{"id":37898,"date":"2022-08-01T09:00:13","date_gmt":"2022-08-01T02:00:13","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=37898"},"modified":"2022-08-01T09:00:31","modified_gmt":"2022-08-01T02:00:31","slug":"gereja-mormon-sejarah-kontroversi-dan-bedanya-dengan-protestan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/gereja-mormon-sejarah-kontroversi-dan-bedanya-dengan-protestan\/","title":{"rendered":"Gereja Mormon: Sejarah, Kontroversi, dan Bedanya dengan Protestan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id\u00a0 -Gereja Mormon adalah gereja yang didirikan oleh Joseph Smith pada 6 April 1830. Nama resmi gereja ini adalah Gereja Yesus Kristus Malaikat Kudus Akhir Zaman (The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints) atau disingkat Gereja LDS. Nama Mormon sendiri muncul karena berkaitan dengan kitab suci pengikutnya yang berbeda dari Alkitab, yaitu Kitab Mormon. Gereja Mormon menjadi salah satu gereja yang berkembang pesat pada abad ke-20 dan abad ke-21. Pengaruhnya sangat besar, khususnya di Amerika Serikat. Namun, dalam perkembangannya, gereja Mormon telah terlibat beberapa kontroversi, bahkan beberapa ajarannya dianggap sesat. Sejarah Pada abad ke-19, kekristenan di Amerika Serikat yang bercorak Protestan semakin berkembang. Pada 1823, seorang tokoh bernama Joseph Smith, mengaku mendapat penglihatan dari dua tokoh surgawi, yakni Allah Bapa dan Yesus. Pada masa itu, semangat keagamaan tengah melanda sebelah barat New York, tempat di mana Smith dan keluarganya tinggal.\u00a0 Sama seperti keluarga pada umumnya, keluarga Smith mengikuti kebaktian setiap minggu di gereja. Namun, berbeda dari ayah, ibu, dan saudara-saudaranya, hanya Joseph Smith yang tidak pergi ke gereja. Ketika usianya menginjak 14 tahun, Joseph Smith mulai mencari tahu gereja mana yang sebenarnya ingin ia ikuti. Joseph Smith berdoa dengan sangat khusyuk, meminta petunjuk dari Tuhan dan dikabulkan. Konon, Allah Bapa dan Yesus Kristus menampakkan diri kepada Joseph Smith, dan memberitahunya bahwa tidak ada gereja Yesus Kristus yang sejati di bumi ini. Joseph Smith pun diutus untuk memperbaiki hal tersebut. Joseph Smith juga mengaku diberi pesan agar tidak mengikuti ajaran gereja sekitarnya yang dianggap tidak benar. Kemudian, disebutkan pula bahwa Malaikat Moroni menampakkan diri kepada Joseph Smith dan memberitahukan kepadanya lempengan emas yang tersembunyi di bukit kecil Palmyra atau Cumorah Hill. Konon, lempengan emas itu mengandung tulisan yang sangat berharga dan dilarang dipindahkan sebelum waktu yang sudah ditetapkan oleh Tuhan. Joseph pun diberi kemampuan khusus serta perlengkapan untuk bisa menerjemahkan tulisan yang ada di lempengan itu suatu hari nanti. Pada 1827, Joseph yang dibantu oleh teman-temannya, yaitu Oliver Cowdery, David Whitmer, dan Martin Harris, mulai menerjemahkan tulisan di lempengan emas itu. Proses penerjemahan berlangsung selama dua tahun, hingga Juni 1829.\u00a0 Hasil terjemahan dari lempengan emas itu dibukukan pada 1830 dan disebut sebagai Kitab Mormon. Joseph Smith kemudian mendirikan Gereja Mormon pada 6 April 1830 di New York, yang dipimpinnya sendiri. Inti ajaran Gereja Mormon Adapun inti ajaran dari Gereja Mormon adalah sebagai berikut. Kami percaya kepada Allah, Bapa yang kekal, serta PutraNya, Yesus Kristus dan Roh Kudus Kami percaya bahwa orang akan dihukum untuk dosanya sendiri dan bukan untuk pelanggaran Adam Kami percaya bahwa melalui penebusan Kristus, seluruh umat manusia dapat diselamatkan dengan jalan mematuhi hukum-hukum serta tatacara Injil Kami percaya bahwa asas-asas Utama serta tatacara-tatacara Injil adalah: pertama, beriman kepada Tuhan Yesus Kristus; kedua, bertobat; ketiga, pembaptisan dengan pencelupan untuk pengampunan dosa-dosa; keempat, penumpangan tangan untuk karunia Roh Kudus Kami percaya bahwa seseorang harus dipanggil oleh Allah, melalui nubuat, serta dengan penumpangan tangan oleh mereka yang mempunyai wewenang untuk memberitakan Injil serta melaksanakan tatacara-tatacara daripadanya Kontroversi Setelah Gereja Mormon didirikan, gereja ini berkembang pesat terutama di daerah Nauvoo, Illinois, Amerika Serikat. Namun, dalam perkembangannya, Gereja Mormon banyak mendapat penolakan dari pengikut Kristus aliran non-Mormon, karena dianggap sebagai ancaman. Selain itu, ajaran dari Gereja Mormon juga dianggap sesat atau tidak sesuai dengan ajaran Tuhan yang sesungguhnya. Salah satu hal yang dipercaya oleh penganut Mormon adalah bahwa Tuhan tidak selamanya merupakan Makhluk yang Tertinggi di alam semesta, tetapi Dia mencapai status itu melalui hidup yang benar dan usaha yang terus menerus. Selain itu, terdapat beberapa kepercayaan Gereja Mormon yang dianggap sesat, misalnya dalam hal praktik poligami, baptisan, dan kultus individu. Pada akhirnya, Joseph Smith dan sebagian pengikut lainnya dipanggil oleh gubernur setempat dan ditahan di penjara. Kemudian, pada 27 Juni 1844, Joseph Smith dan teman-temannya ditembak hingga tewas. Kematian Joseph Smith membuat para pengikutnya kehilangan pemimpin. Pengikut Mormon pun sempat bergumul untuk menetapkan pengganti dari Joseph Smith. Suara terbanyak ada pada Brigham Young, yang kemudian memimpin Gereja Mormon pada 1847. Perbedaan dengan Kristen Protestan Gereja Mormon sebetulnya masih menjadi bagian dari Gereja Protestan, tetapi juga memiliki banyak perbedaan. Berikut ini perbedaan antara Gereja Mormon dengan Gereja Protestan. Doktrin Allah: Gereja Mormon memercayai bahwa Allah Bapa punya tubuh jasmani dan Dia mengalami kematian dan bangkit kembali (sangat bertentangan dengan Alkitab yang dipercayai Gereja Protestan) Kitab suci: Gereja Mormon memiliki kitab sucinya sendiri yang disebut Kitab Mormon, yang diyakini sebagai ilham Allah kepada Joseph Smith, sementara gereja Protestan hanya punya Alkitab Surga dan Neraka: Gereja Mormon meyakini semua orang akan masuk Surga, sedangkan Protestan meyakini bahwa hanya yang percaya kepada Tuhan Yesus yang diselamatkan Pembaptisan: Gereja Mormon meyakini bahwa orang mati yang belum dibaptis masih bisa diselamatkan jika diwakili oleh orang yang masih hidup, sementara Gereja Protestan tidak memercayai hal ini\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id\u00a0 <\/strong>-Gereja Mormon adalah gereja yang didirikan oleh Joseph Smith pada 6 April 1830. Nama resmi gereja ini adalah Gereja Yesus Kristus Malaikat Kudus Akhir Zaman (<em>The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints<\/em>) atau disingkat Gereja LDS.<\/p>\n<div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nama Mormon sendiri muncul karena berkaitan dengan kitab suci pengikutnya yang berbeda dari Alkitab, yaitu Kitab Mormon.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gereja Mormon menjadi salah satu gereja yang berkembang pesat pada abad ke-20 dan abad ke-21. Pengaruhnya sangat besar, khususnya di Amerika Serikat. Namun, dalam perkembangannya, gereja Mormon telah terlibat beberapa kontroversi, bahkan beberapa ajarannya dianggap sesat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!-- (ads.paragraph.4) --><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">Sejarah<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada abad ke-19, kekristenan di Amerika Serikat yang bercorak Protestan semakin berkembang. Pada 1823, seorang tokoh bernama Joseph Smith, mengaku mendapat penglihatan dari dua tokoh surgawi, yakni Allah Bapa dan Yesus. Pada masa itu, semangat keagamaan tengah melanda sebelah barat New York, tempat di mana Smith dan keluarganya tinggal.\u00a0 Sama seperti keluarga pada umumnya, keluarga Smith mengikuti kebaktian setiap minggu di gereja. Namun, berbeda dari ayah, ibu, dan saudara-saudaranya, hanya Joseph Smith yang tidak pergi ke gereja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika usianya menginjak 14 tahun, Joseph Smith mulai mencari tahu gereja mana yang sebenarnya ingin ia ikuti. Joseph Smith berdoa dengan sangat khusyuk, meminta petunjuk dari Tuhan dan dikabulkan. Konon, Allah Bapa dan Yesus Kristus menampakkan diri kepada Joseph Smith, dan memberitahunya bahwa tidak ada gereja Yesus Kristus yang sejati di bumi ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Joseph Smith pun diutus untuk memperbaiki hal tersebut. Joseph Smith juga mengaku diberi pesan agar tidak mengikuti ajaran gereja sekitarnya yang dianggap tidak benar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian, disebutkan pula bahwa Malaikat Moroni menampakkan diri kepada Joseph Smith dan memberitahukan kepadanya lempengan emas yang tersembunyi di bukit kecil Palmyra atau Cumorah Hill. Konon, lempengan emas itu mengandung tulisan yang sangat berharga dan dilarang dipindahkan sebelum waktu yang sudah ditetapkan oleh Tuhan. Joseph pun diberi kemampuan khusus serta perlengkapan untuk bisa menerjemahkan tulisan yang ada di lempengan itu suatu hari nanti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!-- (ads.paralax) --><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada 1827, Joseph yang dibantu oleh teman-temannya, yaitu Oliver Cowdery, David Whitmer, dan Martin Harris, mulai menerjemahkan tulisan di lempengan emas itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Proses penerjemahan berlangsung selama dua tahun, hingga Juni 1829.\u00a0 Hasil terjemahan dari lempengan emas itu dibukukan pada 1830 dan disebut sebagai Kitab Mormon.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Joseph Smith kemudian mendirikan Gereja Mormon pada 6 April 1830 di New York, yang dipimpinnya sendiri.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">Inti ajaran Gereja Mormon<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adapun inti ajaran dari Gereja Mormon adalah sebagai berikut.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Kami percaya kepada Allah, Bapa yang kekal, serta PutraNya, Yesus Kristus dan Roh Kudus<\/li>\n<li>Kami percaya bahwa orang akan dihukum untuk dosanya sendiri dan bukan untuk pelanggaran Adam<\/li>\n<li>Kami percaya bahwa melalui penebusan Kristus, seluruh umat manusia dapat diselamatkan dengan jalan mematuhi hukum-hukum serta tatacara Injil<\/li>\n<li>Kami percaya bahwa asas-asas Utama serta tatacara-tatacara Injil adalah: pertama, beriman kepada Tuhan Yesus Kristus; kedua, bertobat; ketiga, pembaptisan dengan pencelupan untuk pengampunan dosa-dosa; keempat, penumpangan tangan untuk karunia Roh Kudus<\/li>\n<li>Kami percaya bahwa seseorang harus dipanggil oleh Allah, melalui nubuat, serta dengan penumpangan tangan oleh mereka yang mempunyai wewenang untuk memberitakan Injil serta melaksanakan tatacara-tatacara daripadanya<\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">Kontroversi<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah Gereja Mormon didirikan, gereja ini berkembang pesat terutama di daerah Nauvoo, Illinois, Amerika Serikat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, dalam perkembangannya, Gereja Mormon banyak mendapat penolakan dari pengikut Kristus aliran non-Mormon, karena dianggap sebagai ancaman. Selain itu, ajaran dari Gereja Mormon juga dianggap sesat atau tidak sesuai dengan ajaran Tuhan yang sesungguhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu hal yang dipercaya oleh penganut Mormon adalah bahwa Tuhan tidak selamanya merupakan Makhluk yang Tertinggi di alam semesta, tetapi Dia mencapai status itu melalui hidup yang benar dan usaha yang terus menerus. Selain itu, terdapat beberapa kepercayaan Gereja Mormon yang dianggap sesat, misalnya dalam hal praktik poligami, baptisan, dan kultus individu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada akhirnya, Joseph Smith dan sebagian pengikut lainnya dipanggil oleh gubernur setempat dan ditahan di penjara. Kemudian, pada 27 Juni 1844, Joseph Smith dan teman-temannya ditembak hingga tewas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kematian Joseph Smith membuat para pengikutnya kehilangan pemimpin. Pengikut Mormon pun sempat bergumul untuk menetapkan pengganti dari Joseph Smith.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Suara terbanyak ada pada Brigham Young, yang kemudian memimpin Gereja Mormon pada 1847.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">Perbedaan dengan Kristen Protestan<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gereja Mormon sebetulnya masih menjadi bagian dari Gereja Protestan, tetapi juga memiliki banyak perbedaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut ini perbedaan antara Gereja Mormon dengan Gereja Protestan.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Doktrin Allah: Gereja Mormon memercayai bahwa Allah Bapa punya tubuh jasmani dan Dia mengalami kematian dan bangkit kembali (sangat bertentangan dengan Alkitab yang dipercayai Gereja Protestan)<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Kitab suci: Gereja Mormon memiliki kitab sucinya sendiri yang disebut Kitab Mormon, yang diyakini sebagai ilham Allah kepada Joseph Smith, sementara gereja Protestan hanya punya Alkitab<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Surga dan Neraka: Gereja Mormon meyakini semua orang akan masuk Surga, sedangkan Protestan meyakini bahwa hanya yang percaya kepada Tuhan Yesus yang diselamatkan<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Pembaptisan: Gereja Mormon meyakini bahwa orang mati yang belum dibaptis masih bisa diselamatkan jika diwakili oleh orang yang masih hidup, sementara Gereja Protestan tidak memercayai hal ini<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id\u00a0 -Gereja Mormon adalah gereja yang didirikan oleh Joseph Smith pada 6 April 1830. Nama resmi gereja ini adalah Gereja Yesus Kristus Malaikat Kudus Akhir Zaman (The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints) atau disingkat Gereja LDS. Nama Mormon sendiri muncul karena berkaitan dengan kitab suci pengikutnya yang berbeda dari Alkitab, yaitu Kitab Mormon. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":62930,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"floatbottom","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"71"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[71],"tags":[524,528,527,525],"class_list":["post-37898","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-denominasi","tag-gereja-mormon","tag-lds","tag-osza","tag-the-church-of-jesus-christ-of-latter-day-saints"],"better_featured_image":{"id":62930,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/salt-lake-temple.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/salt-lake-temple.jpg?fit=768%2C456&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/salt-lake-temple.jpg"},"categories_detail":[{"id":71,"name":"Denominasi","description":"","slug":"denominasi","count":11,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/salt-lake-temple.jpg?fit=808%2C480&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"3277","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37898","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37898"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37898\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/62930"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37898"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37898"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37898"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}