{"id":34612,"date":"2020-01-02T11:04:33","date_gmt":"2020-01-02T04:04:33","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=34612"},"modified":"2019-12-29T11:26:51","modified_gmt":"2019-12-29T04:26:51","slug":"allah-tidak-berubah-kita-yang-berubah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/allah-tidak-berubah-kita-yang-berubah\/","title":{"rendered":"ALLAH TIDAK BERUBAH, KITA YANG BERUBAH"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Allah tidak pernah berubah. Yesus Kristus tak berubah, Ia sama kemarin, hari ini dan selamanya (Ibrani 13:8). Tapi masih banyak orang mengalami kesulitan memahami ide bahwa Allah bisa mengubah CARA-NYA BERHUBUNGAN dengan kita, tanpa mengubah sifatNya. Banyak contoh di Alkitab yang menunjukkan Allah bertindak berbeda dalam situasi yang berbeda. Yang terutama, Allah membedakan cara berhubungan dengan kita sesuai dengan perjanjian yang berlaku. Berikut perbandingan cara Allah bersikap sebelum dan sesudah Peristiwa Gunung Sinai (dimana Taurat turun): Sebelum: Gunung Sinai, yang berlaku adalah perjanjian kasih karunia (the covenant of grace) Sesudah: Gunung Sinai, yang berlaku adalah perjanjian hukum Taurat (the covenant of law-keeping) Sebelum: Kain membunuh adiknya dan Allah melindunginya (Kejadian 4:15) Sesudah: Orang yang melanggar Sabat (bahkan hanya mengumpulkan kayu api sekalipun), kata Tuhan \u201cBunuh dia\u201d (Bilangan 15:32-36) Sebelum: Orang Israel berseru mengeluh tentang perbudakan di Mesir dan Ia membebaskan mereka (Keluaran 3:7-8) Sesudah: Orang Israel mengeluh kepada Tuhan tentang nasib buruk mereka dan Tuhan mengirimkan api ke perkemahan mereka (Bilangan 11:1-3) Sebelum: Orang Israel mengeluh tentang orang Mesir dan Tuhan melepaskan mereka dari sana (Keluaran 14:11-12, 21) Sesudah: Orang Israel mengeluh tentang orang Kanaan dan 10 orang mati kena tulah, sisanya harus menanggung kesalahan dengan berkelana 40 tahun di padang gurun (Bilangan 14:26-37) Sebelum: Orang Israel bersungut tentang air yang pahit tak layak minum di Mara, dan Tuhan membuat air itu jadi manis (Keluaran 15:22-25) Sesudah: Orang Israel bersungut tentang makanan dan Tuhan mendatangkan tulah yang membunuh sangat banyak orang (Bilangan 11:4-10, 31-34) Sebelum: Bangsa Israel mengeluh tentang kekurangan makanan dan air, dan Tuhan mencukupi mereka secara supranatural (Keluaran 16, 17) Sesudah: Bangsa Israel mengeluh tentang makanan dan minuman, dan Tuhan mengirim tulah dan ular tedung yang membunuh banyak orang (Bilangan 21:4-6) Mungkin ada yg bingung, bagaimana Allah yang Pengasih bisa bertindak dengan cara tertentu pada suatu waktu, tapi bertindak dengan cara berbeda pada waktu lain? Bagi yang sudah memiliki anak, anda mungkin lebih mudah mengerti. Saat mereka kecil, anda mungkin memukul bokong mereka jika mereka nakal. Tapi saat mereka sudah besar, anda tidak lakukan itu lagi kan? Orangtua yang SAMA punya CARA PENANGANAN yang BERBEDA atas anaknya, tergantung bagaimana cara si anak berhubungan dengan orangtuanya. Di bawah perjanjian yang lama (old covenant), Allah memilih untuk tegas dan menahan kasihNya kepada umat Israel supaya mereka mengerti bahaya dosa dan mengerti kebutuhan mereka akan Juruselamat. Allah selalu mengasihi kita dengan kasih yang kekal dan tanpa syarat. Ia memberkati Abraham dan berkata, \u201cAku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau dan keturunanmu turun temurun menjadi PERJANJIAN YANG KEKAL\u2026\u201d (Kejadian 17:7) Kendati untuk sementara orang Israel berada di bawah perjanjian Taurat, sifat Allah yang tak berubah sesekali dapat dirasakan oleh nabi tertentu, seperti Yeremia (Yeremia 31:3) dan Yesaya (Yesaya 54:10). Juga oleh Daud, yang kendati hidup di masa perjanjian lama tapi mengerti hati Tuhan yang penuh kasih setia (Mazmur 51:1, 63:3 KJV). Itu sebabnya Allah menyebut Daud \u2018orang yang dekat dihati-Ku\u2019. Perjanjian yang lama itu \u2013 dimana Allah memutuskan untuk membuat syarat atas kasih-Nya \u2013 sudah lama sekali berlalu. Kita hidup di dalam perjanjian yang baru dimana kasih-Nya diperlihatkan nyata, oleh kasih karunia murni yang datang pada kita melalui Yesus Kristus. Mau tahu berapa besar kasih Allah bagi anda? Lihatlah Yesus yang mati dan hidup bagi anda. [Paul Ellis: God doesn\u2019t change, We do; 20 May, 2011] http:\/\/escapetoreality.org\/2011\/05\/20\/same_today_forever\/ *) Diterjemahkan oleh Mona Yayaschka\/dailygracia\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Allah tidak pernah berubah. Yesus Kristus tak berubah, Ia sama kemarin, hari ini dan selamanya (Ibrani 13:8). Tapi masih banyak orang mengalami kesulitan memahami ide bahwa Allah bisa mengubah CARA-NYA BERHUBUNGAN dengan kita, tanpa mengubah sifatNya.<br \/>\nBanyak contoh di Alkitab yang menunjukkan Allah bertindak berbeda dalam situasi yang berbeda.<br \/>\nYang terutama, Allah membedakan cara berhubungan dengan kita sesuai dengan perjanjian yang berlaku.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Berikut perbandingan cara Allah bersikap sebelum dan sesudah Peristiwa Gunung Sinai (dimana Taurat turun):<br \/>\nSebelum: Gunung Sinai, yang berlaku adalah perjanjian kasih karunia (the covenant of grace)<br \/>\nSesudah: Gunung Sinai, yang berlaku adalah perjanjian hukum Taurat (the covenant of law-keeping)<\/p>\n<p>Sebelum: Kain membunuh adiknya dan Allah melindunginya (Kejadian 4:15)<br \/>\nSesudah: Orang yang melanggar Sabat (bahkan hanya mengumpulkan kayu api sekalipun), kata Tuhan \u201cBunuh dia\u201d (Bilangan 15:32-36)<\/p>\n<p>Sebelum: Orang Israel berseru mengeluh tentang perbudakan di Mesir dan Ia membebaskan mereka (Keluaran 3:7-8)<br \/>\nSesudah: Orang Israel mengeluh kepada Tuhan tentang nasib buruk mereka dan Tuhan mengirimkan api ke perkemahan mereka (Bilangan 11:1-3)<\/p>\n<p>Sebelum: Orang Israel mengeluh tentang orang Mesir dan Tuhan melepaskan mereka dari sana (Keluaran 14:11-12, 21)<br \/>\nSesudah: Orang Israel mengeluh tentang orang Kanaan dan 10 orang mati kena tulah, sisanya harus menanggung kesalahan dengan berkelana 40 tahun di padang gurun (Bilangan 14:26-37)<\/p>\n<p>Sebelum: Orang Israel bersungut tentang air yang pahit tak layak minum di Mara, dan Tuhan membuat air itu jadi manis (Keluaran 15:22-25)<br \/>\nSesudah: Orang Israel bersungut tentang makanan dan Tuhan mendatangkan tulah yang membunuh sangat banyak orang (Bilangan 11:4-10, 31-34)<\/p>\n<p>Sebelum: Bangsa Israel mengeluh tentang kekurangan makanan dan air, dan Tuhan mencukupi mereka secara supranatural (Keluaran 16, 17)<br \/>\nSesudah: Bangsa Israel mengeluh tentang makanan dan minuman, dan Tuhan mengirim tulah dan ular tedung yang membunuh banyak orang (Bilangan 21:4-6)<\/p>\n<p>Mungkin ada yg bingung, bagaimana Allah yang Pengasih bisa bertindak dengan cara tertentu pada suatu waktu, tapi bertindak dengan cara berbeda pada waktu lain?<br \/>\nBagi yang sudah memiliki anak, anda mungkin lebih mudah mengerti.<br \/>\nSaat mereka kecil, anda mungkin memukul bokong mereka jika mereka nakal. Tapi saat mereka sudah besar, anda tidak lakukan itu lagi kan?<br \/>\nOrangtua yang SAMA punya CARA PENANGANAN yang BERBEDA atas anaknya, tergantung bagaimana cara si anak berhubungan dengan orangtuanya.<br \/>\nDi bawah perjanjian yang lama (old covenant), Allah memilih untuk tegas dan menahan kasihNya kepada umat Israel supaya mereka mengerti bahaya dosa dan mengerti kebutuhan mereka akan Juruselamat.<\/p>\n<p>Allah selalu mengasihi kita dengan kasih yang kekal dan tanpa syarat. Ia memberkati Abraham dan berkata, \u201cAku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau dan keturunanmu turun temurun menjadi PERJANJIAN YANG KEKAL\u2026\u201d (Kejadian 17:7)<\/p>\n<p>Kendati untuk sementara orang Israel berada di bawah perjanjian Taurat, sifat Allah yang tak berubah sesekali dapat dirasakan oleh nabi tertentu, seperti Yeremia (Yeremia 31:3) dan Yesaya (Yesaya 54:10). Juga oleh Daud, yang kendati hidup di masa perjanjian lama tapi mengerti hati Tuhan yang penuh kasih setia (Mazmur 51:1, 63:3 KJV). Itu sebabnya Allah menyebut Daud \u2018orang yang dekat dihati-Ku\u2019.<\/p>\n<p>Perjanjian yang lama itu \u2013 dimana Allah memutuskan untuk membuat syarat atas kasih-Nya \u2013 sudah lama sekali berlalu.<br \/>\nKita hidup di dalam perjanjian yang baru dimana kasih-Nya diperlihatkan nyata, oleh kasih karunia murni yang datang pada kita melalui Yesus Kristus.<br \/>\nMau tahu berapa besar kasih Allah bagi anda?<br \/>\nLihatlah Yesus yang mati dan hidup bagi anda.<\/p>\n<p>[Paul Ellis: God doesn\u2019t change, We do; 20 May, 2011]<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/escapetoreality.org\/2011\/05\/20\/same_today_forever\/\" rel=\"nofollow\">http:\/\/escapetoreality.org\/2011\/05\/20\/same_today_forever\/<\/a><\/p>\n<p><strong>*) Diterjemahkan oleh Mona Yayaschka\/dailygracia<\/strong><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Allah tidak pernah berubah. Yesus Kristus tak berubah, Ia sama kemarin, hari ini dan selamanya (Ibrani 13:8). Tapi masih banyak orang mengalami kesulitan memahami ide bahwa Allah bisa mengubah CARA-NYA BERHUBUNGAN dengan kita, tanpa mengubah sifatNya. Banyak contoh di Alkitab yang menunjukkan Allah bertindak berbeda dalam situasi yang berbeda. Yang terutama, Allah membedakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31975,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending"},"jnews_primary_category":{"id":"12"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-34612","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"better_featured_image":{"id":31975,"alt_text":"","caption":"","description":"83adc65586a53a7f87b2c6a33770e96e","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/allah-tidak-menganggap-kesalahan-kita-sebagai-hal-yang-salah_5df709d30eb67.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/allah-tidak-menganggap-kesalahan-kita-sebagai-hal-yang-salah_5df709d30eb67.jpeg?fit=405%2C363&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1146","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34612","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34612"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34612\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34612"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34612"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34612"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}