{"id":34825,"date":"2019-12-29T11:55:13","date_gmt":"2019-12-29T04:55:13","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=34825"},"modified":"2019-12-29T11:01:54","modified_gmt":"2019-12-29T04:01:54","slug":"natal-di-gereja-ortodoks-rusia-kesederhanaan-yang-kerap-dianggap-kuno","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/natal-di-gereja-ortodoks-rusia-kesederhanaan-yang-kerap-dianggap-kuno\/","title":{"rendered":"Natal di Gereja Ortodoks Rusia: Kesederhanaan yang kerap dianggap kuno"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Tanggal 25 Desember identik dengan perayaan Natal yang meriah, namun tidak di sini. Hanya ada sebuah pohon natal berdiri di sudut altar, satu-satunya simbol yang terlihat di gereja Ortodoks Rusia jelang peringatan kelahiran Yesus Kristus. Umat gereja Ortodoks memperingati Natal pada tanggal 7 Januari. Bukan hanya itu saja yang berbeda. Umat gereja ortodoks di Indonesia harus menjalankan keyakinan iman di tengah bermacam persepsi dan stigma publik. Pakaian dan sebagian ajaran mereka dianggap mirip tradisi Islam. Mereka juga berpuasa sebelum hari besar, seperti Natal dan Paskah. Umat Ortodoks Rusia diwajibkan berpantang daging dan yang dihasilkan oleh daging selama 40 hari. Cara beribadah mereka pun lain. Tak ada kursi, mereka semua berdiri. Laki-laki di sisi kanan, sementara para umat perempuan yang mengenakan kerudung berada di sebelah kiri. Di seluruh dunia, setidaknya hingga 2018, penganut ajaran gereja Ortodoks Rusia diperkirakan mencapai 150 juta orang. Di Indonesia, gereja ortodoks pertama kali berdiri tahun 1988 di Solo. Penggagasnya adalah Romo Daniel Byantoro. Saat ini, jemaat mereka berjumlah sekitar 1000 orang. &quot;Kami adalah kristen tapi minoritas. Kami berhubungan baik dengan beberapa gereja. Ajaran Kristus adalah kasih, saya yakin setiap gereja mengajarkan itu. Walaupun mayoritas atau besar, mereka akan tetap melindungi dan merangkul gereja kecil,&quot; kata Romo Boris Setiawan, pemimpin gereja Santo Thomas di Jakarta. Video produksi: Produser: Abraham Utama Video Editor: Lesthia Kertopati Kameraman: Jefri Tarigan untuk BBC News Indonesia\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><\/p>\n<p class=\"story-body__introduction\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; Tanggal 25 Desember identik dengan perayaan Natal yang meriah, namun tidak di sini. Hanya ada sebuah pohon natal berdiri di sudut altar, satu-satunya simbol yang terlihat di gereja Ortodoks Rusia jelang peringatan kelahiran Yesus Kristus.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/media-50901246\/embed\" width=\"400\" height=\"500\" frameborder=\"0\"><\/iframe><\/p>\n<p>Umat gereja Ortodoks memperingati Natal pada tanggal 7 Januari.<\/p>\n<p>Bukan hanya itu saja yang berbeda. Umat gereja ortodoks di Indonesia harus menjalankan keyakinan iman di tengah bermacam persepsi dan stigma publik. Pakaian dan sebagian ajaran mereka dianggap mirip tradisi Islam.<\/p>\n<p>Mereka juga berpuasa sebelum hari besar, seperti Natal dan Paskah. Umat Ortodoks Rusia diwajibkan berpantang daging dan yang dihasilkan oleh daging selama 40 hari.<\/p>\n<p>Cara beribadah mereka pun lain. Tak ada kursi, mereka semua berdiri. Laki-laki di sisi kanan, sementara para umat perempuan yang mengenakan kerudung berada di sebelah kiri.<\/p>\n<p>Di seluruh dunia, setidaknya hingga 2018, penganut ajaran gereja Ortodoks Rusia diperkirakan mencapai 150 juta orang.<\/p>\n<p>Di Indonesia, gereja ortodoks pertama kali berdiri tahun 1988 di Solo. Penggagasnya adalah Romo Daniel Byantoro. Saat ini, jemaat mereka berjumlah sekitar 1000 orang.<\/p>\n<p>&#8220;Kami adalah kristen tapi minoritas. Kami berhubungan baik dengan beberapa gereja. Ajaran Kristus adalah kasih, saya yakin setiap gereja mengajarkan itu. Walaupun mayoritas atau besar, mereka akan tetap melindungi dan merangkul gereja kecil,&#8221; kata Romo Boris Setiawan, pemimpin gereja Santo Thomas di Jakarta.<\/p>\n<p><strong>Video produksi:<\/strong><\/p>\n<p><i>Produser: Abraham Utama<\/i><\/p>\n<p><i>Video Editor: Lesthia Kertopati<\/i><\/p>\n<p><i>Kameraman: Jefri Tarigan untuk BBC News Indonesia<\/i><\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Tanggal 25 Desember identik dengan perayaan Natal yang meriah, namun tidak di sini. Hanya ada sebuah pohon natal berdiri di sudut altar, satu-satunya simbol yang terlihat di gereja Ortodoks Rusia jelang peringatan kelahiran Yesus Kristus. Umat gereja Ortodoks memperingati Natal pada tanggal 7 Januari. Bukan hanya itu saja yang berbeda. Umat gereja ortodoks [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending"},"jnews_primary_category":{"id":"22"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[5,22],"tags":[],"class_list":["post-34825","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-gereja","category-internasional"],"better_featured_image":null,"categories_detail":[{"id":5,"name":"Gereja","description":"","slug":"gereja","count":204,"parent":0},{"id":22,"name":"Internasional","description":"","slug":"internasional","count":158,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1090","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34825","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34825"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34825\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34825"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34825"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34825"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}