{"id":36110,"date":"2025-05-05T08:46:57","date_gmt":"2025-05-05T01:46:57","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/mereka-akan-menyanyi-tentang-jalan-jalan-tuhan-mazmur-1385\/"},"modified":"2025-05-05T08:46:59","modified_gmt":"2025-05-05T01:46:59","slug":"mereka-akan-menyanyi-tentang-jalan-jalan-tuhan-mazmur-1385","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/mereka-akan-menyanyi-tentang-jalan-jalan-tuhan-mazmur-1385\/","title":{"rendered":"Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. [2 Korintus 6:16]"},"content":{"rendered":"<button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id - Betapa manis sebutan: \u201cumat-Ku!\u201d Betapa menghibur hati pernyataan: \u201cAllah mereka!\u201d Betapa limpah makna yang terkandung dalam kata ini, \u201cumat-Ku!\u201d Inilah suatu keistimewaan: Seluruh alam semesta ialah milik Allah; langit, dan bahkan surga ialah milik Tuhan, Ia bertakhta di antara anak manusia; tetapi mengenai mereka yang dipilih-Nya, yang telah Ia tebus untuk diri-Nya sendiri, Ia mengatakan apa yang tidak dikatakan-Nya kepada yang lain \u2014 \u201cumat-Ku.\u201d Dalam firman ini terkandung arti kepemilikan. Secara khusus, \u201cbagian Tuhan ialah umat-Nya; Yakub ialah milik yang ditetapkan bagi-Nya.\u201d [Ulangan 32:9] Seluruh bangsa di muka bumi ialah milik-Nya; seluruh dunia berada dalam kuasa-Nya; tetapi ada yang disebut umat-Nya, pilihan-Nya, kepunyaan-Nya yang khusus; karena Ia telah mengerjakan lebih banyak bagi mereka; Ia telah membeli mereka dengan darah-Nya; Ia telah membawa mereka dekat kepada-Nya; Ia telah meletakkan hati-Nya yang agung atas mereka; dan Ia telah mengasihi mereka dengan kasih yang tak berkesudahan, yaitu kasih yang tak dapat dipadamkan air selaut, yang tak dapat sedikit pun dikikis oleh perputaran waktu. Hai sahabat yang terkasih, dapatkah engkau, dengan iman, melihat bahwa dirimu termasuk di dalamnya? Dapatkah engkau melihat ke surga dan berkata, \u201cTuhanku dan Allahku: Engkaulah milikku oleh suatu relasi yang mesra, yang melayakkanku untuk memanggil-Mu Bapa; Engkaulah milikku oleh suatu persekutuan yang kudus, yang aku nikmati dengan-Mu, yaitu ketika Engkau berkenan untuk menyatakan diri-Mu kepadaku, namun tidak kepada dunia?\u201d Dapatkah engkau membaca Buku Inspirasi, dan menemukan di dalamnya catatan keselamatan dirimu? Bisakah engkau membaca di situ sebutanmu, yang tertulis oleh darah-Nya yang berharga? Dapatkah engkau, dengan iman yang rendah hati, menarik jubah Yesus dan berkata, \u201cKristusku\u201d? Jika engkau dapat, maka Allah berkata mengenai engkau, dan mengenai orang-orang lain yang seperti engkau, \u201cumat-Ku;\u201d oleh sebab, jika Allah adalah Allahmu, dan Kristus adalah Kristusmu, maka Tuhan berkenan secara istimewa kepadamu; engkau adalah objek pilihan-Nya, yang diterima di dalam Putera-Nya yang terkasih. [Efesus 1:6] RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    \n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Betapa manis sebutan: \u201cumat-Ku!\u201d Betapa menghibur hati pernyataan: \u201cAllah mereka!\u201d Betapa limpah makna yang terkandung dalam kata ini, \u201cumat-Ku!\u201d Inilah suatu <i>keistimewaan<\/i>: Seluruh alam semesta ialah milik Allah; langit, dan bahkan surga ialah milik Tuhan, Ia bertakhta di antara anak manusia; tetapi mengenai mereka yang dipilih-Nya, yang telah Ia tebus untuk diri-Nya sendiri, Ia mengatakan apa yang tidak dikatakan-Nya kepada yang lain \u2014 \u201cumat-Ku.\u201d Dalam firman ini terkandung arti <i>kepemilikan<\/i>. Secara khusus, \u201cbagian Tuhan ialah umat-Nya; Yakub ialah milik yang ditetapkan bagi-Nya.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Ulangan%2032:9\">Ulangan 32:9<\/a>] Seluruh bangsa di muka bumi ialah milik-Nya; seluruh dunia berada dalam kuasa-Nya; tetapi ada yang disebut umat-Nya, pilihan-Nya, kepunyaan-Nya yang khusus; karena Ia telah mengerjakan lebih banyak bagi mereka; Ia telah membeli mereka dengan darah-Nya; Ia telah membawa mereka dekat kepada-Nya; Ia telah meletakkan hati-Nya yang agung atas mereka; dan Ia telah mengasihi mereka dengan kasih yang tak berkesudahan, yaitu kasih yang tak dapat dipadamkan air selaut, yang tak dapat sedikit pun dikikis oleh perputaran waktu. Hai sahabat yang terkasih, dapatkah engkau, dengan iman, melihat bahwa dirimu termasuk di dalamnya? Dapatkah engkau melihat ke surga dan berkata, \u201cTuhanku dan Allahku: Engkaulah milikku oleh suatu <i>relasi<\/i> yang mesra, yang melayakkanku untuk memanggil-Mu Bapa; Engkaulah milikku oleh suatu <i>persekutuan<\/i> yang kudus, yang aku nikmati dengan-Mu, yaitu ketika Engkau berkenan untuk menyatakan diri-Mu kepadaku, namun tidak kepada dunia?\u201d Dapatkah engkau membaca Buku Inspirasi, dan menemukan di dalamnya catatan keselamatan dirimu? Bisakah engkau membaca di situ sebutanmu, yang tertulis oleh darah-Nya yang berharga? Dapatkah engkau, dengan iman yang rendah hati, menarik jubah Yesus dan berkata, \u201cKristusku\u201d? Jika engkau dapat, maka Allah berkata mengenai engkau, dan mengenai orang-orang lain yang seperti engkau, \u201cumat-Ku;\u201d oleh sebab, jika Allah adalah Allahmu, dan Kristus adalah Kristusmu, maka Tuhan berkenan secara istimewa kepadamu; engkau adalah objek pilihan-Nya, yang diterima di dalam Putera-Nya yang terkasih. [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Efesus%201:6\">Efesus 1:6<\/a>]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Betapa manis sebutan: \u201cumat-Ku!\u201d Betapa menghibur hati pernyataan: \u201cAllah mereka!\u201d Betapa limpah makna yang terkandung dalam kata ini, \u201cumat-Ku!\u201d Inilah suatu keistimewaan: Seluruh alam semesta ialah milik Allah; langit, dan bahkan surga ialah milik Tuhan, Ia bertakhta di antara anak manusia; tetapi mengenai mereka yang dipilih-Nya, yang telah Ia tebus untuk diri-Nya sendiri, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-36110","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"253","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36110","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36110"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36110\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":67855,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36110\/revisions\/67855"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36110"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36110"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36110"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}