{"id":34556,"date":"2020-02-09T19:14:23","date_gmt":"2020-02-09T12:14:23","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=34556"},"modified":"2020-02-09T19:14:23","modified_gmt":"2020-02-09T12:14:23","slug":"mengapa-orang-kristen-sebaiknya-berhenti-mengutip-roma-323","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/mengapa-orang-kristen-sebaiknya-berhenti-mengutip-roma-323\/","title":{"rendered":"MENGAPA ORANG KRISTEN SEBAIKNYA BERHENTI MENGUTIP ROMA 3:23"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id - Kita semua punya \u2018ayat emas\u2019 yang kita hafal luar kepala. Salah satu yang terfavorit adalah Yohanes 3:16. Sebaliknya, ada ayat yang tidak terlalu kita sukai. Ayat yang berada di urutan paling bawah bagi saya adalah Roma 3:23. \u201cKarena semua orang telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,\u201d. Saya sedih melihat bagaimana ayat ini telah banyak dikutip secara salah. Saya telah melayani di banyak negara; banyak diantaranya yang masyarakatnya tidak\u00a0 berbahasa Inggris. Setiap kali saya berkata (dalam bahasa Inggris), \u201cKarena semua orang telah berdosa\u2026\u201d dan minta mereka menyelesaikan kalimat itu, dengan segera mereka (tanpa melihat Alkitab mereka) akan menjawab, \u201c..dan telah kehilangan kemuliaan Allah\u201d dalam bahasa Inggris yang tak tercela. Tapi mereka menyelesaikan ayatnya, BUKAN KALIMATNYA! Dan disinilah masalahnya. Roma 3:23 hanyalah SEBAGIAN dari kalimat lengkapnya. Jadi saya minta mereka menyelesaikan kalimatnya. Tidak ada dari antara mereka yang bisa menyelesaikan kalimat itu tanpa melihat Alkitab. Anda bisa? KONTEKS Apa kelanjutan kalimat tadi? \u201c.., dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya\u201d. (Roma 3:24-25). Yup\u2026 kita terlalu sering mengutip berita buruknya dan melupakan berita baiknya. ROMA 3:23 DIANULIR SEPENUHNYA OLEH ROMA 3:24!! Baca lagi ayat 24 : \u201c..dan oleh kasih karunia (semua) telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus\u201d. Ini adalah berita baik yang jauh lebih indah untuk diberitakan untuk menarik orang masuk dalam hubungan yang indah dan karib dengan Tuhan, ketimbang memberitakan pada mereka betapa tak layaknya mereka karena sudah kehilangan kemuliaan Allah. Pesan yang disampaikan ayat 23 dan 24-25 tidak bersifat pertukaran. Karena ayat 23-25 adalah suatu pesan yang utuh. Sekalipun kita terpaksa harus memilih, pilihlah bagian kalimat yang menunjukkan pada orang bagaimana untuk dapat selamat. Memberitakan pada orang-orang betapa besar kehilangan kemuliaan yang mereka alami bukanlah Injil! Injil adalah berita tentang betapa besar usaha yang Allah tempuh untuk membenarkan kita, lewat kasih karuniaNya yang diberikanNya pada kita, tanpa bayar. Jika anda termasuk yang masih suka mengabarkan Roma 3:23, artikel ini mungkin bisa jadi tantangan buat anda. Ingatlah ayat berikutnya dan pergilah memberitakannya. \u201c, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.\u201d [Phil Drysdale : Why Christian Need to Stop Quoting Romans 3:23; June 23, 2014] http:\/\/www.phildrysdale.com\/2014\/06\/christians-need-stop-quoting-romans-323\/ *) Diterjemahkan oleh Mona Yayaschka\/dailygracia\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Kita semua punya \u2018ayat emas\u2019 yang kita hafal luar kepala. Salah satu yang terfavorit adalah Yohanes 3:16.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Sebaliknya, ada ayat yang tidak terlalu kita sukai.<br \/>\nAyat yang berada di urutan paling bawah bagi saya adalah Roma 3:23.<br \/>\n\u201cKarena semua orang telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,\u201d.<\/p>\n<p>Saya sedih melihat bagaimana ayat ini telah banyak dikutip secara salah.<\/p>\n<p>Saya telah melayani di banyak negara; banyak diantaranya yang masyarakatnya tidak\u00a0 berbahasa Inggris.<br \/>\nSetiap kali saya berkata (dalam bahasa Inggris), \u201cKarena semua orang telah berdosa\u2026\u201d dan minta mereka menyelesaikan kalimat itu, dengan segera mereka (tanpa melihat Alkitab mereka) akan menjawab, \u201c..dan telah kehilangan kemuliaan Allah\u201d dalam bahasa Inggris yang tak tercela.<\/p>\n<p>Tapi mereka menyelesaikan ayatnya, BUKAN KALIMATNYA!<br \/>\nDan disinilah masalahnya.<\/p>\n<p>Roma 3:23 hanyalah SEBAGIAN dari kalimat lengkapnya.<br \/>\nJadi saya minta mereka menyelesaikan kalimatnya.<\/p>\n<p>Tidak ada dari antara mereka yang bisa menyelesaikan kalimat itu tanpa melihat Alkitab.<\/p>\n<p>Anda bisa?<\/p>\n<p>KONTEKS<br \/>\nApa kelanjutan kalimat tadi?<br \/>\n\u201c.., dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya\u201d. (Roma 3:24-25).<\/p>\n<p>Yup\u2026 kita terlalu sering mengutip berita buruknya dan melupakan berita baiknya.<\/p>\n<p>ROMA 3:23 DIANULIR SEPENUHNYA OLEH ROMA 3:24!!<\/p>\n<p>Baca lagi ayat 24 :<br \/>\n\u201c..dan oleh kasih karunia (semua) telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus\u201d.<\/p>\n<p>Ini adalah berita baik yang jauh lebih indah untuk diberitakan untuk menarik orang masuk dalam hubungan yang indah dan karib dengan Tuhan, ketimbang memberitakan pada mereka betapa tak layaknya mereka karena sudah kehilangan kemuliaan Allah.<\/p>\n<p>Pesan yang disampaikan ayat 23 dan 24-25 tidak bersifat pertukaran. Karena ayat 23-25 adalah suatu pesan yang utuh.<\/p>\n<p>Sekalipun kita terpaksa harus memilih, pilihlah bagian kalimat yang menunjukkan pada orang bagaimana untuk dapat selamat.<\/p>\n<p>Memberitakan pada orang-orang betapa besar kehilangan kemuliaan yang mereka alami bukanlah Injil!<\/p>\n<p>Injil adalah berita tentang betapa besar usaha yang Allah tempuh untuk membenarkan kita, lewat kasih karuniaNya yang diberikanNya pada kita, tanpa bayar.<\/p>\n<p>Jika anda termasuk yang masih suka mengabarkan Roma 3:23, artikel ini mungkin bisa jadi tantangan buat anda.<\/p>\n<p>Ingatlah ayat berikutnya dan pergilah memberitakannya.<br \/>\n\u201c, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.\u201d<\/p>\n<p>[Phil Drysdale : Why Christian Need to Stop Quoting Romans 3:23; June 23, 2014]<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.phildrysdale.com\/2014\/06\/christians-need-stop-quoting-romans-323\/\" rel=\"nofollow\">http:\/\/www.phildrysdale.com\/2014\/06\/christians-need-stop-quoting-romans-323\/<\/a><\/p>\n<p><strong>*) Diterjemahkan oleh Mona Yayaschka\/dailygracia<\/strong><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Kita semua punya \u2018ayat emas\u2019 yang kita hafal luar kepala. Salah satu yang terfavorit adalah Yohanes 3:16. Sebaliknya, ada ayat yang tidak terlalu kita sukai. Ayat yang berada di urutan paling bawah bagi saya adalah Roma 3:23. \u201cKarena semua orang telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,\u201d. Saya sedih melihat bagaimana ayat ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31773,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-34556","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"better_featured_image":{"id":31773,"alt_text":"","caption":"","description":"eb1344412fb899666419fb6a9bcf7e84","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg?fit=1600%2C900&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1360","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34556","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34556"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34556\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31773"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34556"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34556"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34556"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}