{"id":39134,"date":"2025-05-06T08:47:09","date_gmt":"2025-05-06T01:47:09","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tanpa-penumpahan-darah-tidak-ada-pengampunan-ibrani-922\/"},"modified":"2025-05-06T08:47:12","modified_gmt":"2025-05-06T01:47:12","slug":"tanpa-penumpahan-darah-tidak-ada-pengampunan-ibrani-922","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tanpa-penumpahan-darah-tidak-ada-pengampunan-ibrani-922\/","title":{"rendered":"Kita tetap berada di dalam Allah. [1 Yohanes 4:13]"},"content":{"rendered":"<button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id - Apakah engkau ingin rumah bagi jiwamu? Apakah engkau bertanya, \u201cBerapa harganya?\u201d Lebih murah daripada apa yang rela dibayar oleh kodrat manusia yang congkak. Tidak perlu uang dan tidak ada bandrolnya. Ah! engkau mau bayar dengan harga yang terhormat! Engkau ingin berbuat sesuatu untuk memperoleh Kristus? Kalau begitu, rumah itu tidak kaudapat, karena rumah itu \u201ctidak ada bandrolnya.\u201d Maukah engkau mendapatkan rumah Tuanku itu untuk selama-lamanya, tanpa harus membayar apa-apa, kecuali biaya sewa tanahnya saja yaitu mengasihi dan melayani Dia selamanya? Sudikah engkau mengambil Yesus dan \u201cberada di dalam-Nya?\u201d Lihatlah, rumah ini lengkap dengan segala perkakas yang engkau butuhkan, penuh dengan kekayaan, lebih daripada yang bisa kaugunakan sepanjang hidupmu. Di sini engkau bisa bersekutu dengan intim bersama Kristus dan merayakan kasih-Nya; di sini meja dengan makanan yang lengkap untuk engkau hidup selama-lamanya; di dalamnya, ketika engkau capek, bisa menemukan peristirahatan bersama Yesus; dan dari sana engkau bisa melihat ke luar dan memandang surga. Maukah rumah itu? Ah! jika engkau tidak sedang punya rumah, engkau akan berkata, \u201cTentu saja mau; tapi bolehkah aku memilikinya?\u201d Tentu! ini kunci rumahnya \u2014 kunci itu adalah \u201cDatang kepada Yesus.\u201d \u201cTetapi,\u201d katamu, \u201cAku terlalu lusuh untuk memiliki rumah seperti itu.\u201d Janganlah kuatir, ada banyak pakaian di dalam. Kalau engkau merasa bersalah dan layak untuk dihukum, datanglah; walaupun rumah itu terlalu baik bagimu, Kristus akan membuat dirimu sendiri cukup baik bagi rumah itu. Dia akan mencuci dan membersihkanmu, dan engkau akan bisa bernyanyi, \u201ckita tinggal di dalam Dia.\u201d Hai orang percaya: sungguh, sungguh bahagianya engkau bisa memiliki tempat tinggal seperti itu! Agunglah hak istimewa yang kaumiliki, karena engkau memiliki \u201cgunung batu, tempat berteduh\u201d [Mazmur 71:3] yang di dalamnya engkau selalu aman. Juga dengan \u201ctinggal di dalam Dia,\u201d engkau tidak saja memiliki rumah yang sempurna dan aman terjaga, tetapi juga rumah yang bertahan selama-lamanya. Walaupun dunia akan meleleh seperti mimpi, rumah kita akan tetap ada, bertahan lebih kuat daripada marmer, lebih kokoh daripada granit, dan berada oleh dirinya sendiri seperti Allah, karena rumah itu adalah Allah sendiri \u2014 \u201cKita tinggal di dalam Allah.\u201d RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    \n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Apakah engkau ingin rumah bagi jiwamu? Apakah engkau bertanya, \u201cBerapa harganya?\u201d Lebih murah daripada apa yang rela dibayar oleh kodrat manusia yang congkak. Tidak perlu uang dan tidak ada bandrolnya. Ah! engkau mau bayar dengan harga yang terhormat! Engkau ingin berbuat sesuatu untuk memperoleh Kristus? Kalau begitu, rumah itu tidak kaudapat, karena rumah itu \u201ctidak ada bandrolnya.\u201d Maukah engkau mendapatkan rumah Tuanku itu untuk selama-lamanya, tanpa harus membayar apa-apa, kecuali biaya sewa tanahnya saja yaitu mengasihi dan melayani Dia selamanya? Sudikah engkau mengambil Yesus dan \u201cberada di dalam-Nya?\u201d Lihatlah, rumah ini lengkap dengan segala perkakas yang engkau butuhkan, penuh dengan kekayaan, lebih daripada yang bisa kaugunakan sepanjang hidupmu. Di sini engkau bisa bersekutu dengan intim bersama Kristus dan merayakan kasih-Nya; di sini meja dengan makanan yang lengkap untuk engkau hidup selama-lamanya; di dalamnya, ketika engkau capek, bisa menemukan peristirahatan bersama Yesus; dan dari sana engkau bisa melihat ke luar dan memandang surga. Maukah rumah itu? Ah! jika engkau tidak sedang punya rumah, engkau akan berkata, \u201cTentu saja mau; tapi bolehkah aku memilikinya?\u201d Tentu! ini kunci rumahnya \u2014 kunci itu adalah \u201cDatang kepada Yesus.\u201d \u201cTetapi,\u201d katamu, \u201cAku terlalu lusuh untuk memiliki rumah seperti itu.\u201d Janganlah kuatir, ada banyak pakaian di dalam. Kalau engkau merasa bersalah dan layak untuk dihukum, datanglah; walaupun rumah itu terlalu baik bagimu, Kristus akan membuat dirimu sendiri cukup baik bagi rumah itu. Dia akan mencuci dan membersihkanmu, dan engkau akan bisa bernyanyi, \u201ckita tinggal di dalam Dia.\u201d Hai orang percaya: sungguh, sungguh bahagianya engkau bisa memiliki tempat tinggal seperti itu! Agunglah hak istimewa yang kaumiliki, karena engkau memiliki \u201cgunung batu, tempat berteduh\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%2071:3\">Mazmur 71:3<\/a>] yang di dalamnya engkau selalu aman. Juga dengan \u201ctinggal di dalam Dia,\u201d engkau tidak saja memiliki rumah yang sempurna dan aman terjaga, tetapi juga rumah yang <i>bertahan selama-lamanya<\/i>. Walaupun dunia akan meleleh seperti mimpi, rumah kita akan tetap ada, bertahan lebih kuat daripada marmer, lebih kokoh daripada granit, dan berada oleh dirinya sendiri seperti Allah, karena rumah itu adalah Allah sendiri \u2014 \u201cKita tinggal di dalam Allah.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Apakah engkau ingin rumah bagi jiwamu? Apakah engkau bertanya, \u201cBerapa harganya?\u201d Lebih murah daripada apa yang rela dibayar oleh kodrat manusia yang congkak. Tidak perlu uang dan tidak ada bandrolnya. Ah! engkau mau bayar dengan harga yang terhormat! Engkau ingin berbuat sesuatu untuk memperoleh Kristus? Kalau begitu, rumah itu tidak kaudapat, karena rumah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-39134","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"379","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39134","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39134"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39134\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":67857,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39134\/revisions\/67857"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39134"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39134"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39134"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}