{"id":39944,"date":"2020-10-24T11:09:04","date_gmt":"2020-10-24T04:09:04","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=39944"},"modified":"2020-10-08T01:32:01","modified_gmt":"2020-10-07T18:32:01","slug":"apakah-zionisme-zionisme-kristen-itu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-zionisme-zionisme-kristen-itu\/","title":{"rendered":"Apakah Zionisme\/Zionisme Kristen itu?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id -\u00a0 Zionisme, yang awalnya hanyalah merupakan sebuah gerakan politik, sekarang telah menjadi sebuah ideologi. Zionisme adalah gerakan internasional yang menyerukan kembalinya orang-orang Yahudi ke Zion, tanah Israel, dalam rangka menggunakan hak mereka mendirikan Negara Israel, seperti yang dijanjikan kepada mereka di Kitab Suci Ibrani. Zionisme berakar di kitab Kejadian pasal 12 dan 15, dimana Allah membuat perjanjian dengan Abraham bahwa keturunannya akan mewarisi tanah antara Mesir dan Sungai Efrata. Karena Zionisme berawal dari gerakan politik, bangsa-bangsa lain dan orang Yahudi non-religius menganggap latar belakang agama orang-orang Yahudi tidak ada hubungannya dengan Zionisme. Sebaliknya, Zionisme dianggap sebagian pihak justru merupakan reaksi dari orang-orang Yahudi terhadap penganiayaan yang mereka alami di seluruh dunia selama Perang Dunia I dan II. Tidak ada satupun bangsa yang bersedia menerima mereka saat itu, sehingga mereka terpaksa mendirikan negara mereka sendiri. Tanah nenek moyang mereka merupakan tempat yang paling memungkinkan. Gerakan Zionis dimulai akhir tahun 1890-an dan selesai pada tahun 1948. Saat itu, Israel secara resmi diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai negara dan diberikan kedaulatan sebagai bangsa di dalam wilayah Palestina. Secara teknis, gerakan politik Zionis berakhir dan menjadi awal bagi ideologi Zionisme. Beberapa pihak menganggap kalau Zionisme telah menjadi pemicu rasisme; sebuah reaksi terhadap anti-Semit. Pihak lainnya percaya bahwa Zionisme adalah bentuk patriotisme orang Yahudi. Zionisme Yahudi sering dikaitkan dengan Zionisme Kristen. Zionisme Kristen hanyalah bentuk dukungan dari bangsa-bangsa lain terhadap Zionisme Yahudi. Mereka menganggap kejadian ini sebagai penggenapan bagi janji-janji di Alkitab yang diberikan kepada bangsa Israel, seperti dalam kitab Yeremia pasal 32 dan kitab Yehezkiel pasal 34. Para Zionis Kristen sangat mendukung berdirinya Negara Israel ini. Kembalinya orang-orang Yahudi ke Tanah Perjanjian dianggap merupakan pemenuhan nubuat di Alkitab. Khususnya bagi para dispensasionalis, hal ini dianggap sebagai tanda bahwa dunia telah memasuki akhir zaman. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211;\u00a0 Zionisme, yang awalnya hanyalah merupakan sebuah gerakan politik, sekarang telah menjadi sebuah ideologi. Zionisme adalah gerakan internasional yang menyerukan kembalinya orang-orang Yahudi ke Zion, tanah Israel, dalam rangka menggunakan hak mereka mendirikan Negara Israel, seperti yang dijanjikan kepada mereka di Kitab Suci Ibrani. Zionisme berakar di kitab Kejadian pasal 12 dan 15, dimana Allah membuat perjanjian dengan Abraham bahwa keturunannya akan mewarisi tanah antara Mesir dan Sungai Efrata.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Karena Zionisme berawal dari gerakan politik, bangsa-bangsa lain dan orang Yahudi non-religius menganggap latar belakang agama orang-orang Yahudi tidak ada hubungannya dengan Zionisme. Sebaliknya, Zionisme dianggap sebagian pihak justru merupakan reaksi dari orang-orang Yahudi terhadap penganiayaan yang mereka alami di seluruh dunia selama Perang Dunia I dan II. Tidak ada satupun bangsa yang bersedia menerima mereka saat itu, sehingga mereka terpaksa mendirikan negara mereka sendiri. Tanah nenek moyang mereka merupakan tempat yang paling memungkinkan.<\/p>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"47264\" data-permalink=\"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-zionisme-zionisme-kristen-itu\/zionisme\/\" data-orig-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/zionisme.jpeg?fit=760%2C507&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"760,507\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"zionisme\" data-image-description=\"\" data-image-caption=\"\" data-large-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/zionisme.jpeg?fit=760%2C507&amp;ssl=1\" class=\"aligncenter size-full wp-image-47264\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/zionisme.jpeg?resize=760%2C507&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"760\" height=\"507\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/zionisme.jpeg?w=760&amp;ssl=1 760w, https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/zionisme.jpeg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/zionisme.jpeg?resize=600%2C400&amp;ssl=1 600w, https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/zionisme.jpeg?resize=750%2C500&amp;ssl=1 750w\" sizes=\"(max-width: 760px) 100vw, 760px\" \/><\/p>\n<p>Gerakan Zionis dimulai akhir tahun 1890-an dan selesai pada tahun 1948. Saat itu, Israel secara resmi diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai negara dan diberikan kedaulatan sebagai bangsa di dalam wilayah Palestina. Secara teknis, gerakan politik Zionis berakhir dan menjadi awal bagi ideologi Zionisme. Beberapa pihak menganggap kalau Zionisme telah menjadi pemicu rasisme; sebuah reaksi terhadap anti-Semit. Pihak lainnya percaya bahwa Zionisme adalah bentuk patriotisme orang Yahudi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Zionisme Yahudi sering dikaitkan dengan Zionisme Kristen. Zionisme Kristen hanyalah bentuk dukungan dari bangsa-bangsa lain terhadap Zionisme Yahudi. Mereka menganggap kejadian ini sebagai penggenapan bagi janji-janji di Alkitab yang diberikan kepada bangsa Israel, seperti dalam kitab Yeremia pasal 32 dan kitab Yehezkiel pasal 34.<img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"47265\" data-permalink=\"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-zionisme-zionisme-kristen-itu\/zionisme_kristen\/\" data-orig-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Zionisme_Kristen.jpg?fit=850%2C600&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"850,600\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"Zionisme_Kristen\" data-image-description=\"\" data-image-caption=\"\" data-large-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Zionisme_Kristen.jpg?fit=850%2C600&amp;ssl=1\" class=\"size-large wp-image-47265 aligncenter\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Zionisme_Kristen.jpg?resize=850%2C600&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"850\" height=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para Zionis Kristen sangat mendukung berdirinya Negara Israel ini. Kembalinya orang-orang Yahudi ke Tanah Perjanjian dianggap merupakan pemenuhan nubuat di Alkitab. Khususnya bagi para dispensasionalis, hal ini dianggap sebagai tanda bahwa dunia telah memasuki akhir zaman. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211;\u00a0 Zionisme, yang awalnya hanyalah merupakan sebuah gerakan politik, sekarang telah menjadi sebuah ideologi. Zionisme adalah gerakan internasional yang menyerukan kembalinya orang-orang Yahudi ke Zion, tanah Israel, dalam rangka menggunakan hak mereka mendirikan Negara Israel, seperti yang dijanjikan kepada mereka di Kitab Suci Ibrani. Zionisme berakar di kitab Kejadian pasal 12 dan 15, dimana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":47265,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[22],"tags":[],"class_list":["post-39944","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional"],"better_featured_image":{"id":47265,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Zionisme_Kristen.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Zionisme_Kristen.jpg?fit=768%2C542&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Zionisme_Kristen.jpg"},"categories_detail":[{"id":22,"name":"Internasional","description":"","slug":"internasional","count":158,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Zionisme_Kristen.jpg?fit=850%2C600&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"2074","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39944","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39944"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39944\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47265"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39944"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39944"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39944"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}