{"id":34970,"date":"2026-05-19T18:15:37","date_gmt":"2026-05-19T11:15:37","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/habel-menjadi-gembala-kambing-domba-kejadian-42\/"},"modified":"2026-05-19T18:15:38","modified_gmt":"2026-05-19T11:15:38","slug":"habel-menjadi-gembala-kambing-domba-kejadian-42","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/habel-menjadi-gembala-kambing-domba-kejadian-42\/","title":{"rendered":"Aku melihat budak-budak menunggang kuda dan pembesar-pembesar berjalan kaki seperti budak-budak. [Pengkhotbah 10:7]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Pelunjak biasanya merampas kedudukan tertinggi, sedangkan mereka yang betul-betul agung berlalu di luar mata orang. Inilah teka-teki pemeliharaan, yang jawabannya suatu hari akan menyenangkan hati orang benar; tetapi hal ini umum terjadi, sehingga kita tidak boleh menggerutu bila hal demikian menimpa kita. Ketika Tuhan kita berjalan di atas bumi, meskipun Dia adalah Raja di atas segala raja di bumi, Ia berjalan melewati tapak jerih lelah dan pelayanan sebagai Pelayan segala pelayan, apa herannya jika para pengikut-Nya, yang hanyalah penguasa dalam daging, juga dipandang hina sebagai orang-orang rendahan dan menjijikkan? Dunia ini terjungkir balik, karena itulah yang terdahulu menjadi terakhir dan yang terakhir menjadi terdahulu. Lihatlah bagaimana anak-anak Iblis merajalela di dunia! Betapa sombongnya mereka! Lihatlah mereka mengangkat tinggi terompet mereka! Haman di hadapan raja, sedangkan Mordekhai duduk di gerbang; Daud mengembara di pegunungan sedangkan Saul berkuasa atas negaranya; Elia mengeluh dalam gua sedangkan Izebel berkoar di istana; tetapi siapakah yang ingin bertukar posisi dengan para pemberontak angkuh ini? dan di sisi lain, siapa yang tidak iri akan orang suci yang dilecehkan? Ketika roda berputar, mereka yang di paling bawah akan naik, dan yang paling tinggi turun. Sabarlah, hai orang percaya, kekekalan akan membenarkan segala kesalahan dalam waktu. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Pelunjak biasanya merampas kedudukan tertinggi, sedangkan mereka yang betul-betul agung berlalu di luar mata orang. Inilah teka-teki pemeliharaan, yang jawabannya suatu hari akan menyenangkan hati orang benar; tetapi hal ini umum terjadi, sehingga kita tidak boleh menggerutu bila hal demikian menimpa kita. Ketika Tuhan kita berjalan di atas bumi, meskipun Dia adalah Raja di atas segala raja di bumi, Ia berjalan melewati tapak jerih lelah dan pelayanan sebagai Pelayan segala pelayan, apa herannya jika para pengikut-Nya, yang hanyalah penguasa dalam daging, juga dipandang hina sebagai orang-orang rendahan dan menjijikkan? Dunia ini terjungkir balik, karena itulah yang terdahulu menjadi terakhir dan yang terakhir menjadi terdahulu. Lihatlah bagaimana anak-anak Iblis merajalela di dunia! Betapa sombongnya mereka! Lihatlah mereka mengangkat tinggi terompet mereka! Haman di hadapan raja, sedangkan Mordekhai duduk di gerbang; Daud mengembara di pegunungan sedangkan Saul berkuasa atas negaranya; Elia mengeluh dalam gua sedangkan Izebel berkoar di istana; tetapi siapakah yang ingin bertukar posisi dengan para pemberontak angkuh ini? dan di sisi lain, siapa yang tidak iri akan orang suci yang dilecehkan? Ketika roda berputar, mereka yang di paling bawah akan naik, dan yang paling tinggi turun. Sabarlah, hai orang percaya, kekekalan akan membenarkan segala kesalahan dalam waktu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Pelunjak biasanya merampas kedudukan tertinggi, sedangkan mereka yang betul-betul agung berlalu di luar mata orang. Inilah teka-teki pemeliharaan, yang jawabannya suatu hari akan menyenangkan hati orang benar; tetapi hal ini umum terjadi, sehingga kita tidak boleh menggerutu bila hal demikian menimpa kita. Ketika Tuhan kita berjalan di atas bumi, meskipun Dia adalah Raja [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-34970","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"35","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34970","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34970"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34970\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69018,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34970\/revisions\/69018"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34970"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34970"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34970"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}