{"id":41348,"date":"2022-06-09T09:07:00","date_gmt":"2022-06-09T02:07:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=41348"},"modified":"2022-06-05T17:26:25","modified_gmt":"2022-06-05T10:26:25","slug":"bagaimana-saya-mengetahui-bahwa-sedang-jatuh-cinta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/bagaimana-saya-mengetahui-bahwa-sedang-jatuh-cinta\/","title":{"rendered":"Bagaimana saya mengetahui bahwa sedang jatuh cinta?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Natur kemanusiaan mendefinisikan cinta tidak lebih dari emosi. Kita mengambil keputusan berdasarkan emosi, menikah karena kita merasa \u201cjatuh cinta.\u201d Inilah alasan mengapa akhirnya hampir setengah dari pernikahan pertama di Amerika Serikat berakhir dengan perceraian. Alkitab mengajar kita bahwa cinta sejati bukanlah sekedar emosi yang datang dan pergi, tapi merupakan sebuah keputusan. Kita bukan hanya mencintai orang yang mencintai kita, kita bahkan perlu mencintai mereka yang membenci kita, sama seperti Kristus mengasihi mereka yang tidak dapat dikasihi (Lukas 6:35). \u201cKasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu\u201d (1 Korintus 13:4-7). Sangat mudah untuk jatuh cinta dengan seseorang. Ada beberapa pertanyaan yang perlu ditanyakan kepada diri sendiri, sebelum memutuskan apakah \u201cradar cinta\u201d Saudara itu memang menuntun Saudara ke arah yang benar. Pertama, apakah orang tersebut itu orang Kristen? Yang berarti, apakah mereka telah memberi hidup mereka kepada Kristus dan percaya kepadaNya untuk keselamatan mereka? Yang juga perlu dipertanyakan, jika seseorang mau memberi hati dan perasaan mereka kepada satu orang, apakah mereka bersedia untuk menempatkan orang tersebut di atas orang-orang lain dan menempatkan hubungan mereka, setelah menikah, di atas segala-galanya, kecuali terkait hubungannya dengan Allah? Alkitab menyatakan ketika dua orang menikah, mereka menjadi satu daging (Kejadian 2:24; Matius 19:5). Hal lain yang juga perlu dipertimbangkan apakah orang itu merupakan calon pasangan hidup yang baik? Apakah mereka juga telah mendahulukan Allah di dalam hidup mereka? Apakah dia bersedia menggunakan waktu dan tenaganya membangun hubungan pernikahan yang bertahan seumur hidup? Apakah orang itu merupakan seseorang yang Saudara memang mau nikahi? Tidak ada tongkat pengukur yang pasti untuk menentukan kapan kita jatuh cinta pada seseorang, namun penting untuk membedakan apakah kita sekedar mengikuti emosi kita atau memang mengikuti kehendak Allah dalam hidup kita. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Natur kemanusiaan mendefinisikan cinta tidak lebih dari emosi. Kita mengambil keputusan berdasarkan emosi, menikah karena kita merasa \u201cjatuh cinta.\u201d Inilah alasan mengapa akhirnya hampir setengah dari pernikahan pertama di Amerika Serikat berakhir dengan perceraian.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Alkitab mengajar kita bahwa cinta sejati bukanlah sekedar emosi yang datang dan pergi, tapi merupakan sebuah keputusan.<\/p>\n<p>Kita bukan hanya mencintai orang yang mencintai kita, kita bahkan perlu mencintai mereka yang membenci kita, sama seperti Kristus mengasihi mereka yang tidak dapat dikasihi (Lukas 6:35).<\/p>\n<p>\u201cKasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu.<\/p>\n<p>Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.<\/p>\n<p>Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu\u201d (1 Korintus 13:4-7).<\/p>\n<p>Sangat mudah untuk jatuh cinta dengan seseorang. Ada beberapa pertanyaan yang perlu ditanyakan kepada diri sendiri, sebelum memutuskan apakah \u201cradar cinta\u201d Saudara itu memang menuntun Saudara ke arah yang benar.<\/p>\n<p>Pertama, apakah orang tersebut itu orang Kristen? Yang berarti, apakah mereka telah memberi hidup mereka kepada Kristus dan percaya kepadaNya untuk keselamatan mereka?<\/p>\n<p>Yang juga perlu dipertanyakan, jika seseorang mau memberi hati dan perasaan mereka kepada satu orang, apakah mereka bersedia untuk menempatkan orang tersebut di atas orang-orang lain dan menempatkan hubungan mereka, setelah menikah, di atas segala-galanya, kecuali terkait hubungannya dengan Allah? Alkitab menyatakan ketika dua orang menikah, mereka menjadi satu daging (Kejadian 2:24; Matius 19:5).<\/p>\n<p>Hal lain yang juga perlu dipertimbangkan apakah orang itu merupakan calon pasangan hidup yang baik? Apakah mereka juga telah mendahulukan Allah di dalam hidup mereka?<\/p>\n<p>Apakah dia bersedia menggunakan waktu dan tenaganya membangun hubungan pernikahan yang bertahan seumur hidup?<\/p>\n<p>Apakah orang itu merupakan seseorang yang Saudara memang mau nikahi?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak ada tongkat pengukur yang pasti untuk menentukan kapan kita jatuh cinta pada seseorang, namun penting untuk membedakan apakah kita sekedar mengikuti emosi kita atau memang mengikuti kehendak Allah dalam hidup kita. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Natur kemanusiaan mendefinisikan cinta tidak lebih dari emosi. Kita mengambil keputusan berdasarkan emosi, menikah karena kita merasa \u201cjatuh cinta.\u201d Inilah alasan mengapa akhirnya hampir setengah dari pernikahan pertama di Amerika Serikat berakhir dengan perceraian. Alkitab mengajar kita bahwa cinta sejati bukanlah sekedar emosi yang datang dan pergi, tapi merupakan sebuah keputusan. Kita bukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":41133,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"floatbottom","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"70"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[70],"tags":[146],"class_list":["post-41348","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-relasi","tag-relasi"],"better_featured_image":{"id":41133,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg?fit=500%2C337&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg"},"categories_detail":[{"id":70,"name":"Keluarga &amp; Relasi","description":"","slug":"relasi","count":76,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg?fit=500%2C337&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"932","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41348","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41348"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41348\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41133"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41348"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41348"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41348"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}