{"id":41388,"date":"2022-06-26T09:14:00","date_gmt":"2022-06-26T02:14:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=41388"},"modified":"2022-06-05T17:32:27","modified_gmt":"2022-06-05T10:32:27","slug":"bisakah-bolehkah-orang-kristen-yang-masih-perawan-perjaka-menikah-dengan-orang-yang-tidak-perawan-perjaka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/bisakah-bolehkah-orang-kristen-yang-masih-perawan-perjaka-menikah-dengan-orang-yang-tidak-perawan-perjaka\/","title":{"rendered":"Bisakah\/bolehkah orang Kristen yang masih perawan \/perjaka menikah dengan orang yang tidak perawan\/perjaka?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Situasi yang ideal bagi suatu pernikahan Kristen, tentu saja, adalah ketika kedua pihak yang akan menikah masih perawan dan perjaka. Mereka harus memahami kalau di mata Allah pernikahan menjadi satu-satunya institusi yang memperbolehkan seseorang melakukan hubungan seksual. Tapi, kita tidak hidup di dalam dunia yang ideal. Seringkali, ada kejadian di mana seseorang yang dibesarkan di lingkungan yang saleh dan sudah di-lahirbaru-kan dari masa mudanya ingin menikah dengan orang yang baru di-lahirbaru-kan di usia 20-an atau 30-an. Kelompok ini membawa kehidupan masa lalunya, yang dulu dijalaninya sesuai dengan standar duniawi, ke dalam pernikahan Kristen. Meskipun Allah menjauhkan dosa-dosa kita sejauh timur dari barat ketika kita datang kepada-Nya dalam pertobatan dan iman di dalam Kristus (Mzm 103:12), manusia memiliki ingatan yang panjang. Melupakan masa lalu seseorang mungkin menjadi hal yang tidak mudah. Ketidakmampuan seseorang untuk memaafkan dan melupakan kesalahan masa lalu pasangannya itu pasti akan membawa dampak yang negatif pada pernikahan. Sebelum menikahi seseorang yang sudah tidak perawan, sangat penting untuk memahami bahwa keselamatan dan pengampunan dosa dianugerahkan kepada kita oleh karena kasih karunia. &quot;Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri&quot; (Ef 2:8-9). Ketika kita mulai memahami apa artinya benar-benar diampuni, kita akan mulai melihat segala sesuatu melalui mata Allah. Kita akan menyadari betapa besar Dia mengasihi kita. Hal ini akan membantu kita untuk mengampuni orang lain. Mengampuni berarti melepaskan masa lalu orang lain dan melihat dia sebagai ciptaan baru (2 Kor 5:17). Kristus telah mati untuk dosa-dosa mereka. Kita harus memutuskan apakah kita bisa hidup dengan mengingat-ingat dosa mereka. Di sinilah sebuah doktrin akan bergeser dari ranah teori menjadi praktek. Terkait soal pengampunan, dengan melihat masa lalu kita sendiri, dari sudut pandang Allah, akan selalu membantu. Dosa seksual pastinya akan mendukakan hati Allah, tapi begitu juga dengan dosa berbohong, menipu, berpikiran buruk, minum alkohol\/merokok terlalu banyak, ketidaksabaran, kesombongan, dan tidak mau mengampuni. Siapakah di antara kita yang tidak berdosa dan bisa menjadi \u201corang pertama yang melemparkan batu&quot; kepada para pendosa? Sebelum datang kepada Kristus, masing-masing dari kita &quot;sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa.&quot; Kita dibuat hidup kembali oleh kasih karunia Allah (Ef 2:1-5). Pertanyaannya adalah: bisakah kita mengampuni orang lain sebagaimana Kristus mengampuni kita? Mampu untuk melakukannya adalah tanda dari orang Kristen sejati. Yesus mengajarkan kalau kita tidak mau mengampuni, Allah juga tidak akan mengampuni kita (Mat 6:14-15). Bukan berarti kalau mengampuni orang lain merupakan cara untuk mendapatkan pengampunan Allah, tapi hati yang bisa mengampuni merupakan tanda kehadiran Roh Kudus di dalam hati orang-percaya yang sejati. Terus-menerus tidak mau mengampuni adalah tanda dari hati seseorang yang masih keras hati, belum bertobat dan belum di-lahirbaru-kan. Sebelum menikah dengan mereka yang-bukan-perawan, ada baiknya Saudara banyak-banyak berpikir, berdoa, dan introspeksi. Surat Yakobus 1:5 mengajari kalau kita memerlukan hikmat, maka Allah akan memberikannya dengan murah hati kepada semua orang yang meminta kepada-Nya. Berbicara dengan seorang pendeta yang saleh dan setia melayani di gereja yang mengajarkan kebenaran Alkitab akan membantu dalam proses pengambilan keputusan. Beberapa gereja juga memiliki kelas pra-tunangan yang sangat baik. Dan juga, berbicara dengan terus terang dan terbuka dengan calon pasangan mengenai hal-hal ini dapat mengungkapkan hal-hal yang perlu ditangani dan diampuni. Pernikahan merupakan sebuah tantangan dalam situasi yang terbaik. Perlu banyak usaha untuk membuat suatu pernikahan berhasil. Kedua pasangan perlu, dan layak, untuk dicintai tanpa syarat. Efesus pasal 5 menggambarkan peran suami dan istri dalam pernikahan, tapi bagian itu dimulai dengan prinsip utama bagi keduanya: &quot;dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus&quot; (Ef 5:21). Kerelaan untuk berkorban dan kerendahan hati untuk memilih menjadi hamba, demi pernikahan yang lebih baik, menjadi tanda dari laki-laki yang sudah dewasa rohani dan perempuan yang sungguh-sungguh menghormati Allah. Memilih pasangan dengan bijak, berdasarkan standar Alkitab, memang penting. Tapi, yang juga sama penting adalah pertumbuhan spiritual kita sendiri, yang juga sedang berproses. Dalam kehidupan ini, kita harus dengan sungguh-sungguh berserah diri pada kehendak Allah. Seorang laki-laki yang berusaha untuk menjadi laki-laki yang Allah kehendaki akan bisa membantu istrinya untuk menjadi perempuan yang Allah kehendaki, terlepas dari apapun masa lalu mereka. Mereka akan mampu membangun pernikahan mereka menjadi suatu kesatuan yang meninggikan Allah, yang otomatis akan menyenangkan hati mereka berdua. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Situasi yang ideal bagi suatu pernikahan Kristen, tentu saja, adalah ketika kedua pihak yang akan menikah masih perawan dan perjaka. Mereka harus memahami kalau di mata Allah pernikahan menjadi satu-satunya institusi yang memperbolehkan seseorang melakukan hubungan seksual. Tapi, kita tidak hidup di dalam dunia yang ideal.<\/p>\n<div id=\"\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Seringkali, ada kejadian di mana seseorang yang dibesarkan di lingkungan yang saleh dan sudah di-lahirbaru-kan dari masa mudanya ingin menikah dengan orang yang baru di-lahirbaru-kan di usia 20-an atau 30-an. Kelompok ini membawa kehidupan masa lalunya, yang dulu dijalaninya sesuai dengan standar duniawi, ke dalam pernikahan Kristen. Meskipun Allah menjauhkan dosa-dosa kita sejauh timur dari barat ketika kita datang kepada-Nya dalam pertobatan dan iman di dalam Kristus (Mzm 103:12), manusia memiliki ingatan yang panjang. Melupakan masa lalu seseorang mungkin menjadi hal yang tidak mudah. Ketidakmampuan seseorang untuk memaafkan dan melupakan kesalahan masa lalu pasangannya itu pasti akan membawa dampak yang negatif pada pernikahan.<\/p>\n<p>Sebelum menikahi seseorang yang sudah tidak perawan, sangat penting untuk memahami bahwa keselamatan dan pengampunan dosa dianugerahkan kepada kita oleh karena kasih karunia. &#8220;Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri&#8221; (Ef 2:8-9). Ketika kita mulai memahami apa artinya benar-benar diampuni, kita akan mulai melihat segala sesuatu melalui mata Allah. Kita akan menyadari betapa besar Dia mengasihi kita.<\/p>\n<p>Hal ini akan membantu kita untuk mengampuni orang lain. Mengampuni berarti melepaskan masa lalu orang lain dan melihat dia sebagai ciptaan baru (2 Kor 5:17). Kristus telah mati untuk dosa-dosa mereka. Kita harus memutuskan apakah kita bisa hidup dengan mengingat-ingat dosa mereka. Di sinilah sebuah doktrin akan bergeser dari ranah teori menjadi praktek.<\/p>\n<p>Terkait soal pengampunan, dengan melihat masa lalu kita sendiri, dari sudut pandang Allah, akan selalu membantu. Dosa seksual pastinya akan mendukakan hati Allah, tapi begitu juga dengan dosa berbohong, menipu, berpikiran buruk, minum alkohol\/merokok terlalu banyak, ketidaksabaran, kesombongan, dan tidak mau mengampuni. Siapakah di antara kita yang tidak berdosa dan bisa menjadi \u201corang pertama yang melemparkan batu&#8221; kepada para pendosa?<\/p>\n<p>Sebelum datang kepada Kristus, masing-masing dari kita &#8220;sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa.&#8221; Kita dibuat hidup kembali oleh kasih karunia Allah (Ef 2:1-5). Pertanyaannya adalah: bisakah kita mengampuni orang lain sebagaimana Kristus mengampuni kita?<\/p>\n<p>Mampu untuk melakukannya adalah tanda dari orang Kristen sejati. Yesus mengajarkan kalau kita tidak mau mengampuni, Allah juga tidak akan mengampuni kita (Mat 6:14-15). Bukan berarti kalau mengampuni orang lain merupakan cara untuk mendapatkan pengampunan Allah, tapi hati yang bisa mengampuni merupakan tanda kehadiran Roh Kudus di dalam hati orang-percaya yang sejati. Terus-menerus tidak mau mengampuni adalah tanda dari hati seseorang yang masih keras hati, belum bertobat dan belum di-lahirbaru-kan.<\/p>\n<p>Sebelum menikah dengan mereka yang-bukan-perawan, ada baiknya Saudara banyak-banyak berpikir, berdoa, dan introspeksi. Surat Yakobus 1:5 mengajari kalau kita memerlukan hikmat, maka Allah akan memberikannya dengan murah hati kepada semua orang yang meminta kepada-Nya. Berbicara dengan seorang pendeta yang saleh dan setia melayani di gereja yang mengajarkan kebenaran Alkitab akan membantu dalam proses pengambilan keputusan. Beberapa gereja juga memiliki kelas pra-tunangan yang sangat baik. Dan juga, berbicara dengan terus terang dan terbuka dengan calon pasangan mengenai hal-hal ini dapat mengungkapkan hal-hal yang perlu ditangani dan diampuni.<\/p>\n<p>Pernikahan merupakan sebuah tantangan dalam situasi yang terbaik. Perlu banyak usaha untuk membuat suatu pernikahan berhasil. Kedua pasangan perlu, dan layak, untuk dicintai tanpa syarat. Efesus pasal 5 menggambarkan peran suami dan istri dalam pernikahan, tapi bagian itu dimulai dengan prinsip utama bagi keduanya: &#8220;dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus&#8221; (Ef 5:21).<\/p>\n<p>Kerelaan untuk berkorban dan kerendahan hati untuk memilih menjadi hamba, demi pernikahan yang lebih baik, menjadi tanda dari laki-laki yang sudah dewasa rohani dan perempuan yang sungguh-sungguh menghormati Allah. Memilih pasangan dengan bijak, berdasarkan standar Alkitab, memang penting. Tapi, yang juga sama penting adalah pertumbuhan spiritual kita sendiri, yang juga sedang berproses. Dalam kehidupan ini, kita harus dengan sungguh-sungguh berserah diri pada kehendak Allah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seorang laki-laki yang berusaha untuk menjadi laki-laki yang Allah kehendaki akan bisa membantu istrinya untuk menjadi perempuan yang Allah kehendaki, terlepas dari apapun masa lalu mereka. Mereka akan mampu membangun pernikahan mereka menjadi suatu kesatuan yang meninggikan Allah, yang otomatis akan menyenangkan hati mereka berdua. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Situasi yang ideal bagi suatu pernikahan Kristen, tentu saja, adalah ketika kedua pihak yang akan menikah masih perawan dan perjaka. Mereka harus memahami kalau di mata Allah pernikahan menjadi satu-satunya institusi yang memperbolehkan seseorang melakukan hubungan seksual. Tapi, kita tidak hidup di dalam dunia yang ideal. Seringkali, ada kejadian di mana seseorang yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":41133,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[70],"tags":[146],"class_list":["post-41388","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-relasi","tag-relasi"],"better_featured_image":{"id":41133,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg?fit=500%2C337&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg"},"categories_detail":[{"id":70,"name":"Keluarga &amp; Relasi","description":"","slug":"relasi","count":76,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg?fit=500%2C337&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"988","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41388","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41388"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41388\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41133"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41388"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41388"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41388"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}