{"id":34877,"date":"2023-03-17T08:46:04","date_gmt":"2023-03-17T01:46:04","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-memberi-engkau-menjadi-perjanjian-bagi-umat-manusia-yesaya-498\/"},"modified":"2023-03-17T08:46:07","modified_gmt":"2023-03-17T01:46:07","slug":"aku-memberi-engkau-menjadi-perjanjian-bagi-umat-manusia-yesaya-498","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-memberi-engkau-menjadi-perjanjian-bagi-umat-manusia-yesaya-498\/","title":{"rendered":"Ingatlah orang-orang miskin. [Galatia 2:10]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Mengapa Allah membiarkan begitu banyak anak-anak-Nya miskin? Dia bisa membuat mereka semua kaya jika Dia berkenan; Dia bisa menaruh kantong-kantong emas di pintu mereka; Dia bisa mengirimkan mereka penghasilan tahunan yang besar; atau menebarkan limpahan persediaan di sekeliling rumah mereka, seperti saat Dia membuat burung puyuh berbaring bertumpuk-tumpuk di seputar perkemahan orang Israel, dan menghujankan roti dari surga untuk memberi mereka makan. Mereka tidak harus miskin, kecuali kalau Dia melihat itu adalah yang terbaik. &quot;Punya Dialah beribu-ribu hewan di gunung\u201d [Mazmur 50:10] \u2014 Dia bisa memenuhi kebutuhan mereka; Dia bisa membuat orang terkaya, terbesar, dan terkuat membawa semua kuasa dan kekayaan mereka ke kaki anak-anak-Nya, karena hati semua orang berada dalam kuasa-Nya. Tapi Dia tidak memilih untuk melakukannya; Dia mengijinkan mereka untuk menderita kekurangan, Dia mengijinkan mereka untuk merana di dalam kemelaratan dan ketidakjelasan. Mengapa begini? Ada banyak alasan: salah satunya, untuk memberi kita, yang beruntung dengan kecukupan, sebuah kesempatan untuk menunjukkan kasih kita kepada Yesus. Kita menunjukkan kasih kita kepada Kristus ketika kita bernyanyi tentang Dia dan ketika kita berdoa kepada-Nya; tapi jika tidak ada anak-anak yang membutuhkan di dunia ini, kita akan kehilangan hak istimewa yang manis untuk membuktikan kasih kita, dengan melayani dalam bersedekah kepada saudara-saudara-Nya yang miskin; Dia telah menetapkan supaya dengan demikian kita dapat membuktikan bahwa cinta kita bukan sekedar dalam tutur kata, tetapi dalam perbuatan dan dalam kebenaran. [1 Yohanes 3:18] Jika kita benar-benar mengasihi Kristus, kita akan peduli terhadap mereka yang dicintai oleh-Nya. Mereka yang disayangi-Nya akan kita sayangi juga. Marilah kita memandang hal itu bukan sebagai kewajiban tetapi sebagai hak istimewa untuk meringankan kemiskinan domba-domba Tuhan\u2014sambil mengingat perkataan Tuhan Yesus, &quot;Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.&quot; [Matius 25:40] Tentunya jaminan ini cukup manis, dan alasan ini cukup kuat untuk memimpin kita membantu orang lain dengan tangan yang sukarela dan hati yang mengasihi\u2014mengingat kembali bahwa semua yang kita lakukan untuk umat-Nya diterima oleh Kristus dengan anggun seperti dilakukan untuk diri-Nya sendiri. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Mengapa Allah membiarkan begitu banyak anak-anak-Nya miskin? Dia bisa membuat mereka semua kaya jika Dia berkenan; Dia bisa menaruh kantong-kantong emas di pintu mereka; Dia bisa mengirimkan mereka penghasilan tahunan yang besar; atau menebarkan limpahan persediaan di sekeliling rumah mereka, seperti saat Dia membuat burung puyuh berbaring bertumpuk-tumpuk di seputar perkemahan orang Israel, dan menghujankan roti dari surga untuk memberi mereka makan. Mereka tidak harus miskin, kecuali kalau Dia melihat itu adalah yang terbaik. &#8220;Punya Dialah beribu-ribu hewan di gunung\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%2050:10\">Mazmur 50:10<\/a>] \u2014 Dia bisa memenuhi kebutuhan mereka; Dia bisa membuat orang terkaya, terbesar, dan terkuat membawa semua kuasa dan kekayaan mereka ke kaki anak-anak-Nya, karena hati semua orang berada dalam kuasa-Nya. Tapi Dia tidak memilih untuk melakukannya; Dia mengijinkan mereka untuk menderita kekurangan, Dia mengijinkan mereka untuk merana di dalam kemelaratan dan ketidakjelasan. Mengapa begini? Ada banyak alasan: salah satunya, <i>untuk memberi kita, yang beruntung dengan kecukupan, sebuah kesempatan untuk menunjukkan kasih kita kepada Yesus.<\/i> Kita menunjukkan kasih kita kepada Kristus ketika kita bernyanyi tentang Dia dan ketika kita berdoa kepada-Nya; tapi jika tidak ada anak-anak yang membutuhkan di dunia ini, kita akan kehilangan hak istimewa yang manis untuk membuktikan kasih kita, dengan melayani dalam bersedekah kepada saudara-saudara-Nya yang miskin; Dia telah menetapkan supaya dengan demikian kita dapat membuktikan bahwa cinta kita bukan sekedar dalam tutur kata, tetapi dalam perbuatan dan dalam kebenaran. [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?1%20Yohanes%203:18\">1 Yohanes 3:18<\/a>] Jika kita benar-benar mengasihi Kristus, kita akan peduli terhadap mereka yang dicintai oleh-Nya. Mereka yang disayangi-Nya akan kita sayangi juga. Marilah kita memandang hal itu bukan sebagai kewajiban tetapi sebagai hak istimewa untuk meringankan kemiskinan domba-domba Tuhan\u2014sambil mengingat perkataan Tuhan Yesus, &#8220;Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Matius%2025:40\">Matius 25:40<\/a>] Tentunya jaminan ini cukup manis, dan alasan ini cukup kuat untuk memimpin kita membantu orang lain dengan tangan yang sukarela dan hati yang mengasihi\u2014mengingat kembali bahwa semua yang kita lakukan untuk umat-Nya diterima oleh Kristus dengan anggun seperti dilakukan untuk diri-Nya sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Mengapa Allah membiarkan begitu banyak anak-anak-Nya miskin? Dia bisa membuat mereka semua kaya jika Dia berkenan; Dia bisa menaruh kantong-kantong emas di pintu mereka; Dia bisa mengirimkan mereka penghasilan tahunan yang besar; atau menebarkan limpahan persediaan di sekeliling rumah mereka, seperti saat Dia membuat burung puyuh berbaring bertumpuk-tumpuk di seputar perkemahan orang Israel, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-34877","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":null,"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"389","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34877","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34877"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34877\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34877"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34877"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34877"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}