{"id":34858,"date":"2026-04-30T18:15:31","date_gmt":"2026-04-30T11:15:31","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/sampai-di-sini-tuhan-menolong-kita-1-samuel-712\/"},"modified":"2026-04-30T18:15:32","modified_gmt":"2026-04-30T11:15:32","slug":"sampai-di-sini-tuhan-menolong-kita-1-samuel-712","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/sampai-di-sini-tuhan-menolong-kita-1-samuel-712\/","title":{"rendered":"Dan bersungut-sungutlah semua orang Israel. [Bilangan 14:2]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Sekarang ada orang yang bersungut-sungut di antara umat Kristen, seperti dahulu di kemah Israel. Ada orang-orang, yang ketika dipukul dengan rotan [Amsal 23:13], berteriak menentang kesengsaraan yang diberikan. Mereka bertanya, \u201cMengapa aku dibuat menderita?\u201d Apa yang telah kulakukan sehingga aku didera begini?\u201d Sebuah ujaran bagimu, hai penggerutu! Mengapa engkau harus menggerutu melawan perlakuan dari Allah Bapa? Mungkinkah Dia memperlakukan engkau lebih keras daripada apa yang patut engkau terima? Ingatlah bahwa dahulu engkau adalah pemberontak, tetapi Dia telah mengampunimu. Sudah pasti, jika Dia dalam hikmat-Nya melihat bahwa saat ini pantas untuk menghukummu, engkau sebaiknya tidak mengeluh. Lagipula, memangnya engkau dipukul sekeras yang sepatutnya engkau terima oleh karena dosa-dosamu? Perhatikanlah kerusakan yang ada di dalam dadamu, maka engkau tidak akan bertanya-tanya lagi kenapa begitu banyak pukulan yang diperlukan untuk mencabutnya. Timbang dirimu sendiri, dan amati betapa banyak sampah di antara emasmu; maka engkau tidak akan merasa api itu terlalu panas untuk membersihkan sampah yang banyak sekali berada padamu. Bukankah roh pemberontak yang sombong itu membuktikan bahwa hatimu belum seluruhnya disucikan? Bukankah perkataan sungut-sungut itu bertolak belakang dengan sifat penyerahan diri yang kudus dari anak-anak Allah? Bukankah koreksi itu diperlukan? Tetapi jika engkau tetap bersungut-sungut terhadap didikan itu, perhatikanlah, karena orang yang bersungut-sungut akan mendapat didikan yang makin keras. Allah selalu menghajar anak-Nya untuk kedua kali, jika mereka tidak menanggung pukulan pertama dengan sabar. Tetapi ketahuilah satu hal\u2014\u201cTidak dengan rela hati Ia menindas dan merisaukan anak-anak manusia.\u201d [Ratapan 3:33] Semua koreksi-Nya diberikan dalam kasih, untuk memurnikanmu, dan untuk membawamu lebih dekat kepada-Nya. Tentulah berguna untuk lebih bisa menahan dan berserah kepada hajaran itu, yaitu jika engkau dapat mengenali tangan Bapamu. Sebab \u201cTuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak. Jika engkau harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukanmu seperti anak.\u201d [Ibrani 12:6-7] \u201cJanganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.\u201d [1 Korintus 10:10] RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Sekarang ada orang yang bersungut-sungut di antara umat Kristen, seperti dahulu di kemah Israel. Ada orang-orang, yang ketika dipukul dengan rotan [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Amsal%2023:13\">Amsal 23:13<\/a>], berteriak menentang kesengsaraan yang diberikan. Mereka bertanya, \u201cMengapa aku dibuat menderita?\u201d Apa yang telah kulakukan sehingga aku didera begini?\u201d Sebuah ujaran bagimu, hai penggerutu! Mengapa engkau harus menggerutu melawan perlakuan dari Allah Bapa? Mungkinkah Dia memperlakukan engkau lebih keras daripada apa yang patut engkau terima? Ingatlah bahwa dahulu engkau adalah pemberontak, tetapi Dia telah mengampunimu. Sudah pasti, jika Dia dalam hikmat-Nya melihat bahwa saat ini pantas untuk menghukummu, engkau sebaiknya tidak mengeluh. Lagipula, memangnya engkau dipukul sekeras yang sepatutnya engkau terima oleh karena dosa-dosamu? Perhatikanlah kerusakan yang ada di dalam dadamu, maka engkau tidak akan bertanya-tanya lagi kenapa begitu banyak pukulan yang diperlukan untuk mencabutnya. Timbang dirimu sendiri, dan amati betapa banyak sampah di antara emasmu; maka engkau tidak akan merasa api itu terlalu panas untuk membersihkan sampah yang banyak sekali berada padamu. Bukankah roh pemberontak yang sombong itu membuktikan bahwa hatimu belum seluruhnya disucikan? Bukankah perkataan sungut-sungut itu bertolak belakang dengan sifat penyerahan diri yang kudus dari anak-anak Allah? Bukankah koreksi itu diperlukan? Tetapi jika engkau <i>tetap<\/i> bersungut-sungut terhadap didikan itu, perhatikanlah, karena orang yang bersungut-sungut akan mendapat didikan yang makin keras. Allah selalu menghajar anak-Nya untuk kedua kali, jika mereka tidak menanggung pukulan pertama dengan sabar. Tetapi ketahuilah satu hal\u2014\u201cTidak dengan rela hati Ia menindas dan merisaukan anak-anak manusia.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Ratapan%203:33\">Ratapan 3:33<\/a>] Semua koreksi-Nya diberikan dalam kasih, untuk memurnikanmu, dan untuk membawamu lebih dekat kepada-Nya. Tentulah berguna untuk lebih bisa menahan dan berserah kepada hajaran itu, yaitu jika engkau dapat mengenali tangan <i>Bapa<\/i>mu. Sebab \u201cTuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak. Jika engkau harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukanmu seperti anak.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Ibrani%2012:6-7\">Ibrani 12:6-7<\/a>] \u201cJanganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?1%20Korintus%2010:10\">1 Korintus 10:10<\/a>]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Sekarang ada orang yang bersungut-sungut di antara umat Kristen, seperti dahulu di kemah Israel. Ada orang-orang, yang ketika dipukul dengan rotan [Amsal 23:13], berteriak menentang kesengsaraan yang diberikan. Mereka bertanya, \u201cMengapa aku dibuat menderita?\u201d Apa yang telah kulakukan sehingga aku didera begini?\u201d Sebuah ujaran bagimu, hai penggerutu! Mengapa engkau harus menggerutu melawan perlakuan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-34858","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"61","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34858","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34858"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34858\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68966,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34858\/revisions\/68966"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34858"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34858"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34858"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}