{"id":34965,"date":"2026-05-17T18:15:35","date_gmt":"2026-05-17T11:15:35","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/jadi-masih-tersedia-suatu-hari-perhentian-hari-ketujuh-bagi-umat-allah-ibrani-49\/"},"modified":"2026-05-17T18:15:36","modified_gmt":"2026-05-17T11:15:36","slug":"jadi-masih-tersedia-suatu-hari-perhentian-hari-ketujuh-bagi-umat-allah-ibrani-49","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/jadi-masih-tersedia-suatu-hari-perhentian-hari-ketujuh-bagi-umat-allah-ibrani-49\/","title":{"rendered":"Hidup sama seperti Kristus telah hidup. [1 Yohanes 2:6]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Mengapakah orang Kristen harus meniru Yesus? Untuk kebaikan mereka sendiri. Jika mereka ingin berada dalam keadaan jiwa yang sehat\u2014jika mereka ingin lepas dari sakit dosa, dan menikmati tenaga dari anugerah yang bertumbuh, hendaklah Yesus menjadi teladan mereka. Demi kebahagiaan mereka sendiri, jika ingin minum anggur tersuling di bawah rindangan; jika mereka ingin menikmati persekutuan kudus dan bahagia bersama Yesus; jika mereka ingin diangkat di atas kesusahan dan kekhawatiran dunia ini, biarlah mereka hidup sama seperti Kristus telah hidup. Tidak ada yang bisa lebih membantu engkau berjalan ke surga dengan kecepatan penuh selain mengenakan gambar Yesus di hatimu untuk mengarahkan segala tindakannya. Ketika dengan kekuatan Roh Kudus engkau dimampukan untuk berjalan bersama Yesus mengikuti langkah kaki-Nya, barulah engkau menjadi paling berbahagia, dan paling dikenal sebagai anak-anak Allah. Mengikuti dari jauh seperti Petrus tidak mudah dan tidak aman [Matius 26:58]. Selanjutnya, demi agama, berusahalah untuk menjadi seperti Yesus. Ah, agama yang malang, engkau telah ditembaki oleh musuh-musuh yang kejam, tetapi luka dari musuh-musuhmu tidak sampai setengah bahayanya dari yang disebabkan kawan-kawanmu. Siapa yang melukai engkau oleh tangan yang menyebut diri kesalehan? Profesor yang memakai pisau kemunafikan. Orang yang dengan berpura-pura masuk ke dalam kawanan, yaitu si serigala berbulu domba, lebih menyusahkan kawanan domba itu daripada singa yang di luar. Tidak ada senjata yang lebih mematikan daripada sebuah ciuman Yudas. Pengajar agama yang tidak konsisten lebih melukai Injil daripada kritikus pencemooh atau orang-orang bejat. Tetapi, terutama demi Kristus, tirulah teladan-Nya. Hai orang Kristen, apakah engkau mencintai Juruselamatmu? Apakah nama-Nya berharga bagimu? Apakah pekerjaan-Nya dekat di hatimu? Apakah engkau ingin melihat kerajaan-kerajaan dunia menjadi milik-Nya? Apakah engkau menginginkan Dia dipermuliakan? Apakah engkau rindu jiwa-jiwa dimenangkan untuk-Nya? Jika ya, tirulah Yesus; jadilah &quot;surat Kristus, yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.&quot; [2 Korintus 3:2] RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Mengapakah orang Kristen harus meniru Yesus? Untuk <i>kebaikan mereka sendiri<\/i>. Jika mereka ingin berada dalam keadaan jiwa yang sehat\u2014jika mereka ingin lepas dari sakit dosa, dan menikmati tenaga dari anugerah yang bertumbuh, hendaklah Yesus menjadi teladan mereka. Demi kebahagiaan mereka sendiri, jika ingin minum anggur tersuling di bawah rindangan; jika mereka ingin menikmati persekutuan kudus dan bahagia bersama Yesus; jika mereka ingin diangkat di atas kesusahan dan kekhawatiran dunia ini, biarlah mereka hidup sama seperti Kristus telah hidup. Tidak ada yang bisa lebih membantu engkau berjalan ke surga dengan kecepatan penuh selain mengenakan gambar Yesus di hatimu untuk mengarahkan segala tindakannya. Ketika dengan kekuatan Roh Kudus engkau dimampukan untuk berjalan bersama Yesus mengikuti langkah kaki-Nya, barulah engkau menjadi paling berbahagia, dan paling dikenal sebagai anak-anak Allah. Mengikuti dari jauh seperti Petrus tidak mudah dan tidak aman [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Matius%2026:58\">Matius 26:58<\/a>]. Selanjutnya, <i>demi agama<\/i>, berusahalah untuk menjadi seperti Yesus. Ah, agama yang malang, engkau telah ditembaki oleh musuh-musuh yang kejam, tetapi luka dari musuh-musuhmu tidak sampai setengah bahayanya dari yang disebabkan kawan-kawanmu. Siapa yang melukai engkau oleh tangan yang menyebut diri kesalehan? Profesor yang memakai pisau kemunafikan. Orang yang dengan berpura-pura masuk ke dalam kawanan, yaitu si serigala berbulu domba, lebih menyusahkan kawanan domba itu daripada singa yang di luar. Tidak ada senjata yang lebih mematikan daripada sebuah ciuman Yudas. Pengajar agama yang tidak konsisten lebih melukai Injil daripada kritikus pencemooh atau orang-orang bejat. Tetapi, terutama <i>demi Kristus<\/i>, tirulah teladan-Nya. Hai orang Kristen, apakah engkau mencintai Juruselamatmu? Apakah nama-Nya berharga bagimu? Apakah pekerjaan-Nya dekat di hatimu? Apakah engkau ingin melihat kerajaan-kerajaan dunia menjadi milik-Nya? Apakah engkau menginginkan Dia dipermuliakan? Apakah engkau rindu jiwa-jiwa dimenangkan untuk-Nya? Jika ya, <i>tirulah<\/i> Yesus; jadilah &#8220;surat Kristus, yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.&#8221; [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?2%20Korintus%203:2\">2 Korintus 3:2<\/a>]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Mengapakah orang Kristen harus meniru Yesus? Untuk kebaikan mereka sendiri. Jika mereka ingin berada dalam keadaan jiwa yang sehat\u2014jika mereka ingin lepas dari sakit dosa, dan menikmati tenaga dari anugerah yang bertumbuh, hendaklah Yesus menjadi teladan mereka. Demi kebahagiaan mereka sendiri, jika ingin minum anggur tersuling di bawah rindangan; jika mereka ingin menikmati [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-34965","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"54","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34965","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34965"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34965\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69013,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34965\/revisions\/69013"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34965"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34965"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34965"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}