{"id":39777,"date":"2021-04-05T09:04:00","date_gmt":"2021-04-05T02:04:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=39777"},"modified":"2021-04-03T10:37:02","modified_gmt":"2021-04-03T03:37:02","slug":"apakah-quran-menggantikan-alkitab","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-quran-menggantikan-alkitab\/","title":{"rendered":"Apakah Qur\u2019an menggantikan Alkitab?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Bukannya menggantikan, Qur\u2019an justru malah mendorong orang Muslim membaca Alkitab. Banyak Muslim yang tidak pernah membaca Alkitab karena mereka beranggapan bahwa Qur\u2019an telah menggantikan Alkitab. Sebaliknya, Qur\u2019an tidak pernah mengklaim menggantikan Alkitab. Pembatalan otoritas Alkitab justru akan mempengaruhi ayat-ayat Qur\u2019an sendiri (Sura 2:106). Qur\u2019an menginstruksikan \u2013 bukannya melarang \u2013 orang Muslim membaca Alkitab (Sura 5:44, 46; 3:3; 10:94-95). Walaupun para sarjana Muslim telah membatalkan puluhan ayat Qur\u2019an, kaum Muslim masih tetap membacanya. Karena itu, semua kaum Muslim patutlah membaca kitab suci yang tidak akan pernah tergantikan. Allah berfirman, \u201cLangit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.\u201d (Matius 24:35). Beberapa orang mengatakan bahwa sebagaimana Injil membatalkan Taurat, maka Qur\u2019an membatalkan Injil. Namun Injil tidak pernah membatalkan Taurat. Isa yang sempurna bukan datang untuk menghapuskan hukum Taurat, namun untuk menggenapi Taurat demi untuk mereka yang tidak dapat memeliharanya. Isa\/Yesus mengatakan, \u201cJanganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.\u201d (Matius 5:17-18) Kenyataannya, Yesus justru menunjukkan bahwa hukum-hukum Allah lebih sulit untuk ditaati dibandingkan apa yang dibayangkan manusia. Yesus memperdalam arti Taurat ketika berkata, \u201cKamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.\u201d \u2026 \u201cKamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.\u201d (Matius 5:21-22, 27-28). Sudahkah Saudara menemukan standar yang sempurna itu? Kitab Injil menyatakan bahwa tidak seorang pun dapat menaati tuntutan Taurat. Karenanya, semua orang layak masuk neraka (Roma 3:23, 6:23). Syukurlah, Yesus Kristus secara sempurna menaati hukum Tuhan. Percayalah pada Allah dari \u201ckitab suci yang sebelumnya,\u201d kitab itu tidak pernah dapat dibatalkan. \u201cDasar firman-Mu adalah kebenaran dan segala hukum-hukum-Mu yang adil adalah untuk selama-lamanya\u201d (Mazmur 119:160). (gotquestions.org)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Bukannya menggantikan, Qur\u2019an justru malah mendorong orang Muslim membaca Alkitab.<\/p>\n<div id=\"\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Banyak Muslim yang tidak pernah membaca Alkitab karena mereka beranggapan bahwa Qur\u2019an telah menggantikan Alkitab. Sebaliknya, Qur\u2019an tidak pernah mengklaim menggantikan Alkitab. Pembatalan otoritas Alkitab justru akan mempengaruhi ayat-ayat Qur\u2019an sendiri (Sura 2:106).<\/p>\n<p>Qur\u2019an menginstruksikan \u2013 bukannya melarang \u2013 orang Muslim membaca Alkitab (Sura 5:44, 46; 3:3; 10:94-95).<\/p>\n<p>Walaupun para sarjana Muslim telah membatalkan puluhan ayat Qur\u2019an, kaum Muslim masih tetap membacanya. Karena itu, semua kaum Muslim patutlah membaca kitab suci yang tidak akan pernah tergantikan. Allah berfirman, \u201cLangit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.\u201d (Matius 24:35).<\/p>\n<p>Beberapa orang mengatakan bahwa sebagaimana Injil membatalkan Taurat, maka Qur\u2019an membatalkan Injil. Namun Injil tidak pernah membatalkan Taurat.<\/p>\n<p>Isa yang sempurna bukan datang untuk menghapuskan hukum Taurat, namun untuk menggenapi Taurat demi untuk mereka yang tidak dapat memeliharanya.<\/p>\n<p>Isa\/Yesus mengatakan, \u201cJanganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.<\/p>\n<p>Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.\u201d (Matius 5:17-18)<\/p>\n<p>Kenyataannya, Yesus justru menunjukkan bahwa hukum-hukum Allah lebih sulit untuk ditaati dibandingkan apa yang dibayangkan manusia.<\/p>\n<p>Yesus memperdalam arti Taurat ketika berkata, \u201cKamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.\u201d \u2026<\/p>\n<p>\u201cKamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.\u201d (Matius 5:21-22, 27-28).<\/p>\n<p>Sudahkah Saudara menemukan standar yang sempurna itu? Kitab Injil menyatakan bahwa tidak seorang pun dapat menaati tuntutan Taurat. Karenanya, semua orang layak masuk neraka (Roma 3:23, 6:23). Syukurlah, Yesus Kristus secara sempurna menaati hukum Tuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Percayalah pada Allah dari \u201ckitab suci yang sebelumnya,\u201d kitab itu tidak pernah dapat dibatalkan. \u201cDasar firman-Mu adalah kebenaran dan segala hukum-hukum-Mu yang adil adalah untuk selama-lamanya\u201d (Mazmur 119:160). (gotquestions.org)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Bukannya menggantikan, Qur\u2019an justru malah mendorong orang Muslim membaca Alkitab. Banyak Muslim yang tidak pernah membaca Alkitab karena mereka beranggapan bahwa Qur\u2019an telah menggantikan Alkitab. Sebaliknya, Qur\u2019an tidak pernah mengklaim menggantikan Alkitab. Pembatalan otoritas Alkitab justru akan mempengaruhi ayat-ayat Qur\u2019an sendiri (Sura 2:106). Qur\u2019an menginstruksikan \u2013 bukannya melarang \u2013 orang Muslim membaca Alkitab [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31773,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134],"tags":[141],"class_list":["post-39777","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","tag-pertanyaan-muslim"],"better_featured_image":{"id":31773,"alt_text":"","caption":"","description":"eb1344412fb899666419fb6a9bcf7e84","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/kanon-alkitab_5df6fde1c4748.jpeg?fit=1600%2C900&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":1,"views":"1598","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39777","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39777"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39777\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39777"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39777"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39777"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}