{"id":34564,"date":"2020-02-02T12:00:04","date_gmt":"2020-02-02T05:00:04","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=34564"},"modified":"2020-01-25T23:59:59","modified_gmt":"2020-01-25T16:59:59","slug":"orang-menolak-yesus-karena-kita-menolak-yesus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/orang-menolak-yesus-karena-kita-menolak-yesus\/","title":{"rendered":"ORANG MENOLAK YESUS KARENA KITA MENOLAK YESUS!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id - Saya tahu banyak orang menolak Yesus. Sebenarnya, ini tidak ada hubungannya dengan Yesus. Orang menolakNya karena para pengikutNya. Banyak orang menolak Yesus seringkali karena orang-orang yang me-representasikan Yesus juga menolakNya \u2013 hanya saja mereka tidak tahu itu! Pengikut Yesus gagal merepresentasikan Yesus misalnya : \u2022 Mengkhotbahkan Yesus tapi membenci dunia \u2022 Mengkhotbahkan Yesus tapi mencampur legalisme dan kasih karunia \u2022 Mengkhotbahkan Yesus tapi menghalalkan kekerasan untuk mencapai tujuan \u2022 Mengkhotbahkan Yesus tapi memilih keangkuhan ketimbang kerendahan hati \u2022 Mengkhotbahkan Yesus tapi disaat sakit yang pertama sekali terpikirkan adalah \u201cDimana ya aku menyimpan aspirin?\u201d \u2022 Mengkhotbahkan Yesus tapi lebih menjunjung tinggi penegakan aturan daripada persahabatan dan hubungan \u2022 Mengkhotbahkan Yesus tapi memilih tetap jadi korban yang terluka ketimbang mengampuni \u2022 Mengkhotbahkan Yesus tapi lebih suka membangun bangunan, hirarki dan dinasti \u2022 Mengkhotbahkan Yesus tapi pilih kasih terhadap bangsa tertentu \u2022 Mengkhotbahkan Yesus tapi lebih memprioritaskan pertemuan doa dan makan siang hari Minggu, ketimbang mengurusi orang-orang miskin dan yang terluka. Dalam satu dan lain hal, kita menolak Yesus dalam pikiran (apa yg kita percayai) dan pada gilirannya tampak dalam tindakan kita. \u2013 Memilih cara dunia ketimbang cara Kerajaan \u2013 Memilih bekerja menggunakan kekuatan kita ketimbang membiarkan Roh bekerja melalui kita. Kita perlu bertanya pada diri sendiri (atau lebih baik, pada Tuhan), setiap hari, \u201cDalam hal apa aku belum mengijinkan Kristus bekerja dalam dan melalui diriku?\u201d. Karena inilah kebenaran yg menyakitkan itu : 9 dari 10 orang tidak menolak pribadi Yesus. Mereka menolak \u2018Yesus\u2019 yang kita hadirkan pada mereka. Entah dengan anda, tapi saya mungkin telah gagal merepresentasikan Yesus dalam setiap poin yang saya tulis di atas. Kini, mungkin saya masih gagal dalam satu-dua poin. Ini bukan tentang berfokus tentang orang Kristen lain.. tapi tantangan untuk selalu fokus pada Kristus dan mengijinkan Dia menghidupi kehidupanNya dalam kita dan melalui kita. [Phil Drysdale : People Reject Jesus because WE Reject Jesus; July 7, 2014] http:\/\/www.phildrysdale.com\/2014\/07\/people-reject-jesus-reject-jesus\/ *) Diterjemahkan oleh Mona Yayaschka\/dailygracia\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Saya tahu banyak orang menolak Yesus.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Sebenarnya, ini tidak ada hubungannya dengan Yesus.<br \/>\nOrang menolakNya karena para pengikutNya.<\/p>\n<p>Banyak orang menolak Yesus seringkali karena orang-orang yang me-representasikan Yesus juga menolakNya \u2013 hanya saja mereka tidak tahu itu!<\/p>\n<p>Pengikut Yesus gagal merepresentasikan Yesus misalnya :<br \/>\n\u2022 Mengkhotbahkan Yesus tapi membenci dunia<br \/>\n\u2022 Mengkhotbahkan Yesus tapi mencampur legalisme dan kasih karunia<br \/>\n\u2022 Mengkhotbahkan Yesus tapi menghalalkan kekerasan untuk mencapai tujuan<br \/>\n\u2022 Mengkhotbahkan Yesus tapi memilih keangkuhan ketimbang kerendahan hati<br \/>\n\u2022 Mengkhotbahkan Yesus tapi disaat sakit yang pertama sekali terpikirkan adalah \u201cDimana ya aku menyimpan aspirin?\u201d<br \/>\n\u2022 Mengkhotbahkan Yesus tapi lebih menjunjung tinggi penegakan aturan daripada persahabatan dan hubungan<br \/>\n\u2022 Mengkhotbahkan Yesus tapi memilih tetap jadi korban yang terluka ketimbang mengampuni<br \/>\n\u2022 Mengkhotbahkan Yesus tapi lebih suka membangun bangunan, hirarki dan dinasti<br \/>\n\u2022 Mengkhotbahkan Yesus tapi pilih kasih terhadap bangsa tertentu<br \/>\n\u2022 Mengkhotbahkan Yesus tapi lebih memprioritaskan pertemuan doa dan makan siang hari Minggu, ketimbang mengurusi orang-orang miskin dan yang terluka.<\/p>\n<p>Dalam satu dan lain hal, kita menolak Yesus dalam pikiran (apa yg kita percayai) dan pada gilirannya tampak dalam tindakan kita.<br \/>\n\u2013 Memilih cara dunia ketimbang cara Kerajaan<br \/>\n\u2013 Memilih bekerja menggunakan kekuatan kita ketimbang membiarkan Roh bekerja melalui kita.<\/p>\n<p>Kita perlu bertanya pada diri sendiri (atau lebih baik, pada Tuhan), setiap hari, \u201cDalam hal apa aku belum mengijinkan Kristus bekerja dalam dan melalui diriku?\u201d.<\/p>\n<p>Karena inilah kebenaran yg menyakitkan itu :<br \/>\n9 dari 10 orang tidak menolak pribadi Yesus.<br \/>\nMereka menolak \u2018Yesus\u2019 yang kita hadirkan pada mereka.<\/p>\n<p>Entah dengan anda, tapi saya mungkin telah gagal merepresentasikan Yesus dalam setiap poin yang saya tulis di atas.<br \/>\nKini, mungkin saya masih gagal dalam satu-dua poin.<\/p>\n<p>Ini bukan tentang berfokus tentang orang Kristen lain.. tapi tantangan untuk selalu fokus pada Kristus dan mengijinkan Dia menghidupi kehidupanNya dalam kita dan melalui kita.<\/p>\n<p>[Phil Drysdale : People Reject Jesus because WE Reject Jesus; July 7, 2014]<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.phildrysdale.com\/2014\/07\/people-reject-jesus-reject-jesus\/\" rel=\"nofollow\">http:\/\/www.phildrysdale.com\/2014\/07\/people-reject-jesus-reject-jesus\/<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>*) Diterjemahkan oleh Mona Yayaschka\/dailygracia<\/strong><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Saya tahu banyak orang menolak Yesus. Sebenarnya, ini tidak ada hubungannya dengan Yesus. Orang menolakNya karena para pengikutNya. Banyak orang menolak Yesus seringkali karena orang-orang yang me-representasikan Yesus juga menolakNya \u2013 hanya saja mereka tidak tahu itu! Pengikut Yesus gagal merepresentasikan Yesus misalnya : \u2022 Mengkhotbahkan Yesus tapi membenci dunia \u2022 Mengkhotbahkan Yesus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":50716,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending"},"jnews_primary_category":{"id":"12"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-34564","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab"],"better_featured_image":{"id":50716,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/akitab_big.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/akitab_big.jpg?fit=768%2C432&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/akitab_big.jpg"},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/akitab_big.jpg?fit=1600%2C900&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1097","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34564","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34564"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34564\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50716"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34564"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34564"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34564"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}