{"id":34492,"date":"2020-02-17T16:58:59","date_gmt":"2020-02-17T09:58:59","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=34492"},"modified":"2020-02-16T18:59:10","modified_gmt":"2020-02-16T11:59:10","slug":"jadilah-kuat-dalam-kasih-karunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/jadilah-kuat-dalam-kasih-karunia\/","title":{"rendered":"JADILAH KUAT DALAM KASIH KARUNIA"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang secara akurat memberitakan perkataan kebenaran itu (2 Timotius 2:15) Apa yg Paulus maksud dengan \u2018layak\u2019? Apakah maksudnya kita disebut layak karena melakukan pekerjaan yang baik? Saya menyeberangkan seorang nenek hari ini, lalu saya jadi layak? Saya menyumbang. Saya jadi sukarelawan di panti asuhan. Saya melayani orang-orang yang kecanduan narkoba. Saya menolong anak-anak jalanan. Saya memberi makan tunawisma. Apa ini yang Paulus maksudkan? Meskipun semua yang saya sebutkan di atas adalah pekerjaan baik, dan sudah disiapkan Allah bagi kita untuk dikerjakan, bukan begitu yang disebut \u2018layak\u2019 di hadapan Allah. Kita layak BUKAN karena apa yang kita lakukan, tapi oleh apa yang Yesus sudah selesaikan. Perhatikan apa yang ditulis Paulus di awal, \u201cJadi engkau, anakku, jadilah kuat dalam kasih karunia yang ada dalam Kristus Yesus.\u201d (2 Timotius 2:1) Jadilah kuat dalam kasih karunia! Kasih karunia adalah kemurahan Tuhan yang kita dapatkan bukan karena kita layak, tapi karena Ia baik. Melaluinya kita menerima \u2018anugerah kebenaran\u2019 (the gift of righteousness). The Free Dictionary menerjemahkan \u2018kebenaran\u2019 sebagai benar secara moral, tanpa rasa bersalah atau dosa. Karena anugerah cuma-cuma dari Allah yakni pengorbanan Kristus; kita bisa berdiri di depan Bapa sebagai orang yang benar secara moral, sempurna, tanpa rasa bersalah atau dosa. Kita menjadi \u2018kebenaran Allah\u2019 (the righteousness of God) Dia (Bapa) menjadikan Dia (Yesus) menjadi dosa, sehingga dalam Dia (Yesus) kita menjadi kebenaran Kristus (2 Korintus 5:21) Kita adalah kebenaran Kristus. Apa sebenarnya \u2018kebenaran Kristus\u2019 ini? Situs The Christian Defense menuliskan, bahwa ungkapan ini berarti PERNYATAAN ALLAH BAHWA ORANG BERDOSA ITU KINI DIDAPATI TIDAK PUNYA DOSA. Menurut Biblehub, ungkapan ini juga berarti \u2018kelayakan yudisial\u2019. Kelayakan karena Allah menganggapnya layak. Paulus tahu bahwa dirinya layak di hadapan Allah. Pelayakan ilahi, sekalipun ia akui bahwa dirinya adalah \u2018yang paling berdosa dari semuanya\u2019. Jadi Paulus mengatakan pada Timotius untuk membawa diri sebagai orang yang \u2018sudah dilayakkan oleh Tuhan dan yang tidak perlu merasa malu\u2019. Paulus sedang mengajari Timotius bahwa kelayakannya tidak datang dari kelakuan moralnya sendiri. Timotius tidak perlu malu akan apa yang dia lakukan atau tidak lakukan. Seperti yang Paulus katakan pada gereja Efesus, \u201cBukan oleh usahamu, jadi jangan ada yang menyombong atau bermegah\u201d (Efesus 2:8). Saat Paulus menyebut Timotius sebagai \u2018pekerja\u2019, pekerjaan yang dia maksud adalah \u2018secara akurat, tepat dan benar memberitakan perkataan kebenaran\u2019. Artinya memahami injil secara benar dan meneruskan pemahaman itu. Dan apa itu Injil? Dia merangkumnya di Roma 5:1, Sebab itu, karena kita sudah dibenarkan (=dilayakkan) oleh iman, kita sekarang berdamai dengan Allah. Kita juga, sudah dilayakkan oleh Allah. Karena itu, jadilah kuat dalam kasih karunia! [Steve Edwards : Be Strong in the Grace; March 22, 2015] http:\/\/thegracebase.com\/2015\/03\/22\/be-strong-in-the-grace\/ *) Diterjemahkan oleh Mona Yayaschka\/dailygracia\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang secara akurat memberitakan perkataan kebenaran itu<br \/>\n(2 Timotius 2:15)<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Apa yg Paulus maksud dengan \u2018layak\u2019?<br \/>\nApakah maksudnya kita disebut layak karena melakukan pekerjaan yang baik?<\/p>\n<p>Saya menyeberangkan seorang nenek hari ini, lalu saya jadi layak?<\/p>\n<p>Saya menyumbang.<br \/>\nSaya jadi sukarelawan di panti asuhan.<br \/>\nSaya melayani orang-orang yang kecanduan narkoba.<br \/>\nSaya menolong anak-anak jalanan.<br \/>\nSaya memberi makan tunawisma.<\/p>\n<p>Apa ini yang Paulus maksudkan?<\/p>\n<p>Meskipun semua yang saya sebutkan di atas adalah pekerjaan baik, dan sudah disiapkan Allah bagi kita untuk dikerjakan, bukan begitu yang disebut \u2018layak\u2019 di hadapan Allah.<\/p>\n<p>Kita layak BUKAN karena apa yang kita lakukan, tapi oleh apa yang Yesus sudah selesaikan.<\/p>\n<p>Perhatikan apa yang ditulis Paulus di awal,<br \/>\n\u201cJadi engkau, anakku, jadilah kuat dalam kasih karunia yang ada dalam Kristus Yesus.\u201d<br \/>\n(2 Timotius 2:1)<\/p>\n<p>Jadilah kuat dalam kasih karunia!<\/p>\n<p>Kasih karunia adalah kemurahan Tuhan yang kita dapatkan bukan karena kita layak, tapi karena Ia baik.<\/p>\n<p>Melaluinya kita menerima \u2018anugerah kebenaran\u2019 (<em>the gift of righteousness<\/em>).<\/p>\n<p>The Free Dictionary menerjemahkan \u2018kebenaran\u2019 sebagai benar secara moral, tanpa rasa bersalah atau dosa.<\/p>\n<p>Karena anugerah cuma-cuma dari Allah yakni pengorbanan Kristus; kita bisa berdiri di depan Bapa sebagai orang yang benar secara moral, sempurna, tanpa rasa bersalah atau dosa.<\/p>\n<p>Kita menjadi \u2018kebenaran Allah\u2019 (<em>the righteousness of God<\/em>)<\/p>\n<p>Dia (Bapa) menjadikan Dia (Yesus) menjadi dosa, sehingga dalam Dia (Yesus) kita menjadi kebenaran Kristus (2 Korintus 5:21)<\/p>\n<p>Kita adalah kebenaran Kristus.<br \/>\nApa sebenarnya \u2018kebenaran Kristus\u2019 ini?<\/p>\n<p>Situs The Christian Defense menuliskan, bahwa ungkapan ini berarti PERNYATAAN ALLAH BAHWA ORANG BERDOSA ITU KINI DIDAPATI TIDAK PUNYA DOSA.<\/p>\n<p>Menurut Biblehub, ungkapan ini juga berarti \u2018kelayakan yudisial\u2019.<br \/>\nKelayakan karena Allah menganggapnya layak.<\/p>\n<p>Paulus tahu bahwa dirinya layak di hadapan Allah. Pelayakan ilahi, sekalipun ia akui bahwa dirinya adalah \u2018yang paling berdosa dari semuanya\u2019.<\/p>\n<p>Jadi Paulus mengatakan pada Timotius untuk membawa diri sebagai orang yang \u2018sudah dilayakkan oleh Tuhan dan yang tidak perlu merasa malu\u2019.<br \/>\nPaulus sedang mengajari Timotius bahwa kelayakannya tidak datang dari kelakuan moralnya sendiri.<br \/>\nTimotius tidak perlu malu akan apa yang dia lakukan atau tidak lakukan.<\/p>\n<p>Seperti yang Paulus katakan pada gereja Efesus,<br \/>\n\u201cBukan oleh usahamu, jadi jangan ada yang menyombong atau bermegah\u201d (Efesus 2:8).<\/p>\n<p>Saat Paulus menyebut Timotius sebagai \u2018pekerja\u2019, pekerjaan yang dia maksud adalah \u2018secara akurat, tepat dan benar memberitakan perkataan kebenaran\u2019.<\/p>\n<p>Artinya memahami injil secara benar dan meneruskan pemahaman itu.<\/p>\n<p>Dan apa itu Injil?<\/p>\n<p>Dia merangkumnya di Roma 5:1,<\/p>\n<p>Sebab itu, karena kita sudah dibenarkan (=dilayakkan) oleh iman, kita sekarang berdamai dengan Allah.<\/p>\n<p>Kita juga, sudah dilayakkan oleh Allah.<\/p>\n<p>Karena itu, jadilah kuat dalam kasih karunia!<\/p>\n<p>[Steve Edwards : Be Strong in the Grace; March 22, 2015]<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/thegracebase.com\/2015\/03\/22\/be-strong-in-the-grace\/\" rel=\"nofollow\">http:\/\/thegracebase.com\/2015\/03\/22\/be-strong-in-the-grace\/<\/a><\/p>\n<div id=\"jp-post-flair\" class=\"sharedaddy sd-like-enabled sd-sharing-enabled\">\n<div id=\"like-post-wrapper-97127639-134-5df789382760e\" class=\"sharedaddy sd-block sd-like jetpack-likes-widget-wrapper jetpack-likes-widget-unloaded\" data-src=\"\/\/widgets.wp.com\/likes\/index.html?ver=20190321#blog_id=97127639&amp;post_id=134&amp;origin=dailygracia.wordpress.com&amp;obj_id=97127639-134-5df789382760e\" data-name=\"like-post-frame-97127639-134-5df789382760e\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>*) Diterjemahkan oleh Mona Yayaschka\/dailygracia<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang secara akurat memberitakan perkataan kebenaran itu (2 Timotius 2:15) Apa yg Paulus maksud dengan \u2018layak\u2019? Apakah maksudnya kita disebut layak karena melakukan pekerjaan yang baik? Saya menyeberangkan seorang nenek hari ini, lalu saya jadi layak? Saya menyumbang. Saya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33556,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"12"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-34492","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"better_featured_image":{"id":33556,"alt_text":"","caption":"","description":"993e50871ac43ad608bd3dcfc5cb8117","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/5-cara-yesus-menyingkapkan-kasih-karunia_5df7560106488.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/5-cara-yesus-menyingkapkan-kasih-karunia_5df7560106488.jpeg?fit=490%2C300&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1208","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34492","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34492"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34492\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34492"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34492"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34492"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}