{"id":37719,"date":"2021-04-04T09:54:00","date_gmt":"2021-04-04T02:54:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=37719"},"modified":"2021-04-04T01:08:12","modified_gmt":"2021-04-03T18:08:12","slug":"hari-raya-paskah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/hari-raya-paskah\/","title":{"rendered":"HARI RAYA PASKAH"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Hukum Taurat melukiskan tiga hari raya ziarah: Hari Raya Paskah (Ibrani: &quot;PESAKH&quot;), Hari Raya Pentakosta (Ibrani: &quot;KHAG SHAVU&#039;OT&quot;), dan Hari Raya Tabernakel (Ibrani: &quot;SUKOT&quot;). Masing-masing hari raya dihubungkan dengan lingkaran agrikultural Israel, dan juga memiliki simbol-simbol teologikal. Tiga hari raya Yahudi tersebut merupakan &#039;major festival&#039; masing-masing jatuh pada : [1] Perayaan Pesakh 15 Nisan, dimulai pada &#039;erev pesakh (paskah petang), 14 Nisan (Imamat 23:5). [2] Shavu&#039;ot (Hari Raya Pentakosta), 6 Sivan [3] Sukot (Hari Raya Tabernakel), 15 Tishri * Imamat 23:5 LAI TB, Dalam bulan yang pertama, pada tanggal empat belas bulan itu, pada waktu senja, ada Paskah bagi TUHAN. King James Version (KJV), In the fourteenth day of the first month at even is the LORD&#039;s passover. Jewish Publication Society Tanakh (JPST), In the first month, on the fourteenth day of the month at dusk, is the LORD&#039;S passover. Biblia Hebraic Stuttgartensia (BHS), Hebrew with vowels, \u05d1\u05b7\u05bc\u05d7\u05b9\u05d3\u05b6\u05e9\u05c1 \u05d4\u05b8\u05e8\u05b4\u05d0\u05e9\u05b9\u05c1\u05d5\u05df \u05d1\u05b0\u05bc\u05d0\u05b7\u05e8\u05b0\u05d1\u05b8\u05bc\u05e2\u05b8\u05d4 \u05e2\u05b8\u05e9\u05b8\u05c2\u05e8 \u05dc\u05b7\u05d7\u05b9\u05d3\u05b6\u05e9\u05c1 \u05d1\u05b5\u05bc\u05d9\u05df \u05d4\u05b8\u05e2\u05b7\u05e8\u05b0\u05d1\u05b8\u05bc\u05d9\u05b4\u05dd \u05e4\u05b6\u05bc\u05e1\u05b7\u05d7 \u05dc\u05b7\u05d9\u05d4\u05d5\u05b8\u05d4\u05c3 Translit interlinear, BAKHODESY {pada bulan} HARI&#039;SYON {pertama itu} BE&#039;ARBA&#039;AH {pada empat} &#039;ASAR {sepuluh} LAKHODESY {kepada bulan} BEYN {antara} HA&#039;ARBAYIM {petang} PESAKH {Paskah} LAYHOVAH {bagi TUHAN} Menurut Kelender Yahudi Tahun 2006, Peringatan \u05e4\u05e1\u05d7 - PESAKH jatuh pada hari Rabu sore, 12 April 2006. Kalangan Yudaisme menamakan hari itu sebagai \u05e2\u05e8\u05d1 \u05e4\u05e1\u05d7 - &#039;EREV PESAKH (14 Nisan). Baru pada Kamis sore, 13 April 2006 bertepatan dengan tanggal 15 Nisan 5766 mereka merayakan \u05e4\u05e1\u05d7 - PESAKH . Perayaan ini ini dikenal juga dengan nama \u05d7\u05d2 \u05d4\u05de\u05e6\u05d5\u05ea - KHAG HAMATSOT (Hari Raya Roti Tidak Beragi, 15 Nisan). * Imamat 23:6 LAI TB, Dan pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya Roti Tidak Beragi bagi TUHAN; tujuh hari lamanya kamu harus makan roti yang tidak beragi. KJV, And on the fifteenth day of the same month is the feast of unleavened bread unto the LORD: seven days ye must eat unleavened bread. JPST, And on the fifteenth day of the same month is the feast of unleavened bread unto the LORD; seven days ye shall eat unleavened bread. Hebrew, \u05d5\u05bc\u05d1\u05b7\u05d7\u05b2\u05de\u05b4\u05e9\u05b8\u05bc\u05c1\u05d4 \u05e2\u05b8\u05e9\u05b8\u05c2\u05e8 \u05d9\u05b9\u05d5\u05dd \u05dc\u05b7\u05d7\u05b9\u05d3\u05b6\u05e9\u05c1 \u05d4\u05b7\u05d6\u05b6\u05bc\u05d4 \u05d7\u05b7\u05d2 \u05d4\u05b7\u05de\u05b7\u05bc\u05e6\u05b9\u05bc\u05d5\u05ea \u05dc\u05b7\u05d9\u05d4\u05d5\u05b8\u05d4 \u05e9\u05b4\u05c1\u05d1\u05b0\u05e2\u05b7\u05ea \u05d9\u05b8\u05de\u05b4\u05d9\u05dd \u05de\u05b7\u05e6\u05b9\u05bc\u05d5\u05ea \u05ea\u05b9\u05bc\u05d0\u05db\u05b5\u05dc\u05d5\u05bc\u05c3 Translit interlinear, UVAKHAMISYAH {dan pada lima} &#039;ASAR {sepuluh} YOM {hari} LAKHODESY {kepada bulan} HAZEH {itu} KHAG {hari raya} HAMATSOT {roti tidak beragi itu} LAYHOVAH {bagi TUHAN} SYIV&#039;AT {tujuh} YAMIM {hari} MATSOT {roti tidak beragi} TO&#039;KHELU {engkau harus makan} Perjamuan Paskah: Hari Raya Paskah digunakan untuk memperingati kelahiran kembali, dan melambangkan asal-usul masyarakat Yahudi. Perjamuan Paskah dilaksanakan menurut pola turun-temurun dalam setiap rumah tangga Yahudi. Ciri khas perjamuan Paskah ini, orang Yahudi minum empat cawan anggur (Ibrani, YAYIN), melambangkan empat kerajaan dunia. Hal ini diatur dalam Talmud Yerusalem Pesakhim 37c, Midrasy Genesis Raba 70). Umat makan Paskan secara bersandar menurut cara orang-orang kaya, melambangkan kemerdekaan mereka dari perbudakan. Rujukan lain tentang dihidangkannya 4 Cawan Anggur, dijelaskan di Situs Yahudi Rabinik: https:\/\/www.chabad.org\/holidays\/passove ... r-cups.htm Tata-cara perjamuan Paskah, sbb : 1. KADESH. Suatu berkat pembukaan dan doa yang berbunyi, &quot;BARUKH &#039;ATAH ADONAI, &#039;ELOHEINU MELEKH HA&#039;OLAM, BORE&#039; PERI HAGAFEN&quot;, &quot;diberkatilah Engkau ya TUHAN, Allah kami, raja semesta alam, yang menciptakan buah anggur&quot; diikuti oleh minum dari cawan yang pertama dari keempat cawan anggur dan sepinggan sayur-sayuran dan kuah. Cawan yang pertama ini disebut CAWAN PENGUDUSAN (dari 4 cawan anggur yang diedarkan selama upacara tersebut). Inilah yang dilakukan oleh Yesus Kristus dalam Lukas 22:17. 2. Sebelum makan sayur-sayuran yang disebut KARPAS dan kuah, mereka melakukan UREKH\u00c2TS atau pembasuhan tangan. Kemudian para peserta Perjamuan Paskah mencelupkan sayuran hijau ke dalam air garam dan memakannya. Inilah yang dilakukan oleh Yesus Kristus dalam Yohanes 13:26-27 3. Setelah itu, kepala keluarga mengambil satu dari tiga roti pipih tidak beragi (Ibrani &quot;MATSAH&quot;, Yunani &quot;AZUMOS&quot;), lalu memecah-mecahkannya dan menyisihkan sebagian. Dalam setiap meja Perjamuan Paskah selalu disiapkan sebuah tas kain yang dinamakan MATSAH TOSY. Tas kain ini bisa berbentuk persegi atau bundar dan diletakkan di atas meja. Di dalam MATSAH TOSY ini ada tiga potong roti tidak beragi , masing-masing dimasukkan ke dalam kantong yang berbeda. Pada langkah yang disebut YAKHATS ini, roti yang ada di tengah diambil dari tempatnya dan dipecah menjadi dua. Inilah yang dilakukan oleh Yesus Kristus dalam Matius 26:26 dan Lukas 22:19. Potongan terbesar dibungkus dengan kain dan disisihkan untuk dimakan kemudian diakhir Perjamuan. Potongan ini dinamakan &#039;AFIKOMEN. 4. Kemudian kepala keluarga menceritakan kepada anggota keluarga tentang kisah Paskah. Dan nyanyian yang diambil dari Mazmur 113 &amp; 114 dinyanyikan. Kisah penetapan Paskah (MAGID) diucapkan, Mazmur 113 dinyanyikan, MAGID ditutup dan pada saat ini cawan anggur ke-2 diisi lalu diedarkan. Cawan yang kedua yang dinamakan CAWAN MURKA diminum. 5. Kemudian acara makan utama dilaksanakan, semua orang mencuci tangannya. Sesudah berdoa untuk makanan itu dengan sebuah doa berkat berbunyi, &quot;BARUKH &#039;ATAH ADONAY, &#039;ELOHEINU MELEKH HA&#039;OLAM HAMOTSI LEKHEM MIN HA&#039;ARETS&quot;, &quot;diberkatilah Engkau ya TUHAN, Allah kami, raja semesta alam yang menghasilkan roti di bumi&quot; maka dimakanlah makanan utama (SHULKHAN &#039;OREKH) yang terdiri dari daging panggang dan roti yang tidak beragi (MATSAH) dan sayuran pahit (MAROR) berurut-urutan. * Keluaran 12:8 LAI TB, Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit. KJV, And they shall eat the flesh in that night, roast with fire, and unleavened bread; and with bitter herbs they shall eat it. Hebrew, \u05d5\u05b0\u05d0\u05b8\u05db\u05b0\u05dc\u05d5\u05bc \u05d0\u05b6\u05ea\u05be\u05d4\u05b7\u05d1\u05b8\u05bc\u05e9\u05b8\u05c2\u05e8 \u05d1\u05b7\u05bc\u05dc\u05b7\u05bc\u05d9\u05b0\u05dc\u05b8\u05d4 \u05d4\u05b7\u05d6\u05b6\u05bc\u05d4 \u05e6\u05b0\u05dc\u05b4\u05d9\u05be\u05d0\u05b5\u05e9\u05c1 \u05d5\u05bc\u05de\u05b7\u05e6\u05b9\u05bc\u05d5\u05ea \u05e2\u05b7\u05dc\u05be\u05de\u05b0\u05e8\u05b9\u05e8\u05b4\u05d9\u05dd \u05d9\u05b9\u05d0\u05db\u05b0\u05dc\u05bb\u05d4\u05d5\u05bc\u05c3 Translit, VE&#039;AKHELU &#039;ET-HABASAR BALAIL\u00c2H HAZEH TSELI-&#039;ESH UMATSOT &#039;AL-MERORIM YO&#039;KHLUH\u00db&quot; Sayur pahit ini melambangkan kepahitan selama perbudakan di tanah Mesir. Kemudian kepala keluarga kembali mengambil roti tidak beragi (MATSAH) yang sudah disisihkan sebelumnya. Kemudian MATSAH dan MAROR dimakan bersama-sama dalam acara yang disebut KOREKH, Disusul dengan memakan &#039;AFIKOMEN, dan sesudah berdoa lagi maka diminumlah cawan anggur yang ke-3 yaitu CAWAN PENEBUSAN. Inilah yang dilakukan oleh Yesus Kristus dalam Lukas 22:20. 6. Upacara ini ditutup dengan nyanyian Mazmur 114-118 (HALEL, atau &quot;HALELUYAH&quot;) dinyanyikan sebagai ucapan syukur dan cawan yang ke-4 (anggur terakhir) diminum, dan pintu rumah dibuka sebagai simbolik menyambut kedatangan Elia yang akan datang yang akan memberitakan kedatangan Mesias. 7. Acara terakhir adalah NIRTSAH, melantunkan kidung pujian (Matius 26:30; Markus 14:26). Sumber : - Yohannes\/Biblika - Handbook to the Bible, p 550-551\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Hukum Taurat melukiskan tiga hari raya ziarah: Hari Raya Paskah (Ibrani: &#8220;PESAKH&#8221;), Hari Raya Pentakosta (Ibrani: &#8220;KHAG SHAVU&#8217;OT&#8221;), dan Hari Raya Tabernakel (Ibrani: &#8220;SUKOT&#8221;). Masing-masing hari raya dihubungkan dengan lingkaran agrikultural Israel, dan juga memiliki simbol-simbol teologikal.<\/p>\n<div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tiga hari raya Yahudi tersebut merupakan &#8216;major festival&#8217; masing-masing jatuh pada :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">[1] Perayaan Pesakh 15 Nisan, dimulai pada &#8216;erev pesakh (paskah petang), 14 Nisan (Imamat 23:5).<br \/>\n[2] Shavu&#8217;ot (Hari Raya Pentakosta), 6 Sivan<br \/>\n[3] Sukot (Hari Raya Tabernakel), 15 Tishri<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">* Imamat 23:5<br \/>\nLAI TB, Dalam bulan yang pertama, pada tanggal empat belas bulan itu, pada waktu senja, ada Paskah bagi TUHAN.<br \/>\nKing James Version (KJV), In the fourteenth day of the first month at even is the LORD&#8217;s passover.<br \/>\nJewish Publication Society Tanakh (JPST), In the first month, on the fourteenth day of the month at dusk, is the LORD&#8217;S passover.<br \/>\nBiblia Hebraic Stuttgartensia (BHS), Hebrew with vowels,<br \/>\n\u05d1\u05b7\u05bc\u05d7\u05b9\u05d3\u05b6\u05e9\u05c1 \u05d4\u05b8\u05e8\u05b4\u05d0\u05e9\u05b9\u05c1\u05d5\u05df \u05d1\u05b0\u05bc\u05d0\u05b7\u05e8\u05b0\u05d1\u05b8\u05bc\u05e2\u05b8\u05d4 \u05e2\u05b8\u05e9\u05b8\u05c2\u05e8 \u05dc\u05b7\u05d7\u05b9\u05d3\u05b6\u05e9\u05c1 \u05d1\u05b5\u05bc\u05d9\u05df \u05d4\u05b8\u05e2\u05b7\u05e8\u05b0\u05d1\u05b8\u05bc\u05d9\u05b4\u05dd \u05e4\u05b6\u05bc\u05e1\u05b7\u05d7 \u05dc\u05b7\u05d9\u05d4\u05d5\u05b8\u05d4\u05c3<br \/>\nTranslit interlinear, BAKHODESY {pada bulan} HARI&#8217;SYON {pertama itu} BE&#8217;ARBA&#8217;AH {pada empat} &#8216;ASAR {sepuluh} LAKHODESY {kepada bulan} BEYN {antara} HA&#8217;ARBAYIM {petang} PESAKH {Paskah} LAYHOVAH {bagi TUHAN}<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a class=\"postlink\" href=\"http:\/\/www.hebcal.com\/hebcal\/?year=2006&amp;v=1&amp;month=x&amp;yt=G&amp;nh=on&amp;nx=on&amp;i=off&amp;vis=on&amp;a=on&amp;D=on&amp;d=on&amp;set=on&amp;heb=on&amp;c=off&amp;geo=zip&amp;zip=&amp;m=72&amp;.cgifields=nx&amp;.cgifields=nh&amp;.s=Get+Calendar\" rel=\"nofollow\">Menurut Kelender Yahudi Tahun 2006<\/a>, Peringatan \u05e4\u05e1\u05d7 &#8211; PESAKH jatuh pada hari Rabu sore, 12 April 2006. Kalangan Yudaisme menamakan hari itu sebagai \u05e2\u05e8\u05d1 \u05e4\u05e1\u05d7 &#8211; &#8216;EREV PESAKH (14 Nisan).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Baru pada Kamis sore, 13 April 2006 bertepatan dengan tanggal 15 Nisan 5766 mereka merayakan \u05e4\u05e1\u05d7 &#8211; PESAKH . Perayaan ini ini dikenal juga dengan nama \u05d7\u05d2 \u05d4\u05de\u05e6\u05d5\u05ea &#8211; KHAG HAMATSOT (Hari Raya Roti Tidak Beragi, 15 Nisan).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">* Imamat 23:6<br \/>\nLAI TB, Dan pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya Roti Tidak Beragi bagi TUHAN; tujuh hari lamanya kamu harus makan roti yang tidak beragi.<br \/>\nKJV, And on the fifteenth day of the same month is the feast of unleavened bread unto the LORD: seven days ye must eat unleavened bread.<br \/>\nJPST, And on the fifteenth day of the same month is the feast of unleavened bread unto the LORD; seven days ye shall eat unleavened bread.<br \/>\nHebrew,<br \/>\n\u05d5\u05bc\u05d1\u05b7\u05d7\u05b2\u05de\u05b4\u05e9\u05b8\u05bc\u05c1\u05d4 \u05e2\u05b8\u05e9\u05b8\u05c2\u05e8 \u05d9\u05b9\u05d5\u05dd \u05dc\u05b7\u05d7\u05b9\u05d3\u05b6\u05e9\u05c1 \u05d4\u05b7\u05d6\u05b6\u05bc\u05d4 \u05d7\u05b7\u05d2 \u05d4\u05b7\u05de\u05b7\u05bc\u05e6\u05b9\u05bc\u05d5\u05ea \u05dc\u05b7\u05d9\u05d4\u05d5\u05b8\u05d4 \u05e9\u05b4\u05c1\u05d1\u05b0\u05e2\u05b7\u05ea \u05d9\u05b8\u05de\u05b4\u05d9\u05dd \u05de\u05b7\u05e6\u05b9\u05bc\u05d5\u05ea \u05ea\u05b9\u05bc\u05d0\u05db\u05b5\u05dc\u05d5\u05bc\u05c3<br \/>\nTranslit interlinear, UVAKHAMISYAH {dan pada lima} &#8216;ASAR {sepuluh} YOM {hari} LAKHODESY {kepada bulan} HAZEH {itu} KHAG {hari raya} HAMATSOT {roti tidak beragi itu} LAYHOVAH {bagi TUHAN} SYIV&#8217;AT {tujuh} YAMIM {hari} MATSOT {roti tidak beragi} TO&#8217;KHELU {engkau harus makan}<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perjamuan Paskah:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hari Raya Paskah digunakan untuk memperingati kelahiran kembali, dan melambangkan asal-usul masyarakat Yahudi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perjamuan Paskah dilaksanakan menurut pola turun-temurun dalam setiap rumah tangga Yahudi. Ciri khas perjamuan Paskah ini, orang Yahudi minum empat cawan anggur (Ibrani, YAYIN), melambangkan empat kerajaan dunia. Hal ini diatur dalam Talmud Yerusalem Pesakhim 37c, Midrasy Genesis Raba 70). Umat makan Paskan secara bersandar menurut cara orang-orang kaya, melambangkan kemerdekaan mereka dari perbudakan. Rujukan lain tentang dihidangkannya 4 Cawan Anggur, dijelaskan di Situs Yahudi Rabinik: <a class=\"postlink\" href=\"https:\/\/www.chabad.org\/holidays\/passover\/pesach_cdo\/aid\/658520\/jewish\/What-is-the-significance-of-the-four-cups.htm\" rel=\"nofollow\">https:\/\/www.chabad.org\/holidays\/passove &#8230; r-cups.htm<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tata-cara perjamuan Paskah, sbb :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. KADESH. Suatu berkat pembukaan dan doa yang berbunyi, &#8220;BARUKH &#8216;ATAH ADONAI, &#8216;ELOHEINU MELEKH HA&#8217;OLAM, BORE&#8217; PERI HAGAFEN&#8221;, &#8220;diberkatilah Engkau ya TUHAN, Allah kami, raja semesta alam, yang menciptakan buah anggur&#8221; diikuti oleh minum dari cawan yang pertama dari keempat cawan anggur dan sepinggan sayur-sayuran dan kuah. Cawan yang pertama ini disebut CAWAN PENGUDUSAN (dari 4 cawan anggur yang diedarkan selama upacara tersebut). Inilah yang dilakukan oleh Yesus Kristus dalam Lukas 22:17.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. Sebelum makan sayur-sayuran yang disebut KARPAS dan kuah, mereka melakukan UREKH\u00c2TS atau pembasuhan tangan. Kemudian para peserta Perjamuan Paskah mencelupkan sayuran hijau ke dalam air garam dan memakannya. Inilah yang dilakukan oleh Yesus Kristus dalam Yohanes 13:26-27<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3. Setelah itu, kepala keluarga mengambil satu dari tiga roti pipih tidak beragi (Ibrani &#8220;MATSAH&#8221;, Yunani &#8220;AZUMOS&#8221;), lalu memecah-mecahkannya dan menyisihkan sebagian. Dalam setiap meja Perjamuan Paskah selalu disiapkan sebuah tas kain yang dinamakan MATSAH TOSY. Tas kain ini bisa berbentuk persegi atau bundar dan diletakkan di atas meja. Di dalam MATSAH TOSY ini ada tiga potong roti tidak beragi , masing-masing dimasukkan ke dalam kantong yang berbeda. Pada langkah yang disebut YAKHATS ini, roti yang ada di tengah diambil dari tempatnya dan dipecah menjadi dua. Inilah yang dilakukan oleh Yesus Kristus dalam Matius 26:26 dan Lukas 22:19. Potongan terbesar dibungkus dengan kain dan disisihkan untuk dimakan kemudian diakhir Perjamuan. Potongan ini dinamakan &#8216;AFIKOMEN.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">4. Kemudian kepala keluarga menceritakan kepada anggota keluarga tentang kisah Paskah. Dan nyanyian yang diambil dari Mazmur 113 &amp; 114 dinyanyikan. Kisah penetapan Paskah (MAGID) diucapkan, Mazmur 113 dinyanyikan, MAGID ditutup dan pada saat ini cawan anggur ke-2 diisi lalu diedarkan. Cawan yang kedua yang dinamakan CAWAN MURKA diminum.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">5. Kemudian acara makan utama dilaksanakan, semua orang mencuci tangannya. Sesudah berdoa untuk makanan itu dengan sebuah doa berkat berbunyi, &#8220;BARUKH &#8216;ATAH ADONAY, &#8216;ELOHEINU MELEKH HA&#8217;OLAM HAMOTSI LEKHEM MIN HA&#8217;ARETS&#8221;, &#8220;diberkatilah Engkau ya TUHAN, Allah kami, raja semesta alam yang menghasilkan roti di bumi&#8221; maka dimakanlah makanan utama (SHULKHAN &#8216;OREKH) yang terdiri dari daging panggang dan roti yang tidak beragi (MATSAH) dan sayuran pahit (MAROR) berurut-urutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">* Keluaran 12:8<br \/>\nLAI TB, Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.<br \/>\nKJV, And they shall eat the flesh in that night, roast with fire, and unleavened bread; and with bitter herbs they shall eat it.<br \/>\nHebrew,<br \/>\n\u05d5\u05b0\u05d0\u05b8\u05db\u05b0\u05dc\u05d5\u05bc \u05d0\u05b6\u05ea\u05be\u05d4\u05b7\u05d1\u05b8\u05bc\u05e9\u05b8\u05c2\u05e8 \u05d1\u05b7\u05bc\u05dc\u05b7\u05bc\u05d9\u05b0\u05dc\u05b8\u05d4 \u05d4\u05b7\u05d6\u05b6\u05bc\u05d4 \u05e6\u05b0\u05dc\u05b4\u05d9\u05be\u05d0\u05b5\u05e9\u05c1 \u05d5\u05bc\u05de\u05b7\u05e6\u05b9\u05bc\u05d5\u05ea \u05e2\u05b7\u05dc\u05be\u05de\u05b0\u05e8\u05b9\u05e8\u05b4\u05d9\u05dd \u05d9\u05b9\u05d0\u05db\u05b0\u05dc\u05bb\u05d4\u05d5\u05bc\u05c3<br \/>\nTranslit, VE&#8217;AKHELU &#8216;ET-HABASAR BALAIL\u00c2H HAZEH TSELI-&#8216;ESH UMATSOT &#8216;AL-MERORIM YO&#8217;KHLUH\u00db&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sayur pahit ini melambangkan kepahitan selama perbudakan di tanah Mesir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian kepala keluarga kembali mengambil roti tidak beragi (MATSAH) yang sudah disisihkan sebelumnya. Kemudian MATSAH dan MAROR dimakan bersama-sama dalam acara yang disebut KOREKH, Disusul dengan memakan &#8216;AFIKOMEN, dan sesudah berdoa lagi maka diminumlah cawan anggur yang ke-3 yaitu CAWAN PENEBUSAN. Inilah yang dilakukan oleh Yesus Kristus dalam Lukas 22:20.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">6. Upacara ini ditutup dengan nyanyian Mazmur 114-118 (HALEL, atau &#8220;HALELUYAH&#8221;) dinyanyikan sebagai ucapan syukur dan cawan yang ke-4 (anggur terakhir) diminum, dan pintu rumah dibuka sebagai simbolik menyambut kedatangan Elia yang akan datang yang akan memberitakan kedatangan Mesias.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">7. Acara terakhir adalah NIRTSAH, melantunkan kidung pujian (Matius 26:30; Markus 14:26).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber :<br \/>\n&#8211; Yohannes\/Biblika<br \/>\n&#8211; Handbook to the Bible, p 550-551<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Hukum Taurat melukiskan tiga hari raya ziarah: Hari Raya Paskah (Ibrani: &#8220;PESAKH&#8221;), Hari Raya Pentakosta (Ibrani: &#8220;KHAG SHAVU&#8217;OT&#8221;), dan Hari Raya Tabernakel (Ibrani: &#8220;SUKOT&#8221;). Masing-masing hari raya dihubungkan dengan lingkaran agrikultural Israel, dan juga memiliki simbol-simbol teologikal. Tiga hari raya Yahudi tersebut merupakan &#8216;major festival&#8217; masing-masing jatuh pada : [1] Perayaan Pesakh 15 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":45658,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","video":"","gallery":"","source_name":"","source_url":"http:\/\/www.sarapanpagi.org\/hari-raya-paskah-vt217.html","via_name":"","via_url":"","override":[{"single_blog_custom":"","sidebar":"","second_sidebar":"","share_position":"","share_float_style":"","post_date_format":"","post_date_format_custom":"","post_reading_time_wpm":"","zoom_button_out_step":"1","zoom_button_in_step":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"","single_post_gallery_size":""}],"trending_post_position":"","trending_post_label":"","sponsored_post_label":"","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[129,103,432,127,128],"class_list":["post-37719","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab","tag-adat-yahudi","tag-paskah","tag-passion","tag-taurat","tag-yudaisme"],"better_featured_image":{"id":45658,"alt_text":"","caption":"","description":"f2bff0c65c0de1c6b26bd7f8bbdb978f","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/paskah-dan-implikasinya_5e949a763a96d.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/paskah-dan-implikasinya_5e949a763a96d.jpeg?fit=622%2C350&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/paskah-dan-implikasinya_5e949a763a96d.jpeg"},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/paskah-dan-implikasinya_5e949a763a96d.jpeg?fit=622%2C350&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"2225","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37719","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37719"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37719\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45658"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37719"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37719"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37719"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}