{"id":40671,"date":"2020-06-11T08:01:41","date_gmt":"2020-06-11T01:01:41","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=40671"},"modified":"2020-06-09T14:59:29","modified_gmt":"2020-06-09T07:59:29","slug":"apakah-yang-dimaksud-oleh-shamanisme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apakah-yang-dimaksud-oleh-shamanisme\/","title":{"rendered":"Apakah yang dimaksud oleh shamanisme?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id -Shamanisme adalah sudut pandang palsu yang berseberangan dengan agama Kristen dimana seorang perantara antara alam jasmani dan alam gaib disebut sebagai shaman. Shamanisme berhubungan erat dengan animisme, kepercayaan bahwa roh menghuni baik dunia jasmani maupun alam rohani. Animisme merupakan salah satu keyakinan tertua di dunia dan ditemukan dalam komunitas suku-suku kecil, baik dari jaman purba sampai jaman modern, di seluruh dunia. Ada kelompok-kelompok neo-shamanisme yang bangkit di jaman modern ini. Shamanisme seringkali dipadukan dengan kepercayaan lain, termasuk agama Islam dan Kristen, dan kemudian dikategorikan sebagai kepercayaan lokal. Shamanisme\/animisme pada umumnya tidak berdiri sendiri melainkan dipadukan dengan sistem agama paganisme, politeisme, dan New Age. Istilah shaman berasal dari bahasa Tungus Siberia dan diterjemahkan sebagai &quot;mereka yang tahu.&quot; Istilah yang serupa adalah dukun, orang pintar, penyihir, petenung, dan ahli nujum. Di dalam kepercayaan animisme, seorang shaman bertindak sebagai perantara di antara alam jasmani dan rohani. Para shaman dipanggil ketika terdapat penyakit, kecelakaan, bencana alam, serangan musuh, atau ketika dirasa terjadinya kesenjangan dalam keseimbangan antara kedua alam tersebut. Shamanisme mengajar bahwa segala sesuatu berakar pada alam roh dan bahwa alam roh menguasai alam jasmani, sehingga untuk merubah situasi diperlukan penanganan di alam roh. Shamanisme adalah kepercayaan yang menekankan upaya\/perbuatan dan pengetahuan tentang okultisme. Guna mencapai hasil di alam jasmani, seorang shaman mengupayakan keterampilannya dan kekuatan gaib jimat-jimat yang dimilikinya. Menurut keyakinan animisme\/shamanisme, dunai adalah tempat menyeramkan yang penuh dengan roh yang harus dipuaskan. Jika merasa tentram, para roh itu akan sebaliknya memberkati, atau, jika dibuat marah, akan menaruh dendam dan menyakiti. Para shaman disewa untuk masuk ke alam supranatural, mencari tahu alasan di balik musibah yang dialami, dan mencari cara untuk mencapai keharmonisan dan pemulihan. Para shaman ditakuti dan sangat berpengaruh dalam suku mereka, karena dianggap berpotensi menyembuhkan maupun membunuh. Jadi, bukan hanya para roh yang perlu ditentramkan; melainkan para shaman juga. Para shaman menggunakan narkotika halusinogen, melukai diri, dan puasa ekstrim untuk mencapai kesadaran khusus. Jimat, lonceng, drum, lagu, tari-tarian, atau pengulangan mantra kadang digunakan dalam ritual memasuki alam supranatural. Para shaman juga memanggil roh-roh penggerak dan alat seperti batu-batuan dan tulang yang mengandung kuasa. Jiwa orang mati, roh-roh hewan, dan roh bebatuan atau pohon juga dipanggil sebagai pemandu. Shamanisme berprinsip bahwa tempat-tempat tertentu mengandung kuasa khusus atau menyediakan akses masuk ke alam roh. Bagi mereka yang menganut kepercayaan ini, peran seorang shaman dianggap sebagai pekerjaan yang beresiko. Menjelajahi alam roh adalah upaya yang berbahaya. Depresi, sakit jiwa, dan kematian adalah akibat mematikan dari narkotika psikoaktif. Shamanisme merupakan kepercayaan lokal yang dianut di bangsa-bangsa dalam Alkitab. Allah memerintah supaya umat-Nya tidak menikahi penduduk lokal atau menyembah ilah-ilah yang disembah di Tanah Perjanjian. Ulangan 18:9-13 dan ayat-ayat lain mengecam keras keterlibatan dengan para penyihir, petenung, peramal, dan penelaah (Imamat 18:21; 20:2,4,6,27; 2 Raja-Raja 17:31; 2 Tawarikh 28:3; 33:6; Yesaya 57:5; Yehezkiel 16:21; Galatia 5:19-21). Alkitab mengajarkan bahwa kita hidup di daerah kekuasaan musuh. Satu Petrus 5:8 membahas peperangan rohani ini dan realita alam yang tak nampak di sekitar kita. Sebagai umat Kristen, kita tidak mengakui para shaman, ritual mereka, atau jimat yang mereka gunakan. Sebaliknya, kepercayaan kita ada pada kuasa Firman Allah (Ibrani 4:12), kuasa Roh Kudus (1 Korintus 2:4), dan kuasa injil (Roma 1:16). (gotquestions.org)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Shamanisme adalah sudut pandang palsu yang berseberangan dengan agama Kristen dimana seorang perantara antara alam jasmani dan alam gaib disebut sebagai shaman. Shamanisme berhubungan erat dengan animisme, kepercayaan bahwa roh menghuni baik dunia jasmani maupun alam rohani. Animisme merupakan salah satu keyakinan tertua di dunia dan ditemukan dalam komunitas suku-suku kecil, baik dari jaman purba sampai jaman modern, di seluruh dunia. Ada kelompok-kelompok neo-shamanisme yang bangkit di jaman modern ini.<\/p>\n<div id=\"\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Shamanisme seringkali dipadukan dengan kepercayaan lain, termasuk agama Islam dan Kristen, dan kemudian dikategorikan sebagai kepercayaan lokal. Shamanisme\/animisme pada umumnya tidak berdiri sendiri melainkan dipadukan dengan sistem agama paganisme, politeisme, dan New Age.<\/p>\n<p>Istilah shaman berasal dari bahasa Tungus Siberia dan diterjemahkan sebagai &#8220;mereka yang tahu.&#8221; Istilah yang serupa adalah dukun, orang pintar, penyihir, petenung, dan ahli nujum.<\/p>\n<p>Di dalam kepercayaan animisme, seorang shaman bertindak sebagai perantara di antara alam jasmani dan rohani. Para shaman dipanggil ketika terdapat penyakit, kecelakaan, bencana alam, serangan musuh, atau ketika dirasa terjadinya kesenjangan dalam keseimbangan antara kedua alam tersebut. Shamanisme mengajar bahwa segala sesuatu berakar pada alam roh dan bahwa alam roh menguasai alam jasmani, sehingga untuk merubah situasi diperlukan penanganan di alam roh. Shamanisme adalah kepercayaan yang menekankan upaya\/perbuatan dan pengetahuan tentang okultisme. Guna mencapai hasil di alam jasmani, seorang shaman mengupayakan keterampilannya dan kekuatan gaib jimat-jimat yang dimilikinya.<\/p>\n<p>Menurut keyakinan animisme\/shamanisme, dunai adalah tempat menyeramkan yang penuh dengan roh yang harus dipuaskan. Jika merasa tentram, para roh itu akan sebaliknya memberkati, atau, jika dibuat marah, akan menaruh dendam dan menyakiti. Para shaman disewa untuk masuk ke alam supranatural, mencari tahu alasan di balik musibah yang dialami, dan mencari cara untuk mencapai keharmonisan dan pemulihan. Para shaman ditakuti dan sangat berpengaruh dalam suku mereka, karena dianggap berpotensi menyembuhkan maupun membunuh. Jadi, bukan hanya para roh yang perlu ditentramkan; melainkan para shaman juga.<\/p>\n<p>Para shaman menggunakan narkotika halusinogen, melukai diri, dan puasa ekstrim untuk mencapai kesadaran khusus. Jimat, lonceng, drum, lagu, tari-tarian, atau pengulangan mantra kadang digunakan dalam ritual memasuki alam supranatural. Para shaman juga memanggil roh-roh penggerak dan alat seperti batu-batuan dan tulang yang mengandung kuasa. Jiwa orang mati, roh-roh hewan, dan roh bebatuan atau pohon juga dipanggil sebagai pemandu. Shamanisme berprinsip bahwa tempat-tempat tertentu mengandung kuasa khusus atau menyediakan akses masuk ke alam roh.<\/p>\n<p>Bagi mereka yang menganut kepercayaan ini, peran seorang shaman dianggap sebagai pekerjaan yang beresiko. Menjelajahi alam roh adalah upaya yang berbahaya. Depresi, sakit jiwa, dan kematian adalah akibat mematikan dari narkotika psikoaktif.<\/p>\n<p>Shamanisme merupakan kepercayaan lokal yang dianut di bangsa-bangsa dalam Alkitab. Allah memerintah supaya umat-Nya tidak menikahi penduduk lokal atau menyembah ilah-ilah yang disembah di Tanah Perjanjian. Ulangan 18:9-13 dan ayat-ayat lain mengecam keras keterlibatan dengan para penyihir, petenung, peramal, dan penelaah (Imamat 18:21; 20:2,4,6,27; 2 Raja-Raja 17:31; 2 Tawarikh 28:3; 33:6; Yesaya 57:5; Yehezkiel 16:21; Galatia 5:19-21).<\/p>\n<p>Alkitab mengajarkan bahwa kita hidup di daerah kekuasaan musuh. Satu Petrus 5:8 membahas peperangan rohani ini dan realita alam yang tak nampak di sekitar kita. Sebagai umat Kristen, kita tidak mengakui para shaman, ritual mereka, atau jimat yang mereka gunakan. Sebaliknya, kepercayaan kita ada pada kuasa Firman Allah (Ibrani 4:12), kuasa Roh Kudus (1 Korintus 2:4), dan kuasa injil (Roma 1:16). (gotquestions.org)<\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Shamanisme adalah sudut pandang palsu yang berseberangan dengan agama Kristen dimana seorang perantara antara alam jasmani dan alam gaib disebut sebagai shaman. Shamanisme berhubungan erat dengan animisme, kepercayaan bahwa roh menghuni baik dunia jasmani maupun alam rohani. Animisme merupakan salah satu keyakinan tertua di dunia dan ditemukan dalam komunitas suku-suku kecil, baik dari jaman [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":46156,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"134"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[134],"tags":[119,120,121],"class_list":["post-40671","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apologetika","tag-bidat","tag-cult","tag-new-age"],"better_featured_image":{"id":46156,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/shamanisme.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/shamanisme.jpg?fit=300%2C168&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/shamanisme.jpg"},"categories_detail":[{"id":134,"name":"Apologetika","description":"","slug":"apologetika","count":299,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/shamanisme.jpg?fit=300%2C168&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"3206","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40671","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40671"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40671\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46156"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40671"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40671"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40671"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}