{"id":34911,"date":"2026-05-08T18:16:00","date_gmt":"2026-05-08T11:16:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-akan-menjadi-allah-mereka-yeremia-3133\/"},"modified":"2026-05-08T18:16:02","modified_gmt":"2026-05-08T11:16:02","slug":"aku-akan-menjadi-allah-mereka-yeremia-3133","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-akan-menjadi-allah-mereka-yeremia-3133\/","title":{"rendered":"Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu. [Yohanes 5:13]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Tahun-tahun terasa pendek bagi orang yang bahagia dan sehat, tetapi 38 tahun mengidap penyakit tentu mengakibatkan rasa capek yang panjang dalam hidup orang malang yang tak berdaya itu. Karena itu, ketika Yesus menyembuhkannya dengan sepatah kata ketika ia sedang berbaring di pinggir kolam Betesda, dia dengan bahagia begitu tersadar atas perubahan yang terjadi atas dirinya. Demikian pula seorang berdosa yang telah berminggu-minggu atau berbulan-bulan lumpuh oleh keputusasaan, dan telah mendesah kelelahan ingin mendapatkan keselamatan, ia akan sangat menyadari perubahan yang terjadi atas dirinya ketika Tuhan Yesus mengucapkan firman kuasa-Nya, dan memberikan sukacita dan damai sejahtera untuk percaya. Kemalangan yang dihilangkan oleh kuasa-Nya sedemikian besar sehingga kita tidak mungkin tidak menyadarinya; hidup baru yang diberikan-Nya untuk terlalu luar biasa sehingga tidak mungkin kita miliki dan tetap terdiam saja; dan perubahan yang diakibatkannya begitu menakjubkan sehingga tidak mungkin tidak terasa. Namun demikian, orang yang malang itu tidak mengetahui siapa yang menyembuhkannya, tidak mengenal kekudusan pribadi-Nya, jabatan yang Ia miliki, ataupun tugas yang membawa Dia berdiam di antara manusia. Hati yang belum mengalami kuasa darah-Nya sering kali mengabaikan Yesus. Kita tidak boleh terlalu cepat menghakimi mereka yang kurang pengetahuan; melainkan di mana pun kita bisa melihat iman yang menyelamatkan jiwa, kita harus percaya bahwa keselamatan telah dianugerahkan. Roh Kudus mempertobatkan seseorang jauh sebelum membuatnya bersifat ilahi, dan barangsiapa percaya apa yang ia kenal, akan segera mengenal lebih dekat apa yang ia percaya. Sekalipun demikian, ketidakpedulian adalah jahat; orang yang malang itu banyak ditanyai oleh orang-orang Farisi dan ia tidak begitu mampu menjawab mereka. Adalah baik bagi kita untuk dapat menjawab orang-orang yang menentang kita; tetapi tidak mungkin kita melakukannya tanpa mengenal Tuhan Yesus dengan jelas dan dengan pengertian yang benar. Namun demikian, kesembuhan atas ketidakpedulian orang ini segera datang mengikuti kesembuhan atas kelemahan tubuhnya, karena ia dikunjungi Tuhan di Bait Allah; dan segera sesudah pernyataan yang mulia itu, ternyata dia bersaksi bahwa &quot;Yesuslah yang telah menyembuhkan dia.\u201d [Yohanes 5:15] Tuhan, jika Engkau telah menyelamatkanku, tunjukkanlah diri-Mu kepadaku, supaya aku dapat menyatakan Engkau kepada anak-anak manusia. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Tahun-tahun terasa pendek bagi orang yang bahagia dan sehat, tetapi 38 tahun mengidap penyakit tentu mengakibatkan rasa capek yang panjang dalam hidup orang malang yang tak berdaya itu. Karena itu, ketika Yesus menyembuhkannya dengan sepatah kata ketika ia sedang berbaring di pinggir kolam Betesda, dia dengan bahagia <i>begitu tersadar atas perubahan yang terjadi atas dirinya<\/i>. Demikian pula seorang berdosa yang telah berminggu-minggu atau berbulan-bulan lumpuh oleh keputusasaan, dan telah mendesah kelelahan ingin mendapatkan keselamatan, ia akan sangat menyadari perubahan yang terjadi atas dirinya ketika Tuhan Yesus mengucapkan firman kuasa-Nya, dan memberikan sukacita dan damai sejahtera untuk percaya. Kemalangan yang dihilangkan oleh kuasa-Nya sedemikian besar sehingga kita tidak mungkin tidak menyadarinya; hidup baru yang diberikan-Nya untuk terlalu luar biasa sehingga tidak mungkin kita miliki dan tetap terdiam saja; dan perubahan yang diakibatkannya begitu menakjubkan sehingga tidak mungkin tidak terasa. Namun demikian, orang yang malang itu <i>tidak mengetahui siapa<\/i> yang menyembuhkannya, tidak mengenal kekudusan pribadi-Nya, jabatan yang Ia miliki, ataupun tugas yang membawa Dia berdiam di antara manusia. Hati yang belum mengalami kuasa darah-Nya sering kali mengabaikan Yesus. Kita tidak boleh terlalu cepat menghakimi mereka yang kurang pengetahuan; melainkan di mana pun kita bisa melihat iman yang menyelamatkan jiwa, kita harus percaya bahwa keselamatan telah dianugerahkan. Roh Kudus mempertobatkan seseorang jauh sebelum membuatnya bersifat ilahi, dan barangsiapa percaya apa yang ia kenal, akan segera mengenal lebih dekat apa yang ia percaya. Sekalipun demikian, ketidakpedulian adalah jahat; orang yang malang itu banyak <i>ditanyai oleh orang-orang Farisi<\/i> dan ia tidak begitu mampu menjawab mereka. Adalah baik bagi kita untuk dapat menjawab orang-orang yang menentang kita; tetapi tidak mungkin kita melakukannya tanpa mengenal Tuhan Yesus dengan jelas dan dengan pengertian yang benar. Namun demikian, kesembuhan atas ketidakpedulian orang ini segera datang mengikuti kesembuhan atas kelemahan tubuhnya, karena ia <i>dikunjungi Tuhan di Bait Allah<\/i>; dan segera sesudah pernyataan yang mulia itu, <i>ternyata dia bersaksi<\/i> bahwa &#8220;Yesuslah yang telah menyembuhkan dia.\u201d [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yohanes%205:15\">Yohanes 5:15<\/a>] Tuhan, jika Engkau telah menyelamatkanku, tunjukkanlah diri-Mu kepadaku, supaya aku dapat menyatakan Engkau kepada anak-anak manusia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Tahun-tahun terasa pendek bagi orang yang bahagia dan sehat, tetapi 38 tahun mengidap penyakit tentu mengakibatkan rasa capek yang panjang dalam hidup orang malang yang tak berdaya itu. Karena itu, ketika Yesus menyembuhkannya dengan sepatah kata ketika ia sedang berbaring di pinggir kolam Betesda, dia dengan bahagia begitu tersadar atas perubahan yang terjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-34911","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"36","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34911","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34911"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34911\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68993,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34911\/revisions\/68993"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34911"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34911"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34911"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}