{"id":34883,"date":"2026-05-05T10:33:33","date_gmt":"2026-05-05T03:33:33","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/allah-melihat-bahwa-terang-itu-baik-lalu-dipisahkan-nyalah-terang-itu-dari-gelap-kejadian-14\/"},"modified":"2026-05-05T10:33:34","modified_gmt":"2026-05-05T03:33:34","slug":"allah-melihat-bahwa-terang-itu-baik-lalu-dipisahkan-nyalah-terang-itu-dari-gelap-kejadian-14","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/allah-melihat-bahwa-terang-itu-baik-lalu-dipisahkan-nyalah-terang-itu-dari-gelap-kejadian-14\/","title":{"rendered":"Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. [2 Korintus 6:16]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Betapa manis sebutan: \u201cumat-Ku!\u201d Betapa menghibur hati pernyataan: \u201cAllah mereka!\u201d Betapa limpah makna yang terkandung dalam kata ini, \u201cumat-Ku!\u201d Inilah suatu keistimewaan: Seluruh alam semesta ialah milik Allah; langit, dan bahkan surga ialah milik Tuhan, Ia bertakhta di antara anak manusia; tetapi mengenai mereka yang dipilih-Nya, yang telah Ia tebus untuk diri-Nya sendiri, Ia mengatakan apa yang tidak dikatakan-Nya kepada yang lain \u2014 \u201cumat-Ku.\u201d Dalam firman ini terkandung arti kepemilikan. Secara khusus, \u201cbagian Tuhan ialah umat-Nya; Yakub ialah milik yang ditetapkan bagi-Nya.\u201d [Ulangan 32:9] Seluruh bangsa di muka bumi ialah milik-Nya; seluruh dunia berada dalam kuasa-Nya; tetapi ada yang disebut umat-Nya, pilihan-Nya, kepunyaan-Nya yang khusus; karena Ia telah mengerjakan lebih banyak bagi mereka; Ia telah membeli mereka dengan darah-Nya; Ia telah membawa mereka dekat kepada-Nya; Ia telah meletakkan hati-Nya yang agung atas mereka; dan Ia telah mengasihi mereka dengan kasih yang tak berkesudahan, yaitu kasih yang tak dapat dipadamkan air selaut, yang tak dapat sedikit pun dikikis oleh perputaran waktu. Hai sahabat yang terkasih, dapatkah engkau, dengan iman, melihat bahwa dirimu termasuk di dalamnya? Dapatkah engkau melihat ke surga dan berkata, \u201cTuhanku dan Allahku: Engkaulah milikku oleh suatu relasi yang mesra, yang melayakkanku untuk memanggil-Mu Bapa; Engkaulah milikku oleh suatu persekutuan yang kudus, yang aku nikmati dengan-Mu, yaitu ketika Engkau berkenan untuk menyatakan diri-Mu kepadaku, namun tidak kepada dunia?\u201d Dapatkah engkau membaca Buku Inspirasi, dan menemukan di dalamnya catatan keselamatan dirimu? Bisakah engkau membaca di situ sebutanmu, yang tertulis oleh darah-Nya yang berharga? Dapatkah engkau, dengan iman yang rendah hati, menarik jubah Yesus dan berkata, \u201cKristusku\u201d? Jika engkau dapat, maka Allah berkata mengenai engkau, dan mengenai orang-orang lain yang seperti engkau, \u201cumat-Ku;\u201d oleh sebab, jika Allah adalah Allahmu, dan Kristus adalah Kristusmu, maka Tuhan berkenan secara istimewa kepadamu; engkau adalah objek pilihan-Nya, yang diterima di dalam Putera-Nya yang terkasih. [Efesus 1:6] RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Betapa manis sebutan: \u201cumat-Ku!\u201d Betapa menghibur hati pernyataan: \u201cAllah mereka!\u201d Betapa limpah makna yang terkandung dalam kata ini, \u201cumat-Ku!\u201d Inilah suatu <i>keistimewaan<\/i>: Seluruh alam semesta ialah milik Allah; langit, dan bahkan surga ialah milik Tuhan, Ia bertakhta di antara anak manusia; tetapi mengenai mereka yang dipilih-Nya, yang telah Ia tebus untuk diri-Nya sendiri, Ia mengatakan apa yang tidak dikatakan-Nya kepada yang lain \u2014 \u201cumat-Ku.\u201d Dalam firman ini terkandung arti <i>kepemilikan<\/i>. Secara khusus, \u201cbagian Tuhan ialah umat-Nya; Yakub ialah milik yang ditetapkan bagi-Nya.\u201d [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Ulangan%2032:9\">Ulangan 32:9<\/a>] Seluruh bangsa di muka bumi ialah milik-Nya; seluruh dunia berada dalam kuasa-Nya; tetapi ada yang disebut umat-Nya, pilihan-Nya, kepunyaan-Nya yang khusus; karena Ia telah mengerjakan lebih banyak bagi mereka; Ia telah membeli mereka dengan darah-Nya; Ia telah membawa mereka dekat kepada-Nya; Ia telah meletakkan hati-Nya yang agung atas mereka; dan Ia telah mengasihi mereka dengan kasih yang tak berkesudahan, yaitu kasih yang tak dapat dipadamkan air selaut, yang tak dapat sedikit pun dikikis oleh perputaran waktu. Hai sahabat yang terkasih, dapatkah engkau, dengan iman, melihat bahwa dirimu termasuk di dalamnya? Dapatkah engkau melihat ke surga dan berkata, \u201cTuhanku dan Allahku: Engkaulah milikku oleh suatu <i>relasi<\/i> yang mesra, yang melayakkanku untuk memanggil-Mu Bapa; Engkaulah milikku oleh suatu <i>persekutuan<\/i> yang kudus, yang aku nikmati dengan-Mu, yaitu ketika Engkau berkenan untuk menyatakan diri-Mu kepadaku, namun tidak kepada dunia?\u201d Dapatkah engkau membaca Buku Inspirasi, dan menemukan di dalamnya catatan keselamatan dirimu? Bisakah engkau membaca di situ sebutanmu, yang tertulis oleh darah-Nya yang berharga? Dapatkah engkau, dengan iman yang rendah hati, menarik jubah Yesus dan berkata, \u201cKristusku\u201d? Jika engkau dapat, maka Allah berkata mengenai engkau, dan mengenai orang-orang lain yang seperti engkau, \u201cumat-Ku;\u201d oleh sebab, jika Allah adalah Allahmu, dan Kristus adalah Kristusmu, maka Tuhan berkenan secara istimewa kepadamu; engkau adalah objek pilihan-Nya, yang diterima di dalam Putera-Nya yang terkasih. [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Efesus%201:6\">Efesus 1:6<\/a>]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Betapa manis sebutan: \u201cumat-Ku!\u201d Betapa menghibur hati pernyataan: \u201cAllah mereka!\u201d Betapa limpah makna yang terkandung dalam kata ini, \u201cumat-Ku!\u201d Inilah suatu keistimewaan: Seluruh alam semesta ialah milik Allah; langit, dan bahkan surga ialah milik Tuhan, Ia bertakhta di antara anak manusia; tetapi mengenai mereka yang dipilih-Nya, yang telah Ia tebus untuk diri-Nya sendiri, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-34883","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"45","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34883","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34883"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34883\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68975,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34883\/revisions\/68975"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34883"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34883"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34883"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}