{"id":34918,"date":"2026-05-11T18:15:52","date_gmt":"2026-05-11T11:15:52","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/kamu-adalah-milik-kristus-1-korintus-323\/"},"modified":"2026-05-11T18:15:53","modified_gmt":"2026-05-11T11:15:53","slug":"kamu-adalah-milik-kristus-1-korintus-323","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/kamu-adalah-milik-kristus-1-korintus-323\/","title":{"rendered":"Aku menyertai kamu senantiasa. \u2014 Matius 28:20"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Adalah baik bahwa ada Seorang yang selalu sama, dan selalu menyertai kita. Adalah baik bahwa ada satu batu karang yang kokoh di tengah-tengah ombak laut kehidupan. O jiwaku, jangan berikan kasih sayangmu kepada harta karun yang berkarat, rusak oleh ngengat, dan membusuk, namun tetapkanlah hatimu kepada Dia yang tinggal selamanya setia kepadamu. Jangan mendirikan rumahmu di atas dunia penuh tipu yang seperti pasir hisap, namun bangunlah pengharapanmu di atas batu karang itu, yang di tengah-tengah turunnya hujan dan gemuruh banjir, tetap berdiri teguh tak tergoyahkan [Matius 7:24-27]. Jiwaku, aku memerintahkan engkau, taruhlah harta karunmu di satu-satunya almari yang aman; simpanlah permata-permatamu di tempat engkau tidak bisa kehilangan. Letakkan segala milikmu di dalam Kristus; berikan segala kasih sayangmu kepada pribadi-Nya, segala harapanmu dalam jasa-Nya, segala kepercayaanmu dalam darah-Nya yang mujarab, segala sukacitamu dalam kehadiran-Nya, dengan begitu engkau dapat menertawakan kerugian dan menantang kehancuran. Ingatlah bahwa segala bunga di taman dunia ini lenyap bergiliran, dan akan tiba harinya di saat tidak ada yang tersisa selain bumi yang gelap dan dingin. Hitamnya maut akan segera memadamkan lilinmu. Oh! betapa manisnya memiliki cahaya matahari ketika lilin padam! Banjir gelap harus segera mengalir di antara engkau dan segala kepunyaanmu; maka suntingkan hatimu kepada Dia yang tidak akan pernah meninggalkan engkau; percayakan dirimu kepada Dia yang akan pergi bersama engkau melewati aliran arus kematian yang gelap dan bergelora, dan yang menuntun engkau dengan selamat sampai ke pantai surgawi, dan memberikan engkau tempat bersama-sama dengan Dia di surga sepanjang masa [Efesus 2:6]. Pergilah, anak tertindas yang sedih, dan ceritakan segala rahasiamu kepada Sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara [Amsal 18:24]. Percayakan segala kekhawatiranmu kepada Dia yang tidak pernah dapat diambil dari engkau, yang tidak akan pernah meninggalkan engkau, dan yang tidak akan membiarkan engkau meninggalkan-Nya, yaitu \u201cYesus Kristus yang tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.\u201d [Ibrani 13:8] \u201cKetahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa,\u201d perkataan itu cukup untuk jiwaku hidup, biarpun orang meninggalkan aku. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Adalah baik bahwa ada Seorang yang selalu sama, dan selalu menyertai kita. Adalah baik bahwa ada satu batu karang yang kokoh di tengah-tengah ombak laut kehidupan. O jiwaku, jangan berikan kasih sayangmu kepada harta karun yang berkarat, rusak oleh ngengat, dan membusuk, namun tetapkanlah hatimu kepada Dia yang tinggal selamanya setia kepadamu. Jangan mendirikan rumahmu di atas dunia penuh tipu yang seperti pasir hisap, namun bangunlah pengharapanmu di atas batu karang itu, yang di tengah-tengah turunnya hujan dan gemuruh banjir, tetap berdiri teguh tak tergoyahkan [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Matius%207:24-27\">Matius 7:24-27<\/a>]. Jiwaku, aku memerintahkan engkau, taruhlah harta karunmu di satu-satunya almari yang aman; simpanlah permata-permatamu di tempat engkau tidak bisa kehilangan. Letakkan segala milikmu di dalam Kristus; berikan segala kasih sayangmu kepada pribadi-Nya, segala harapanmu dalam jasa-Nya, segala kepercayaanmu dalam darah-Nya yang mujarab, segala sukacitamu dalam kehadiran-Nya, dengan begitu engkau dapat menertawakan kerugian dan menantang kehancuran. Ingatlah bahwa segala bunga di taman dunia ini lenyap bergiliran, dan akan tiba harinya di saat tidak ada yang tersisa selain bumi yang gelap dan dingin. Hitamnya maut akan segera memadamkan lilinmu. Oh! betapa manisnya memiliki cahaya matahari ketika lilin padam! Banjir gelap harus segera mengalir di antara engkau dan segala kepunyaanmu; maka suntingkan hatimu kepada Dia yang tidak akan pernah meninggalkan engkau; percayakan dirimu kepada Dia yang akan pergi bersama engkau melewati aliran arus kematian yang gelap dan bergelora, dan yang menuntun engkau dengan selamat sampai ke pantai surgawi, dan memberikan engkau tempat bersama-sama dengan Dia di surga sepanjang masa [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Efesus%202:6\">Efesus 2:6<\/a>]. Pergilah, anak tertindas yang sedih, dan ceritakan segala rahasiamu kepada Sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Amsal%2018:24\">Amsal 18:24<\/a>]. Percayakan segala kekhawatiranmu kepada Dia yang tidak pernah dapat diambil dari engkau, yang tidak akan pernah meninggalkan engkau, dan yang tidak akan membiarkan engkau meninggalkan-Nya, yaitu \u201cYesus Kristus yang tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.\u201d [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Ibrani%2013:8\">Ibrani 13:8<\/a>] \u201cKetahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa,\u201d perkataan itu cukup untuk jiwaku hidup, biarpun orang meninggalkan aku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Adalah baik bahwa ada Seorang yang selalu sama, dan selalu menyertai kita. Adalah baik bahwa ada satu batu karang yang kokoh di tengah-tengah ombak laut kehidupan. O jiwaku, jangan berikan kasih sayangmu kepada harta karun yang berkarat, rusak oleh ngengat, dan membusuk, namun tetapkanlah hatimu kepada Dia yang tinggal selamanya setia kepadamu. Jangan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-34918","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"34","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34918","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34918"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34918\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69000,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34918\/revisions\/69000"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34918"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34918"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34918"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}