{"id":34913,"date":"2026-05-09T18:15:34","date_gmt":"2026-05-09T11:15:34","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/telah-tersedia-bagiku-mahkota-kebenaran-2-timotius-48\/"},"modified":"2026-05-09T18:15:35","modified_gmt":"2026-05-09T11:15:35","slug":"telah-tersedia-bagiku-mahkota-kebenaran-2-timotius-48","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/telah-tersedia-bagiku-mahkota-kebenaran-2-timotius-48\/","title":{"rendered":"Yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. [Efesus 1:3]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Segala kebaikan pada masa lalu, sekarang, dan masa depan, Kristus limpahkan ke atas umat-Nya. Di zaman-zaman lampau yang misterius, Tuhan Yesus adalah pilihan Bapa-Nya yang pertama, dan dalam pemilihan-Nya kita mendapat suatu kepentingan, karena kita dipilih-Nya di dalam Dia sejak sebelum dunia dijadikan [Efesus 1:3]. Dia telah sejak segala kekekalan memiliki hak prerogatif sebagai Anak, sebagai Anak Bapa yang Tunggal dan Yang Dikasihi, dan Dia, sesuai dengan kekayaan kasih karunia-Nya, dan melalui pengadopsian dan kelahiran baru, telah mengangkat kita sebagai anak juga, sehingga kepada kita Ia telah memberikan \u201ckuasa supaya menjadi anak-anak Allah.\u201d [Yohanes 1:12] Perjanjian yang kekal, yang didasarkan atas ikatan legal dan yang dikonfirmasikan dengan sumpah, adalah milik kita, demi suatu penghiburan dan keamanan yang kokoh bagi kita. Dalam penentuan dari hikmat pemilihan yang kekal, dan ketetapan yang mahakuasa, mata Tuhan Yesus senantiasa tertuju kepada kita; dan kita dapat beroleh keyakinan bahwa di dalam segala perputaran takdir, tidak ada satu garis pun yang dapat melawan kepentingan orang-orang yang ditebus-Nya. Pertunangan agung Sang Penghulu Kemuliaan adalah milik kita, karena bagi kitalah Ia ditunangkan, karena pernikahan kudus itu segera akan dinyatakan kepada segenap alam semesta. Inkarnasi ajaib Allah surga, dengan seluruh perendahan diri dan kehinaan-Nya yang menakjubkan itu, adalah milik kita. Keringat darah, cambuk, salib, adalah milik kita selama-lamanya. Segala upah manis yang mengalir keluar dari ketaatan yang sempurna, penebusan yang genap, kebangkitan, kenaikan, maupun doa syafaat, semuanya milik kita oleh karena anugerah-Nya sendiri. Pada lempengan dada-Nya sendiri, Dia menuliskan nama-nama kita; dan di dalam permohonan-Nya yang otoritatif di hadapan takhta, Dia mengingat pribadi kita dan memohon bagi kita. Kekuasaan-Nya atas pemerintah-pemerintah dan kuasa-kuasa, dan keagungan-Nya yang mutlak di surga, Dia gunakan bagi kepentingan mereka yang percaya kepada-Nya. Dalam kedudukan-Nya yang tinggi maupun dalam keadaan-Nya waktu Ia direndahkan, Ia melayani kita. Dia yang memberikan diri-Nya bagi kita di kedalaman marabahaya dan maut, tidak menarik pemberian-Nya itu ketika kini Ia bertakhta di surga yang tertinggi. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Segala kebaikan pada masa lalu, sekarang, dan masa depan, Kristus limpahkan ke atas umat-Nya. Di zaman-zaman lampau yang misterius, Tuhan Yesus adalah pilihan Bapa-Nya yang pertama, dan dalam <i>pemilihan-Nya<\/i> kita mendapat suatu kepentingan, karena kita dipilih-Nya di dalam Dia sejak sebelum dunia dijadikan [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Efesus%201:3\">Efesus 1:3<\/a>]. Dia telah sejak segala kekekalan memiliki hak prerogatif <i>sebagai Anak<\/i>, sebagai Anak Bapa yang Tunggal dan Yang Dikasihi, dan Dia, sesuai dengan kekayaan kasih karunia-Nya, dan melalui pengadopsian dan kelahiran baru, telah mengangkat kita sebagai anak juga, sehingga kepada kita Ia telah memberikan \u201ckuasa supaya menjadi anak-anak Allah.\u201d [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yohanes%201:12\">Yohanes 1:12<\/a>] <i>Perjanjian yang kekal<\/i>, yang didasarkan atas ikatan legal dan yang dikonfirmasikan dengan sumpah, adalah milik kita, demi suatu penghiburan dan keamanan yang kokoh bagi kita. Dalam <i>penentuan dari hikmat pemilihan yang kekal<\/i>, dan ketetapan yang mahakuasa, mata Tuhan Yesus senantiasa tertuju kepada kita; dan kita dapat beroleh keyakinan bahwa di dalam segala perputaran takdir, tidak ada satu garis pun yang dapat melawan kepentingan orang-orang yang ditebus-Nya. <i>Pertunangan agung<\/i> Sang Penghulu Kemuliaan adalah milik kita, karena bagi kitalah Ia ditunangkan, karena pernikahan kudus itu segera akan dinyatakan kepada segenap alam semesta. <i>Inkarnasi ajaib<\/i> Allah surga, dengan seluruh  perendahan diri dan kehinaan-Nya yang menakjubkan itu, adalah milik kita. Keringat darah, cambuk, salib, adalah milik kita selama-lamanya. Segala upah manis yang mengalir keluar dari <i>ketaatan yang sempurna, penebusan yang genap, kebangkitan, kenaikan, maupun doa syafaat<\/i>, semuanya milik kita oleh karena anugerah-Nya sendiri. Pada lempengan dada-Nya sendiri, Dia menuliskan nama-nama kita; dan di dalam permohonan-Nya yang otoritatif di hadapan takhta, Dia mengingat pribadi kita dan memohon bagi kita. <i>Kekuasaan<\/i>-Nya atas pemerintah-pemerintah dan kuasa-kuasa, dan keagungan-Nya yang mutlak di surga, Dia gunakan bagi kepentingan mereka yang percaya kepada-Nya. Dalam kedudukan-Nya yang tinggi maupun dalam keadaan-Nya waktu Ia direndahkan, Ia melayani kita. Dia yang memberikan diri-Nya bagi kita di kedalaman marabahaya dan maut, tidak menarik pemberian-Nya itu ketika kini Ia bertakhta di surga yang tertinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Segala kebaikan pada masa lalu, sekarang, dan masa depan, Kristus limpahkan ke atas umat-Nya. Di zaman-zaman lampau yang misterius, Tuhan Yesus adalah pilihan Bapa-Nya yang pertama, dan dalam pemilihan-Nya kita mendapat suatu kepentingan, karena kita dipilih-Nya di dalam Dia sejak sebelum dunia dijadikan [Efesus 1:3]. Dia telah sejak segala kekekalan memiliki hak prerogatif [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-34913","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"29","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34913","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34913"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34913\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68995,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34913\/revisions\/68995"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34913"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34913"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34913"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}