{"id":34740,"date":"2019-12-23T16:40:41","date_gmt":"2019-12-23T09:40:41","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=34740"},"modified":"2019-12-22T16:52:04","modified_gmt":"2019-12-22T09:52:04","slug":"paus-fransiskus-cabut-asas-kerahasiaan-kasus-pelecehan-seksual-anak-oleh-pastor-dan-pejabat-gereja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/paus-fransiskus-cabut-asas-kerahasiaan-kasus-pelecehan-seksual-anak-oleh-pastor-dan-pejabat-gereja\/","title":{"rendered":"Paus Fransiskus cabut &#8216;asas kerahasiaan&#8217; kasus pelecehan seksual anak oleh pastor dan pejabat gereja"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Paus Fransiskus menyatakan peraturan &quot;rahasia kepausan&quot; tidak lagi berlaku bagi pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, ini dilakukan untuk memperbaiki keterbukaan dalam kasus seperti ini. Gereja sebelumnya menutupi kasus pelecehan seksual dalam kerahasiaan, sebagai usaha untuk melindungi ruang pribadi para korban dan reputasi orang yang diduga melakukannya. Tetapi dokuman baru paus pada hari Selasa (17\/12) mencabut pembatasan atas orang-orang yang melaporkan pelecehan atau menyatakan diri sebagai korban. Para pemimpin gereja mendesak penghapusan peraturan pada KTT Vatikan bulan Februari. Mereka mengatakan pencabutan peraturan tersebut dapat memperbaiki keterbukaan dan kemampuan polisi dan badan hukum sipil lainnya untuk mendapatkan informasi dari Gereja. Patuhi hukum sipil Informasi kasus pelecehan seharusnya diperlakukan dengan cara yang &quot;aman, berintegritas dan dirahasiakan&quot;, demikian dinyatakan Paus. Dia memerintahkan pejabat Vatikan untuk mematuhi hukum sipil dan membantu pejabat peradilan sipil dalam menyelidiki kasus seperti ini. Paus juga mengubah definisi Vatikan terkait pornografi anak, meningkatkan usia dari 14 tahun atau di bawahnya menjadi 18 atau di bawahnya. Charles Scicluna, Uskup Agung Malta dan penyelidik pelecehan seksual paling berpengalaman Vatikan mengatakan langkah ini sebagai sebuah &quot;keputusan penting yang mencabut semua hambatan&quot;, dengan mengatakan kepada berita Vatikan bahwa &quot;masalah keterbukaan sekarang diterapkan pada tingkat tertinggi&quot;. Gereja diguncang ribuan laporan pelecehan seksual yang dilakukan pastor dan tuduhan tindakan menutup-nutupi oleh pastor senior di seluruh dunia. Paus Fransiskus menghadapi tekanan serius agar menunjukkan kepemimpinan dan memberikan jalan keluar yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah. Kerahasiaan kepausan dirancang untuk melindungi informasi peka seperti komunikasi Vatikan dengan kedutaan paus - sama dengan kabel diplomatik. Tetapi hal ini juga berlaku terhadap kasus peradilan, untuk melindungi ruang pribadi korban dan jati diri tertuduh. Disalahgunakan Para pengecam mengatakan kerahasiaan kepausan telah disalahgunakan sejumlah pejabat Gereja agar tidak perlu membantu polisi yang menangani kasus pelecehan. &quot;Yuridiksi tertentu dapat dengan mudah mengutip rahasia paus ... dengan mengatakan mereka tidak dapat, dan mereka tidak akan, berbagi informasi dengan pejabat negara atau korban,&quot; kata Uskup Agung Scicluna. &quot;Sekarang hambatan itu, jika kita ingin mengatakannya seperti itu, telah dicabut, dan kerahasiaan kepausan sudah tidak dapat lagi dijadikan alasan.&quot; Berdasarkan perintah baru, kerahasiaan kepauan tidak lagi mengikat orang-orang yang bekerja di kantor Roman Curia untuk merahasiakan pelanggaran jika terkait dengan pelecehan dan pornografi anak. Saksi, terduga pelaku dan orang yang mengajukan pengaduan juga tidak terikat pada kewajiban menutup mulut. (BBC)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><\/p>\n<p class=\"story-body__introduction\"><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; Paus Fransiskus menyatakan peraturan &#8220;rahasia kepausan&#8221; tidak lagi berlaku bagi pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, ini dilakukan untuk memperbaiki keterbukaan dalam kasus seperti ini.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Gereja sebelumnya menutupi kasus pelecehan seksual dalam kerahasiaan, sebagai usaha untuk melindungi ruang pribadi para korban dan reputasi orang yang diduga melakukannya.<\/p>\n<p>Tetapi dokuman baru paus pada hari Selasa (17\/12) mencabut pembatasan atas orang-orang yang melaporkan pelecehan atau menyatakan diri sebagai korban.<\/p>\n<p>Para pemimpin gereja mendesak penghapusan peraturan pada KTT Vatikan bulan Februari.<\/p>\n<p>Mereka mengatakan pencabutan peraturan tersebut dapat memperbaiki keterbukaan dan kemampuan polisi dan badan hukum sipil lainnya untuk mendapatkan informasi dari Gereja.<\/p>\n<h2 class=\"story-body__crosshead\">Patuhi hukum sipil<\/h2>\n<p>Informasi kasus pelecehan seharusnya diperlakukan dengan cara yang &#8220;aman, berintegritas dan dirahasiakan&#8221;, demikian dinyatakan Paus. Dia memerintahkan pejabat Vatikan untuk mematuhi hukum sipil dan membantu pejabat peradilan sipil dalam menyelidiki kasus seperti ini.<\/p>\n<p>Paus juga mengubah definisi Vatikan terkait pornografi anak, meningkatkan usia dari 14 tahun atau di bawahnya menjadi 18 atau di bawahnya.<\/p>\n<p>Charles Scicluna, Uskup Agung Malta dan penyelidik pelecehan seksual paling berpengalaman Vatikan mengatakan langkah ini sebagai sebuah &#8220;keputusan penting yang mencabut semua hambatan&#8221;, dengan mengatakan kepada berita Vatikan bahwa &#8220;masalah keterbukaan sekarang diterapkan pada tingkat tertinggi&#8221;.<\/p>\n<p>Gereja diguncang ribuan laporan pelecehan seksual yang dilakukan pastor dan tuduhan tindakan menutup-nutupi oleh pastor senior di seluruh dunia. Paus Fransiskus menghadapi tekanan serius agar menunjukkan kepemimpinan dan memberikan jalan keluar yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah.<\/p>\n<p>Kerahasiaan kepausan dirancang untuk melindungi informasi peka seperti komunikasi Vatikan dengan kedutaan paus &#8211; sama dengan kabel diplomatik. Tetapi hal ini juga berlaku terhadap kasus peradilan, untuk melindungi ruang pribadi korban dan jati diri tertuduh.<\/p>\n<h2 class=\"story-body__crosshead\">Disalahgunakan<\/h2>\n<p>Para pengecam mengatakan kerahasiaan kepausan telah disalahgunakan sejumlah pejabat Gereja agar tidak perlu membantu polisi yang menangani kasus pelecehan.<\/p>\n<p>&#8220;Yuridiksi tertentu dapat dengan mudah mengutip rahasia paus &#8230; dengan mengatakan mereka tidak dapat, dan mereka tidak akan, berbagi informasi dengan pejabat negara atau korban,&#8221; kata Uskup Agung Scicluna.<\/p>\n<p>&#8220;Sekarang hambatan itu, jika kita ingin mengatakannya seperti itu, telah dicabut, dan kerahasiaan kepausan sudah tidak dapat lagi dijadikan alasan.&#8221;<\/p>\n<p>Berdasarkan perintah baru, kerahasiaan kepauan tidak lagi mengikat orang-orang yang bekerja di kantor Roman Curia untuk merahasiakan pelanggaran jika terkait dengan pelecehan dan pornografi anak.<\/p>\n<p>Saksi, terduga pelaku dan orang yang mengajukan pengaduan juga tidak terikat pada kewajiban menutup mulut. (BBC)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Paus Fransiskus menyatakan peraturan &#8220;rahasia kepausan&#8221; tidak lagi berlaku bagi pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, ini dilakukan untuk memperbaiki keterbukaan dalam kasus seperti ini. Gereja sebelumnya menutupi kasus pelecehan seksual dalam kerahasiaan, sebagai usaha untuk melindungi ruang pribadi para korban dan reputasi orang yang diduga melakukannya. Tetapi dokuman baru paus pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":34741,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending"},"jnews_primary_category":{"id":"5"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[5,22],"tags":[],"class_list":["post-34740","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gereja","category-internasional"],"better_featured_image":{"id":34741,"alt_text":"","caption":"","description":"4fa1de0bd820ed3751beb6c5a5f54bf5","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/paus-fransiskus-cabut-asas-kerahasiaan-kasus-pelecehan-seksual-anak-oleh-pastor-dan-pejabat-gereja_5dfcfe764c58f.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/paus-fransiskus-cabut-asas-kerahasiaan-kasus-pelecehan-seksual-anak-oleh-pastor-dan-pejabat-gereja_5dfcfe764c58f.jpeg?fit=320%2C179&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/paus-fransiskus-cabut-asas-kerahasiaan-kasus-pelecehan-seksual-anak-oleh-pastor-dan-pejabat-gereja_5dfcfe764c58f.jpeg"},"categories_detail":[{"id":5,"name":"Gereja","description":"","slug":"gereja","count":204,"parent":0},{"id":22,"name":"Internasional","description":"","slug":"internasional","count":158,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/paus-fransiskus-cabut-asas-kerahasiaan-kasus-pelecehan-seksual-anak-oleh-pastor-dan-pejabat-gereja_5dfcfe764c58f.jpeg?fit=320%2C179&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1599","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34740","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34740"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34740\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34741"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34740"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34740"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34740"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}