{"id":35033,"date":"2026-05-25T18:15:49","date_gmt":"2026-05-25T11:15:49","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/bapamu-yang-di-sorga-matius-626\/"},"modified":"2026-05-25T18:15:50","modified_gmt":"2026-05-25T11:15:50","slug":"bapamu-yang-di-sorga-matius-626","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/bapamu-yang-di-sorga-matius-626\/","title":{"rendered":"Jangan tinggalkan aku, ya TUHAN. [Mazmur 38:21]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Sering kali kita berdoa agar Allah tidak meninggalkan kita pada saat-saat ujian dan pencobaan, tetapi sering kali kita lupa bahwa kita harus menggunakan doa ini setiap saat. Tidak ada saat dalam hidup kita, sesuci apapun, yang di dalamnya kita bisa hidup tanpa topangan-Nya yang konstan. Di dalam terang atau di dalam gelap, di dalam persekutuan atau di dalam cobaan, kita sama-sama perlu doa ini, \u201cJangan tinggalkan aku, ya TUHAN.\u201d \u201cSokonglah aku, supaya aku selamat.\u201d [Mazmur 119:117]. Seorang anak kecil, ketika belajar berjalan, selalu perlu bantuan perawat. Kapal yang ditinggalkan pengemudi langsung bergerak melenceng. Kita tidak bisa hidup tanpa topangan yang terus-menerus dari atas; maka jadikanlah ini doamu hari ini: \u201cJangan tinggalkan aku. Bapa, jangan tinggalkan anak-Mu, supaya ia tidak jatuh ke dalam tangan musuh. Gembala, jangan tinggalkan domba-Mu, supaya ia tidak keluar dari amannya kandang-Mu. Petani Agung, jangan tinggalkan tanaman-Mu, supaya ia tidak mati dan layu. \u2018Jangan tinggalkan aku, ya TUHAN,\u2019 sekarang; dan jangan tinggalkan aku dalam setiap saat di hidupku. Jangan tinggalkan aku di dalam sukacitaku, supaya jangan hatiku diserap olehnya. Jangan tinggalkan aku dalam saat duka, supaya aku tidak bersungut-sungut kepada-Mu. Jangan tinggalkan aku pada hari aku bertobat, supaya aku tidak kehilangan pengharapan akan pengampunan, dan jatuh ke dalam keputusasaan; dan jangan tinggalkan aku pada hari aku memiliki iman yang paling kuat, supaya iman tidak merosot menjadi sok tahu. Jangan tinggalkan aku, karena tanpa-Mu aku lemah, tetapi bersama-Mu aku kuat. Jangan tinggalkan aku, karena jalanku berbahaya, dan penuh jerat, dan aku tidak dapat jalan tanpa petunjuk-Mu. Induk ayam tidak meninggalkan anak-anaknya; terlebih lagi tutupilah aku dengan bulu-Mu, dan izinkanlah aku tinggal di bawah sayap-Mu sebagai perlindunganku. &#039;Janganlah jauh dari padaku, ya TUHAN, sebab kesusahan telah dekat, dan tidak ada yang menolong.&#039; [Mazmur 22:11] &#039;Janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku!&#039; [Mazmur 27:9] RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Sering kali kita berdoa agar Allah tidak meninggalkan kita pada saat-saat ujian dan pencobaan, tetapi sering kali kita lupa bahwa kita harus menggunakan doa ini <i>setiap saat<\/i>. Tidak ada saat dalam hidup kita, sesuci apapun, yang di dalamnya kita bisa hidup tanpa topangan-Nya yang konstan. Di dalam terang atau di dalam gelap, di dalam persekutuan atau di dalam cobaan, kita sama-sama perlu doa ini, \u201cJangan tinggalkan aku, ya TUHAN.\u201d \u201cSokonglah aku, supaya aku selamat.\u201d [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%20119:117\">Mazmur 119:117<\/a>]. Seorang anak kecil, ketika belajar berjalan, selalu perlu bantuan perawat. Kapal yang ditinggalkan pengemudi langsung bergerak melenceng. Kita tidak bisa hidup tanpa topangan yang terus-menerus dari atas; maka jadikanlah ini doamu hari ini: \u201cJangan tinggalkan aku. Bapa, jangan tinggalkan anak-Mu, supaya ia tidak jatuh ke dalam tangan musuh. Gembala, jangan tinggalkan domba-Mu, supaya ia tidak keluar dari amannya kandang-Mu. Petani Agung, jangan tinggalkan tanaman-Mu, supaya ia tidak mati dan layu. \u2018Jangan tinggalkan aku, ya TUHAN,\u2019 sekarang; dan jangan tinggalkan aku dalam setiap saat di hidupku. Jangan tinggalkan aku di dalam sukacitaku, supaya jangan hatiku diserap olehnya. Jangan tinggalkan aku dalam saat duka, supaya aku tidak bersungut-sungut kepada-Mu. Jangan tinggalkan aku pada hari aku bertobat, supaya aku tidak kehilangan pengharapan akan pengampunan, dan jatuh ke dalam keputusasaan; dan jangan tinggalkan aku pada hari aku memiliki iman yang paling kuat, supaya iman tidak merosot menjadi sok tahu. Jangan tinggalkan aku, karena tanpa-Mu aku lemah, tetapi bersama-Mu aku kuat. Jangan tinggalkan aku, karena jalanku berbahaya, dan penuh jerat, dan aku tidak dapat jalan tanpa petunjuk-Mu. Induk ayam tidak meninggalkan anak-anaknya; terlebih lagi tutupilah aku dengan bulu-Mu, dan izinkanlah aku tinggal di bawah sayap-Mu sebagai perlindunganku. &#8216;Janganlah jauh dari padaku, ya TUHAN, sebab kesusahan telah dekat, dan tidak ada yang menolong.&#8217; [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%2022:11\">Mazmur 22:11<\/a>] &#8216;Janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku!&#8217; [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%2027:9\">Mazmur 27:9<\/a>]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Sering kali kita berdoa agar Allah tidak meninggalkan kita pada saat-saat ujian dan pencobaan, tetapi sering kali kita lupa bahwa kita harus menggunakan doa ini setiap saat. Tidak ada saat dalam hidup kita, sesuci apapun, yang di dalamnya kita bisa hidup tanpa topangan-Nya yang konstan. Di dalam terang atau di dalam gelap, di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-35033","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"35","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35033","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35033"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35033\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69032,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35033\/revisions\/69032"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35033"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35033"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35033"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}