{"id":39902,"date":"2020-04-26T12:07:26","date_gmt":"2020-04-26T05:07:26","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=39902"},"modified":"2020-04-24T13:06:27","modified_gmt":"2020-04-24T06:06:27","slug":"apakah-yudas-iskariot-diampuni-diselamatkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-yudas-iskariot-diampuni-diselamatkan\/","title":{"rendered":"Apakah Yudas Iskariot diampuni\/diselamatkan?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Yudas tidak diselamatkan. Yesus sendiri yang menyatakannya. \u201cAnak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan\u201d (Mat 26:24). Di sinilah gambaran jelas mengenai bagaimana kedaulatan Allah dan kehendak manusia bekerja bersama-sama. Allah telah, sejak ribuan tahun sebelumnya, menetapkan bahwa Yesus akan dikhianati oleh Yudas, wafat di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita, lalu dibangkitkan. Inilah maksud Yesus ketika Dia berkata Dia \u201cmemang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia.\u201d Tidak ada yang dapat menghentikan rencana Allah menyediakan penyelamatan bagi manusia. Meskipun faktanya semua itu telah ditetapkan, namun tidak menjadikan Yudas bebas dari hukuman yang akan dia derita karena perannya dalam kejadian ini. Yudas membuat pilihan-pilihannya sendiri. Semua itu menjadi sumber malapetakanya sendiri. Namun, pilihan-pilihannya itu sesuai dengan rencana berdaulat Allah. Allah tidak hanya berkuasa atas kebaikan tetapi juga kejahatan manusia, untuk menyempurnakan rencana yang Ia tetapkan. Yesus memang mengutuk Yudas. Tapi, jika Saudara memperhitungkan bahwa Yudas bersama dengan Yesus selama hampir tiga tahun, kita tahu kalau Yesus sudah memberikannya banyak kesempatan untuk bertobat dan diselamatkan. Bahkan setelah tindakannya yang jahat itu, Yudas seharusnya berlutut memohon pengampunan pada Allah atas pengkhianatannya. Tapi, dia tidak melakukanya. Dia mungkin menyesal, yang timbul karena rasa takut, sehingga membuatnya mengembalikan uangnya kepada para Farisi. Tapi, dia tidak pernah bertobat dan lebih memilih bunuh diri; yang merupakan tindakan terakhirnya dalam mementingkan diri sendiri (Mat 27:5-8). Soal Yudas, Injil Yohanes 17:12 menyatakan nasibnya, \u201cSelama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.\u201d Yudas pernah percaya bahwa Yesus adalah seorang nabi. Bahkan mungkin percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Yesus mengirim para murid ke seluruh penjuru dunia untuk memberitakan Injil dan melakukan berbagai mukjizat (Lukas 9:1-6). Yudas ikut serta dalam kelompok ini. Yudas memiliki iman, tetapi bukan iman-yang-menyelamatkan. Yudas tidak pernah \u201cdiselamatkan,\u201d meskipun dia pernah menjadi pengikut Kristus. (gotquestions.org)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\" data-rvtts-brand-url=\"https:\/\/responsivevoice.org\/?utm_source=wordpress-plugin&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=powered-by\" data-rvtts-brand-label=\"Powered by ResponsiveVoice\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Yudas tidak diselamatkan. Yesus sendiri yang menyatakannya. \u201cAnak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan\u201d (Mat 26:24).<\/p>\n<div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sinilah gambaran jelas mengenai bagaimana kedaulatan Allah dan kehendak manusia bekerja bersama-sama. Allah telah, sejak ribuan tahun sebelumnya, menetapkan bahwa Yesus akan dikhianati oleh Yudas, wafat di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita, lalu dibangkitkan. Inilah maksud Yesus ketika Dia berkata Dia \u201cmemang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia.\u201d Tidak ada yang dapat menghentikan rencana Allah menyediakan penyelamatan bagi manusia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun faktanya semua itu telah ditetapkan, namun tidak menjadikan Yudas bebas dari hukuman yang akan dia derita karena perannya dalam kejadian ini. Yudas membuat pilihan-pilihannya sendiri. Semua itu menjadi sumber malapetakanya sendiri. Namun, pilihan-pilihannya itu sesuai dengan rencana berdaulat Allah. Allah tidak hanya berkuasa atas kebaikan tetapi juga kejahatan manusia, untuk menyempurnakan rencana yang Ia tetapkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yesus memang mengutuk Yudas. Tapi, jika Saudara memperhitungkan bahwa Yudas bersama dengan Yesus selama hampir tiga tahun, kita tahu kalau Yesus sudah memberikannya banyak kesempatan untuk bertobat dan diselamatkan. Bahkan setelah tindakannya yang jahat itu, Yudas seharusnya berlutut memohon pengampunan pada Allah atas pengkhianatannya. Tapi, dia tidak melakukanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia mungkin menyesal, yang timbul karena rasa takut, sehingga membuatnya mengembalikan uangnya kepada para Farisi. Tapi, dia tidak pernah bertobat dan lebih memilih bunuh diri; yang merupakan tindakan terakhirnya dalam mementingkan diri sendiri (Mat 27:5-8).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Soal Yudas, Injil Yohanes 17:12 menyatakan nasibnya, \u201cSelama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.\u201d Yudas pernah percaya bahwa Yesus adalah seorang nabi. Bahkan mungkin percaya bahwa Yesus adalah Mesias.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yesus mengirim para murid ke seluruh penjuru dunia untuk memberitakan Injil dan melakukan berbagai mukjizat (Lukas 9:1-6). Yudas ikut serta dalam kelompok ini. Yudas memiliki iman, tetapi bukan iman-yang-menyelamatkan. Yudas tidak pernah \u201cdiselamatkan,\u201d meskipun dia pernah menjadi pengikut Kristus. (gotquestions.org)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Yudas tidak diselamatkan. Yesus sendiri yang menyatakannya. \u201cAnak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan\u201d (Mat 26:24). Di sinilah gambaran jelas mengenai bagaimana kedaulatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":45651,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134],"tags":[191],"class_list":["post-39902","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","tag-yudas-iskariot"],"better_featured_image":{"id":45651,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/yudas-iskariot.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/yudas-iskariot.jpg?fit=374%2C300&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/yudas-iskariot.jpg"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/yudas-iskariot.jpg?fit=374%2C300&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":1,"views":"5738","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39902","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39902"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39902\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45651"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39902"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39902"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39902"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}