{"id":35111,"date":"2020-02-01T11:53:17","date_gmt":"2020-02-01T04:53:17","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=35111"},"modified":"2020-02-01T11:53:17","modified_gmt":"2020-02-01T04:53:17","slug":"pt-imip-bangun-gereja-sebagai-simbol-toleransi-beragama-di-morowali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/pt-imip-bangun-gereja-sebagai-simbol-toleransi-beragama-di-morowali\/","title":{"rendered":"PT IMIP bangun gereja sebagai simbol toleransi beragama di Morowali"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Sebuah gereja cukup megah yang dibangun dengan dana bantuan PT.Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dengan dana miliaran rupiah, diresmikan penggunaannya, Senin, sebagai simbol tingginya toleransi antarummat beragama di kawasan industri nikel terbesar di Asia tersebut. Gedung gereja ini berukuran 531 meter persegi di atas tanah seluar 2.900 meter persegi yang bisa menampung 1.000 orang jemaat dan akan dimanfaatkan secara oikumenis oleh berbagai denominasi gereja di wilayah itu. Gereja ini berdampingan dengan masjid Al Mu&#039;minin yang juga didirikan IMIP di Desa Labota, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali. Baca juga: Seribuan karyawan PT IMIP Morowali Sulteng hentikan mogok kerja Bupati Morowali Taslim meresmikan bangunan gedung gereja itu yang ditandai penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita disaksikan antara lain Ketua Forum Kerukunan Umar Bewragama (FKUB) Sulteng Prof Dr Zainal Abidin yang juga Ketua MUI Kota Palu. &quot;Rumah ibadah merupakan sebuah wadah di dalam membina kerohanian masyarakat. Masjid, gereja, pura dan lainnya, adalah sarana dalam membangun kerukunan, membangun persaudaraan dan membangun kedamaian untuk seluruh umat beragama,&quot; ujar Prof Zainal. Bagi Prof Zainal yang juga mantan Rektor IAIN Palu itu, pembangunan Gereja Oikoumene di Kawasan PT IMIP yang berdampingan dengan Masjid Al Mu&#039;minin PT IMIP menjadi simbol kerukunan umat beragama yang ada di Kabupaten Morowali. &quot;Jika Masjid dan gereja bisa berdampingan seperti ini, menjadi hal yang sangat luar biasa. Hari ini kita buktikan bahwa di Desa Labota, Kecamatan Bahodopi, di lingkungan IMIP, ternyata bisa dibangun tempat ibadah umat Islam dan Kriste. Ini adalah simbol kerukunan umat beragama,&quot; ujar Prof Zainal. Atas dasar itu, katanya, FKUB Sulteng memberikan apresiasi dan penghargaan kepada IMIP yang mempekerjakan sekitar 35.000 tenaga kerja itu, yang telah membangun tempat ibadah di dalam kawasan industri sehingga para pekerja dan masyarakat memiliki sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketqwaan mereka kepada Tuhan Yang Maha Esa. &quot;Lewat msjid, gereja dan tempat ibadah lainnya, diharapkan karyawan-karyawati IMIP akan semakin meningkatkan kejujuran mereka dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya,&quot; katanya. Bupati Morowali Taslim membuka pintu disaksikan Senior Vice Presiden PT.IMIP Slamet Panggabean dan Kabid Bimas Kristen Kanwil Kemenag Sulteng Kaleb Toki&#039;i (kanan) pada peresmian Gereja Oikumene PT.IMIP di Morowali, Senin. (ANTARA\/HO-Dedi Kurniawan) Bupati Morowali Taslim mengatakan pendirian sarana ibadah untuk karyawan dan masyarakat sekitar menjadi sebuah upaya yang harus diapresiasi oleh semua pihak, khususnya pemerintah yang notabene merupakan tanggung jawab negara dalam menyiapkan fasilitas tempat ibadah untuk umat beragama. &quot;Melalui sarana dan fasilitas ini, kita berharap bisa memberi kontribusi yang nyata di Kabupaten Morowali, khususnya di Bahodopi. Keberagaman yang kita miliki, baik suku, golongan, ras dan agama, jika mampu kelola dengan baik, akan menjadi sebuah kekuatan. Morowali akan jadi contoh bahwa toleransi di daerah ini begitu dijaga dengan baik. Tak hanya IMIP saja yang harus dikenal, tapi toleransi di daerah ini harus menjadi contoh,&quot; ujar Taslim. Baca juga: Helikopter PT IMIP jatuh di Morowali Sementara itu Senior Vice President PT IMIP Slamet V Panggabean mengatakan gedung Gereja Oikoumene IMIP ini akan menjadi tempat pembinaan kerohanian bagi karyawan yang beragama Kristen. Pembinaan kerohanian bagi karyawan sangat penting untuk dilakukan supaya menjadi pegangan bagi mereka untuk selalu mengasihi sesama karyawan. &quot;Keberadaan Gereja Oikoumene IMIP ini diharapkan bisa menampung terutama jemaat karyawan IMIP atau masyarakat sekitar yang selama ini harus ke Bungku untuk beribadah. Tujuan selanjutnya pendirian gereja ini adalah mendekatkan tempat ibadah untuk para karyawan yang punya keinginan mengikuti ibadah namun karena tanggungjawab pekerjaan, para karyawan ini tidak bisa meninggalkan tugasnya sehingga dengan adanya sarana ini pemenuhan kebutuhan rohaniah mereka tetap bisa berjalan berdampingan dengan tanggung jawab pekerjaan,&quot; urai Slamet. (antara)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Sebuah gereja cukup megah yang dibangun dengan dana bantuan PT.Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dengan dana miliaran rupiah, diresmikan penggunaannya, Senin, sebagai simbol tingginya toleransi antarummat beragama di kawasan industri nikel terbesar di Asia tersebut.<\/p>\n<div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gedung gereja ini berukuran 531 meter persegi di atas tanah seluar 2.900 meter persegi yang bisa menampung 1.000 orang jemaat dan akan dimanfaatkan secara oikumenis oleh berbagai denominasi gereja di wilayah itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gereja ini berdampingan dengan masjid Al Mu&#8217;minin yang juga didirikan IMIP di Desa Labota, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali.<br \/>\n<span class=\"baca-juga\"><b>Baca juga: <a title=\"Seribuan karyawan PT IMIP Morowali Sulteng hentikan mogok kerja\" href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/791415\/seribuan-karyawan-pt-imip-morowali-sulteng-hentikan-mogok-kerja\">Seribuan karyawan PT IMIP Morowali Sulteng hentikan mogok kerja<\/a><\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bupati Morowali Taslim meresmikan bangunan gedung gereja itu yang ditandai penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita disaksikan antara lain Ketua Forum Kerukunan Umar Bewragama (FKUB) Sulteng Prof Dr Zainal Abidin yang juga Ketua MUI Kota Palu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Rumah ibadah merupakan sebuah wadah di dalam membina kerohanian masyarakat. Masjid, gereja, pura dan lainnya, adalah sarana dalam membangun kerukunan, membangun persaudaraan dan membangun kedamaian untuk seluruh umat beragama,&#8221; ujar Prof Zainal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi Prof Zainal yang juga mantan Rektor IAIN Palu itu, pembangunan Gereja Oikoumene di Kawasan PT IMIP yang berdampingan dengan Masjid Al Mu&#8217;minin PT IMIP menjadi simbol kerukunan umat beragama yang ada di Kabupaten Morowali.<b><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jika Masjid dan gereja bisa berdampingan seperti ini, menjadi hal yang sangat luar biasa. Hari ini kita buktikan bahwa di Desa Labota, Kecamatan Bahodopi, di lingkungan IMIP, ternyata bisa dibangun tempat ibadah umat Islam dan Kriste. Ini adalah simbol kerukunan umat beragama,&#8221; ujar Prof Zainal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Atas dasar itu, katanya, FKUB Sulteng memberikan apresiasi dan penghargaan kepada IMIP yang mempekerjakan sekitar 35.000 tenaga kerja itu, yang telah membangun tempat ibadah di dalam kawasan industri sehingga para pekerja dan masyarakat memiliki sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketqwaan mereka kepada Tuhan Yang Maha Esa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Lewat msjid, gereja dan tempat ibadah lainnya, diharapkan karyawan-karyawati IMIP akan semakin meningkatkan kejujuran mereka dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya,&#8221; katanya.<\/p>\n<figure id=\"fgimage_1\" class=\"figure-image\" style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" id=\"image_1\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/img.antaranews.com\/cache\/730x487\/2020\/01\/20\/GEREJA-IMIP1.jpg?ssl=1\" \/><figcaption class=\"fig-caption\">Bupati Morowali Taslim membuka pintu disaksikan Senior Vice Presiden PT.IMIP Slamet Panggabean dan Kabid Bimas Kristen Kanwil Kemenag Sulteng Kaleb Toki&#8217;i (kanan) pada peresmian Gereja Oikumene PT.IMIP di Morowali, Senin. (ANTARA\/HO-Dedi Kurniawan)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nBupati Morowali Taslim mengatakan pendirian sarana ibadah untuk karyawan dan masyarakat sekitar menjadi sebuah upaya yang harus diapresiasi oleh semua pihak, khususnya pemerintah yang notabene merupakan tanggung jawab negara dalam menyiapkan fasilitas tempat ibadah untuk umat beragama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Melalui sarana dan fasilitas ini, kita berharap bisa memberi kontribusi yang nyata di Kabupaten Morowali, khususnya di Bahodopi. Keberagaman yang kita miliki, baik suku, golongan, ras dan agama, jika mampu kelola dengan baik, akan menjadi sebuah kekuatan. Morowali akan jadi contoh bahwa toleransi di daerah ini begitu dijaga dengan baik. Tak hanya IMIP saja yang harus dikenal, tapi toleransi di daerah ini harus menjadi contoh,&#8221; ujar Taslim.<br \/>\n<span class=\"baca-juga\"><b>Baca juga: <a title=\"Helikopter PT IMIP jatuh di Morowali\" href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/703170\/helikopter-pt-imip-jatuh-di-morowali\">Helikopter PT IMIP jatuh di Morowali<\/a><\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu Senior Vice President PT IMIP Slamet V Panggabean mengatakan gedung Gereja Oikoumene IMIP ini akan menjadi tempat pembinaan kerohanian bagi karyawan yang beragama Kristen. Pembinaan kerohanian bagi karyawan sangat penting untuk dilakukan supaya menjadi pegangan bagi mereka untuk selalu mengasihi sesama karyawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Keberadaan Gereja Oikoumene IMIP ini diharapkan bisa menampung terutama jemaat karyawan IMIP atau masyarakat sekitar yang selama ini harus ke Bungku untuk beribadah. Tujuan selanjutnya pendirian gereja ini adalah mendekatkan tempat ibadah untuk para karyawan yang punya keinginan mengikuti ibadah namun karena tanggungjawab pekerjaan, para karyawan ini tidak bisa meninggalkan tugasnya sehingga dengan adanya sarana ini pemenuhan kebutuhan rohaniah mereka tetap bisa berjalan berdampingan dengan tanggung jawab pekerjaan,&#8221; urai Slamet. (antara)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Sebuah gereja cukup megah yang dibangun dengan dana bantuan PT.Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dengan dana miliaran rupiah, diresmikan penggunaannya, Senin, sebagai simbol tingginya toleransi antarummat beragama di kawasan industri nikel terbesar di Asia tersebut. Gedung gereja ini berukuran 531 meter persegi di atas tanah seluar 2.900 meter persegi yang bisa menampung 1.000 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":35112,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending"},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[14,3],"tags":[],"class_list":["post-35111","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kebangsaan","category-umum"],"better_featured_image":{"id":35112,"alt_text":"","caption":"","description":"615a84e92567d2f2412755c5e269261a","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/pt-imip-bangun-gereja-sebagai-simbol-toleransi-beragama-di-morowali_5e33c797daad3.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/pt-imip-bangun-gereja-sebagai-simbol-toleransi-beragama-di-morowali_5e33c797daad3.jpeg?fit=768%2C512&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/pt-imip-bangun-gereja-sebagai-simbol-toleransi-beragama-di-morowali_5e33c797daad3.jpeg"},"categories_detail":[{"id":14,"name":"Kebangsaan","description":"","slug":"kebangsaan","count":107,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/pt-imip-bangun-gereja-sebagai-simbol-toleransi-beragama-di-morowali_5e33c797daad3.jpeg?fit=800%2C533&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"2068","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35111","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35111"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35111\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35112"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35111"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35111"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35111"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}