{"id":41401,"date":"2022-06-30T09:16:00","date_gmt":"2022-06-30T02:16:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=41401"},"modified":"2022-06-05T17:42:29","modified_gmt":"2022-06-05T10:42:29","slug":"jika-pasangan-yang-belum-menikah-sudah-melakukan-hubungan-seks-apakah-mereka-dianggap-telah-menikah-di-mata-allah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/jika-pasangan-yang-belum-menikah-sudah-melakukan-hubungan-seks-apakah-mereka-dianggap-telah-menikah-di-mata-allah\/","title":{"rendered":"Jika pasangan yang belum menikah sudah melakukan hubungan seks, apakah mereka dianggap telah menikah di mata Allah?"},"content":{"rendered":"<p><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Memang benar jika hubungan seks merupakan penggenapan final satu pasangan menjadi &quot;satu daging&quot; (Kej 2:24). Namun, melakukan hubungan seks tidak sama dengan menikah. Jika memang demikian adanya, tidak akan ada yang namanya seks pranikah \u2013 karena begitu satu pasangan melakukan hubungan seks, maka mereka akan dianggap telah menikah. Alkitab menyatakan seks pranikah sebagai &quot;percabulan.&quot; Hal ini berulangkali dikutuk Alkitab, termasuk semua jenis hubungan seks yang tidak bermoral (Kis 15:20; 1 Kor 5:1; 6:13,18; 10:8; Gal 5:19; Ef 5:3; Kol 3:5; 1 Tes 4:3; Yud 1:7). Alkitab menyuruh orang-percaya tidak melakukan seks sebelum menikah sebagai standar kekudusan. Seks sebelum menikah itu sama berdosanya dengan dosa perzinahan, dan bentuk-bentuk percabulan lainnya, karena semuanya itu melibatkan hubungan seks dengan orang lain selain pasangan hidup Saudara. Jika pasangan yang belum menikah melakukan hubungan seks, apakah itu berarti bahwa mereka sudah melakukan pernikahan? Tentu saja tidak. Melakukan hubungan seks bisa-bisa saja telah menyatukan fisik untuk sesaat. Tapi, itu tidak berarti Allah telah mempersatukan mereka sebagai suami dan istri. Seks merupakan aspek penting dari pernikahan, yang menjadi aktivitas fisik dari suatu pernikahan. Namun, seks yang dilakukan orang-orang yang belum menikah tidak sama dengan menikah. (gotquestions)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Memang benar jika hubungan seks merupakan penggenapan final satu pasangan menjadi &#8220;satu daging&#8221; (Kej 2:24). Namun, melakukan hubungan seks tidak sama dengan menikah. Jika memang demikian adanya, tidak akan ada yang namanya seks pranikah \u2013 karena begitu satu pasangan melakukan hubungan seks, maka mereka akan dianggap telah menikah.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Alkitab menyatakan seks pranikah sebagai &#8220;percabulan.&#8221; Hal ini berulangkali dikutuk Alkitab, termasuk semua jenis hubungan seks yang tidak bermoral (Kis 15:20; 1 Kor 5:1; 6:13,18; 10:8; Gal 5:19; Ef 5:3; Kol 3:5; 1 Tes 4:3; Yud 1:7). Alkitab menyuruh orang-percaya tidak melakukan seks sebelum menikah sebagai standar kekudusan. Seks sebelum menikah itu sama berdosanya dengan dosa perzinahan, dan bentuk-bentuk percabulan lainnya, karena semuanya itu melibatkan hubungan seks dengan orang lain selain pasangan hidup Saudara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika pasangan yang belum menikah melakukan hubungan seks, apakah itu berarti bahwa mereka sudah melakukan pernikahan? Tentu saja tidak. Melakukan hubungan seks bisa-bisa saja telah menyatukan fisik untuk sesaat. Tapi, itu tidak berarti Allah telah mempersatukan mereka sebagai suami dan istri. Seks merupakan aspek penting dari pernikahan, yang menjadi aktivitas fisik dari suatu pernikahan. Namun, seks yang dilakukan orang-orang yang belum menikah tidak sama dengan menikah. (gotquestions)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Memang benar jika hubungan seks merupakan penggenapan final satu pasangan menjadi &#8220;satu daging&#8221; (Kej 2:24). Namun, melakukan hubungan seks tidak sama dengan menikah. Jika memang demikian adanya, tidak akan ada yang namanya seks pranikah \u2013 karena begitu satu pasangan melakukan hubungan seks, maka mereka akan dianggap telah menikah. Alkitab menyatakan seks pranikah sebagai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":41133,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[70],"tags":[390,145,504,146],"class_list":["post-41401","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-relasi","tag-free-sex","tag-keluarga","tag-kesucian","tag-relasi"],"better_featured_image":{"id":41133,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg?fit=500%2C337&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg"},"categories_detail":[{"id":70,"name":"Keluarga &amp; Relasi","description":"","slug":"relasi","count":76,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/keluarga.jpg?fit=500%2C337&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"883","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41401","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41401"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41401\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41133"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41401"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41401"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41401"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}