{"id":35014,"date":"2026-05-24T18:15:44","date_gmt":"2026-05-24T11:15:44","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-hendak-menyebut-nyebut-perbuatan-kasih-setia-tuhan-perbuatan-tuhan-yang-masyhur-sesuai-dengan-segala-yang-dilakukan-tuhan-kepada-kita-yesaya-637\/"},"modified":"2026-05-24T18:15:45","modified_gmt":"2026-05-24T11:15:45","slug":"aku-hendak-menyebut-nyebut-perbuatan-kasih-setia-tuhan-perbuatan-tuhan-yang-masyhur-sesuai-dengan-segala-yang-dilakukan-tuhan-kepada-kita-yesaya-637","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-hendak-menyebut-nyebut-perbuatan-kasih-setia-tuhan-perbuatan-tuhan-yang-masyhur-sesuai-dengan-segala-yang-dilakukan-tuhan-kepada-kita-yesaya-637\/","title":{"rendered":"Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku. [Mazmur 66:20]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Ketika kita mengingat kembali watak doa kita, jika kita jujur, kita akan heran betapa Allah telah menjawab semuanya. Mungkin ada orang yang merasa doanya layak diterima\u2014seperti kaum Farisi; tetapi orang Kristen sejati, saat mengingat kembali dalam pandangan yang cerah, meratapi doa-doanya, dan jika saja dia bisa menapaki ke belakang, dia akan ingin berdoa lebih sungguh-sungguh. Ingatlah, hai orang Kristen, betapa dingin doa-doamu. Dalam ruang doamu engkau seharusnya bergulat seperti Yakub; tetapi permohonanmu terlalu lemah dan sedikit\u2014jauh berbeda dari iman yang rendah hati, percaya, dan bertekun, yang berseru, &quot;Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.&quot; [Kejadian 32:26] Tetapi, sungguh ajaib, Allah telah mendengar doa-doamu yang dingin itu, dan bukan hanya telah mendengar, Dia telah menjawab. Renungkanlah juga, betapa jarangnya doamu, kecuali engkau sedang dalam masalah, baru pada saat itu engkau menghampiri tutup tabut perjanjian: tetapi ketika engkau dibebaskan, ke manakah perginya permohonanmu yang tidak henti-hentinya itu? Namun, sekalipun engkau telah berhenti berdoa sedemikian, Allah tidak berhenti memberkati. Ketika engkau mengabaikan tutup tabut perjanjian, Allah tidak meninggalkannya, tetapi terang cahaya keberadaan Allah selalu terlihat di antara sayap-sayap kerubim. Oh! betapa menakjubkan bahwa Tuhan masih mengindahkan kita yang minta kepada-Nya kadang-kadang saja seiring datang dan perginya kebutuhan kita. Allah apakah Dia, yang bersedia mendengarkan doa mereka yang hanya datang ketika punya kebutuhan mendesak, tetapi meninggalkan-Nya ketika mereka telah menerima berkat; yang mendatangi Dia ketika terpaksa, tetapi yang hampir lupa memanggil Dia saat berkat melimpah dan dukacita sedikit. Biarlah keanggunan kebaikan-Nya dalam mendengarkan doa-doa semacam itu menyentuh hati kita, supaya kita mulai sekarang &quot;berdoa dan memohon setiap waktu di dalam Roh.&quot; [Efesus 6:18] RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Ketika kita mengingat kembali watak doa kita, jika kita jujur, kita akan heran betapa Allah telah menjawab semuanya. Mungkin ada orang yang merasa doanya layak diterima\u2014seperti kaum Farisi; tetapi orang Kristen sejati, saat mengingat kembali dalam pandangan yang cerah, meratapi doa-doanya, dan jika saja dia bisa menapaki ke belakang, dia akan ingin berdoa lebih sungguh-sungguh. Ingatlah, hai orang Kristen, betapa <i>dingin<\/i> doa-doamu. Dalam ruang doamu engkau seharusnya bergulat seperti Yakub; tetapi permohonanmu terlalu lemah dan sedikit\u2014jauh berbeda dari iman yang rendah hati, percaya, dan bertekun, yang berseru, &#8220;Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.&#8221; [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Kejadian%2032:26\">Kejadian 32:26<\/a>] Tetapi, sungguh ajaib, Allah telah mendengar doa-doamu yang dingin itu, dan bukan hanya telah mendengar, Dia telah menjawab. Renungkanlah juga, betapa <i>jarang<\/i>nya doamu, kecuali engkau sedang dalam masalah, <i>baru pada saat itu<\/i> engkau menghampiri tutup tabut perjanjian: tetapi ketika engkau dibebaskan, ke manakah perginya permohonanmu yang tidak henti-hentinya itu? Namun, sekalipun engkau telah berhenti berdoa sedemikian, Allah tidak berhenti memberkati. Ketika engkau mengabaikan tutup tabut perjanjian, Allah tidak meninggalkannya, tetapi terang cahaya keberadaan Allah selalu terlihat di antara sayap-sayap kerubim. Oh! betapa menakjubkan bahwa Tuhan masih mengindahkan kita yang minta kepada-Nya kadang-kadang saja seiring datang dan perginya kebutuhan kita. Allah apakah Dia, yang bersedia mendengarkan doa mereka yang hanya datang ketika punya kebutuhan mendesak, tetapi meninggalkan-Nya ketika mereka telah menerima berkat; yang mendatangi Dia ketika terpaksa, tetapi yang hampir lupa memanggil Dia saat berkat melimpah dan dukacita sedikit. Biarlah keanggunan kebaikan-Nya dalam mendengarkan doa-doa semacam itu menyentuh hati kita, supaya kita mulai sekarang &#8220;berdoa dan memohon setiap waktu di dalam Roh.&#8221; [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Efesus%206:18\">Efesus 6:18<\/a>]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Ketika kita mengingat kembali watak doa kita, jika kita jujur, kita akan heran betapa Allah telah menjawab semuanya. Mungkin ada orang yang merasa doanya layak diterima\u2014seperti kaum Farisi; tetapi orang Kristen sejati, saat mengingat kembali dalam pandangan yang cerah, meratapi doa-doanya, dan jika saja dia bisa menapaki ke belakang, dia akan ingin berdoa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-35014","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"46","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35014","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35014"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35014\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69028,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35014\/revisions\/69028"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35014"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35014"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35014"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}