katakan dan fakta bahwa Firman-Nya adalah Perbuatan-Nya. Kita selamat tergantung pada apa yang Dia katakan dan Dia lakukan.<\/p>\n<p>Seringnya \u2026 kita berpikir keselamatan kita adalah apa yang Dia katakan dan apa yang KITA lakukan. Itu, harus diubah, sahabat!<\/p>\n<p>Yesus adalah Kata Terakhir (<em>The Final Word<\/em>). Kitab Ibrani menyatakannya. Yesus Sang Firman lebih tinggi daripada perkataan yang disampaikan dengan perantaraan para malaikat (Ibrani 2:2). Perkataan yang disampaikan lewat perantaraan malaikat adalah Taurat. Yesus jauh lebih tinggi dari para malaikat. Taurat diberikan kepada Musa dengan perantaraan malaikat, tapi kasih karunia dan kebenaran datang secara pribadi dari Bapa melalui \u2018<em>The Final Word<\/em>\u2018 Anak-Nya Yesus (lihat Yohanes 1:17).<\/p>\n<p>Kata Yunani untuk Firman adalah \u2018<em>logos<\/em>\u2018. Filosofi. Logika. Pengetahuan di balik segala sesuatu. Perhatikan kata-kata ini : BioLOGI , TeoLOGI, PsikoLOGI, MusikoLOGI dan lainnya. Semua berasal dari kata \u2018<em>logos<\/em>\u2018. Yesus-lah <em>logos<\/em> di belakang semua ilmu itu. Yesus-lah sistem yang membuat semuanya berjalan. Yang luarbiasanya, di dalam Sang <em>LOGOS<\/em> kita menemukan HIDUP. HIDUP bagi SEMUA ORANG. Kita mencari kehidupan dalam semua ilmu\/logi yang kita pelajari, tapi HIDUP yang sejati adalah DIA yang berada di belakang semua logi. Paulus menyebut-Nya Hikmat kita (1 Korintus 2:7). Yohanes menyebut-Nya HIDUP yang menopang semesta.<\/p>\n<p>Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita. Suatu pernyataan yang luar biasa! TERANG menjadi KEHIDUPAN. Manna menjadi manusia. Kekekalan masuk ke dalam waktu. Firman ada di tengah-tengah kita. Kasih karunia dan Kebenaran ada di tengah-tengah kita.<\/p>\n<p>Kasih karunia dan Kebenaran ada di tengah-tengah kita, \u2026 dan sekarang DI DALAM kita.<\/p>\n<p>Kasih yang menjadi Firman Allah telah diberikan bagi kita dan Perbuatan-Nya telah dilakukan untuk kita.<\/p>\n<p>Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.<br \/>\n~Yohanes 1:14<\/p>\n<p>Dalam teks aslinya Yohanes menulis \u2018kemuliaan yang diberikan pada-Nya sebagai anak dari seorang bapa\u2019 (\u2018<em>begotten of a father\u2019<\/em>, bukan <em>\u2018the Father\u2019<\/em>). Kemuliaan itu yang kita saksikan. Kemuliaan Yesus sebagai anak dari seorang bapa. Kita mendapat bagian dalam kemuliaan itu saat kita dijadikan anak dari bapa yang sama. Kita memasuki hubungan yang sama dengan yang dimiliki Yesus dengan Bapa.<\/p>\n<p>DIAM di antara kita, artinya \u2018mendirikan kemah-Nya\u2019 di tengah kita. Saya suka ini. Kemah sejati bukanlah tempat dimana para imam mempersembahkan darah korban binatang. Kemah sejati kita adalah Tuhan Yesus. Dialah Jalan (pelataran), Kebenaran (Ruang Kudus) dan Hidup (Ruang Mahakudus). Dan Kemah Sejati itu berdiam di tengah KITA. Dia senang berada di tengah KITA.<\/p>\n<p>Berbeda dengan kemah perjanjian lama yang di dalamnya ada kematian, Kemah Sejati yang hidup berada di tengah kita. Tak heran penulis kitab Ibrani menyebut-Nya \u2018Jalan yang Baru dan yang Hidup\u2019<\/p>\n<p>Karena Ia telah membuka JALAN YANG BARU dan yang HIDUP bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri.<br \/>\n~Ibrani 10:20(dailygracia)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. ~Yohanes 1:1 New International Version: In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God. Yesus adalah Allah pada mulanya. Yohanes tidak menyebut \u2018He is God in the beginning\u2019, tapi \u2018He was God [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33882,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1,3],"tags":[],"class_list":["post-33881","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab","category-umum"],"better_featured_image":{"id":33882,"alt_text":"","caption":"","description":"bbff4814cfdd92ac4413f10dfc812b42","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/renungan-dari-injil-yohanes-terang-menjadi_5df76658bb113.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/renungan-dari-injil-yohanes-terang-menjadi_5df76658bb113.jpeg?fit=350%2C262&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/renungan-dari-injil-yohanes-terang-menjadi_5df76658bb113.jpeg"},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/renungan-dari-injil-yohanes-terang-menjadi_5df76658bb113.jpeg?fit=350%2C262&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1404","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33881","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33881"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33881\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33882"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33881"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33881"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33881"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}