{"id":41371,"date":"2022-06-22T09:11:00","date_gmt":"2022-06-22T02:11:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=41371"},"modified":"2022-06-05T17:26:49","modified_gmt":"2022-06-05T10:26:49","slug":"apa-yang-alkitab-nyatakan-tentang-perbedaan-usia-dalam-pernikahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apa-yang-alkitab-nyatakan-tentang-perbedaan-usia-dalam-pernikahan\/","title":{"rendered":"Apa yang Alkitab nyatakan tentang perbedaan usia dalam pernikahan?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Alkitab jarang sekali menyebutkan mengenai perbedaan usia dalam pernikahan (ataupun dalam situasi lainnya). Abraham sepuluh tahun lebih tua dari Sara (Kej 17:17), tetapi tidak ada pasangan lain di dalam Alkitab yang usia keduanya disebutkan. Orang-orang sering berasumsi mengenai masalah usia ini. Misalnya saja, Yusuf dianggap pasti lebih tua dari Maria. Tapi, tidak ada satu ayat pun di Alkitab yang menyatakan hal ini. Umur memang bisa menjadi hal penting dalam sebuah pernikahan, tetapi jauh lebih tidak penting ketimbang isu-isu lainnya seperti keselamatan, kedewasaan rohani, kecocokan, dll. Ketika seseorang menjadi semakin tua, perbedaan usia semakin tidak berarti. Walaupun, seorang pria berusia 40 tahun yang menikahi seorang perempuan berusia 20 tahun kemungkinan besar akan diperbincangkan. Sementara, seorang pria berusia 80 tahun yang menikahi seorang perempuan berusia 60 tahun mungkin lebih bisa diterima. Satu-satunya peringatan terkait soal perbedaan usia dalam pernikahan adalah: orang-percaya jangan sampai menikahi seseorang yang lebih muda demi hawa nafsu belaka. Atau, menikahi seseorang yang lebih tua demi uang. Tindakan terbaik mengenai hal ini adalah berdoa kepada Allah, meminta supaya diberikan hikmat, terkait setiap hubungan yang akan dijalani seseorang (Yak 1:5). (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Alkitab jarang sekali menyebutkan mengenai perbedaan usia dalam pernikahan (ataupun dalam situasi lainnya). Abraham sepuluh tahun lebih tua dari Sara (Kej 17:17), tetapi tidak ada pasangan lain di dalam Alkitab yang usia keduanya disebutkan. Orang-orang sering berasumsi mengenai masalah usia ini. Misalnya saja, Yusuf dianggap pasti lebih tua dari Maria. Tapi, tidak ada satu ayat pun di Alkitab yang menyatakan hal ini.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Umur memang bisa menjadi hal penting dalam sebuah pernikahan, tetapi jauh lebih tidak penting ketimbang isu-isu lainnya seperti keselamatan, kedewasaan rohani, kecocokan, dll. Ketika seseorang menjadi semakin tua, perbedaan usia semakin tidak berarti. Walaupun, seorang pria berusia 40 tahun yang menikahi seorang perempuan berusia 20 tahun kemungkinan besar akan diperbincangkan. Sementara, seorang pria berusia 80 tahun yang menikahi seorang perempuan berusia 60 tahun mungkin lebih bisa diterima.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Satu-satunya peringatan terkait soal perbedaan usia dalam pernikahan adalah: orang-percaya jangan sampai menikahi seseorang yang lebih muda demi hawa nafsu belaka. Atau, menikahi seseorang yang lebih tua demi uang. Tindakan terbaik mengenai hal ini adalah berdoa kepada Allah, meminta supaya diberikan hikmat, terkait setiap hubungan yang akan dijalani seseorang (Yak 1:5). (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Alkitab jarang sekali menyebutkan mengenai perbedaan usia dalam pernikahan (ataupun dalam situasi lainnya). Abraham sepuluh tahun lebih tua dari Sara (Kej 17:17), tetapi tidak ada pasangan lain di dalam Alkitab yang usia keduanya disebutkan. Orang-orang sering berasumsi mengenai masalah usia ini. Misalnya saja, Yusuf dianggap pasti lebih tua dari Maria. Tapi, tidak ada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":41133,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[70],"tags":[146],"class_list":["post-41371","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-relasi","tag-relasi"],"better_featured_image":{"id":41133,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg?fit=500%2C337&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg"},"categories_detail":[{"id":70,"name":"Keluarga &amp; Relasi","description":"","slug":"relasi","count":76,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg?fit=500%2C337&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"961","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41371","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41371"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41371\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41133"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41371"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41371"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41371"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}