{"id":41340,"date":"2022-06-20T09:06:00","date_gmt":"2022-06-20T02:06:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=41340"},"modified":"2022-06-05T17:24:51","modified_gmt":"2022-06-05T10:24:51","slug":"apa-tingkat-keintiman-yang-pantas-sebelum-menikah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apa-tingkat-keintiman-yang-pantas-sebelum-menikah\/","title":{"rendered":"Apa tingkat keintiman yang pantas sebelum menikah?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Efesus 5:3 menyatakan, \u201cTetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran \u2026 disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.\u201d Hal-hal yang sekedar \u201cmengesankan\u201d kecabulan pun sudah tidak pantas bagi seorang Kristen. Alkitab tidak memberikan \u201cdaftar\u201d apa saja yang \u201cmemberi kesan\u201d atau secara khusus memberitahu kita aktivitas-aktivitas fisik seperti apa yang dapat dilakukan oleh pasangan sebelum mereka menikah. Namun, sekalipun Alkitab tidak secara khusus menyinggung isu ini, tidak berarti Allah memperbolehkan aktivitas \u201cpra-seksual\u201d sebelum menikah. Pada hakekatnya, \u201cforeplay\u201d didesain untuk \u201cmempersiapkan\u201d hubungan seks. Karena itu, secara logis, \u201cforeplay\u201d seharusnya hanya dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah. Hal-hal yang termasuk \u201cforeplay\u201d harus dihindari sampai saat pernikahan. Aktivitas seksual apapun seharusnya dibatasi hanya untuk pasangan yang sudah menikah. Apa yang dapat dilakukan oleh pasangan yang belum menikah? Pasangan yang belum menikah sepatutnya menghindari aktivitas apapun yang dapat menggoda mereka untuk melakukan hubungan seks, yang memberi kesan cabul, atau yang dapat dianggap sebagai \u201cforeplay.\u201d Secara pribadi, saya dengan tegas menasehati pasangan yang belum menikah untuk tidak melebihi dari aktivitas berpegangan tangan, berpelukan dan cium kecil sebelum menikah. Makin banyak aktivitas yang bisa dinikmati secara eksklusif ketika sudah menikah, akan membuat hubungan seks mereka lebih istimewa. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Efesus 5:3 menyatakan, \u201cTetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran \u2026 disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.\u201d<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Hal-hal yang sekedar \u201cmengesankan\u201d kecabulan pun sudah tidak pantas bagi seorang Kristen. Alkitab tidak memberikan \u201cdaftar\u201d apa saja yang \u201cmemberi kesan\u201d atau secara khusus memberitahu kita aktivitas-aktivitas fisik seperti apa yang dapat dilakukan oleh pasangan sebelum mereka menikah. Namun, sekalipun Alkitab tidak secara khusus menyinggung isu ini, tidak berarti Allah memperbolehkan aktivitas \u201cpra-seksual\u201d sebelum menikah.<\/p>\n<p>Pada hakekatnya, \u201c<em>foreplay<\/em>\u201d didesain untuk \u201cmempersiapkan\u201d hubungan seks. Karena itu, secara logis, \u201cforeplay\u201d seharusnya hanya dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah. Hal-hal yang termasuk \u201cforeplay\u201d harus dihindari sampai saat pernikahan.<\/p>\n<p>Aktivitas seksual apapun seharusnya dibatasi hanya untuk pasangan yang sudah menikah. Apa yang dapat dilakukan oleh pasangan yang belum menikah? Pasangan yang belum menikah sepatutnya menghindari aktivitas apapun yang dapat menggoda mereka untuk melakukan hubungan seks, yang memberi kesan cabul, atau yang dapat dianggap sebagai \u201cforeplay.\u201d<\/p>\n<p>Secara pribadi, saya dengan tegas menasehati pasangan yang belum menikah untuk tidak melebihi dari aktivitas berpegangan tangan, berpelukan dan cium kecil sebelum menikah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Makin banyak aktivitas yang bisa dinikmati secara eksklusif ketika sudah menikah, akan membuat hubungan seks mereka lebih istimewa. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Efesus 5:3 menyatakan, \u201cTetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran \u2026 disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.\u201d Hal-hal yang sekedar \u201cmengesankan\u201d kecabulan pun sudah tidak pantas bagi seorang Kristen. Alkitab tidak memberikan \u201cdaftar\u201d apa saja yang \u201cmemberi kesan\u201d atau secara khusus memberitahu kita aktivitas-aktivitas fisik seperti apa yang dapat dilakukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":41133,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[70],"tags":[504,147,146],"class_list":["post-41340","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-relasi","tag-kesucian","tag-pernikahan","tag-relasi"],"better_featured_image":{"id":41133,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg?fit=500%2C337&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg"},"categories_detail":[{"id":70,"name":"Keluarga &amp; Relasi","description":"","slug":"relasi","count":76,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg?fit=500%2C337&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"839","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41340","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41340"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41340\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41133"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41340"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41340"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41340"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}