{"id":40624,"date":"2020-06-11T09:51:47","date_gmt":"2020-06-11T02:51:47","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=40624"},"modified":"2020-06-09T15:01:11","modified_gmt":"2020-06-09T08:01:11","slug":"apakah-wicca-itu-apakah-itu-sihir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-wicca-itu-apakah-itu-sihir\/","title":{"rendered":"Apakah Wicca itu? Apakah  itu sihir?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id -Wicca ialah agama neo-pagan yang telah berkembang popularitasnya dan diterima di Amerika Serikat dan Eropa. Banyak website dan buku yang menyatakan jika mereka mengajarkan Wicca \u201cyang sesungguhnya.\u201d Kenyataannya, tidak ada kesepakatan di antara para penganut Wicca mengenai apa sesungguhnya agama ini. Hal ini dikarenakan Wicca baru berumur 50 tahun. Wicca ialah sistem kepercayaan yang diciptakan Briton Gerald Gardner pada 1940-1950-an dengan menggabungkan berbagai tradisi agama dan kepercayaan serta ritual Freemason. Sejak Gardner mempublikasikan beberapa buku yang mendukung sistem pemujaannya itu, banyak cabang dan variasi Wicca yang bermunculan. Beberapa penganut Wicca menyembah banyak ilah, sementara yang lain hanya menyembah satu \u201cDewa\u201d atau \u201cDewi.\u201d Ada juga yang menyembah alam semesta ini dan memanggilnya Gaea, seperti dewi bumi dari Yunani. Beberapa penganut Wicca mengadopsi ajaran Kristen, sementara ada juga yang benar-benar menolak ajaran Kristen. Meskipun demikian, kebanyakan penganut Wicca percaya pada reinkarnasi. Kebanyakan penganut Wicca dengan keras menyangkal kalau Iblis merupakan bagian dari kepercayaan mereka. Mereka akan berusaha menunjukkan perbedaan ajaran mereka dengan kelompok Satanis. Umumnya, yang mereka tonjolkan ialah relativitas moral, memandang rendah label mengenai \u201cbaik\u201d dan \u201cjahat\u201d ataupun \u201cbenar\u201d dan \u201csalah.\u201d Wicca punya satu hukum\/aturan yang disebut Rede: \u201cLakukan apa yang ingin kau lakukan, tapi jangan sakiti siapapun.\u201d Sepintas, Rede tampaknya sempurna, sebuah kebebasan pribadi tanpa aturan. Saudara dapat melakukan apapun yang diinginkan, selama tidak ada yang tersakiti. Namun, para penganut Wicca juga menyatakan kalau \u201cefek riak\u201d dari tindakan seseorang bisa luas pengaruhnya. Mereka menganut prinsip Hukum Tiga Kali Lipat, \u201cSemua hal baik yang dilakukan seseorang terhadap orang lain akan dibalas sebanyak tiga kali lipat di kehidupan ini; begitu pula dengan kejahatan yang juga akan dibalas sebanyak tiga kali lipat.\u201d Faktor utama yang membuat daya tarik Wicca tak kunjung surut ialah penggunaan mantra dan \u201cmagick\u201d (kesalahan ejaan yang disengaja untuk membedakan penganut Wicca dengan pesulap dan ilusionis) yang dianggap sebagai praktik yang benar. Orang yang sangat penasaran dan baru mendalami soal spiritual biasanya yang paling berhasrat menyelami misteri ini. Tidak semua penganut Wicca mempraktikkan sihir. Mereka menganggap magick itu ibarat doa bagi orang Kristen. Perbedaannya magick Wicca hanya menggunakan pikiran untuk mengontrol, atau memohon pertolongan pada ilah yang mereka pilih. Sementara orang Kristen berdoa pada Allah Mahakuasa dan Mahahadir untuk menyembuhkan serta turut campur tangan dan bekerja dalam kehidupan mereka. Karena Rede melarang penyihir menyakiti sesamanya dan prinsip Hukum Tiga Kali Lipat yang menjelaskan akibatnya bagi mereka yang melanggar Rede, para penyihir yang mempraktikkan magick lebih suka disebut \u201cpenyihir alam\u201d atau \u201cpenyihir putih\u201d untuk membedakan posisi mereka dengan para penganut Satanisme. Pada dasarnya Wicca ialah agama yang hanya terkait soal mengurus urusan sendiri dan hidup damai dengan tetangga dan lingkungannya. Wicca berhasrat menyamakan dirinya dengan Kristen supaya bisa mendapatkan kredibilitas. Tapi, apa yang Alkitab katakan mengenai Wicca? Saudara tidak akan menemukan kata \u201cwicca\u201d di dalam Alkitab. Mari kita ulas kepercayaan ini menurut kebenaran Firman Allah. Mantra Wicca terkait erat dengan dosa pemujaan berhala \u2013 surat Roma 1:25 menyatakan, \u201cSebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya\u2026\u201d Di kitab Yesaya pasal 40, Allah mendeskripsikan bahwa Sang Pencipta jauh lebih besar dari ciptaan-Nya. Jika Saudara tidak menyembah Sang Pencipta, maka Saudara sedang melakukan dosa pemujaan berhala. Mantra Wicca memberikan harapan palsu. Ibrani 9:27 berkata, \u201c\u2026Manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi.\u201d Allah berfirman bahwa manusia hanya memiliki satu kali kesempatan dalam hidup. Tidak ada kesempatan kedua di kehidupan lain. Jika kita tidak menerima anugerah Allah melalui Yesus dalam kehidupan ini, Allah akan menghakimi kita. Manusia tidak mungkin bisa berkenan di hadapan-Nya, sehingga manusia pasti akan masuk ke neraka. Mantra Wicca membawa kekecewaan. Markus 7:8 berkata, \u201cPerintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.\u201d Allah adalah Allah, dan kita bukan Allah. Kita harus membuat keputusan apakah kita akan beriman-percaya pada Allah dan melakukan segala firman-Nya atau tidak. Mengenal Allah membutuhkan kedisiplinan tinggi. Wicca adalah agama palsu yang mengincar orang-orang baik yang mudah ditipu. Kitab Ulangan 18:10-12 berkata, \u201cDi antaramu janganlah didapati seorangpun\u2026 yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir, seorang pemantra\u2026 Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi TUHAN\u2026\u201d Sihir Wicca adalah dosa; Allah membencinya. Mengapa? Karena sihir merupakan upaya membuang kebergantungan manusia terhadap Allah. Termasuk mendapatkan jawaban selain dari pada-Nya. Dosa bukan sekadar tindakan yang tidak menyenangkan secara sosial. Dosa merupakan keputusan kita untuk tidak setuju dengan Allah dalam hal apapun \u2013 untuk membangkang dan melawan-Nya. Dosa adalah sebuah proklamsi yang menyatakan bahwa: \u201cAllah, saya mau menjalani hidup saya dengan cara saya sendiri.\u201d Surat Roma 3:23 berkata, \u201cKarena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.\u201d Surat Roma 6:23 juga berkata, \u201cSebab upah dosa ialah maut\u2026\u201d Bukan hanya mengenai kematian tubuh saja, tetapi juga kematian rohani; yaitu pemisahan kekal dari Allah dan semua anugerah yang diberikan lewat kehadiran-Nya. Inilah definisi neraka yang sesungguhnya: ketidakhadiran Allah. Itulah yang dihasilkan dosa bagi kita. Syukurlah, surat Roma 6:23 tidak berakhir sampai pernyataan itu saja. \u201c\u2026tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.\u201d Allah tahu kita akan memberontak dalam berbagai cara. Karena itu, Dia menyediakan cara bagi kita untuk menghindari pemisahan itu \u2013 melalui iman-percaya kepada Yesus Kristus. Sihir Wicca hanyalah salah satu bentuk tipu daya Iblis, musuh dari jiwa umat manusia, yang \u201cberjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya\u201d (1 Ptr 5:8). (gotquestions.org)\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Wicca ialah agama neo-pagan yang telah berkembang popularitasnya dan diterima di Amerika Serikat dan Eropa. Banyak website dan buku yang menyatakan jika mereka mengajarkan Wicca \u201cyang sesungguhnya.\u201d Kenyataannya, tidak ada kesepakatan di antara para penganut Wicca mengenai apa sesungguhnya agama ini. Hal ini dikarenakan Wicca baru berumur 50 tahun.<\/p>\n<div id=\"\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Wicca ialah sistem kepercayaan yang diciptakan Briton Gerald Gardner pada 1940-1950-an dengan menggabungkan berbagai tradisi agama dan kepercayaan serta ritual Freemason. Sejak Gardner mempublikasikan beberapa buku yang mendukung sistem pemujaannya itu, banyak cabang dan variasi Wicca yang bermunculan. Beberapa penganut Wicca menyembah banyak ilah, sementara yang lain hanya menyembah satu \u201cDewa\u201d atau \u201cDewi.\u201d<\/p>\n<p>Ada juga yang menyembah alam semesta ini dan memanggilnya Gaea, seperti dewi bumi dari Yunani. Beberapa penganut Wicca mengadopsi ajaran Kristen, sementara ada juga yang benar-benar menolak ajaran Kristen. Meskipun demikian, kebanyakan penganut Wicca percaya pada reinkarnasi.<\/p>\n<p>Kebanyakan penganut Wicca dengan keras menyangkal kalau Iblis merupakan bagian dari kepercayaan mereka. Mereka akan berusaha menunjukkan perbedaan ajaran mereka dengan kelompok Satanis. Umumnya, yang mereka tonjolkan ialah relativitas moral, memandang rendah label mengenai \u201cbaik\u201d dan \u201cjahat\u201d ataupun \u201cbenar\u201d dan \u201csalah.\u201d Wicca punya satu hukum\/aturan yang disebut Rede: \u201cLakukan apa yang ingin kau lakukan, tapi jangan sakiti siapapun.\u201d<\/p>\n<p>Sepintas, Rede tampaknya sempurna, sebuah kebebasan pribadi tanpa aturan. Saudara dapat melakukan apapun yang diinginkan, selama tidak ada yang tersakiti. Namun, para penganut Wicca juga menyatakan kalau \u201cefek riak\u201d dari tindakan seseorang bisa luas pengaruhnya. Mereka menganut prinsip Hukum Tiga Kali Lipat, \u201cSemua hal baik yang dilakukan seseorang terhadap orang lain akan dibalas sebanyak tiga kali lipat di kehidupan ini; begitu pula dengan kejahatan yang juga akan dibalas sebanyak tiga kali lipat.\u201d<\/p>\n<p>Faktor utama yang membuat daya tarik Wicca tak kunjung surut ialah penggunaan mantra dan \u201cmagick\u201d (kesalahan ejaan yang disengaja untuk membedakan penganut Wicca dengan pesulap dan ilusionis) yang dianggap sebagai praktik yang benar. Orang yang sangat penasaran dan baru mendalami soal spiritual biasanya yang paling berhasrat menyelami misteri ini.<\/p>\n<p>Tidak semua penganut Wicca mempraktikkan sihir. Mereka menganggap magick itu ibarat doa bagi orang Kristen. Perbedaannya magick Wicca hanya menggunakan pikiran untuk mengontrol, atau memohon pertolongan pada ilah yang mereka pilih. Sementara orang Kristen berdoa pada Allah Mahakuasa dan Mahahadir untuk menyembuhkan serta turut campur tangan dan bekerja dalam kehidupan mereka.<\/p>\n<p>Karena Rede melarang penyihir menyakiti sesamanya dan prinsip Hukum Tiga Kali Lipat yang menjelaskan akibatnya bagi mereka yang melanggar Rede, para penyihir yang mempraktikkan magick lebih suka disebut \u201cpenyihir alam\u201d atau \u201cpenyihir putih\u201d untuk membedakan posisi mereka dengan para penganut Satanisme.<\/p>\n<p>Pada dasarnya Wicca ialah agama yang hanya terkait soal mengurus urusan sendiri dan hidup damai dengan tetangga dan lingkungannya. Wicca berhasrat menyamakan dirinya dengan Kristen supaya bisa mendapatkan kredibilitas. Tapi, apa yang Alkitab katakan mengenai Wicca? Saudara tidak akan menemukan kata \u201cwicca\u201d di dalam Alkitab. Mari kita ulas kepercayaan ini menurut kebenaran Firman Allah.<\/p>\n<p>Mantra Wicca terkait erat dengan dosa pemujaan berhala \u2013 surat Roma 1:25 menyatakan, \u201cSebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya\u2026\u201d Di kitab Yesaya pasal 40, Allah mendeskripsikan bahwa Sang Pencipta jauh lebih besar dari ciptaan-Nya. Jika Saudara tidak menyembah Sang Pencipta, maka Saudara sedang melakukan dosa pemujaan berhala.<\/p>\n<p>Mantra Wicca memberikan harapan palsu. Ibrani 9:27 berkata, \u201c\u2026Manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi.\u201d Allah berfirman bahwa manusia hanya memiliki satu kali kesempatan dalam hidup. Tidak ada kesempatan kedua di kehidupan lain. Jika kita tidak menerima anugerah Allah melalui Yesus dalam kehidupan ini, Allah akan menghakimi kita. Manusia tidak mungkin bisa berkenan di hadapan-Nya, sehingga manusia pasti akan masuk ke neraka.<\/p>\n<p>Mantra Wicca membawa kekecewaan. Markus 7:8 berkata, \u201cPerintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.\u201d Allah adalah Allah, dan kita bukan Allah. Kita harus membuat keputusan apakah kita akan beriman-percaya pada Allah dan melakukan segala firman-Nya atau tidak. Mengenal Allah membutuhkan kedisiplinan tinggi. Wicca adalah agama palsu yang mengincar orang-orang baik yang mudah ditipu.<\/p>\n<p>Kitab Ulangan 18:10-12 berkata, \u201cDi antaramu janganlah didapati seorangpun\u2026 yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir, seorang pemantra\u2026 Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi TUHAN\u2026\u201d Sihir Wicca adalah dosa; Allah membencinya. Mengapa? Karena sihir merupakan upaya membuang kebergantungan manusia terhadap Allah. Termasuk mendapatkan jawaban selain dari pada-Nya.<\/p>\n<p>Dosa bukan sekadar tindakan yang tidak menyenangkan secara sosial. Dosa merupakan keputusan kita untuk tidak setuju dengan Allah dalam hal apapun \u2013 untuk membangkang dan melawan-Nya. Dosa adalah sebuah proklamsi yang menyatakan bahwa: \u201cAllah, saya mau menjalani hidup saya dengan cara saya sendiri.\u201d<\/p>\n<p>Surat Roma 3:23 berkata, \u201cKarena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.\u201d Surat Roma 6:23 juga berkata, \u201cSebab upah dosa ialah maut\u2026\u201d Bukan hanya mengenai kematian tubuh saja, tetapi juga kematian rohani; yaitu pemisahan kekal dari Allah dan semua anugerah yang diberikan lewat kehadiran-Nya. Inilah definisi neraka yang sesungguhnya: ketidakhadiran Allah. Itulah yang dihasilkan dosa bagi kita.<\/p>\n<p>Syukurlah, surat Roma 6:23 tidak berakhir sampai pernyataan itu saja. \u201c\u2026tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.\u201d Allah tahu kita akan memberontak dalam berbagai cara. Karena itu, Dia menyediakan cara bagi kita untuk menghindari pemisahan itu \u2013 melalui iman-percaya kepada Yesus Kristus.<\/p>\n<p>Sihir Wicca hanyalah salah satu bentuk tipu daya Iblis, musuh dari jiwa umat manusia, yang \u201cberjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya\u201d (1 Ptr 5:8). (gotquestions.org)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Wicca ialah agama neo-pagan yang telah berkembang popularitasnya dan diterima di Amerika Serikat dan Eropa. Banyak website dan buku yang menyatakan jika mereka mengajarkan Wicca \u201cyang sesungguhnya.\u201d Kenyataannya, tidak ada kesepakatan di antara para penganut Wicca mengenai apa sesungguhnya agama ini. Hal ini dikarenakan Wicca baru berumur 50 tahun. Wicca ialah sistem kepercayaan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":46158,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[134],"tags":[119,120,121],"class_list":["post-40624","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","tag-bidat","tag-cult","tag-new-age"],"better_featured_image":{"id":46158,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Wicca.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Wicca.jpg?fit=252%2C200&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Wicca.jpg"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Wicca.jpg?fit=252%2C200&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1801","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40624","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40624"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40624\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46158"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40624"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40624"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40624"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}