{"id":34516,"date":"2020-02-24T10:58:51","date_gmt":"2020-02-24T03:58:51","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=34516"},"modified":"2020-02-16T18:56:34","modified_gmt":"2020-02-16T11:56:34","slug":"kebenaran-indah-dibalik-cerita-elia-dan-janda-sarfat-1-raja-raja-171-24","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/kebenaran-indah-dibalik-cerita-elia-dan-janda-sarfat-1-raja-raja-171-24\/","title":{"rendered":"KEBENARAN INDAH DIBALIK CERITA ELIA DAN JANDA SARFAT (1 Raja-Raja 17:1-24)"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Melalui kisah ini Bapa sedang menubuatkan sebuah potongan kisah Yesus, apa yg dikerjakan Yesus bagi kita. Kisah Elia ini terjadi saat Israel dilingkupi kekeringan rohani dan jasmani. Hujan tidak turun sama sekali kurang lebih selama tiga tahun. Bisa dibayangkan betapa kering dan gersangnya. Awalnya Allah menyuruh Elia bersembunyi di Sungai Kerit. Disana Elia disediakan makan oleh burung gagak. Sungai Kerit bicara tentang sumber natural kita sementara gagak menggambarkan sumber supranatural; hidup kita dipelihara oleh 2 sumber itu. Kenapa Allah suruh Elia ke Sungai Kerit yang kecil dan tidak terkenal, bukannya ke Sungai Yordan yang besar dan terkenal. Allah mau tunjukkan bahwa sumber yang kecil bisa memelihara hidup kita. Mungkin anda hanya punya bisnis kecil, tapi bisa mencukupi kebutuhan anda. Elia dipelihara dari kekeringan oleh Tuhan di tepi Sungai Kerit dan diberi makan oleh burung gagak; tiap pagi dan sore burung gagak membawa roti dan daging untuk Elia. Tuhan sanggup mengubah lambang kematian (gagak) menjadi kehidupan, kutuk diubah jadi berkat. Saat bicara khawatir hidup, Tuhan menyuruh kita memandang burung-burung di langit. Tapi ada satu jenis burung yang secara spesifik disebut ada dalam Mazmur 147:9. \u201cDia, yang memberi makanan kepada hewan, kepada anak-anak burung gagak, yang memanggil-manggil\u201d. Burung gagak adalah burung paling tidak diminati untuk dipelihara karena bulunya tak indah, berwarna hitam polos, suaranya juga tidak merdu kaaak\u2026kaaak\u2026 Selain itu burung gagak selalu dihubungkan dengan kematian, malapetaka, mistik dan sihir. Tapi Tuhan memberi makan burung gagak, bahkan anak-anaknya yang tidak sanggup mencari makan sendiri. Apalagi kita, anak-anakNya. Walau demikian Sungai Kerit juga bisa kering; sumber natural kita bisa kering: bisnis bisa jatuh, usaha bisa bangkrut, pekerjaan bisa hilang. Tapi hidup kita bukan tergantung dari sumber natural kita. Bisnis bangkrut tidak membuat kita mati karena hidup kita ada di dalam Dia (Yohanes 1:4). Kita \u2018mati\u2019 (binasa) kalau tidak mengenal Allah kita (Hosea 4:6) Setelah Sungai Kerit kering Elia disuruh ke Sarfat di Sidon, ke tempat seorang janda. Ini lambang keselamatan akan diberikan kepada bangsa lain juga. Ingat, Sidon bukan wilayah yang penduduknya percaya pada Allah Yahweh. Mereka orang kafir. Anda pasti ingat kisah perempuan Siro Fenisia (Sidon) saat minta tolong kepada Yesus karena anaknya kerasukan? Yesus menjawab, \u201cTidak baik roti diberikan kepada anjing\u201d. Bangsa lain memang disetarakan dengan anjing oleh orang Israel, dan saat itu Tuhan Yesus belum mati, sehingga keselamatan belum bisa sampai kepada bangsa lain. Tapi dari cerita ini Allah sedang memberi \u2018bocoran\u2019 bahwa suatu saat keselamatan itu juga akan sampai ke bangsa lain. Janda adalah lambang situasi yang kalah, tidak menguntungkan, tidak memungkinkan, tidak ada harapan. Tapi Tuhan ahlinya membuat mukjizat yang kreatif. Yang kecil, yang hina, yang tak ada artinya, yang dipandang hina oleh dunia, dipakai oleh Tuhan untuk menyatakan mujizatNya. Elia sendiri adalah gambaran Yohanes Pembaptis (Yohanes 1:17). Suara yang berseru-seru di padang gurun. Menyuarakan pertobatan atas bangsa yang dikasihiNYA. Elia datang ke Sarfat, bertemu seorang wanita janda dan ia minta air. Saat itu air langka karena kekeringan. Bisa dikatakan ini adalah gambaran kondisi hidup manusia yang membelakangi Allah (Roma 3:11), itu yang membuat Elia menyerukan \u2018pertobatan\u2019. Yohanes Pembaptis menyerukan yang sama, bukan? Janda itu didapati Elia dekat gerbang kota sedang mengumpulkan kayu api. Kayu adalah lambang kemanusiaan. Pengumpulan kayu api adalah lambang upaya diri untuk bertahan hidup. Setelah janda itu memberi air kepada Elia, sang nabi minta dibuatkan roti kecil. Ini adalah gambaran Yesus, Sang Roti Hidup (Yohanes 6:35). Saat janda itu bilang \u201cSekarang aku mengumpulkan kayu, lalu akan bikin roti, setelah itu aku dan anakku mati\u201d ; kayu bakar yang tadinya adalah upaya perempuan itu untuk bertahan hidup kini adalah lambang kematian dia dan anaknya. Ini cerminan salib. Di salib, kita semua umat manusia mati bersama Yesus (Roma 6:4; Kolose 2:12) Elia minta dibuatkan roti dari minyak dan tepung. Minyak, tepung, roti yang dipanggang adalah lambang korban sajian (grain offering, Imamat 2:1-16). Apa yang Allah sedang ajarkan disini? Bahwa keamanan kita bukan tergantung pada \u2018persediaan\u2019 kita. Tapi tergantung pada Dia yang adalah \u2018Korban Sajian\u2019 itu sendiri. Minyak dan tepung yang dipanggang menjadi roti adalah gambaran Kristus yang disesah (gandum disesah untuk menghasilkan tepung), diperas (zaitun diperas untuk mengeluarkan minyak) dan merasakan panasnya hukuman atas dosa di atas salib. Keamanan kita tergantung pada PENYEDIAAN-NYA (Efesus 4:19). Kita aman di tangan Bapa. Tidak perlu kuatir akan apapun. Bapa ingin kita REST dalam Yesus. Bahkan dalam situasi yang tampaknya tanpa harapan, Allah bekerja mendatangkan kebaikan bagi anak-anakNya. *) Diterjemahkan oleh Mona Yayaschka\/dailygracia\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Melalui kisah ini Bapa sedang menubuatkan sebuah potongan kisah Yesus, apa yg dikerjakan Yesus bagi kita.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Kisah Elia ini terjadi saat Israel dilingkupi kekeringan rohani dan jasmani. Hujan tidak turun sama sekali kurang lebih selama tiga tahun. Bisa dibayangkan betapa kering dan gersangnya.<\/p>\n<p>Awalnya Allah menyuruh Elia bersembunyi di Sungai Kerit. Disana Elia disediakan makan oleh burung gagak.<br \/>\nSungai Kerit bicara tentang sumber natural kita sementara gagak menggambarkan sumber supranatural; hidup kita dipelihara oleh 2 sumber itu.<br \/>\nKenapa Allah suruh Elia ke Sungai Kerit yang kecil dan tidak terkenal, bukannya ke Sungai Yordan yang besar dan terkenal.<br \/>\nAllah mau tunjukkan bahwa sumber yang kecil bisa memelihara hidup kita.<br \/>\nMungkin anda hanya punya bisnis kecil, tapi bisa mencukupi kebutuhan anda.<\/p>\n<p>Elia dipelihara dari kekeringan oleh Tuhan di tepi Sungai Kerit dan diberi makan oleh burung gagak; tiap pagi dan sore burung gagak membawa roti dan daging untuk Elia.<br \/>\nTuhan sanggup mengubah lambang kematian (gagak) menjadi kehidupan, kutuk diubah jadi berkat.<\/p>\n<p>Saat bicara khawatir hidup, Tuhan menyuruh kita memandang burung-burung di langit.<br \/>\nTapi ada satu jenis burung yang secara spesifik disebut ada dalam Mazmur 147:9.<br \/>\n\u201cDia, yang memberi makanan kepada hewan, kepada anak-anak burung gagak, yang memanggil-manggil\u201d.<\/p>\n<p>Burung gagak adalah burung paling tidak diminati untuk dipelihara karena bulunya tak indah, berwarna hitam polos, suaranya juga tidak merdu kaaak\u2026kaaak\u2026 Selain itu burung gagak selalu dihubungkan dengan kematian, malapetaka, mistik dan sihir.<br \/>\nTapi Tuhan memberi makan burung gagak, bahkan anak-anaknya yang tidak sanggup mencari makan sendiri. Apalagi kita, anak-anakNya.<\/p>\n<p>Walau demikian Sungai Kerit juga bisa kering; sumber natural kita bisa kering: bisnis bisa jatuh, usaha bisa bangkrut, pekerjaan bisa hilang.<br \/>\nTapi hidup kita bukan tergantung dari sumber natural kita. Bisnis bangkrut tidak membuat kita mati karena hidup kita ada di dalam Dia (Yohanes 1:4).<br \/>\nKita \u2018mati\u2019 (binasa) kalau tidak mengenal Allah kita (Hosea 4:6)<\/p>\n<p>Setelah Sungai Kerit kering Elia disuruh ke Sarfat di Sidon, ke tempat seorang janda. Ini lambang keselamatan akan diberikan kepada bangsa lain juga. Ingat, Sidon bukan wilayah yang penduduknya percaya pada Allah Yahweh. Mereka orang kafir.<br \/>\nAnda pasti ingat kisah perempuan Siro Fenisia (Sidon) saat minta tolong kepada Yesus karena anaknya kerasukan?<br \/>\nYesus menjawab, \u201cTidak baik roti diberikan kepada anjing\u201d.<br \/>\nBangsa lain memang disetarakan dengan anjing oleh orang Israel, dan saat itu Tuhan Yesus belum mati, sehingga keselamatan belum bisa sampai kepada bangsa lain.<br \/>\nTapi dari cerita ini Allah sedang memberi \u2018bocoran\u2019 bahwa suatu saat keselamatan itu juga akan sampai ke bangsa lain.<\/p>\n<p>Janda adalah lambang situasi yang kalah, tidak menguntungkan, tidak memungkinkan, tidak ada harapan.<br \/>\nTapi Tuhan ahlinya membuat mukjizat yang kreatif.<br \/>\nYang kecil, yang hina, yang tak ada artinya, yang dipandang hina oleh dunia, dipakai oleh Tuhan untuk menyatakan mujizatNya.<\/p>\n<p>Elia sendiri adalah gambaran Yohanes Pembaptis (Yohanes 1:17). Suara yang berseru-seru di padang gurun. Menyuarakan pertobatan atas bangsa yang dikasihiNYA.<\/p>\n<p>Elia datang ke Sarfat, bertemu seorang wanita janda dan ia minta air.<br \/>\nSaat itu air langka karena kekeringan.<br \/>\nBisa dikatakan ini adalah gambaran kondisi hidup manusia yang membelakangi Allah (Roma 3:11), itu yang membuat Elia menyerukan \u2018pertobatan\u2019.<br \/>\nYohanes Pembaptis menyerukan yang sama, bukan?<\/p>\n<p>Janda itu didapati Elia dekat gerbang kota sedang mengumpulkan kayu api.<br \/>\nKayu adalah lambang kemanusiaan.<br \/>\nPengumpulan kayu api adalah lambang upaya diri untuk bertahan hidup.<\/p>\n<p>Setelah janda itu memberi air kepada Elia, sang nabi minta dibuatkan roti kecil.<br \/>\nIni adalah gambaran Yesus, Sang Roti Hidup (Yohanes 6:35).<\/p>\n<p>Saat janda itu bilang \u201cSekarang aku mengumpulkan kayu, lalu akan bikin roti, setelah itu aku dan anakku mati\u201d ; kayu bakar yang tadinya adalah upaya perempuan itu untuk bertahan hidup kini adalah lambang kematian dia dan anaknya.<\/p>\n<p>Ini cerminan salib.<\/p>\n<p>Di salib, kita semua umat manusia mati bersama Yesus (Roma 6:4; Kolose 2:12)<\/p>\n<p>Elia minta dibuatkan roti dari minyak dan tepung. Minyak, tepung, roti yang dipanggang adalah lambang korban sajian (grain offering, Imamat 2:1-16).<br \/>\nApa yang Allah sedang ajarkan disini?<br \/>\nBahwa keamanan kita bukan tergantung pada \u2018persediaan\u2019 kita.<br \/>\nTapi tergantung pada Dia yang adalah \u2018Korban Sajian\u2019 itu sendiri.<br \/>\nMinyak dan tepung yang dipanggang menjadi roti adalah gambaran Kristus yang disesah (gandum disesah untuk menghasilkan tepung), diperas (zaitun diperas untuk mengeluarkan minyak) dan merasakan panasnya hukuman atas dosa di atas salib.<\/p>\n<p>Keamanan kita tergantung pada PENYEDIAAN-NYA (Efesus 4:19).<\/p>\n<p>Kita aman di tangan Bapa.<br \/>\nTidak perlu kuatir akan apapun.<br \/>\nBapa ingin kita REST dalam Yesus.<br \/>\nBahkan dalam situasi yang tampaknya tanpa harapan, Allah bekerja mendatangkan kebaikan bagi anak-anakNya.<\/p>\n<div id=\"jp-post-flair\" class=\"sharedaddy sd-like-enabled sd-sharing-enabled\">\n<div id=\"like-post-wrapper-97127639-119-5df78aac1a0dc\" class=\"sharedaddy sd-block sd-like jetpack-likes-widget-wrapper jetpack-likes-widget-unloaded\" data-src=\"\/\/widgets.wp.com\/likes\/index.html?ver=20190321#blog_id=97127639&amp;post_id=119&amp;origin=dailygracia.wordpress.com&amp;obj_id=97127639-119-5df78aac1a0dc\" data-name=\"like-post-frame-97127639-119-5df78aac1a0dc\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>*) Diterjemahkan oleh Mona Yayaschka\/dailygracia<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Melalui kisah ini Bapa sedang menubuatkan sebuah potongan kisah Yesus, apa yg dikerjakan Yesus bagi kita. Kisah Elia ini terjadi saat Israel dilingkupi kekeringan rohani dan jasmani. Hujan tidak turun sama sekali kurang lebih selama tiga tahun. Bisa dibayangkan betapa kering dan gersangnya. Awalnya Allah menyuruh Elia bersembunyi di Sungai Kerit. Disana Elia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":36753,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"12"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-34516","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab"],"better_featured_image":{"id":36753,"alt_text":"","caption":"","description":"0e9bc4c568719c9c3eddcf232f982fe6","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/sarfat-sefarad_5e355a88ca632.gif","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/sarfat-sefarad_5e355a88ca632.gif?fit=381%2C500&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"4014","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34516","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34516"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34516\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34516"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34516"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34516"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}