{"id":34588,"date":"2020-01-29T12:00:55","date_gmt":"2020-01-29T05:00:55","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=34588"},"modified":"2020-01-25T23:56:47","modified_gmt":"2020-01-25T16:56:47","slug":"apa-yang-paulus-maksudkan-dengan-warisan-kita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apa-yang-paulus-maksudkan-dengan-warisan-kita\/","title":{"rendered":"APA YANG PAULUS MAKSUDKAN DENGAN \u2018WARISAN\u2019 KITA?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id - \u201cKamu dimateraikan dalam Dia dengan segel \u2013 Roh Kudus yang dijanjikan itu \u2013 yang adalah deposit [jaminan] sampai kita mendapatkan sepenuhnya warisan kita\u201d (Efesus 1:14). Jaminan kita memperoleh warisan kita sepenuhnya! Roh Kudus adalah jaminan kita memperoleh warisan kita seutuhnya. Tapi apa itu \u2018warisan\u2019 kita? Paulus menyebutkannya di bagian suratnya selanjutnya, \u201cDan supaya Ia menerangi mata hatimu, agar kamu tahu apa pengharapan yg kepadanya kamu dipanggil, kekayaan WARISAN-Nya yang mulia dalam orang-orang kudus\u201d (ayat 18). Lagi-lagi warisan. Warisan apa? Kekayaan apa? Paulus tidak memberitahu kita. Kenapa tidak? Lihat lagi\u2026 \u201cDan supaya Ia menerangi mata hatimu, agar kamu tahu\u2026\u201d Kita harus mengetahuinya sendiri. Paulus tidak bisa memberitahu kita. Seperti makanan lezat, anda bisa bercerita orang lain betapa lezatnya itu, tapi mereka baru sungguh-sungguh mengetahui bagaimana rasanya saat mencicipinya sendiri. Sama halnya dengan warisan kita dalam Kristus. Kita harus mengetahuinya sendiri. Dan satu-satunya cara kita bisa tahu, adalah jika mata hati kita \u2018diterangi\u2019. Bagaimana kita menerangi hati kita? Hanya ada satu cara : Berdoa, minta Dia menerangi mata hati kita. Jadi apa jawaban atas pertanyaan \u201cApa itu warisan kita?\u201d Saya tidak tahu.. Tapi saya tahu kita punya Bapa yang menjanjikan kita SEGALANYA! \u201cIa yang tidak menyayangkan AnakNya sendiri, tapi yang menyerahkanNya bagi kita semua, bagaimana mungkin Ia tidak memberikan dengan murah hati SEGALA SESUATU kepada kita?\u201d (Roma 8:32) [Steve Edwards : What does Paul mean by our inheritance?; 26 Oktober 2014] http:\/\/thegracebase.com\/2014\/10\/26\/what-does-paul-mean-by-our-inheritance\/ *) Diterjemahkan oleh Mona Yayaschka\/dailygracia\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211;<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>\u201cKamu dimateraikan dalam Dia dengan segel \u2013 Roh Kudus yang dijanjikan itu \u2013 yang adalah deposit [jaminan] sampai kita mendapatkan sepenuhnya warisan kita\u201d (Efesus 1:14).<\/p>\n<p>Jaminan kita memperoleh warisan kita sepenuhnya!<\/p>\n<p>Roh Kudus adalah jaminan kita memperoleh warisan kita seutuhnya.<\/p>\n<p>Tapi apa itu \u2018warisan\u2019 kita?<\/p>\n<p>Paulus menyebutkannya di bagian suratnya selanjutnya,<br \/>\n\u201cDan supaya Ia menerangi mata hatimu, agar kamu tahu apa pengharapan yg kepadanya kamu dipanggil, kekayaan WARISAN-Nya yang mulia dalam orang-orang kudus\u201d (ayat 18).<\/p>\n<p>Lagi-lagi warisan. Warisan apa? Kekayaan apa?<\/p>\n<p>Paulus tidak memberitahu kita.<br \/>\nKenapa tidak?<br \/>\nLihat lagi\u2026<br \/>\n\u201cDan supaya Ia menerangi mata hatimu, agar kamu tahu\u2026\u201d<\/p>\n<p>Kita harus mengetahuinya sendiri.<br \/>\nPaulus tidak bisa memberitahu kita.<\/p>\n<p>Seperti makanan lezat, anda bisa bercerita orang lain betapa lezatnya itu, tapi mereka baru sungguh-sungguh mengetahui bagaimana rasanya saat mencicipinya sendiri.<\/p>\n<p>Sama halnya dengan warisan kita dalam Kristus.<br \/>\nKita harus mengetahuinya sendiri.<\/p>\n<p>Dan satu-satunya cara kita bisa tahu, adalah jika mata hati kita \u2018diterangi\u2019.<\/p>\n<p>Bagaimana kita menerangi hati kita?<\/p>\n<p>Hanya ada satu cara : Berdoa, minta Dia menerangi mata hati kita.<\/p>\n<p>Jadi apa jawaban atas pertanyaan \u201cApa itu warisan kita?\u201d<\/p>\n<p>Saya tidak tahu..<\/p>\n<p>Tapi saya tahu kita punya Bapa yang menjanjikan kita SEGALANYA!<\/p>\n<p>\u201cIa yang tidak menyayangkan AnakNya sendiri, tapi yang menyerahkanNya bagi kita semua, bagaimana mungkin Ia tidak memberikan dengan murah hati SEGALA SESUATU kepada kita?\u201d (Roma 8:32)<\/p>\n<p>[Steve Edwards : What does Paul mean by our inheritance?; 26 Oktober 2014]<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/thegracebase.com\/2014\/10\/26\/what-does-paul-mean-by-our-inheritance\/\" rel=\"nofollow\">http:\/\/thegracebase.com\/2014\/10\/26\/what-does-paul-mean-by-our-inheritance\/<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>*) Diterjemahkan oleh Mona Yayaschka\/dailygracia<\/strong><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; \u201cKamu dimateraikan dalam Dia dengan segel \u2013 Roh Kudus yang dijanjikan itu \u2013 yang adalah deposit [jaminan] sampai kita mendapatkan sepenuhnya warisan kita\u201d (Efesus 1:14). Jaminan kita memperoleh warisan kita sepenuhnya! Roh Kudus adalah jaminan kita memperoleh warisan kita seutuhnya. Tapi apa itu \u2018warisan\u2019 kita? Paulus menyebutkannya di bagian suratnya selanjutnya, \u201cDan supaya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":50716,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending"},"jnews_primary_category":{"id":"12"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-34588","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab"],"better_featured_image":{"id":50716,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/akitab_big.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/akitab_big.jpg?fit=768%2C432&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/akitab_big.jpg"},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/akitab_big.jpg?fit=1600%2C900&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1171","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34588","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34588"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34588\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50716"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34588"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34588"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34588"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}