{"id":34999,"date":"2026-05-23T18:15:41","date_gmt":"2026-05-23T11:15:41","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/sungguh-dialah-yang-akan-melepaskan-engkau-dari-jerat-penangkap-burung-mazmur-913\/"},"modified":"2026-05-23T18:15:41","modified_gmt":"2026-05-23T11:15:41","slug":"sungguh-dialah-yang-akan-melepaskan-engkau-dari-jerat-penangkap-burung-mazmur-913","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/sungguh-dialah-yang-akan-melepaskan-engkau-dari-jerat-penangkap-burung-mazmur-913\/","title":{"rendered":"TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! [Mazmur 138:8]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Teramat jelaslah bahwa keyakinan yang diungkapkan sang pemazmur adalah keyakinan ilahi. Dia tidak berkata, &quot;Aku punya cukup anugerah untuk menyelesaikannya bagiku\u2014imanku begitu kokoh sehingga tak mungkin goyah\u2014kasihku begitu hangat tidak mungkin menjadi dingin\u2014tekadku sangat teguh tidak ada yang dapat mengubahnya&quot;; tidak, dia bergantung hanya kepada TUHAN. Jika kita berpuas diri dengan keyakinan yang tidak berdasar pada Batu Zaman, keyakinan kita lebih buruk daripada mimpi, ia akan jatuh menimpa kita, dan puing-puingnya menimbun kita, sehingga kita penuh ratap dan galau. Semua rajutan alam akan diurai oleh waktu, sehingga mereka yang mengenakannya akan selamanya galau. Sang pemazmur berhikmat, dia bersandar hanya kepada pekerjaan TUHAN. Tuhanlah yang telah memulai pekerjaan baik dalam kita [Filipi 1:6]; Dialah yang telah melanjutkannya; dan jika bukan Dia yang menyelesaikannya, pekerjaan itu tidak akan pernah selesai. Jika ada satu saja rajutan di jubah kebenaran surgawi yang harus kita jahit sendiri, maka binasalah kita; tetapi inilah keyakinan kita, bahwa Allah yang memulai akan menyelesaikan. Dia telah mengerjakan segalanya, harus mengerjakan segalanya, dan akan mengerjakan segalanya. Keyakinan kita bukanlah dalam apa yang telah kita lakukan, bukan pula dalam apa yang kita tekadkan, tetapi sepenuhnya dalam apa yang akan Tuhan lakukan. Ketidakpercayaan berkata\u2014&quot;Engkau tidak akan pernah bisa bertahan. Lihatlah kejahatan hatimu, engkau tidak akan pernah menaklukkan dosa; ingatlah kenikmatan berdosa dan pencobaan dunia yang menyerangmu, engkau pastilah akan terpikat dan disesatkan olehnya.&quot; Ah! ya, kita memang akan binasa jika kita hanya berbekal kekuatan kita sendiri. Jika kita harus mengemudikan kapal kita yang rapuh melewati laut yang begitu ganas itu sendirian, sekalian saja kita putus asa dan menyerah; tetapi syukur kepada Allah, Dia akan menyelesaikannya bagi kita, dan membawa kita ke dalam pelabuhan kesukaan kita. [Mazmur 107:30] Kita tidak mungkin bersalah saat kita percaya Dia sepenuhnya, dan tidak akan pernah kita harus khawatir saat kita sedemikian mempercayai-Nya. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Teramat jelaslah bahwa keyakinan yang diungkapkan sang pemazmur adalah keyakinan ilahi. Dia tidak berkata, &#8220;<i>Aku<\/i> punya cukup anugerah untuk menyelesaikannya bagiku\u2014imanku begitu kokoh sehingga tak mungkin goyah\u2014kasihku begitu hangat tidak mungkin menjadi dingin\u2014tekadku sangat teguh tidak ada yang dapat mengubahnya&#8221;; tidak, dia bergantung hanya kepada TUHAN. Jika kita berpuas diri dengan keyakinan yang tidak berdasar pada Batu Zaman, keyakinan kita lebih buruk daripada mimpi, ia akan jatuh menimpa kita, dan puing-puingnya menimbun kita, sehingga kita penuh ratap dan galau. Semua rajutan alam akan diurai oleh waktu, sehingga mereka yang mengenakannya akan selamanya galau. Sang pemazmur berhikmat, dia bersandar hanya kepada pekerjaan <i>TUHAN<\/i>. Tuhanlah yang telah memulai pekerjaan baik dalam kita [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Filipi%201:6\">Filipi 1:6<\/a>]; Dialah yang telah melanjutkannya; dan jika bukan Dia yang menyelesaikannya, pekerjaan itu tidak akan pernah selesai. Jika ada satu saja rajutan di jubah kebenaran surgawi yang harus kita jahit sendiri, maka binasalah kita; tetapi inilah keyakinan kita, bahwa Allah yang memulai akan menyelesaikan. Dia <i>telah<\/i> mengerjakan segalanya, <i>harus<\/i> mengerjakan segalanya, dan <i>akan<\/i> mengerjakan segalanya. Keyakinan kita bukanlah dalam apa yang telah kita lakukan, bukan pula dalam apa yang kita tekadkan, tetapi sepenuhnya dalam apa yang akan <i>Tuhan<\/i> lakukan. Ketidakpercayaan berkata\u2014&#8221;Engkau tidak akan pernah bisa bertahan. Lihatlah kejahatan hatimu, engkau tidak akan pernah menaklukkan dosa; ingatlah kenikmatan berdosa dan pencobaan dunia yang menyerangmu, engkau pastilah akan terpikat dan disesatkan olehnya.&#8221; Ah! ya, kita memang akan binasa jika kita hanya berbekal kekuatan kita sendiri. Jika kita harus mengemudikan kapal kita yang rapuh melewati laut yang begitu ganas itu sendirian, sekalian saja kita putus asa dan menyerah; tetapi syukur kepada Allah, Dia akan menyelesaikannya bagi kita, dan membawa kita ke dalam pelabuhan kesukaan kita. [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%20107:30\">Mazmur 107:30<\/a>] Kita tidak mungkin bersalah saat kita percaya Dia sepenuhnya, dan tidak akan pernah kita harus khawatir saat kita <i>sedemikian mempercayai-Nya<\/i>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Teramat jelaslah bahwa keyakinan yang diungkapkan sang pemazmur adalah keyakinan ilahi. Dia tidak berkata, &#8220;Aku punya cukup anugerah untuk menyelesaikannya bagiku\u2014imanku begitu kokoh sehingga tak mungkin goyah\u2014kasihku begitu hangat tidak mungkin menjadi dingin\u2014tekadku sangat teguh tidak ada yang dapat mengubahnya&#8221;; tidak, dia bergantung hanya kepada TUHAN. Jika kita berpuas diri dengan keyakinan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-34999","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"46","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34999","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34999"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34999\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69026,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34999\/revisions\/69026"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34999"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34999"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34999"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}