{"id":35066,"date":"2026-05-30T18:15:35","date_gmt":"2026-05-30T11:15:35","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tuhan-keadilan-kita-yeremia-236\/"},"modified":"2026-05-30T18:15:36","modified_gmt":"2026-05-30T11:15:36","slug":"tuhan-keadilan-kita-yeremia-236","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tuhan-keadilan-kita-yeremia-236\/","title":{"rendered":"Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur. [Kidung Agung 2:15]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Duri yang kecil bisa menyebabkan penderitaan yang sangat. Awan yang kecil bisa menutupi matahari. Rubah-rubah kecil merusak kebun-kebun anggur; dan dosa-dosa kecil merusak hati yang lembut. Dosa-dosa kecil ini bersembunyi di dalam jiwa, dan memenuhinya dengan hal-hal yang dibenci Kristus, sehingga Ia tidak lagi mengadakan persekutuan dan hubungan yang nyaman dengan kita. Dosa besar tidak bisa menghancurkan seorang Kristen, tetapi dosa kecil bisa membuatnya menyedihkan. Yesus tidak akan berjalan bersama umat-Nya kecuali mereka membuang semua dosa yang mereka tahu. Ia berkata, \u201cJikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.\u201d [Yohanes 15:10] Beberapa orang Kristen sangat jarang menikmati kehadiran Juruselamat mereka. Bagaimana bisa begini? Tentunya adalah sebuah penderitaan bagi seorang anak kecil untuk terpisah dari ayahnya. Apakah engkau anak Allah, namun puas tanpa melihat wajah Bapa-mu? Apa! engkau mempelai Kristus, namun merasa puas tanpa kehadiran-Nya! Tentunya engkau sudah jatuh di kondisi yang menyedihkan, karena mempelai Kristus yang murni akan menangis bagaikan seekor merpati tanpa pasangannya, ketika pasangannya telah pergi. Maka bertanyalah, apa yang sudah menjauhkan Kristus dari engkau? Ia menyembunyikan wajah-Nya di belakang tembok dosa-dosamu. Tembok itu mungkin dibangun dari kerikil-kerikil kecil, semudah dari batu-batu besar. Laut terbuat dari tetesan-tetesan air; bebatuan terbuat dari butir-butir: dan laut yang memisahkan engkau dari Kristus mungkin diisi oleh dosa-dosa kecilmu; dan batu yang sudah meluluhlantakkan perahumu, mungkin terbentuk dari pekerjaan serangga-serangga kecil yang adalah dosa-dosa kecilmu. Kalau engkau mau hidup dengan Kristus, berjalan dengan Kristus, melihat Kristus, dan memiliki persekutuan dengan Kristus, belajarlah dari \u201crubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga.\u201d Yesus mengundang engkau untuk pergi bersama-Nya dan menghabisi rubah-rubah itu. Ia tentu akan, seperti Samson, segera mengambil rubah-rubah tersebut dengan mudahnya. Pergilah berburu bersama-Nya. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Duri yang kecil bisa menyebabkan penderitaan yang sangat. Awan yang kecil bisa menutupi matahari. Rubah-rubah kecil merusak kebun-kebun anggur; dan dosa-dosa kecil merusak hati yang lembut. Dosa-dosa kecil ini bersembunyi di dalam jiwa, dan memenuhinya dengan hal-hal yang dibenci Kristus, sehingga Ia tidak lagi mengadakan persekutuan dan hubungan yang nyaman dengan kita. Dosa besar tidak bisa menghancurkan seorang Kristen, tetapi dosa kecil bisa membuatnya menyedihkan. Yesus tidak akan berjalan bersama umat-Nya kecuali mereka membuang semua dosa yang mereka tahu. Ia berkata, \u201cJikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.\u201d [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yohanes%2015:10\">Yohanes 15:10<\/a>] Beberapa orang Kristen sangat jarang menikmati kehadiran Juruselamat mereka. Bagaimana bisa begini? Tentunya adalah sebuah penderitaan bagi seorang anak kecil untuk terpisah dari ayahnya. Apakah engkau anak Allah, namun puas tanpa melihat wajah Bapa-mu? Apa! engkau mempelai Kristus, namun merasa puas tanpa kehadiran-Nya! Tentunya engkau sudah jatuh di kondisi yang menyedihkan, karena mempelai Kristus yang murni akan menangis bagaikan seekor merpati tanpa pasangannya, ketika pasangannya telah pergi. Maka bertanyalah, apa yang sudah menjauhkan Kristus dari engkau? Ia menyembunyikan wajah-Nya di belakang tembok dosa-dosamu. Tembok itu mungkin dibangun dari kerikil-kerikil <i>kecil<\/i>, semudah dari batu-batu besar. Laut terbuat dari tetesan-tetesan air; bebatuan terbuat dari butir-butir: dan laut yang memisahkan engkau dari Kristus mungkin diisi oleh dosa-dosa kecilmu; dan batu yang sudah meluluhlantakkan perahumu, mungkin terbentuk dari pekerjaan serangga-serangga kecil yang adalah dosa-dosa kecilmu. Kalau engkau mau hidup dengan Kristus, berjalan dengan Kristus, melihat Kristus, dan memiliki persekutuan dengan Kristus, belajarlah dari \u201crubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga.\u201d Yesus mengundang engkau untuk pergi <i>bersama-Nya<\/i> dan menghabisi rubah-rubah itu. Ia tentu akan, seperti Samson, segera mengambil rubah-rubah tersebut dengan mudahnya. Pergilah berburu bersama-Nya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Duri yang kecil bisa menyebabkan penderitaan yang sangat. Awan yang kecil bisa menutupi matahari. Rubah-rubah kecil merusak kebun-kebun anggur; dan dosa-dosa kecil merusak hati yang lembut. Dosa-dosa kecil ini bersembunyi di dalam jiwa, dan memenuhinya dengan hal-hal yang dibenci Kristus, sehingga Ia tidak lagi mengadakan persekutuan dan hubungan yang nyaman dengan kita. Dosa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-35066","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"27","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35066","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35066"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35066\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69044,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35066\/revisions\/69044"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35066"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35066"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35066"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}