{"id":39750,"date":"2026-06-02T18:15:32","date_gmt":"2026-06-02T11:15:32","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/jadi-saudara-saudara-kita-adalah-orang-berhutang-roma-812\/"},"modified":"2026-06-02T18:15:33","modified_gmt":"2026-06-02T11:15:33","slug":"jadi-saudara-saudara-kita-adalah-orang-berhutang-roma-812","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/jadi-saudara-saudara-kita-adalah-orang-berhutang-roma-812\/","title":{"rendered":"Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging. [Gal 5:17]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Di dalam hati setiap orang percaya, ada pergumulan yang terus-menerus antara natur manusia lama dan manusia baru. Manusia lama kita sangat aktif dan tidak pernah membuang kesempatan untuk memainkan semua senjata dari gudang senjatanya yang mematikan, untuk melawan anugerah yang baru lahir; di sisi lain, natur manusia baru selamanya berjaga-jaga untuk bertahan dan menghancurkan musuh. Anugerah di dalam diri kita akan memakai doa, dan iman, dan pengharapan, dan kasih, untuk mengusir si jahat; ini membutuhkan sampai &quot;seluruh perlengkapan senjata Allah&quot; [Ef 6:11] dan pergulatan yang sungguh-sungguh. Dua sifat yang saling berlawanan ini tidak akan pernah berhenti untuk berlawanan selama kita masih di dunia ini. Pertempuran antara \u201corang Kristen\u201d dan \u201cApolion\u201d [Why 9:11] berlangsung tiga jam, tetapi pertempuran antara orang Kristen dan dirinya berlangsung sepanjang jalan dari Pintu Gawang [Wicket Gate] sampai sungai Yordan. Sang musuh sangat kokoh berakar dalam diri kita sehingga ia tidak bisa diusir selama kita ada di dalam tubuh ini: tetapi meskipun kita dikepung ketat, dan seringkali dalam masalah yang menyakitkan, kita memiliki penolong yang Maha Kuasa, bahkan Yesus, sang Kapten keselamatan kita, yang selamanya bersama kita, dan yang meyakinkan kita bahwasanya kita pada akhirnya akan keluar lebih dari pemenang melalui Dia. Dengan bantuan seperti itu, natur manusia yang baru lahir itu bukanlah lawan yang sepadan untuk musuh-musuhnya. Apakah engkau berperang dengan musuh hari ini? Apakah Setan, dunia, dan keinginan daging, semua melawanmu? Janganlah takut dan berkecil hati. Lawanlah! Karena Tuhan sendiri bersamamu, Panji-panji Tuhan [Jehovah Nissi] adalah benderamu, Tuhan Yang Menyembuhkan [Jehovah Rophi] adalah penyembuh lukamu. Janganlah takut, engkau akan mengatasinya, karena siapakah yang dapat mengalahkan Yang Maha Kuasa? Lawanlah, &quot;dengan mata yang tertuju kepada Yesus&quot; [Ibr 12:2], dan bagaimanapun panjangnya dan kerasnya masalah, manislah kemenangan itu, dan mulialah pahala yang dijanjikan. &quot;Dari kekuatan kepada kekuatan pergilah, bergumul, dan berjuang, dan berdoa, injaklah segala kuasa kegelapan, dan menangkan hari yang telah diperjuangkan dengan baik ini.&quot; [1] RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Di dalam hati setiap orang percaya, ada pergumulan yang terus-menerus antara natur manusia lama dan manusia baru. Manusia lama kita sangat aktif dan tidak pernah membuang kesempatan untuk memainkan semua senjata dari gudang senjatanya yang mematikan, untuk melawan anugerah yang baru lahir; di sisi lain, natur manusia baru selamanya berjaga-jaga untuk bertahan dan menghancurkan musuh. Anugerah di dalam diri kita akan memakai doa, dan iman, dan pengharapan, dan kasih, untuk mengusir si jahat; ini membutuhkan sampai &#8220;seluruh perlengkapan senjata Allah&#8221; [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Ef%206:11\">Ef 6:11<\/a>] dan pergulatan yang sungguh-sungguh. Dua sifat yang saling berlawanan ini tidak akan pernah berhenti untuk berlawanan selama kita masih di dunia ini. Pertempuran antara \u201corang Kristen\u201d dan \u201cApolion\u201d [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Why%209:11\">Why 9:11<\/a>] berlangsung tiga jam, tetapi pertempuran antara orang Kristen dan dirinya berlangsung sepanjang jalan dari Pintu Gawang [Wicket Gate] sampai sungai Yordan. Sang musuh sangat kokoh berakar dalam diri kita sehingga ia tidak bisa diusir selama kita ada di dalam tubuh ini: tetapi meskipun kita dikepung ketat, dan seringkali dalam masalah yang menyakitkan, kita memiliki penolong yang Maha Kuasa, bahkan Yesus, sang Kapten keselamatan kita, yang selamanya bersama kita, dan yang meyakinkan kita bahwasanya kita pada akhirnya akan keluar lebih dari pemenang melalui Dia. Dengan bantuan seperti itu, natur manusia yang baru lahir itu bukanlah lawan yang sepadan untuk musuh-musuhnya. Apakah engkau berperang dengan musuh hari ini? Apakah Setan, dunia, dan keinginan daging, semua melawanmu? Janganlah takut dan berkecil hati. Lawanlah! Karena Tuhan sendiri bersamamu, Panji-panji Tuhan [Jehovah Nissi] adalah benderamu, Tuhan Yang Menyembuhkan [Jehovah Rophi] adalah penyembuh lukamu. Janganlah takut, engkau akan mengatasinya, karena siapakah yang dapat mengalahkan Yang Maha Kuasa? Lawanlah, &#8220;dengan mata yang tertuju kepada Yesus&#8221; [<a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/?Ibr%2012:2\">Ibr 12:2<\/a>], dan bagaimanapun panjangnya dan kerasnya masalah, manislah kemenangan itu, dan mulialah pahala yang dijanjikan. &#8220;Dari kekuatan kepada kekuatan pergilah, bergumul, dan berjuang, dan berdoa, injaklah segala kuasa kegelapan, dan menangkan hari yang telah diperjuangkan dengan baik ini.&#8221; [1]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Di dalam hati setiap orang percaya, ada pergumulan yang terus-menerus antara natur manusia lama dan manusia baru. Manusia lama kita sangat aktif dan tidak pernah membuang kesempatan untuk memainkan semua senjata dari gudang senjatanya yang mematikan, untuk melawan anugerah yang baru lahir; di sisi lain, natur manusia baru selamanya berjaga-jaga untuk bertahan dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-39750","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"40","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39750","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39750"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39750\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69050,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39750\/revisions\/69050"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39750"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39750"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39750"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}