{"id":34656,"date":"2020-01-06T11:55:19","date_gmt":"2020-01-06T04:55:19","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=34656"},"modified":"2020-01-03T11:46:11","modified_gmt":"2020-01-03T04:46:11","slug":"bukti-tak-terbantahkan-bahwa-allah-tidak-mengendalikan-segala-sesuatu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/bukti-tak-terbantahkan-bahwa-allah-tidak-mengendalikan-segala-sesuatu\/","title":{"rendered":"BUKTI TAK TERBANTAHKAN BAHWA ALLAH TIDAK MENGENDALIKAN SEGALA SESUATU"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id -Saya tahu judul artikel ini kontroversial. Tapi ini benar. Allah tidak mengendalikan segala sesuatu. Dan saya memiliki bukti tak terbantahkan tentang itu. Bukti apa? Sebelum kita sampai ke bagian itu, mari kita bahas dulu mengenai kehendak Allah. Jika benar Allah mengendalikan segala sesuatu, maka seluruh kehendakNya pasti terlaksana. Tampaknya ini cukup jelas, masalahnya cukup banyak orang yang berpendapat bahwa kehendak Allah pasti selalu terlaksana. Mereka berkata, \u201cJelas kan bukan kehendak Allah menyembuhkan semua orang karena tidak semua orang disembuhkan.\u201d Atau yang lebih aneh lagi, \u201cJelas bahwa Allah menciptakan sebagian orang ditetapkan untuk masuk neraka dan sebagian orang masuk surga karena tidak semua orang diselamatkan.\u201d Pandangan \u2018jika tidak terjadi berarti bukan kehendak Tuhan\u2019, atau \u2018jika terjadi berarti itu kehendak Tuhan\u2019 tampaknya cukup menakutkan. Kenapa? Karena itu menciptakan \u2018kehendak Tuhan\u2019 yang didasarkan pada pengalaman kita, bukan pada Alkitab dan Firman Yesus! Kehendak Tuhan sering dinyatakan dengan jelas dalam Alkitab, tapi tidak selalu terjadi demikian dalam hidup kita. CONTOH Kita lihat di 2 Petrus 3:9 \u201c..Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan semua orang berbalik dan bertobat.\u201d Dihadapkan pada ayat ini kita punya 2 pilihan : Keinginan Allah tidak selalu tercapai atau Kita harus percaya pada universalisme. Hal ini mungkin masih bisa diperdebatkan. Mari kita bahas sesuatu yang lebih tak terbantahkan. APAKAH ALLAH INGIN MANUSIA BERBUAT DOSA? Apakah pernah diceritakan di Alkitab bahwa Allah menginginkan orang melakukan dosa? Tentu tidak. Allah ingin kita kudus. Bahkan salah satu tema utama Alkitab adalah Allah ingin manusia hidup bebas dari dosa dan segala ikatannya. Karena itulah Yesus datang, untuk menghapus dosa dunia. Tapi apa kenyataannya? Semua manusia telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Tak hanya itu, walaupun kita saat ini dalam Kristus telah dilepaskan dari dosa, kita MASIH berbuat banyak dosa. Jadi, apakah kehendak Allah kita terus berbuat dosa? Atau.. apakah mungkin sebenarnya Allah \u2018tidak memegang kendali\u2019? SEKARANG PERHATIKAN BAIK-BAIK! Saya tidak sedang mengatakan sesuatu yang mengecilkan supremasi Allah atau menafikan posisiNya sebagai Kekuasaan Tertinggi di alam semesta ini (atau semesta-semesta lain). Yang saya ingin sampaikan adalah Allah tidak perlu dalam posisi mengendalikan. Allah berkuasa, ya benar, tapi itu tidak berarti Dia mengendalikan atau mengontrol. Pertama, bagi pengguna New International Version (NIV), ada yang perlu anda tahu. Setiap kali Anda menemukan kata-kata \u2018Sovereign God\u2019 (disebutkan 288 kali), itu seharusnya dibaca \u2018Tuhan Allah\u2019. Dalam bahasa Ibrani, tidak disebutkan kata \u2018sovereign\u2019 dan menggunakannya adalah keputusan penerjemah. Kedua, dalam bahasa Ibrani, kata \u2018sovereign\u2019 tidak berarti \u2018in control\u2019 = pemegang kendali\/kontrol, tapi berarti \u2018in charge\u2019 = yang bertanggung jawab. Dalam kamus, \u2018sovereign\u2019 berarti memiliki kekuasaan yang sangat besar atau terbesar\/mutlak (to possess supreme or ultimate power). Tapi tidak berarti kekuasaan itu digunakan untuk mengatur setiap situasi di dunia ini. Ratu Inggris berdaulat, dia memiliki kekuasaan besar, tapi dia tidak perlu mengatur apa yang harus saya makan saat makan siang. Atau, seorang CEO sebuah perusahaan. Ia\u00a0 bertanggung jawab atas sejumlah besar karyawan, tapi ia tidak dalam kuasa mengatur tingkah laku mereka. Sebenarnya, inilah yang membedakan antara pimpinan yang baik dengan yang tidak. Jika CEO itu mengetahui perbedaan ini, ia akan mampu memberdayakan karyawannya. Tapi jika tidak, ia akan berusaha mengendalikan karyawan lewat mengatur setiap tindakan karyawannya. Seperti seorang CEO, Allah adalah pihak yang \u2018in charge\u2019. Kekuasaan\/kedaulatan-Nya adalah atas segalanya, tidak ada yang mengatur-Nya dan Ia membawahi segalanya. Sejak semula Ia memilih kita, \u2018karyawan\u2019-Nya, orang-orang yang menerima delegasi tanggungjawab dan berkuasa atas bumi. Mazmur 115:16 Langit itu langit kepunyaan Tuhan , dan bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia. Tapi kuasa ini telah diberikan kepada Iblis dalam kejadian Taman Eden. Inilah mengapa iblis bisa menawarkan seluruh dunia kepada Yesus saat ia mencobai Yesus di gurun. Seluruh dunia tak lagi dibawah kuasa manusia, tapi dibawah kuasanya (lihat Matius 4:8-9). Ide tentang \u2018allah\u2019 yg memiliki kontrol absolut adalah cara berpikir ala Yunani-Romawi. Mereka memandang allah\/dewa yang tidak memiliki kuasa absolut sebagai\u00a0 dewa yang lemah. Alkitab menggambarkan hal yang berbeda : Allah yang begitu merasa aman dengan posisi dan kuasaNya sehingga berani memberikan kuasa (mendelegasikan kuasa-Nya) kepada kita, kendati Dia tahu dengan pasti kita akan gagal. Allah melakukannya karena Ia sangat ahli mendatangkan kebaikan dalam segala yang terjadi dan memastikan rencana-Nya terlaksana. Bagi saya ini menunjukkan Allah yang secara tak terbatas lebih berkuasa, bukan kurang berkuasa. Anda pikir mengapa Yesus mengajarkan kita berdoa, \u201cJadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di surga?\u201d Karena kehendak-Nya sudah terjadi di surga tetapi tidak selalu terjadi di bumi. INSYA ALLAH Allah memang berkuasa dan turut bekerja mendatangkan kebaikan dalam hidup Anda, tapi jangan terjebak mempercayai Ia mengatur segala hal sampai dengan hal-hal kecil dalam hidup Anda. Jangan memutuskan apa kehendak Allah, berdasarkan apa yang terjadi pada Anda. Beberapa kali saya menghabiskan waktu di Timur Tengah. Hal yang mengejutkan saya adalah cara orang sana berkendara. Mereka berkendara seperti orang gila. Banyak yang bahkan tidak mengenakan sabuk pengaman, juga tidak menyuruh anak-anaknya memakainya. Jika ditanya mengapa, jawab mereka adalah \u201cInsya Allah\u201d yang artinya jika Allah berkehendak. Mereka pikir jika memang sudah diputuskan Allah mati ya mereka mati. Jika tidak, Allah pasti melindungi mereka. Itu memang contoh ekstrim, tapi demikianlah banyak orang berpikir tentang hidupnya. Bahwa Allah mengatur setiap tetek bengek dalam hidupnya. Saya yakin Allah ingin angka kecelakaan di Timur Tengah jauh lebih rendah. Tapi itulah yang terjadi saat orang-orang berkendara menerobos lampu merah dengan kecepatan 96km\/jam tanpa mengenakan sabuk keselamatan. Tentu saja Allah bekerja dalam hidup kita untuk melaksanakan kehendak dan rencanaNya, tapi inilah\u00a0 yang saya percaya.. Sering sekali kita berada dalam suatu situasi karena kita \u2018berkendara\u2019 dengan ceroboh dan seenaknya dengan berkata \u201cInsya Allah\u201d, ketimbang mengenakan sabuk dan berhenti di lampu merah. Ijinkan Allah berkuasa dalam hidup anda, tapi jangan berharap Ia akan mengurusi urusan tetek bengek kehidupan anda. Karena walaupun Allah mampu mengendalikan segala sesuatu, Ia tak berniat melakukannya. Ia menginginkan \u2018rekan\u2019, bukan boneka! [Phil Drysdale : Irrefutable Proof that God Is Not In Control of Everything; 12 January 2015] http:\/\/www.phildrysdale.com\/2015\/01\/god-is-not-in-control\/ *) Diterjemahkan oleh Mona Yayaschka\/dailygracia\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Saya tahu judul artikel ini kontroversial.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Tapi ini benar.<\/p>\n<p>Allah tidak mengendalikan segala sesuatu.<\/p>\n<p>Dan saya memiliki bukti tak terbantahkan tentang itu.<\/p>\n<p>Bukti apa?<\/p>\n<p>Sebelum kita sampai ke bagian itu, mari kita bahas dulu mengenai kehendak Allah.<\/p>\n<p>Jika benar Allah mengendalikan segala sesuatu, maka seluruh kehendakNya pasti terlaksana.<br \/>\nTampaknya ini cukup jelas, masalahnya cukup banyak orang yang berpendapat bahwa kehendak Allah pasti selalu terlaksana.<\/p>\n<p>Mereka berkata, \u201cJelas kan bukan kehendak Allah menyembuhkan semua orang karena tidak semua orang disembuhkan.\u201d<\/p>\n<p>Atau yang lebih aneh lagi, \u201cJelas bahwa Allah menciptakan sebagian orang ditetapkan untuk masuk neraka dan sebagian orang masuk surga karena tidak semua orang diselamatkan.\u201d<\/p>\n<p>Pandangan \u2018jika tidak terjadi berarti bukan kehendak Tuhan\u2019, atau \u2018jika terjadi berarti itu kehendak Tuhan\u2019 tampaknya cukup menakutkan.<\/p>\n<p>Kenapa?<\/p>\n<p>Karena itu menciptakan \u2018kehendak Tuhan\u2019 yang didasarkan pada pengalaman kita, bukan pada Alkitab dan Firman Yesus!<\/p>\n<p>Kehendak Tuhan sering dinyatakan dengan jelas dalam Alkitab, tapi tidak selalu terjadi demikian dalam hidup kita.<\/p>\n<p>CONTOH<br \/>\nKita lihat di 2 Petrus 3:9 \u201c..Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan semua orang berbalik dan bertobat.\u201d<\/p>\n<p>Dihadapkan pada ayat ini kita punya 2 pilihan :<br \/>\nKeinginan Allah tidak selalu tercapai<br \/>\natau<br \/>\nKita harus percaya pada universalisme.<\/p>\n<p>Hal ini mungkin masih bisa diperdebatkan.<br \/>\nMari kita bahas sesuatu yang lebih tak terbantahkan.<\/p>\n<p>APAKAH ALLAH INGIN MANUSIA BERBUAT DOSA?<br \/>\nApakah pernah diceritakan di Alkitab bahwa Allah menginginkan orang melakukan dosa?<\/p>\n<p>Tentu tidak. Allah ingin kita kudus.<br \/>\nBahkan salah satu tema utama Alkitab adalah Allah ingin manusia hidup bebas dari dosa dan segala ikatannya.<\/p>\n<p>Karena itulah Yesus datang, untuk menghapus dosa dunia.<\/p>\n<p>Tapi apa kenyataannya?<\/p>\n<p>Semua manusia telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah.<br \/>\nTak hanya itu, walaupun kita saat ini dalam Kristus telah dilepaskan dari dosa, kita MASIH berbuat banyak dosa.<\/p>\n<p>Jadi, apakah kehendak Allah kita terus berbuat dosa?<br \/>\nAtau.. apakah mungkin sebenarnya Allah \u2018tidak memegang kendali\u2019?<\/p>\n<p>SEKARANG PERHATIKAN BAIK-BAIK!<br \/>\nSaya tidak sedang mengatakan sesuatu yang mengecilkan supremasi Allah atau menafikan posisiNya sebagai Kekuasaan Tertinggi di alam semesta ini (atau semesta-semesta lain).<\/p>\n<p>Yang saya ingin sampaikan adalah Allah tidak perlu dalam posisi mengendalikan.<br \/>\nAllah berkuasa, ya benar, tapi itu tidak berarti Dia mengendalikan atau mengontrol.<\/p>\n<p>Pertama, bagi pengguna New International Version (NIV), ada yang perlu anda tahu.<br \/>\nSetiap kali Anda menemukan kata-kata \u2018Sovereign God\u2019 (disebutkan 288 kali), itu seharusnya dibaca \u2018Tuhan Allah\u2019.<br \/>\nDalam bahasa Ibrani, tidak disebutkan kata \u2018sovereign\u2019 dan menggunakannya adalah keputusan penerjemah.<\/p>\n<p>Kedua, dalam bahasa Ibrani, kata \u2018sovereign\u2019 tidak berarti \u2018in control\u2019 = pemegang kendali\/kontrol, tapi berarti \u2018in charge\u2019 = yang bertanggung jawab.<\/p>\n<p>Dalam kamus, \u2018sovereign\u2019 berarti memiliki kekuasaan yang sangat besar atau terbesar\/mutlak (to possess supreme or ultimate power). Tapi tidak berarti kekuasaan itu digunakan untuk mengatur setiap situasi di dunia ini.<\/p>\n<p>Ratu Inggris berdaulat, dia memiliki kekuasaan besar, tapi dia tidak perlu mengatur apa yang harus saya makan saat makan siang.<\/p>\n<p>Atau, seorang CEO sebuah perusahaan. Ia\u00a0 bertanggung jawab atas sejumlah besar karyawan, tapi ia tidak dalam kuasa mengatur tingkah laku mereka.<\/p>\n<p>Sebenarnya, inilah yang membedakan antara pimpinan yang baik dengan yang tidak.<br \/>\nJika CEO itu mengetahui perbedaan ini, ia akan mampu memberdayakan karyawannya. Tapi jika tidak, ia akan berusaha mengendalikan karyawan lewat mengatur setiap tindakan karyawannya.<\/p>\n<p>Seperti seorang CEO, Allah adalah pihak yang \u2018in charge\u2019.<br \/>\nKekuasaan\/kedaulatan-Nya adalah atas segalanya, tidak ada yang mengatur-Nya dan Ia membawahi segalanya.<br \/>\nSejak semula Ia memilih kita, \u2018karyawan\u2019-Nya, orang-orang yang menerima delegasi tanggungjawab dan berkuasa atas bumi.<\/p>\n<p>Mazmur 115:16<br \/>\nLangit itu langit kepunyaan Tuhan , dan bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia.<\/p>\n<p>Tapi kuasa ini telah diberikan kepada Iblis dalam kejadian Taman Eden. Inilah mengapa iblis bisa menawarkan seluruh dunia kepada Yesus saat ia mencobai Yesus di gurun. Seluruh dunia tak lagi dibawah kuasa manusia, tapi dibawah kuasanya (lihat Matius 4:8-9).<\/p>\n<p>Ide tentang \u2018allah\u2019 yg memiliki kontrol absolut adalah cara berpikir ala Yunani-Romawi. Mereka memandang allah\/dewa yang tidak memiliki kuasa absolut sebagai\u00a0 dewa yang lemah.<\/p>\n<p>Alkitab menggambarkan hal yang berbeda : Allah yang begitu merasa aman dengan posisi dan kuasaNya sehingga berani memberikan kuasa (mendelegasikan kuasa-Nya) kepada kita, kendati Dia tahu dengan pasti kita akan gagal.<br \/>\nAllah melakukannya karena Ia sangat ahli mendatangkan kebaikan dalam segala yang terjadi dan memastikan rencana-Nya terlaksana.<\/p>\n<p>Bagi saya ini menunjukkan Allah yang secara tak terbatas lebih berkuasa, bukan kurang berkuasa.<\/p>\n<p>Anda pikir mengapa Yesus mengajarkan kita berdoa, \u201cJadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di surga?\u201d<br \/>\nKarena kehendak-Nya sudah terjadi di surga tetapi tidak selalu terjadi di bumi.<\/p>\n<p>INSYA ALLAH<br \/>\nAllah memang berkuasa dan turut bekerja mendatangkan kebaikan dalam hidup Anda, tapi jangan terjebak mempercayai Ia mengatur segala hal sampai dengan hal-hal kecil dalam hidup Anda.<\/p>\n<p>Jangan memutuskan apa kehendak Allah, berdasarkan apa yang terjadi pada Anda.<\/p>\n<p>Beberapa kali saya menghabiskan waktu di Timur Tengah. Hal yang mengejutkan saya adalah cara orang sana berkendara. Mereka berkendara seperti orang gila. Banyak yang bahkan tidak mengenakan sabuk pengaman, juga tidak menyuruh anak-anaknya memakainya.<br \/>\nJika ditanya mengapa, jawab mereka adalah \u201cInsya Allah\u201d yang artinya jika Allah berkehendak.<\/p>\n<p>Mereka pikir jika memang sudah diputuskan Allah mati ya mereka mati. Jika tidak, Allah pasti melindungi mereka.<br \/>\nItu memang contoh ekstrim, tapi demikianlah banyak orang berpikir tentang hidupnya. Bahwa Allah mengatur setiap tetek bengek dalam hidupnya.<\/p>\n<p>Saya yakin Allah ingin angka kecelakaan di Timur Tengah jauh lebih rendah. Tapi itulah yang terjadi saat orang-orang berkendara menerobos lampu merah dengan kecepatan 96km\/jam tanpa mengenakan sabuk keselamatan.<\/p>\n<p>Tentu saja Allah bekerja dalam hidup kita untuk melaksanakan kehendak dan rencanaNya, tapi inilah\u00a0 yang saya percaya..<br \/>\nSering sekali kita berada dalam suatu situasi karena kita \u2018berkendara\u2019 dengan ceroboh dan seenaknya dengan berkata \u201cInsya Allah\u201d, ketimbang mengenakan sabuk dan berhenti di lampu merah.<\/p>\n<p>Ijinkan Allah berkuasa dalam hidup anda, tapi jangan berharap Ia akan mengurusi urusan tetek bengek kehidupan anda.<\/p>\n<p>Karena walaupun Allah mampu mengendalikan segala sesuatu, Ia tak berniat melakukannya.<\/p>\n<p>Ia menginginkan \u2018rekan\u2019, bukan boneka!<\/p>\n<p>[Phil Drysdale : Irrefutable Proof that God Is Not In Control of Everything; 12 January 2015]<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.phildrysdale.com\/2015\/01\/god-is-not-in-control\/\" rel=\"nofollow\">http:\/\/www.phildrysdale.com\/2015\/01\/god-is-not-in-control\/<\/a><\/p>\n<div id=\"jp-post-flair\" class=\"sharedaddy sd-like-enabled sd-sharing-enabled\">\n<div id=\"like-post-wrapper-97127639-39-5df7932d4440f\" class=\"sharedaddy sd-block sd-like jetpack-likes-widget-wrapper jetpack-likes-widget-unloaded\" data-src=\"\/\/widgets.wp.com\/likes\/index.html?ver=20190321#blog_id=97127639&amp;post_id=39&amp;origin=dailygracia.wordpress.com&amp;obj_id=97127639-39-5df7932d4440f\" data-name=\"like-post-frame-97127639-39-5df7932d4440f\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>*) Diterjemahkan oleh Mona Yayaschka\/dailygracia<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Saya tahu judul artikel ini kontroversial. Tapi ini benar. Allah tidak mengendalikan segala sesuatu. Dan saya memiliki bukti tak terbantahkan tentang itu. Bukti apa? Sebelum kita sampai ke bagian itu, mari kita bahas dulu mengenai kehendak Allah. Jika benar Allah mengendalikan segala sesuatu, maka seluruh kehendakNya pasti terlaksana. Tampaknya ini cukup jelas, masalahnya cukup [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33571,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending"},"jnews_primary_category":{"id":"12"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-34656","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab"],"better_featured_image":{"id":33571,"alt_text":"","caption":"","description":"db538b3bafff53d2ef67e8b3444c3227","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/apakah-allah-berdaulat_5df756be75735.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/apakah-allah-berdaulat_5df756be75735.jpeg?fit=512%2C288&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":2,"views":"2595","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34656","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34656"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34656\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34656"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34656"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34656"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}