{"id":35114,"date":"2020-02-01T17:54:42","date_gmt":"2020-02-01T10:54:42","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=35114"},"modified":"2020-02-01T11:55:30","modified_gmt":"2020-02-01T04:55:30","slug":"bertemu-wapres-dino-djalal-sampaikan-program-interfaith-agama-samawi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/bertemu-wapres-dino-djalal-sampaikan-program-interfaith-agama-samawi\/","title":{"rendered":"Bertemu Wapres, Dino Djalal sampaikan program interfaith agama samawi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menemui Wakil Presiden Ma\u2019ruf Amin di Jakarta, Selasa, untuk menyampaikan program pembelajaran antar-keyakinan atau (interfaith live-in) bagi para pemuka agama samawi, yakni Yahudi, Kristen dan Islam, dari berbagai negara. \u201cKita melihat secara global hubungan antara pemeluk agama Islam, Kristen dan Yahudi itu semakin buruk. Dan kami melihat ada tantangan pada formula interfaith yang dijalankan selama ini,\u201d kata Dino usai menemui Wapres Ma\u2019ruf di Kantor Wapres Jakarta, Selasa. Program yang dinamakan The One Thousand Abrahamic Circles itu digagas Dino dengan menyelenggarakan program pembelajaran bagi antarpemuka agama di negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Yahudi, Kristen maupun Islam. Program tersebut memberikan kesempatan pada masing-masing satu pemuka agama Kristen, Islam dan Yahudi dari tiga negara berbeda selama tiga pekan, untuk saling bertukar pengalaman tinggal di tiga negara asal mereka guna merasakan keberagaman hidup beragama. Satu angkatan penyelenggaraan itu kemudian disebut sebagai satu lingkaran atau one circle. \u201cDari pengalaman itu, asumsi kami, perjalanan tiga minggu itu mereka bertemu dengan keluarga dan komunitas, saling berinteraksi, sehingga timbul suasana persahabatan dan respek yang nyata,\u201d jelas Dino. Sementara itu, pemuka agama Katolik Franz-Magnis Suseno, yang ikut dalam pertemuan tersebut, mengapresiasi inisiatif Indonesia dalam menciptakan program tersebut. \u201cProgram ini yang terpenting adalah fokus pada akar rumput, jadi supaya betul-betul saling berkenalan, saling menghormati, bisa bekerja sama dan menimbulkan sinergi sebagai orang beragama Abraham. Saya sangat mendukung ini,\u201d kata Franz Magnis. Program tersebut diharapkan dapat mencapai 1.000 lingkaran dalam kurun waktu 10 tahun, dan untuk selanjutnya dapat meningkat hingga menjadi 10.000 lingkaran. Dino mengatakan program tersebut mendapat pembiayaan dari negara-negara yang tergabung dalam pelaksanaan live-in dan juga donor perorangan maupun kelompok. Pemerintah Indonesia hingga saat ini belum memberikan bantuan donor bagi penyelenggaraan program tersebut, namun Wapres Ma\u2019ruf mendukung adanya upaya meningkatkan toleransi antarkepercayaan tersebut. (antara)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menemui Wakil Presiden Ma\u2019ruf Amin di Jakarta, Selasa, untuk menyampaikan program pembelajaran antar-keyakinan atau (interfaith live-in) bagi para pemuka agama <em>samawi<\/em>, yakni Yahudi, Kristen dan Islam, dari berbagai negara.<\/p>\n<div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKita melihat secara global hubungan antara pemeluk agama Islam, Kristen dan Yahudi itu semakin buruk. Dan kami melihat ada tantangan pada formula <em>interfaith<\/em> yang dijalankan selama ini,\u201d kata Dino usai menemui Wapres Ma\u2019ruf di Kantor Wapres Jakarta, Selasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Program yang dinamakan The One Thousand Abrahamic Circles itu digagas Dino dengan menyelenggarakan program pembelajaran bagi antarpemuka agama di negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Yahudi, Kristen maupun Islam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Program tersebut memberikan kesempatan pada masing-masing satu pemuka agama Kristen, Islam dan Yahudi dari tiga negara berbeda selama tiga pekan, untuk saling bertukar pengalaman tinggal di tiga negara asal mereka guna merasakan keberagaman hidup beragama. Satu angkatan penyelenggaraan itu kemudian disebut sebagai satu lingkaran atau <em>one circle.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDari pengalaman itu, asumsi kami, perjalanan tiga minggu itu mereka bertemu dengan keluarga dan komunitas, saling berinteraksi, sehingga timbul suasana persahabatan dan respek yang nyata,\u201d jelas Dino.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, pemuka agama Katolik Franz-Magnis Suseno, yang ikut dalam pertemuan tersebut, mengapresiasi inisiatif Indonesia dalam menciptakan program tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cProgram ini yang terpenting adalah fokus pada akar rumput, jadi supaya betul-betul saling berkenalan, saling menghormati, bisa bekerja sama dan menimbulkan sinergi sebagai orang beragama Abraham. Saya sangat mendukung ini,\u201d kata Franz Magnis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Program tersebut diharapkan dapat mencapai 1.000 lingkaran dalam kurun waktu 10 tahun, dan untuk selanjutnya dapat meningkat hingga menjadi 10.000 lingkaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dino mengatakan program tersebut mendapat pembiayaan dari negara-negara yang tergabung dalam pelaksanaan <em>live-in <\/em>dan juga donor perorangan maupun kelompok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah Indonesia hingga saat ini belum memberikan bantuan donor bagi penyelenggaraan program tersebut, namun Wapres Ma\u2019ruf mendukung adanya upaya meningkatkan toleransi antarkepercayaan tersebut. (antara)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menemui Wakil Presiden Ma\u2019ruf Amin di Jakarta, Selasa, untuk menyampaikan program pembelajaran antar-keyakinan atau (interfaith live-in) bagi para pemuka agama samawi, yakni Yahudi, Kristen dan Islam, dari berbagai negara. \u201cKita melihat secara global hubungan antara pemeluk agama Islam, Kristen dan Yahudi itu semakin buruk. Dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":35115,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending"},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[14,3],"tags":[],"class_list":["post-35114","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kebangsaan","category-umum"],"better_featured_image":{"id":35115,"alt_text":"","caption":"","description":"1ac5fd1df94cb1f2d3a2e16849720fa3","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/bertemu-wapres-dino-djalal-sampaikan-program-interfaith-agama-samawi_5e33c8246005a.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/bertemu-wapres-dino-djalal-sampaikan-program-interfaith-agama-samawi_5e33c8246005a.jpeg?fit=768%2C512&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/bertemu-wapres-dino-djalal-sampaikan-program-interfaith-agama-samawi_5e33c8246005a.jpeg"},"categories_detail":[{"id":14,"name":"Kebangsaan","description":"","slug":"kebangsaan","count":107,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/bertemu-wapres-dino-djalal-sampaikan-program-interfaith-agama-samawi_5e33c8246005a.jpeg?fit=800%2C533&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1263","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35114","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35114"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35114\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35115"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35114"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35114"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35114"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}