{"id":34948,"date":"2026-05-16T18:15:31","date_gmt":"2026-05-16T11:15:31","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dan-aku-melihat-sesungguhnya-anak-domba-berdiri-di-bukit-sion-wahyu-141\/"},"modified":"2026-05-16T18:15:32","modified_gmt":"2026-05-16T11:15:32","slug":"dan-aku-melihat-sesungguhnya-anak-domba-berdiri-di-bukit-sion-wahyu-141","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dan-aku-melihat-sesungguhnya-anak-domba-berdiri-di-bukit-sion-wahyu-141\/","title":{"rendered":"Yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. [1 Timotius 6:17]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Tuhan kita Yesus selalu memberi, dan sekali pun tidak pernah Dia menarik tangan-Nya. Selama ada perangkat anugerah yang belum terisi penuh, minyak Allah tidak akan berhenti tertuang. Dia seperti matahari yang selalu bersinar; Dialah mana yang selalu turun di sekitar perkemahan; Dialah batu karang di padang gurun, yang selalu menyemburkan air dari sisinya yang dipukul [Keluaran 17:6]; hujan anugerah-Nya selalu tercurah; sungai berkat-Nya selalu mengalir, dan sumur kasih-Nya terus-menerus meluap. Sebagaimana Sang Raja tidak bisa mati, anugerah-Nya tidak pernah berhenti. Setiap hari kita memetik buah-Nya, dan setiap hari ranting-Nya merunduk ke tangan kita dengan rahmat yang baru. Ada tujuh hari pesta dalam setiap minggu-Nya, dan ada begitu banyak perjamuan yang diadakan dalam tahun-tahun-Nya. Siapa yang pernah kembali dari pintu-Nya tanpa diberkati? Siapa yang pernah bangkit berdiri dari meja-Nya dengan tidak puas, atau dari pelukan-Nya tanpa berbahagia? Rahmat-Nya baru setiap pagi dan segar setiap malam [Ratapan 3:22-23]. Siapa yang bisa menghitung kebaikan-Nya, atau mengingat semua berkat-Nya? Setiap butir pasir yang terjatuh dari jam pasir masih terlalu lambat mengikuti bermacam-macam kemurahan-Nya. Sayap jam-jam kita dilapisi oleh perak kebaikan-Nya, dan oleh emas kasih sayang-Nya. Sungai waktu membawa kemurahan-Nya turun dari gunung kekekalan. Bintang-bintang yang tak terhitung hanyalah merupakan pembawa panji-panji berkat-Nya yang lebih tak terhitung lagi. Siapakah yang menghitung debu berkat yang Dia berikan kepada Yakub, dan siapakah yang dapat membilang bondongan-bondongan Israel? [Bilangan 23:10] Bagaimanakah jiwaku bisa meninggikan Dia yang setiap hari memenuhi kita sarat dengan berkat, dan yang memahkotai kita dengan kasih dan kebaikan-Nya? O, biarlah pujianku bisa mengalir tanpa henti seperti berkat-Nya! O lidah celaka, bagaimana mungkin engkau terdiam? Bangunlah, kumohon, kalau tidak engkau bukan lagi kemuliaanku, melainkan nodaku. &quot;Bangunlah, hai gambus dan kecapi, aku mau membangunkan fajar.&quot; [Mazmur 108:3] RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\" data-rvtts-brand-url=\"https:\/\/responsivevoice.org\/?utm_source=wordpress-plugin&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=powered-by\" data-rvtts-brand-label=\"Powered by ResponsiveVoice\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Tuhan kita Yesus selalu memberi, dan sekali pun tidak pernah Dia menarik tangan-Nya. Selama ada perangkat anugerah yang belum terisi penuh, minyak Allah tidak akan berhenti tertuang. Dia seperti matahari yang selalu bersinar; Dialah mana yang selalu turun di sekitar perkemahan; Dialah batu karang di padang gurun, yang selalu menyemburkan air dari sisinya yang dipukul [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Keluaran%2017:6\">Keluaran 17:6<\/a>]; hujan anugerah-Nya selalu tercurah; sungai berkat-Nya selalu mengalir, dan sumur kasih-Nya terus-menerus meluap. Sebagaimana Sang Raja tidak bisa mati, anugerah-Nya tidak pernah berhenti. Setiap hari kita memetik buah-Nya, dan setiap hari ranting-Nya merunduk ke tangan kita dengan rahmat yang baru. Ada tujuh hari pesta dalam setiap minggu-Nya, dan ada begitu banyak perjamuan yang diadakan dalam tahun-tahun-Nya. Siapa yang pernah kembali dari pintu-Nya tanpa diberkati? Siapa yang pernah bangkit berdiri dari meja-Nya dengan tidak puas, atau dari pelukan-Nya tanpa berbahagia? Rahmat-Nya baru setiap pagi dan segar setiap malam [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Ratapan%203:22-23\">Ratapan 3:22-23<\/a>]. Siapa yang bisa menghitung kebaikan-Nya, atau mengingat semua berkat-Nya? Setiap butir pasir yang terjatuh dari jam pasir masih terlalu lambat mengikuti bermacam-macam kemurahan-Nya. Sayap jam-jam kita dilapisi oleh perak kebaikan-Nya, dan oleh emas kasih sayang-Nya. Sungai waktu membawa kemurahan-Nya turun dari gunung kekekalan. Bintang-bintang yang tak terhitung hanyalah merupakan pembawa panji-panji berkat-Nya yang lebih tak terhitung lagi. Siapakah yang menghitung debu berkat yang Dia berikan kepada Yakub, dan siapakah yang dapat membilang bondongan-bondongan Israel? [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Bilangan%2023:10\">Bilangan 23:10<\/a>] Bagaimanakah jiwaku bisa meninggikan Dia yang setiap hari memenuhi kita sarat dengan berkat, dan yang memahkotai kita dengan kasih dan kebaikan-Nya? O, biarlah pujianku bisa mengalir tanpa henti seperti berkat-Nya! O lidah celaka, bagaimana mungkin engkau terdiam? Bangunlah, kumohon, kalau tidak engkau bukan lagi kemuliaanku, melainkan nodaku. &#8220;Bangunlah, hai gambus dan kecapi, aku mau membangunkan fajar.&#8221; [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%20108:3\">Mazmur 108:3<\/a>]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Tuhan kita Yesus selalu memberi, dan sekali pun tidak pernah Dia menarik tangan-Nya. Selama ada perangkat anugerah yang belum terisi penuh, minyak Allah tidak akan berhenti tertuang. Dia seperti matahari yang selalu bersinar; Dialah mana yang selalu turun di sekitar perkemahan; Dialah batu karang di padang gurun, yang selalu menyemburkan air dari sisinya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-34948","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","comment_count":0,"views":"44","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34948","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34948"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34948\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69010,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34948\/revisions\/69010"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34948"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34948"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34948"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}