{"id":34920,"date":"2026-05-12T18:15:32","date_gmt":"2026-05-12T11:15:32","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/yosafat-membuat-kapal-kapal-tarsis-untuk-pergi-ke-ofir-mengambil-emas-tetapi-kapal-kapal-itu-tidak-jadi-pergi-ke-sana-sebab-kapal-kapal-itu-pecah-di-ezion-geber-1-raja-raja-2248\/"},"modified":"2026-05-12T18:15:33","modified_gmt":"2026-05-12T11:15:33","slug":"yosafat-membuat-kapal-kapal-tarsis-untuk-pergi-ke-ofir-mengambil-emas-tetapi-kapal-kapal-itu-tidak-jadi-pergi-ke-sana-sebab-kapal-kapal-itu-pecah-di-ezion-geber-1-raja-raja-2248","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/yosafat-membuat-kapal-kapal-tarsis-untuk-pergi-ke-ofir-mengambil-emas-tetapi-kapal-kapal-itu-tidak-jadi-pergi-ke-sana-sebab-kapal-kapal-itu-pecah-di-ezion-geber-1-raja-raja-2248\/","title":{"rendered":"Dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya. [Yohanes 14:21]"},"content":{"rendered":"<button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id - Tuhan Yesus memberi wahyu khusus tentang diri-Nya kepada umat-Nya. Andaikata Kitab Suci tidak menyatakan ini, ada banyak anak Allah yang dapat memberi saksi tentang kebenaran itu dari pengalaman mereka sendiri. Mereka telah mendapat penyataan Tuhan dan Juruselamat mereka Yesus Kristus dengan cara yang khas, lebih daripada yang bisa didapatkan dari pembacaan atau pendengaran belaka. Dalam biografi orang suci yang agung, engkau akan menemukan banyak peristiwa di mana Yesus berkenan melalui cara yang sangat spesial berbicara kepada jiwa mereka, dan mengungkapkan keajaiban pribadi-Nya; ya, bahkan jiwa mereka tenggelam dalam kebahagiaan sampai-sampai mereka mengira diri mereka berada di surga, walaupun mereka tidak di surga, tetapi mereka berada di ambang pintunya\u2014sebab ketika Yesus menyatakan diri-Nya kepada umat-Nya, itulah surga di atas bumi; itulah firdaus dalam wujud embrio; itulah kebahagiaan. Penyataan utama Kristus melaksanakan suatu pengaruh suci pada hati orang percaya. Salah satu pengaruhnya adalah kerendahan hati. Jika seorang berkata, \u201cAku pernah memiliki pemberitaan rohani begini begitu, betapa hebat diriku,\u201d sebenarnya dia belum pernah memiliki suatu persekutuan dengan Yesus sama sekali; sebab \u201cIa melihat orang yang hina, dan mengenal orang yang sombong dari jauh.\u201d [Mazmur 138:6] Dia tidak harus datang ke dekat mereka untuk mengenal mereka, dan tidak akan pernah memberi mereka suatu kunjungan cinta kasih. Efek lainnya adalah kebahagiaan; sebab dalam kehadiran Allah ada sukacita selama-lamanya. Berikutnya pasti kesucian. Seorang yang tanpa kesucian tidak pernah mengalami penyataan ini. Beberapa orang mengaku memiliki banyak; tapi kita tidak boleh percaya siapa pun kecuali kita lihat bahwa perbuatannya seimbang dengan perkataannya. \u201cJangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan.\u201d [Galatia 6:7] Dia tidak akan memberi nikmat-Nya kepada orang fasik; sebab Allah tidak menolak orang yang saleh, dan Ia tidak memegang tangan orang yang berbuat jahat [Ayub 8:20]. Jadi akan ada tiga efek dari keakraban dengan Yesus\u2014kerendahan hati, kebahagiaan, dan kesucian. Kiranya Allah memberikannya kepadamu, hai orang Kristen! RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    \n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Tuhan Yesus memberi wahyu khusus tentang diri-Nya kepada umat-Nya. Andaikata Kitab Suci tidak menyatakan ini, ada banyak anak Allah yang dapat memberi saksi tentang kebenaran itu dari pengalaman mereka sendiri. Mereka telah mendapat penyataan Tuhan dan Juruselamat mereka Yesus Kristus dengan cara yang khas, lebih daripada yang bisa didapatkan dari pembacaan atau pendengaran belaka. Dalam biografi orang suci yang agung, engkau akan menemukan banyak peristiwa di mana Yesus berkenan melalui cara yang sangat spesial berbicara kepada jiwa mereka, dan mengungkapkan keajaiban pribadi-Nya; ya, bahkan jiwa mereka tenggelam dalam kebahagiaan sampai-sampai mereka mengira diri mereka berada di surga, walaupun mereka tidak di surga, tetapi mereka berada di ambang pintunya\u2014sebab ketika Yesus menyatakan diri-Nya kepada umat-Nya, itulah surga di atas bumi; itulah firdaus dalam wujud embrio; itulah kebahagiaan. Penyataan utama Kristus melaksanakan suatu pengaruh suci pada hati orang percaya. Salah satu pengaruhnya adalah <i>kerendahan hati<\/i>. Jika seorang berkata, \u201cAku pernah memiliki pemberitaan rohani begini begitu, betapa hebat diriku,\u201d sebenarnya dia belum pernah memiliki suatu persekutuan dengan Yesus sama sekali; sebab \u201cIa melihat orang yang hina, dan mengenal orang yang sombong <i>dari jauh<\/i>.\u201d [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%20138:6\">Mazmur 138:6<\/a>] Dia tidak harus datang ke dekat mereka untuk mengenal mereka, dan tidak akan pernah memberi mereka suatu kunjungan cinta kasih. Efek lainnya adalah <i>kebahagiaan<\/i>; sebab dalam kehadiran Allah ada sukacita selama-lamanya. Berikutnya pasti <i>kesucian<\/i>. Seorang yang tanpa kesucian tidak pernah mengalami penyataan ini. Beberapa orang mengaku memiliki banyak; tapi kita tidak boleh percaya siapa pun kecuali kita lihat bahwa perbuatannya seimbang dengan perkataannya. \u201cJangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan.\u201d [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Galatia%206:7\">Galatia 6:7<\/a>] Dia tidak akan memberi nikmat-Nya kepada orang fasik; sebab Allah tidak menolak orang yang saleh, dan Ia tidak memegang tangan orang yang berbuat jahat [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Ayub%208:20\">Ayub 8:20<\/a>]. Jadi akan ada tiga efek dari keakraban dengan Yesus\u2014kerendahan hati, kebahagiaan, dan kesucian. Kiranya Allah memberikannya kepadamu, hai orang Kristen!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Tuhan Yesus memberi wahyu khusus tentang diri-Nya kepada umat-Nya. Andaikata Kitab Suci tidak menyatakan ini, ada banyak anak Allah yang dapat memberi saksi tentang kebenaran itu dari pengalaman mereka sendiri. Mereka telah mendapat penyataan Tuhan dan Juruselamat mereka Yesus Kristus dengan cara yang khas, lebih daripada yang bisa didapatkan dari pembacaan atau pendengaran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-34920","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"30","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34920","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34920"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34920\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69002,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34920\/revisions\/69002"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34920"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34920"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34920"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}