{"id":34704,"date":"2020-01-27T12:00:02","date_gmt":"2020-01-27T05:00:02","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=34704"},"modified":"2020-01-25T22:35:53","modified_gmt":"2020-01-25T15:35:53","slug":"once-a-son-always-a-son-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/once-a-son-always-a-son-1\/","title":{"rendered":"ONCE A SON ALWAYS A SON (1)"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Orang Kristen adalah orang yang sudah mati terhadap manusia lamanya dalam Adam, dan lahir kembali dalam Kristus. Seseorang yang sudah terlahir (born), adalah mustahil baginya untuk \u2018unborn\u2019. Sekalipun ada masanya seorang anak bertindak nakal atau memberontak, tapi bagaimanapun ia tetaplah anak. Saat seseorang percaya pada apa yang sudah dilakukan Tuhan Yesus di kayu salib, sejak itu rohnya dibenarkan tanpa dapat dibatalkan atau dikembalikan ke status semula (irreversibly righteous). Terjadi perubahan status. Allah tidak lagi menganggap orang tersebut sebagai orang berdosa, tapi sebagai ANAK. Allah bukan lagi sebagai Hakim bagi orang itu, tapi sebagai BAPA (Roma 8:15-16). Dan hal ini sifatnya PERMANEN (Yohanes 5:24). Sesungguhnya, keselamatan kita berakar jauuuuh lebih dalam dari sekedar ungkapan \u2018Terima Yesus\u2019. Keselamatan kita berasal dari Allah sendiri di kekekalan lampau dan akan terus berlangsung sampai pada kekekalan yang akan datang. Dalam Roma 8: 29-30 Paulus menggunakan 5 istilah terkait keselamatan kita, yang menggambarkan jaminan keselamatan itu dari kekal sampai kekal. 29 Sebab semua orang yang DIPILIH-Nya (FOREKNEW) dari semula, mereka juga DITENTUKAN-Nya (PREDESTINED) dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran AnakNya, supaya Ia, AnakNya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. 30 Dan mereka yang ditentukanNya dari semula, mereka itu juga DIPANGGIL-Nya (CALLED). Dan mereka yang dipanggilNya, mereka itu juga DIBENARKAN-Nya (JUSTIFIED). Dan mereka yang dibenarkanNya, mereka itu juga DIMULIAKAN-Nya (GLORIFIED). \u2022Dipilih = Foreknew (Yun: proginosko) = to know intimately = mengenal secara intim. Dia memilih kita dan mengenal kita secara dalam dan intim, jauh sebelum dasar dunia ini diletakkan (Efesus 1:4). Bukan karena ada yang menyuruhNya, atau karena Ia harus. Tapi karena Ia mengasihi kita. \u2022Ditentukan = Predestined (Yun: proorizo). Setiap yang sudah dipilihNya terpilih untuk satu tujuan: ditentukanNya untuk menjadi SERUPA (to be conformed) dengan gambaran (image) AnakNya Yesus Kristus. Hasilnya adalah Yesus menjadi yang sulung diantara banyak saudara. \u2022Dipanggil = Called (Yun: kaleo). Setiap yang sudah ditentukanNya akan dipanggil\/diundangNya dengan memastikan tiap orang itu mendengar Injil dan diberi iman untuk percaya (2Timotius 1:9). Iman (faithfulness) adalah buah Roh yang dihasilkan oleh Roh Kudus yng ada didalam diri tiap orang percaya (Galatia 5:22-23). \u2022Dibenarkan = Justified (Yun: dikaioo). Orang yang sudah dipanggil akan dibenarkan, menjadi orang benar dan diperlakukan demikian, selamanya. \u2022Dimuliakan = Glorified (Yun: doxazo). Pemuliaan adalah tahap akhir keselamatan. Orang percaya akan selamanya dibebaskan dari kehadiran dosa dan memiliki tubuh serupa dengan tubuh kebangkitan dan kemuliaan Kristus. Keselamatan kita adalah dari Allah. Dan itu terentang dari kekekalan sampai kekekalan. Karena itulah Paulus berkata: \u201cSebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun suatu makhluk lain, TIDAK AKAN DAPAT memisahkan kita dari Kasih Allah, yang ada dalm Yesus Kristus, Tuhan kita\u201d (Roma 8:38-39). Paulus yakin. Saya yakin. Anda? \u00a0 Grace Roots oleh Ken Legg *) Diterjemahkan oleh Mona Yayaschka\/dailygracia \u00a0\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Orang Kristen adalah orang yang sudah mati terhadap manusia lamanya dalam Adam, dan lahir kembali dalam Kristus.<br \/>\nSeseorang yang sudah terlahir (born), adalah mustahil baginya untuk \u2018unborn\u2019.<br \/>\nSekalipun ada masanya seorang anak bertindak nakal atau memberontak, tapi bagaimanapun ia tetaplah anak.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Saat seseorang percaya pada apa yang sudah dilakukan Tuhan Yesus di kayu salib, sejak itu rohnya dibenarkan tanpa dapat dibatalkan atau dikembalikan ke status semula (irreversibly righteous).<br \/>\nTerjadi perubahan status.<br \/>\nAllah tidak lagi menganggap orang tersebut sebagai orang berdosa, tapi sebagai ANAK.<br \/>\nAllah bukan lagi sebagai Hakim bagi orang itu, tapi sebagai BAPA (Roma 8:15-16). Dan hal ini sifatnya PERMANEN (Yohanes 5:24).<\/p>\n<p>Sesungguhnya, keselamatan kita berakar jauuuuh lebih dalam dari sekedar ungkapan \u2018Terima Yesus\u2019. Keselamatan kita berasal dari Allah sendiri di kekekalan lampau dan akan terus berlangsung sampai pada kekekalan yang akan datang.<\/p>\n<p>Dalam Roma 8: 29-30 Paulus menggunakan 5 istilah terkait keselamatan kita, yang menggambarkan jaminan keselamatan itu dari kekal sampai kekal.<\/p>\n<p>29 Sebab semua orang yang DIPILIH-Nya (FOREKNEW) dari semula, mereka juga DITENTUKAN-Nya (PREDESTINED) dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran AnakNya, supaya Ia, AnakNya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.<br \/>\n30 Dan mereka yang ditentukanNya dari semula, mereka itu juga DIPANGGIL-Nya (CALLED). Dan mereka yang dipanggilNya, mereka itu juga DIBENARKAN-Nya (JUSTIFIED). Dan mereka yang dibenarkanNya, mereka itu juga DIMULIAKAN-Nya (GLORIFIED).<\/p>\n<p>\u2022Dipilih = Foreknew (Yun: proginosko) = to know intimately = mengenal secara intim.<br \/>\nDia memilih kita dan mengenal kita secara dalam dan intim, jauh sebelum dasar dunia ini diletakkan (Efesus 1:4). Bukan karena ada yang menyuruhNya, atau karena Ia harus. Tapi karena Ia mengasihi kita.<\/p>\n<p>\u2022Ditentukan = Predestined (Yun: proorizo).<br \/>\nSetiap yang sudah dipilihNya terpilih untuk satu tujuan: ditentukanNya untuk menjadi SERUPA (to be conformed) dengan gambaran (image) AnakNya Yesus Kristus. Hasilnya adalah Yesus menjadi yang sulung diantara banyak saudara.<\/p>\n<p>\u2022Dipanggil = Called (Yun: kaleo).<br \/>\nSetiap yang sudah ditentukanNya akan dipanggil\/diundangNya dengan memastikan tiap orang itu mendengar Injil dan diberi iman untuk percaya (2Timotius 1:9). Iman (faithfulness) adalah buah Roh yang dihasilkan oleh Roh Kudus yng ada didalam diri tiap orang percaya (Galatia 5:22-23).<\/p>\n<p>\u2022Dibenarkan = Justified (Yun: dikaioo).<br \/>\nOrang yang sudah dipanggil akan dibenarkan, menjadi orang benar dan diperlakukan demikian, selamanya.<\/p>\n<p>\u2022Dimuliakan = Glorified (Yun: doxazo).<br \/>\nPemuliaan adalah tahap akhir keselamatan. Orang percaya akan selamanya dibebaskan dari kehadiran dosa dan memiliki tubuh serupa dengan tubuh kebangkitan dan kemuliaan Kristus.<\/p>\n<p>Keselamatan kita adalah dari Allah. Dan itu terentang dari kekekalan sampai kekekalan. Karena itulah Paulus berkata:<br \/>\n\u201cSebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun suatu makhluk lain, TIDAK AKAN DAPAT memisahkan kita dari Kasih Allah, yang ada dalm Yesus Kristus, Tuhan kita\u201d (Roma 8:38-39).<\/p>\n<p>Paulus yakin. Saya yakin. Anda?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div>\n<p>Grace Roots oleh Ken Legg<\/p>\n<\/div>\n<div><strong>*) Diterjemahkan oleh Mona Yayaschka\/dailygracia<\/strong><\/div>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Orang Kristen adalah orang yang sudah mati terhadap manusia lamanya dalam Adam, dan lahir kembali dalam Kristus. Seseorang yang sudah terlahir (born), adalah mustahil baginya untuk \u2018unborn\u2019. Sekalipun ada masanya seorang anak bertindak nakal atau memberontak, tapi bagaimanapun ia tetaplah anak. Saat seseorang percaya pada apa yang sudah dilakukan Tuhan Yesus di kayu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending"},"jnews_primary_category":{"id":"12"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-34704","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-umum"],"better_featured_image":null,"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1319","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34704","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34704"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34704\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34704"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34704"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34704"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}