{"id":35037,"date":"2026-05-27T18:15:41","date_gmt":"2026-05-27T11:15:41","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/kesempurnaan-dalam-kristus-kolose-128\/"},"modified":"2026-05-27T18:15:42","modified_gmt":"2026-05-27T11:15:42","slug":"kesempurnaan-dalam-kristus-kolose-128","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/kesempurnaan-dalam-kristus-kolose-128\/","title":{"rendered":"Demikianlah Mefiboset diam di Yerusalem, sebab ia tetap makan sehidangan dengan raja; adapun kedua kakinya timpang. [2 Samuel 9:13]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Mefiboset tidak memberikan keindahan yang agung pada meja raja, namun dia memiliki tempat yang turun-menurun di kerajaan Daud, karena di raut mukanya, raja bisa melihat Yonatan yang dikasihinya. Seperti Mefiboset, kita mungkin berseru kepada Raja Kemuliaan, &quot;Apakah hambamu ini, sehingga Engkau menghiraukan anjing mati seperti aku?&quot; [2 Samuel 9:8] akan tetapi Tuhan menjamu kita dengan persekutuan yang terakrab dengan-Nya, karena Dia melihat dalam penampilan kita Yesus yang sangat dikasihi-Nya. Umat Tuhan dikasihi oleh sebab Yesus. Begitu besar kasih Bapa kepada Anak tunggalnya, sehingga demi Anak-Nya Ia mengangkat saudara-saudara Anak-Nya dari kemiskinan dan pembuangan ke persahabatan sejati, jabatan yang mulia, dan perbekalan rajani. Kecacatan tidak menyebabkan mereka kehilangan hak-hak istimewa mereka. Orang lumpuh itu seorang pewaris sama seperti kalau ia dapat berlari seperti Asael. Meskipun kekuatan kita mungkin melemah, hak kita tidak. Meja raja adalah tempat persembunyian yang mulia bagi laki yang lumpuh, dan pada pesta injil kita belajar bermegah atas kelemahan, karena kuasa Kristus berada di atas kita. Namun cacat yang serius dapat merusak pribadi orang-orang kudus tercinta. Mefiboset berpesta bersama Daud, tetapi karena kedua kakinya begitu cacat, ia tidak dapat ikut bersama raja ketika raja melarikan diri dari kota, karena itu ia dirugikan dan dilukai hambanya Ziba. Orang-orang kudus yang memiliki iman yang lemah, dan pengetahuan yang sempit, adalah orang-orang yang rugi besar; mereka terbuka terhadap banyak musuh, dan tidak dapat mengikuti ke mana rajanya pergi. Penyakit ini sering kali muncul dari kejatuhan. Perawatan yang kurang baik di dalam kerohanian dini sering kali menyebabkan petobat jatuh ke dalam keputusasaan yang darinya mereka tidak dapat pulih, dan dosa pada kasus-kasus yang lain menyebabkan tulang-tulang yang patah. Tuhan, tolonglah orang lumpuh agar melompat seperti rusa [Yesaya 35:6], dan puaskanlah seluruh umat-Mu dengan hidangan dari meja-Mu! RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Mefiboset tidak memberikan keindahan yang agung pada meja raja, namun dia memiliki tempat yang turun-menurun di kerajaan Daud, karena di raut mukanya, raja bisa melihat Yonatan yang dikasihinya. Seperti Mefiboset, kita mungkin berseru kepada Raja Kemuliaan, &#8220;Apakah hambamu ini, sehingga Engkau menghiraukan anjing mati seperti aku?&#8221; [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?2%20Samuel%209:8\">2 Samuel 9:8<\/a>] akan tetapi Tuhan menjamu kita dengan persekutuan yang terakrab dengan-Nya, karena Dia melihat dalam penampilan kita Yesus yang sangat dikasihi-Nya. Umat Tuhan <i>dikasihi oleh sebab Yesus<\/i>. Begitu besar kasih Bapa kepada Anak tunggalnya, sehingga demi Anak-Nya Ia mengangkat saudara-saudara Anak-Nya dari kemiskinan dan pembuangan ke persahabatan sejati, jabatan yang mulia, dan perbekalan rajani. <i>Kecacatan tidak menyebabkan mereka kehilangan hak-hak istimewa mereka<\/i>. Orang lumpuh itu seorang pewaris sama seperti kalau ia dapat berlari seperti Asael. Meskipun kekuatan kita mungkin melemah, hak kita tidak. Meja raja adalah tempat persembunyian yang mulia bagi laki yang lumpuh, dan pada pesta injil kita belajar bermegah atas kelemahan, karena kuasa Kristus berada di atas kita. Namun <i>cacat yang serius dapat merusak pribadi orang-orang kudus tercinta<\/i>. Mefiboset berpesta bersama Daud, tetapi karena kedua kakinya begitu cacat, ia tidak dapat ikut bersama raja ketika raja melarikan diri dari kota, karena itu ia dirugikan dan dilukai hambanya Ziba. Orang-orang kudus yang memiliki iman yang lemah, dan pengetahuan yang sempit, adalah orang-orang yang rugi besar; mereka terbuka terhadap banyak musuh, dan tidak dapat mengikuti ke mana rajanya pergi. <i>Penyakit ini sering kali muncul dari kejatuhan<\/i>. Perawatan yang kurang baik di dalam kerohanian dini sering kali menyebabkan petobat jatuh ke dalam keputusasaan yang darinya mereka tidak dapat pulih, dan dosa pada kasus-kasus yang lain menyebabkan tulang-tulang yang patah. Tuhan, tolonglah orang lumpuh agar melompat seperti rusa [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yesaya%2035:6\">Yesaya 35:6<\/a>], dan puaskanlah seluruh umat-Mu dengan hidangan dari meja-Mu!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Mefiboset tidak memberikan keindahan yang agung pada meja raja, namun dia memiliki tempat yang turun-menurun di kerajaan Daud, karena di raut mukanya, raja bisa melihat Yonatan yang dikasihinya. Seperti Mefiboset, kita mungkin berseru kepada Raja Kemuliaan, &#8220;Apakah hambamu ini, sehingga Engkau menghiraukan anjing mati seperti aku?&#8221; [2 Samuel 9:8] akan tetapi Tuhan menjamu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-35037","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"22","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35037","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35037"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35037\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69036,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35037\/revisions\/69036"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35037"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35037"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35037"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}