{"id":41378,"date":"2022-06-24T09:12:00","date_gmt":"2022-06-24T02:12:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=41378"},"modified":"2022-06-05T17:30:05","modified_gmt":"2022-06-05T10:30:05","slug":"salahkah-jika-menikah-dengan-kerabat-dekat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/salahkah-jika-menikah-dengan-kerabat-dekat\/","title":{"rendered":"Salahkah jika menikah dengan kerabat dekat?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Hubungan yang dilarang oleh Allah di dalam Hukum Perjanjian Lama tercantum di kitab Imamat 18:6-18. Dalam bagian ayat tersebut, orang Israel diperintahkan untuk tidak menikahi orangtua, orangtua tiri, cucu (dan dipahami juga sebagai nenek atau kakek), saudara kandung, saudara atau saudarinya orangtua (yaitu, bibi atau paman), atau setengah-saudara. Tidak ada larangan di dalam Alkitab mengenai pernikahan antar sepupu. Pada awal-awal kehidupan manusia di bumi, jumlah manusia saat itu sangatlah terbatas. Akibatnya, terpaksa dilakukan perkawinan antar kerabat dekat. Namun, setelah jumlah manusia di bumi meningkat pesat, manusia tidak lagi harus melakukan pernikahan antar kerabat. Saat itu, kode genetik manusia belum serusak seperti sekarang ini. Oleh karena itu, saat itu masih cukup aman bagi kerabat dekat untuk menikah dan memiliki anak. Hanya ada sedikit risiko kelainan genetik pada anak-anak mereka. Setelah umat manusia berkembang pesat, juga karena kuasa dosa, kode genetik manusia mengalami begitu banyak kerusakan, sehingga Allah melarang pernikahan antar kerabat dekat. Jadi, pada dasarnya tidak ada yang jahat tentang menikahi kerabat dekat. Alasan kita jangan melakukannya adalah karena hal itu tidak aman secara genetik. Lagipula, sebagian besar negara saat ini memiliki hukum yang ketat terhadap pernikahan antara kerabat dekat. Alkitab memerintahkan kita untuk menaati hukum di negara di mana kita tinggal (Rm 13:1-6). Sebagian besar hukum menganggap sepupu tingkat kedua sebagai kerabat yang sudah jauh terpisah, sehingga dapat dinikahi. Setiap pasangan yang merupakan kerabat dekat dan sedang mempertimbangkan untuk menikah harus berdoa sepenuh hati agar Allah memberi mereka hikmat dan kebijaksanaan apakah itu memang kehendak-Nya atau bukan (Yak 1:5). Pasangan tersebut juga harus berkonsultasi dengan keluarga mereka tentang masalah ini. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Hubungan yang dilarang oleh Allah di dalam Hukum Perjanjian Lama tercantum di kitab Imamat 18:6-18. Dalam bagian ayat tersebut, orang Israel diperintahkan untuk tidak menikahi orangtua, orangtua tiri, cucu (dan dipahami juga sebagai nenek atau kakek), saudara kandung, saudara atau saudarinya orangtua (yaitu, bibi atau paman), atau setengah-saudara. Tidak ada larangan di dalam Alkitab mengenai pernikahan antar sepupu.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Pada awal-awal kehidupan manusia di bumi, jumlah manusia saat itu sangatlah terbatas. Akibatnya, terpaksa dilakukan perkawinan antar kerabat dekat. Namun, setelah jumlah manusia di bumi meningkat pesat, manusia tidak lagi harus melakukan pernikahan antar kerabat. Saat itu, kode genetik manusia belum serusak seperti sekarang ini. Oleh karena itu, saat itu masih cukup aman bagi kerabat dekat untuk menikah dan memiliki anak. Hanya ada sedikit risiko kelainan genetik pada anak-anak mereka.<\/p>\n<p>Setelah umat manusia berkembang pesat, juga karena kuasa dosa, kode genetik manusia mengalami begitu banyak kerusakan, sehingga Allah melarang pernikahan antar kerabat dekat. Jadi, pada dasarnya tidak ada yang jahat tentang menikahi kerabat dekat. Alasan kita jangan melakukannya adalah karena hal itu tidak aman secara genetik.<\/p>\n<p>Lagipula, sebagian besar negara saat ini memiliki hukum yang ketat terhadap pernikahan antara kerabat dekat. Alkitab memerintahkan kita untuk menaati hukum di negara di mana kita tinggal (Rm 13:1-6). Sebagian besar hukum menganggap sepupu tingkat kedua sebagai kerabat yang sudah jauh terpisah, sehingga dapat dinikahi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap pasangan yang merupakan kerabat dekat dan sedang mempertimbangkan untuk menikah harus berdoa sepenuh hati agar Allah memberi mereka hikmat dan kebijaksanaan apakah itu memang kehendak-Nya atau bukan (Yak 1:5). Pasangan tersebut juga harus berkonsultasi dengan keluarga mereka tentang masalah ini. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Hubungan yang dilarang oleh Allah di dalam Hukum Perjanjian Lama tercantum di kitab Imamat 18:6-18. Dalam bagian ayat tersebut, orang Israel diperintahkan untuk tidak menikahi orangtua, orangtua tiri, cucu (dan dipahami juga sebagai nenek atau kakek), saudara kandung, saudara atau saudarinya orangtua (yaitu, bibi atau paman), atau setengah-saudara. Tidak ada larangan di dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":41133,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"floatbottom","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"70"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[70],"tags":[146],"class_list":["post-41378","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-relasi","tag-relasi"],"better_featured_image":{"id":41133,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg?fit=500%2C337&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg"},"categories_detail":[{"id":70,"name":"Keluarga &amp; Relasi","description":"","slug":"relasi","count":76,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg?fit=500%2C337&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1012","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41378","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41378"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41378\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41133"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41378"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41378"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41378"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}